Thursday, August 23, 2012

PLA Test Fired DF-41 ICBM

PLA test-fired multiple warhead ICBM in July: Jane's Defence Weekly
Staff Reporter 2012-08-22 16:34 (GMT+8)



A photo of a DF-41 when it was first seen in 2007. (Internet photo)

An anonymous US official says a Chinese DF-41 ICBM with the range to strike any city in the United States was test-fired by the PLA's Second Artillery Corps for the first time on Jul. 24, according to Jane's Defence Weekly.

With many American observers believing the missile can carry multiple independently targetable warheads, the DF-41 is considered a serious threat to US national security. An analyst told Jane's Defence Weekly that the ICBM can carry around 10 nuclear warheads to strike at multiple targets in the continental United States.

An article by Bill Gertz published in the Washington Free Beacon on Aug. 15 said the test of the DF-41 was conducted by the Second Artillery Corps of the People's Liberation Army at Wuzhai missile and space test center in the eastern province of Shandong nearly a month ago. "The new missile bolsters China's strategic forces," Gertz said, "making them among the most diverse in the world, with a variety of short-, medium-, intermediate- and intercontinental-range missiles."

The United States is currently unable to intercept missiles which employ a MIRV system. "The DF-41's multiple warheads are expected to include special simulated warheads called 'penetration aids' that are designed to counter US missile defense sensors," said Larry Wortzel, a member of the congressional US-China Economic and Security Review Commission.

"The Chinese military's Second Artillery Corps, which is in charge of both strategic and non-nuclear missiles, is working to integrate the DF-41 into its operational inventory," said Mark Stokes, executive director of the Project 2049 Institute. "The system appears to incorporate a new, larger solid rocket motor than that used on the DF-31 series of delivery vehicles. Ground tests on the motor have been underway for a couple of years."

Phillip Karber from Georgetown University said that China will be able to target every US city with a population over 50,000 people by just putting 32 DF-41 MIRV missiles into service.
http://www.wantchinatimes.com/news-s...00138&cid=1101

Rudal KH- 31P / AS 17 Krypton Indonesia


Irkut Su 30KN Kh 31P 11 Rudal  KH  31P / AS 17 Krypton Indonesia
Rudal Kh-319 atau AS 17 Krypton TNI
Indonesia terus memperkuat sistem rudalnya, baik untuk anti kapal permukaan, anti pesawat terbang serta anti-radar atau sistem pertahanan udara musuh.
Salah satu yang mumpuni adalah rudal KH 31P atau yang populer disebut
AS-17C Krypton.
AS-17C Krypton
Tahun 2012 ini Indonesia mendatangkan KH-31P / AS-17C Krypton buatan Rusia. Pada awalnya, rudal AS-17C Krypton ini, diciptakan sebagai jawaban atas munculnya sistem pertahanan udara Patriot Amerika Serikat.
Kh31Krypton Rudal  KH  31P / AS 17 Krypton Indonesia
Rudal AS 17 Kripton Indonesia

Rudal AS-17C Krypton dirancang untuk melumpuhkan sistem pertahanan musuh. Untuk itu ia didisain memiliki kecepatan sangat tinggi, mampu terbang jauh, anti-radar dan bisa mematikan penjejaknya saat diserang.
Untuk mendapatkan kecepatan yang sangat tinggi, rudal Rudal Kh-31P didorong oleh 5 roket booster dan ramjet yang dipadukan dalam dual roket pendorong. Bentuknya mirip wahana antariksa Rusia, karena memang didisain oleh biro disain Soyuz di Turayevo.
kripton Rudal  KH  31P / AS 17 Krypton Indonesia
Saat meluncur, pada tahap awal misil ini berakselerasi dengan mesin roket untuk mendapatkan kecepatan 1,8 Mach. Setelah itu mesin pendorong pertama dilepas untuk digantikan 4 mesin jet pendorong, demi mencapai kecepatan 5 Mach.
Kecepatan tinggi rudal ini berguna untuk mengurangi resiko tertembak, karena dia harus menerobos sistem pertahanan musuh untuk menghancurkan radar penjejak (air search radars) dan fire control radar.
Rudal AS-17C Krypton memiliki panjang 5, 2 meter dengan berat 600 Kg dan mampu menembak sasaran sejauh 200 km. Karena rudal ini ditugaskan untuk menghancurkan radar musuh, dia tidak dibebani hulu ledak besar, melainkan hanya 90 Kg (Blast Frag). Namun misil ini bisa terbang dari 165 hingga 49.000 feet.
Dalam perkembangannya rudal ini bisa dipasang di kapal laut ataupun pesawat tempur Mig 29, Sukhoi SU-27 maupun SU 30. Kelebihan rudal ini, mampu menghantam kapal perang, drone ataupun pesawat mata-mata. Untuk itu AS-17C Krypton disebut juga “AWACS killer”. Ia bisa menembak sasaran baik di darat maupun udara.
Su 30MK+Kh 31P KnAAPO 1S Rudal  KH  31P / AS 17 Krypton Indonesia
SU 30 MK menembakkan AS 17 Krypton

Rudal AS-17C Krypton diciptakan untuk melumpuhkan sistem pertahanan musuh, melalui sebuah serangan ofensif ataupun counter attack.
Yakhont
Selain itu, Indonesia juga menambah jumlah rudal Yakhont SS-N-26 di berbagai kapal fregat, untuk memperkuat taring tempur armada TNI AL. Setelah mendatangkan 4 Rudal Yakhont pada tahun 2010, Indonesia kembali menerima 10 Rudal Yakhont di tahun 2012. Dalam kontraknya dengan Rusia, Indonesia akan mendatangkan 50 rudal Yakhont yang berjarak tembak 300 km.
Yakhont Stealthy Anti ship Cruise Missile Rudal  KH  31P / AS 17 Krypton Indonesia
Rudal SS-N-26 Yakhont

Saat ini, 11 Helikopter Over Tha Horizon Target (OTHT) juga sedang dipesan TNI AL. Helikopter tersebut berfungsi untuk menjejak sasaran di luar batas cakrawala lalu menyuplai datanya ke Fregat yang dipasang rudal Yakhont (Jkgr).

US Akan Membangun New Missile Shield Di Asia Timur & Asia Tenggara

The United States is planning to build a new missile defence shield in Asia to contain threats from North Korea and counter China's growing missile capabilities.

A defensive array could include a new radar system in southern Japan and possibly another in South East Asia, according to the Wall Street Journal.

The news came after an unnamed US official told Jane's Defence Weekly that China's People's Liberation Army tested an intercontinental ballistic missile on July 24 which has the range to strike any city in the United States.

The DF-41 missile can carry ten separate nuclear warheads, each of which can be programmed to strike at a different target, the magazine reported.

The Pentagon is also concerned about China's development of a new "carrier-killer" anti-ship missile that can strike at the US Pacific fleet.

These missiles, which have a range of 930 miles, are designed to prevent US ships from approaching the South China Sea, a key sphere of Chinese influence.

US Defence officials told the Wall Street Journal that the core of the new anti-missile shield would be a powerful early-warning radar, known as an X-Band, sited on a southern Japanese island. Discussions between Japan and the United States are currently underway.

The new X-Band would join an existing radar that was installed in northern Japan in 2006 and a third X-Band could be placed in South East Asia.

The resulting radar arc would cover North Korea, China and possibly even Taiwan. China currently has over 1,000 missiles pointed at Taiwan, and is likely to strenuously object to any interference from the US.

A spokesman for the Japanese Defence ministry declined to comment. A spokesman for the Pentagon told the newspaper that North Korea is the "immediate threat" that is "driving our missile defence decision making".

http://www.businessinsider.com/us-pl...in-asia-2012-8

Coming Soon: C-295 AEW&C Indonesia


c295aew1 Coming Soon: C 295 AEW&C IndonesiaLangkah Indonesia untuk memesan dan bekerjasama merakit pesawat C-295 dari EADS CASA, Airbus Military, Spanyol, menjadi batu loncatan dalam menyusun defence system Indonesia yang modern.
Dalam kerjasama itu, Indonesia memesan 9 pesawat C-295, 3 diantaranya akan dirakit di PT DI, Bandung Jawa Barat.
EADS CASA juga menjadikan PT DI sebagai manufaktur: Stabilisator bagian ekor (tail empennage), Badan pesawat bagian belakang serta panel-panel badan pesawat C-295.
“Kita sepakat membuat paket kerja untuk pengembangan sistem pelatihan berbasis komputer, pusat servis dan pengiriman serta lini akhir perakitan (FAL) di Indonesia”, ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Pengiriman peswat pertama C-295 untuk Indonesia diperkirakan tahun ini. Sembilan pesawat C-295, ditargetkan diterima Indonesia tahun 2014.
cn 295 iai11 Coming Soon: C 295 AEW&C Indonesia
C-295 AEW&C

C-295 AEW&C
Pada awal tahun 2011, EADS CASA Airbus Military menandatangani kesepahaman dengan Israel Aerospace Industries (IAI), untuk mengembangan pesawat pendeteksi dini CN 295 AEW&C. IAI merupakan pabrik pembuat UAV Heron TP yang dipesan Indonesia.
Bulan Februari 2012, EADS CASA dan IAI telah melakukan uji terbang terhadap C 295 AEW&C (Airborne Early Warning & Control system) dan diklaim sukses.
“We have completed the flight trials and matured the aerodynamic configuration of the radome,” ujar Fernando Ciria, dari EADS CASA Airbus Military.
Dalam uji terbang itu, C-295 AEW atau AEW&C mampu terbang 8 jam lebih dengan maksimum altitude antara 20,000ft (6,100m) hingga 24,000feet.
C 295 ini diinstal perangkat “integrated tactical system mission” milik IAI/ Elta sebagai penyuplai “active electronically scanned array radar”, serta piranti pendukung lainnya. C-295 juga dilengkapi dilengkapi modul anti-surface/anti-submarine warfare.
Pesawat AEW&C atau AWACS berfungsi sebagai:BVR Missile Guidance, Electronic Warfare (EW) dan Reconnaissance. Ia menjadi mata dan backbone informasi bagi armada tempur sebuah negara.
radardome Coming Soon: C 295 AEW&C Indonesia
Airborne early warning - control, 360 degree radar dome

C 295 AEW&C Indonesia
Benda berharga C-295 AEW&C, benar benar sudah didepan mata Indonesia. Beberapa pesawat C 295 dirakit di PT DI. Bahkan sekitar 65 persen komponen C 295 diproduksi oleh PT DI.
Selain itu, Indonesia juga telah bekerjasama dengan IAI/Elta Israel dalam pengadaan Skuadron UAV Heron Indonesia. Untuk itu, tidak ada kendala bagi Indonesia untuk mendapatkan piranti AEW&C Israel.
Pemerintah berencana mengadakan pesawat peringatan dini, C 295 AEW&C dengan budgetnya yang diambil dari anggaran belanja militer tahun 2014.
Tampaknya pengadaan C 295 AEW&C ini tidak akan banyak kendala karena pesawatnya memang sedang dirakit di PT DI Bandung, Jawa Barat.
c295eawc2 Coming Soon: C 295 AEW&C Indonesia
C-295 AEW&C

Kehadiran C-295 AEW&C akan memberikan airborne systems: membimbing pesawat tempur untuk mencari titik lemah formasi pesawat musuh, memberikan kordinat pesawat musuh, melakukan electronic counter. Singkatnya C-295 AEW&C akan menjadi “theatre of battle management”.
Jika terjadi peperangan, tentu jet tempur musuh, pertama kali akan memburu pesawat AEW&C, untuk melemahkan pertahanan udara lawan. Namun karena AEW&C memiliki electronic counter, dia hanya bisa dilumpuhkan dengan rudal anti-radiasi, antara lain Kh-31P/ AS 17 Crypton, yang juga dimiliki Indonesia. (Jkgr).

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...