Wednesday, February 01, 2012

honda dbl


DBL diadakan kali pertama pada 2004 di Surabaya, Indonesia.

DBL dipelopori oleh Commissioner Azrul Ananda.

Nama ”DetEksi” diambil dari judul halaman anak muda di harian Jawa Pos. DetEksi tidak
hanya menyajikan halaman koran, tapi juga mengadakan sejumlah even. DBL adalah salah
satunya.

DBL adalah kompetisi pertama di Indonesia yang mengembangkan konsep Student Athlete.
Konsep ini menganggap sekolah sama pentingnya dengan bertanding basket.

Setelah empat tahun dikembangkan di Surabaya, pada 2008 DBL menyebar ke sepuluh provinsi di Indonesia. Pada 2009, menyebar lagi ke 15 provinsi di Indonesia.

Pada 2008, DBL diikuti oleh lebih dari 13.000 pemain dan ofisial, disaksikan oleh lebih dari 210.000 penonton. Pada 2009, partisipan meningkat menjadi lebih dari 18.000 orang, dengan jumlah penonton meroket hingga lebih dari 400.000 orang. Ini menjadikan DBL sebagai kompetisi basket terbesar di Indonesia, di level apa pun.

Pada 2008, DBL menjadi liga pertama di Indonesia yang berkolaborasi dengan NBA.

Even pertama NBA di Indonesia diadakan di DBL Arena Surabaya pada Agustus 2008. Dengan kapasitas 5.000 penonton DBL Arena mulai dibangun pada 17 Desember 2007, dibuka hanya tujuh bulan kemudian. Tepatnya pada 26 Juli 2008.

Mulai 2009, DBL dikelola sepenuhnya secara profesional oleh DBL Indonesia.

Mulai 2010, DBL berubah nama menjadi DEVELOPMENT BASKETBALL LEAGUE, sambil terus mempertahankan konsep Student Athlete.

sate ringin contong( sate p. slamet)


Salah satu acara kegemaranku di TV ialah makan-makan dan jalan-jalan bareng Pak Bondan yaitu Wisata Kuliner. acara yang hampir setiap hari muncul di Trans Tv. yang hebatnya dimana setiap ada makanan yang hinggap selalu bisa didefinisikan oleh Pak Bondan, seolah-olah udah melekat dalam ingatan Pak Bondan dari makanan sabang sampai merauke.
pada waktu itu pak bondan singgah di kota Jombang Jawa Timur dan mengubek-ubek makanan yang endang bambang gulindang dan top markotop di daerah jombang, salah satunya yang menarik ialah Sate Ringin Contong. dimana dalam benakku langsung muncul tanda tanya besar??? Ringin contong apa ya..? ternyata punya selidik bahwa Sate Ringin Contong ialah sate kambing biasa, hanya ringin contong itu ialah nama sebua Bunderan jalan di jantung kota jombang yang ditengahnya terdapat pohon beringin besar. karena lokasi sate tersebut dekat bunderan ringin contong makanya dikasih nama SATE RINGIN CONTONG.
bagi orang luar jombang (termasuk penulis) saya rasa akan kesulitan untuk mencari lokasi warung sate tersebut, dikarenakan lokasinya masuk gang kecil dibelakang toko-toko. saat pertama kali dateng ksana emang agak aneh, warung hidden gini kok banyak pelanggannya ya. tempatnya emang unik, berada diteras rumah peninggalan belanda jadi kesannya agak etnik klasik gitu..
menu yang tersedia adalah sate kambing+gule kambing dan kepala kambing. memang tidak ada yang spesial dari bentuk makanannya biasa aja seperti sate dan gule kambing biasa, tetapi begitu aku coba makan satenyaaa.. aaaEEHHMM..!! astagfirullah, ya ampuuun,, subhanallah… hhhmmmm aaAAAAAARK belum pernah aku makan Sate se-MAK NYOOSZ ini, Gilaak bener Sumpah gak Bo’ong ya’in Suuer. satenya bener-bener Empuuuk banget seumur-umur lum pernah makan sate seempuk+seenak ini, emang bumbu sate cuma kecap doang tapi sensasi daging satenya punya Taste.. satee banget, The Real sate bener-bener gak bisa dilukiskan dengan kata-kata… porsi yang dihidangkan juga pas diperut gak kekenyangan dan gak kekurangan, jadi pasti pas.
emang bener deh pilihan pak bondan emang gak salah, apapun yang pernah disinggahi pak bondan gak pernah gak enak, pasti enak dan ini dijamin!!!!
salut dengan pak bondan and tim wisata kuliner bisa menemukan sajian yang mak nyuus..
bagi kalian yang kebetulan lagi dijombang ato melewatinya mampir aja ke warung sate kambing ringin contong, dijamin gak bakalan rugi..
ok!!
ingat tetep semangat
tetep sehat
supaya kita bisa jalan-jalan dan makan-makan lagi bersama wisata kuliner.
pokok e MAK NYUSS!!!


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...