Tuesday, July 17, 2012

Panglima Armada Pasifik USN Kunjungan ke Menhan




17 Juli 2012, Jakarta: Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Senin (16/7) menerima kunjungan Commander of US Pacific Fleet, Admiral Cecil Haney, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, di bicarakan beberapa isu-isu yang berkembang seputar keamanan maritim di wilayah regional Asean dan Asia Pasifik, seperti Selat Malaka dan wilayah Laut Cina Selatan. Menhan menyampaikan TNI AL beserta lembaga terkait yang ada di pemerintahan Indonesia lainnya sangatlah berperan penting untuk mengamankan teritorial wilayah Indonesia yang sebagian besar terdiri dari lautan.

Ditambahkan Menhan fungsi pengamanan maritim ini juga sangat penting diwilayah-wilayah perairan yang menjadi jalur ekonomi dan perdagangan laut internasional seperti di Selat Malaka.

Menurut Menhan terkait pengamanan maritim yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia bersama negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand di wilayah Selat Malaka sangatlah efektif dan optimal. Selain itu pengamanan maritim yang dilakukan ini juga tidak terlepas dari adanya kontribusi dari pihak Amerika dengan pemberian bantuan berupa alat radar pengawasan laut atau Integrated Maritime Surveillance System.

Hal ini ditandai dengan menurunnya tindakan kejahatan seperti perompakan laut baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

Menhan juga pada kesempatan pertemuan tersebut menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan kepada Pemerintah Amerika atas kerjasama dan dukungan kontribusi yang telah dijalin selama ini.

Sementara itu Admiral Cecil Haney juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas kesempatan yang diberikan kepada beberapa kapal perang Amerika yang berkunjung ke Indonesia untuk menjalin kerjasama ataupun latihan bersama dengan TNI Angkatan Laut.

Pada kesempatan tersebut Menhan didampingi Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Puguh Santoso, Dirjen Kuathan Kemhan Laksda TNI Bambang Suwarto dan Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin.

Sumber: DMC

LANUD PEKANBARU 2014 SIAP MENERIMA KEHADIRAN SKUADRON TEMPUR F16


(PEKANBARU) :Sebanyak 16 unit pesawat tempur F-16 bakal hadir di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Realisasi kehadiran F-16 ini pada 2014 mendatang.

Sebelumnya 2013, Lanud yang menjadi induk tempur wilayah barat Sumatera ini akan dikembangkan menjadi tipe A.

‘’Untuk proses naik kelas dari B ke tipe A ini, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru tinggal pelaksanaan. SK presiden sudah keluar melalui Panglima TNI AU,’’ kata Danlanud Kolonel Pnb Bowo Budiarto SE, melalui Kepala Dinas Logistik, Letkol Tek P Siboro saat menjamu wartawan di VIP Room Lanud, Senin (16/7).

Dijelaskannya, syarat untuk naik kelas, jauh-jauh hari sudah dilakukan, dan hal yang paling penting itu adalah penambahan satu Skadron tempur lagi yang sudah dirancang pembangunannya.

‘’Saat ini kami sudah merancang pembangunan satu skadron tambahan untuk memenuhi syarat naik kelas pangkalan ini, namun untuk pelaksanaanya masih menunggu instruksi. Lokasi hanggarnya sudah disiapkan,’’ tambah Siboro yang saat acara didampingi juga oleh Kepala Dinas Personel Letkol Adm Robert Simanjuntak, Komandan Skatek 045 Letkol Tek Shobarul, Danyon 462 Paskhas Letkol Pasukan Supomo, dan juga Kapentak Kapten Sus Filfadri.

Jika penambahan satu skadron sudah selesai, artinya skadron sudah mencukupi dua, maka untuk proses masuknya F-16 dapat menjadi kenyataan.

Untuk satu skadron itu diperkirakan cukup menampung 16 unit F-16.

‘’Untuk syaratnya harus ada dua skadron udara di pangkalan udara. Saat ini baru satu skadron yaitu skadron udara 12. Sementara yang akan dibangun itu adalah skadron 16,’’ ujarnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Personil Letkol Adm Robert Simanjuntak, alasan dinaikkan kelas Lanud Roesmin Nurjadin, sesuai dengan letaknya yang strategis dalam melakukan pengamanan dari ancaman dari pihak luar.

‘’Jika ini dapat terealisasi, maka untuk pangkalan yang berstatus tipe itu Lanud Roesmin Nurjadin merupakan yang ke tujuh. dan untuk wilayah Sumatera merupakan yang pertama,’’ jelasnya.


Sumber : RiauPos

Saturday, July 14, 2012

Ranpur Marinir Diangkut Tiga Kapal Perang



KRI Banda Aceh kapal perang jenis Landing Platform Dock. (Foto: Kolinlamil)

14 Juli 2012, Jakarta: Tiga kapal perang TNI AL dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) melaksanakan embarkasi kendaraan amfibi Marinir yang akan digunakan pada latihan pendaratan amfibi Pasmar-2 di Pantai Caligi Pesangrahan, di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta, Jumat (13/07).

Dari ketiga kapal perang tersebut, dua diantaranya berada di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta yaitu KRI Banda Aceh (BAC)-593 dan KRI Teluk Amboina (ABN)-503, sedangkan KRI Teluk Bone (TBO)-511 berada di bawah pembinaan Satlinlamil Surabaya.

KRI Banda Aceh (BAC)-593 yang merupakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan Komandan Letkol Laut (P) Suratun, melaksanakan embarkasi kendaraan dan perlengkapan yang akan dipergunakan dalam rangka latihan pendaratan amfibi, mengangkut tank jenis BMP-3F, Howitzer, kendaraan pendarat amfibi (Ranratfib), angkut personel jenis LVT-7, Kapa, Komob, perahu karet (PK) .

KRI Teluk Amboina (ABN)-503 yang merupakan kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) dengan Komandan Letkol Laut (P) Totok Suharyanto, melaksanakan embarkasi kendaraan dan perlengkapan yang akan dipergunakan dalam rangka latihan pendaratan amfibi, mengangkut material kendaraan pendarat amfibi (Ranratfib) angkut personel jenis BTR-50, dan perahu karet (PK).

Sedangkan KRI Teluk Bone (TBO)-511 yang merupakan kapal perang jenis LST dengan Komandan Letkol Laut (P) Jales Jamca Jayamahe, mengangkut material tank jenis PT-76 M, dan perahu karet (PK).

Sumber: Kolinlamil

Komandan Marinir Korsel Berkunjung ke Markas Marinir



(antara), Jakarta: Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin (kanan) berjabat Tangan dengan Komandan Marinir Republik Korea, Lee Ho Yeon (kiri) saat disambut secara Militer di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (12/7). Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat hubungan kerjasama Marinir kedua negara, terutama Korps Marinir TNI Angkatan laut dengan Republic Of Korea Marine yang sudah terjalin baik selama ini. (Foto: ANTARA/Reno Esnir/Koz/nz/12)

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin (kiri) Komandan Marinir Republik Korea, Lee Ho Yeon (kanan) saat mencoba kendaraan tempur tank Ampibi di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (12/7).  (Foto: ANTARA/Reno Esnir/Koz/nz/12)

Politik luar negeri indonesia : Aktif .kontributif dan pedekatan secara damai





Jurnas.com | PERWIRA TNI dan Polri harus paham, kebijakan negara dalam menghadapi persoalan dunia adalah dengan pendekatan yang bersifat damai, tapi aktif dan kontributif di dalam menemukan solusi. Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya pada upacara pelantikan perwira TNI dan Polri Tahun 2012 di GOR Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (12/7).

Menurut Presiden SBY, sesuai amanah UUD 1945, Indonesia aktif berperan dan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mengatasi masalah global, termasuk menjaga keamanan dan perdamaian dunia. Untuk itu, segenap perwira TNi dan Polri, termasuk para Perwira Remaja, harus siap mengemban tugas yang penuh tantangan itu. “Saat ini dan ke depan, TNI sebagai komponen utama pertahanan negara akan menghadapi tantangan yang tidak ringan dan semakin kompleks,” kata Kepala Negara.

Presiden mengatakan, ketidakstabilan di kawasan regional tidak terlepas dari kepentingan, persaingan, dan ketegangan di antara negara-negara tertentu. Pada saat yang sama, belanja militer negara-negara di kawasan, khususnya Asia juga cenderung meningkat, yang berdampak pada perubahan konstelasi kekuatan dan kemampuan militer di kawasan.
Sumber jurnas

Namun, menurut Presiden, dinamika perkembangan seperti itu harus pula dipandang sebagai konsekuensi logis dari perekonomian Asia yang terus tumbuh. Negara-negara di Asia, termasuk Indonesia, semakin mampu, membelanjakan anggaran yang lebih banyak untuk pertahanan negaranya.

Diakui Presiden, beberapa waktu yang lalu, karena keterbatasan anggaran, negara hanya mengalokasikan sedikit sumber daya bagi anggaran pertahanan. Akibatnya postur pertahanan Indonesia berada pada tingkat yang sangat minimal. “Alhamdulillah, saat ini ekonomi Indonesia tumbuh baik, menjadi negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, dan bahkan nomor 16 di dunia,” katanya.

Dengan kemampuan yang makin tinggi, kata Presiden, pemerintah dapat mengalokasikan porsi anggaran nasional yang lebih besar untuk kepentingan pertahanan dan keamanan. "Pada kurun waktu 5 tahun ini, kita melaksanakan pembangunan kekuatan dan modernisasi alutsista secara sangat signifikan, "jelasnya

Kapal Perusak USS Benfold Latihan Bersama KRI Hasan Basri dan KRI Uling



 

Seorang kru kapal perang Amerika USS Benfold DDG65 berjalan menuju bagian depan saat kapal berlabuh di perairan Benoa, Bali, Kamis (12/7). Kedatangan kapal perang jenis perusak dengan panjang 154 meter dan berat 8900 ton ini membawa sekitar 280 personil dan 35 Perwira bersandar di perairan Benoa, yang mana nantinya seluruh personil USS Benfold akan menggelar latihan bersama dengan TNI AL dan sekaligus berlibur di Bali selama 4-5 hari. (Foto: ANTARA/Satya Bati/Koz/12)

12 Juli 2012, Denpasar: Kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Benfold, akan melakukan latihan bersama dengan dua KRI milik TNI-AL di perairan Bali.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) I Wayan Suarjaya, mengatakan hal itu saat menerima kedatangan awak dari kapal USS Benfold yang mendarat di Pelabuhan Benoa, Kamis.

"Materi latihan bersama tersebut mencakup manuver taktis, sistem komunikasi serta prosedur penyelamatan lainnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, dua kapal milik TNI-AL yang dilibatkan dalam latihan tersebut adalah KRI Hasan Basri dan KRI Uling berserta personelnya. Suarjaya berharap latihan itu dapat menambah pengalaman bagi para personel TNI-AL serta meningkatkan kemampuan sehingga semakin berkualitas.

Sementara itu Kapten Kapal USS Benfold Adrian Jansen mengatakan, keberadaan pihaknya di sini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke kawasan Asia Tenggara.

"Selama di Indonesia kami hanya menjadwalkan berkunjung ke Bali saja. Kami rencananya akan berada di sini selama empat hari," katanya.

Sumber: Antara Bali

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...