Tuesday, October 16, 2012

PENGGANTI DEWARUCI TETAP DENGAN NAMA DEWARUCI TAPI LEBIH CANGGIH




TNI Angkatan Laut berencana mengganti kapal latih KRI Dewaruci dengan kapal sejenis yang lebih canggih. Maklum usia dari kapal tersebut terbilang lansia alias sudah tua. KRI Dewaruci sendiri sudah di operasikan lebih dari setengah abad atau persisnya selama 59 tahun.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengatakan pembahasan mengenai penggati kapal Dewaruci sudah dilakukan pihaknya jauh-jauh hari. "Pembahasannya sudah jauh-jauh hari, untuk mencari kapal yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan, lebih besar, dan lebih canggih," kata Untung, di sela-sela acara penyambutan KRI Dewaruci, Kamis (11/10/2012).

Untuk mendapatkan generasi penerus kapal, terdapat lima perusahaan pembuat kapal layar tiang tinggi dari tiga negara yang akan dilakukan tender. Perusahaan yang akan terlibat tender yakni dua dari Spanyol, satu dari Polandia, dan dua dari Belanda. Sementara Jerman tidak lagi disertakan karena sudah tidak membuat kapal layar tiang tinggi.

Menurut Untung, sepesifikasi kapal pengganti yang baru nanti diharapkan mampu menampung 120 kadet. Sementara untuk awak kapal termasuk pelatih berkisaran 60 sampai dengan 80 orang. Kapal baru nanti rencananya akan mampu menampung total hingga 180 sampai dengan 200 orang. Tipe kapal yang akan dipilih yakni dengan tipe Barque.

Mengenai harga, pihak Mabes TNI AL, Mabes TNI, dan Kementerian Pertahanan masih dibahas sebelum putuskan kapal mana yang paling cocok, serta perusahaan dan negara mana yang dipilih.

Untung tidak menyebut besaran pasti harga kapal yang baru nanti. "Kalau soal harga itu pastinya cukup besar," ujarnya.

Sementara mengenai KRI Dewaruci sendiri, Untung mengatakan TNI AL tetap akan menggunakannya. Karena sampai saat ini, kapal masih dalam kondisi laik untuk berlayar. Meski tetap digunakan, pihaknya selalu memperhatikan mengenai keselamatan, mengingat usai KRI Dewaruci yang sudah memasuki 59 tahun. "Setelah kapal latih yang baru datang, KRI Dewaruci tetap dipakai di wilayah Indonesia saja. Bisa dibilang ini perjalanan internasional yang terakhir. Untuk kapal baru, paling lambat (tiba) 2014 nanti," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, TNI Angkatan Laut hari ini menyambut kedatangan KRI Dewaruci di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara. KRI Dewaruci mengikuti Operation Sail 2012 di Amerika Serikat dalam rangka memperingati 200th Anniversary of the War.  





Sumber : Kompas

SI MACAN KUMBANG KIAN BERTARING




:Satuan Batalyon Kavaleri 8/Tank dengan lambangnya macan kumbang akan semakin garang saat diperkuat dengan tank ''Leopard''. 
 
Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8 berkedudukan di Beji, Pasuruan.

Selama ini, Yonkav 8 menjadi markas alutsista kendaraan tempur Scorpion dan Stormer. 

Lambang macan kumbang ini menggambarkan pendirian teguh prajurit Yonkav 8/Tank  pada kebenaran, selalu siap untuk bergerak dan menghancurkan musuhñmusuhnya yang membahayakan keselamatan bangsa dan negara. 

Yonkav-8/Tank berada di bawah komando Divisi Infanteri 2 Kostrad, dan merupakan salah satu satuan bantuan tempur yang menjadi pemukul di jajaran Kostrad.

Nama tank ''Leopard'' mengingatkan pada The Javan Leopard, yakni macan tutul, spesies khusus yang ada di Pulau Jawa. Pada tahun 2008, spesies ini masuk klasifikasi terancam punah. 

Simpang siurnya kabar tentang pembelian tank Leopard dari Jerman sudah terjawab, saat ada keputusan dari pemerintah.

Dan Batalyon Kavaleri 8/Tank merupakan satuan Kavaleri yang mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk menerima dan mengoperasikan Leopard ini dengan kekuatan 1 batalyon lengkap untuk wilayah timur. Rencananya, TNI AD membutuhkan dua batalyon tank berat Leopard, masing-masing untuk kawasan barat di Cilodong dan timur di Beji Pasuruan.
Buat Garasi

Leopard direncanakan akan masuk ke Indonesia secara bertahap, dan kedatangan pertama akan langsung masuk ke Batalyon Kavaleri 8/Tank di tahun 2012 ini juga.  

Kini, Batalyon Kavaleri 8/Tank sedang berbenah dan mempersiapkan diri menerima Leopard tersebut. Di samping penyiapan personel, wujud nyata dari persiapan tersebut adalah mulai dibangunnya garasi untuk Leopard di dalam satuan Batalyon Kavaleri 8/Tank yang akan selesai sebelum Leopard datang ke Indonesia.

Brigjen TNI Hartind Asrin saat menjadi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan menyatakan,  sebanyak 15 unit Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2 A6 yang akan datang pada tahap pertama, dari 100 tank yang direncanakan, akan ditempatkan di wilayah Jawa. Tetapi tidak menutup kemungkinan tank yang datang kemudian akan dikirim ke daerah-daerah perbatasan.

Tank Leopard 1 buatan Jerman pertama kali digunakan pada tahun 1956. Tank ini juga menjadi tank tempur utama (main battle tank) di beberapa negara di dunia.
Tank Leopard 2 dikembangkan sejak tahun 1970 dan diluncurkan pertama pada tahun 1979 untuk menggantikan 

Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman. 

Leopard juga digunakan di dua belas negara Eropa lainnya, serta negara-negara non-Eropa.

Leopard 2, tak diragukan lagi, adalah salah satu tank tersukses dari generasi terakhir MBT, dan lebih dari 3.200 unit telah diproduksi. 




Sumber : SuaraMerdeka

Sunday, October 14, 2012

Rusia Kembangkan Tank Radikal T-99


Tank Armata
Ilustrasi konsep dari tank baru Rusia T-99

Angkatan Darat Rusia berencana untuk memulai modernisasi armada lapis bajanya pada tahun 2015, mulai dari tank tempur utama (MBT) hingga kendaraan tempur lapis baja infanteri dan berbagai platform alutsista dukungan. MBT baru ini akan dibuat berdasarkan tank Armata, prototipe pertama dijadwalkan akan mulai uji lapangan pada tahun 2013, ini sepuluh bulan lebih cepat dari target.
Seperti yang dikatakan oleh Deputi Pertama Menteri Pertahanan Rusia Alexander Sukhorukov, tank baru tersebut saat ini masih dikembangkan di Uralvagonzavod, Omsk. Pengiriman tank pertama dari tank baru ini ke Angkatan Darat Rusia dijadwalkan pada 2015. Sebanyak 2.300 MBT ini diharapkan akan dilengkapkan kepada Angkatan Darat Rusia pada tahun 2020.
Perlu diingat bahwa Rusia sedang membangun kekuatan tempur mereka tidak hanya karena fokus terhadap NATO, tetapi yang tidak kalah penting, untuk melindungi perbatasan selatan mereka yang panjang dengan negara-negara Islam yang dianggap Rusia dapat mengancam dengan kekuatan militer, dan juga untuk dominasi baru yang tumbuh di timur yaitu China. Armada lapis baja dikatakan merupakan kunci untuk mempertahankan superioritas militer atau paritas terhadap ancaman tersebut.

Tank Armata
T-99 akan dilengkapi dengan upgrade baru dari meriam saat ini yaitu 125mm

Menurut informasi awal yang didapatkan, tank baru tersebut yang disebut-sebut sebagai T-99 lebih ringan bobotnya dibandingkan dengan T-95 atau proyek gagal "Object 195." Oleh karena itu, tank ini akan menjadi lebih lincah dan lebih terjangkau daripada pendahulu-pendahulunya.
Industri pertahanan Rusia juga mengembangkan varian dari kendaraan lapis baja beroda Boomerang 8x8 yang secara bertahap akan menggantikan armada yang digunakan saat ini yaitu BTR-90. 
Sumber: Artileri

Analis: Pertahanan Militer Israel Lemah



Seorang analis menilai penetrasi pesawat tanpa awak milik Hizbullah ke wilayah udara Israel membawa pesan yang jelas bahwa sistem pertahanan Israel bisa ditembus.

"Pesannya, Israel tidak memiliki kekebalan dan sistem pertahanan seluruh Israel bisa ditembus," kata Hisham Jaber, jenderal Lebanon pensiunan Kepala Pusat  studi Timur Tengah dalam wawancara dengan Press TV Jumat (12/10).

"Insiden itu "sangat berbahaya" bagi Tel Aviv, ketika pesawat tanpa awak telah terbang di zona udara Israel selama 20 hingga 25 menit, dan sangat dekat dengan reaktor nuklir Dimona sebelum terdeteksi.

"Apabila pesawat ini bukan untuk pengintaian atau aksi mata-mata untuk mendapatkan informasi untuk operasi ofensif misalnya, dengan membawa bahan peledak, apa yang Anda bayangkan? Itulah pertanyaannya, dan Israel sangat khawatir tentang hal ini, " kata Jaber.

"Pertanyaannya adalah bagaimana Israel dan Amerika  yang berada di Laut Mediterania tidak membuka matanya, maupun tidak menangkap pesan elektronik sebelum Israel menemukan drone ini di zona udaranya," tambahnya.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah Kamis (11/10) menegaskan gerakan perlawanan Lebanon mengirimkan pesawat tanpa awak ke wilayah udara Israel.
 
"Ini hanya bagian dari kemampuan kami," tutur Nasrullah, seraya menambahkan bahwa Israel telah mengakui kegagalan keamanan mereka meskipun memperoleh teknologi terbaru dari kekuatan-kekuatan Barat.
 
Sekretaris Jenderal Hizbullah menjelaskan bahwa pesawat tanpa awak yang dioperasikan Hizbullah dan berhasil menembus wilayah udara Israel adalah buatan Iran.
 
Lebih lanjut, Sayid Nasrullah menandaskan bahwa operasi terbaru tersebut diberi nama "Syahid Husein Ayub".
 
Sekjen Hizbullah menegaskan bahwa jika kami ingin melakukan identifikasi maka kami akan menerbangkan pesawat ini, dan langkah ini bukan operasi identifikasi pertama dan juga bukan yang terak.
 
 
Sumber: Irib

Irak beli 28 jet tempur dari Republik Ceko


Jet tempur Aero L-159 ALCA 
Jet tempur Aero L-159 ALCA
 
Sindonews.com – Beberapa tahun ke depan, Angkatan Udara (AU) Irak dipastikan akan semakin kuat, menyusul kepastian pembelian 28 jet tempur dari Republik Ceko. Seperti dikutip dari The Daily Star, Jumat (12/10/2012), pembelian 28 jet tempur Aero L-159 ALCA ini bernilai USD 1 miliar

"Saya bisa sebut, apa yang kita sepakati hari ini adalah langkah pertama," kata Menteri Pertahanan Irak, Saadoun al-Dulaimi di Praha, Republik Ceko, usai menandatangani kesepakatan dengan Menteri Pertahanan Ceko, Alexandr Vondra.

Menurut Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, pembelian 28 jet tempur ini adalah bagian dari program untuk membangun kembali AU negara itu dan mengontrol wilayah udara yang rentan disusupi pihak asing.

Sejak invasi AS yang menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein, Irak memang tak lagi memiliki AU yang tangguh. Al-Maliki menyatakan, jika tak segera membeli jet tempur, Irak tak akan bisa mempertahankan wilayah udaranya hingga 2020.

Menurut rencana, empat pesawat Aero L-159 ALCA akan diterima enam bulan setelah penandatanganan kontrak. Sementara 24 pesawat lainnya, akan dikirim dalam kurun 2 tahun. Sebelumnya, Irak juga Irak juga membeli lebih dari 30 jet tempur F-16 dari AS. Pesawat pertama dijadwalkan tiba di Irak pada Maret 2014.
 
 
Sumber: Sindonews

DRONE IRAN SUKSES TEROBOS ISRAEL


Baru-baru ini kita disuguhi dengan berita-berita tentang penembakan sebuah pesawat tanpa awak (drone) misterius oleh angkatan udara Israel tgl 6 Oktober lalu. Berita-berita itu bahkan dibumbui dengan video keberhasilan Israel menembak jatuh pesawat misterius tersebut dengan menggunakan 2 pesawat tempur F-16. Namun hingga kini Israel dan media-media massa tidak pernah menyebutkan pesawat apa yang ditembak jatuh itu dan siapa pengirimnya.

Sebuah artikel di blog "roytov.com" tulisan Roy Tov berjudul "IDF Photographs its own Defeat" mengupas nyaris tuntas insiden penerobosan wilayah Israel oleh pesawat tanpa awak itu, sekaligus implikasi serius dari insiden tersebut yang menjadi alasan kuat bagi Israel untuk tidak mempublikasikan pesawat tanpa awak itu.

Menurut Roy Tov pesawat tanpa awak (drone) itu meluncur dari Lebanon paralel dengan garis pantai Laut Tengah melintasi 2 kota besar Israel, Haifa dan Tel Aviv. Pesawat itu juga melintasi pusat-pusat industri Israel dan pangkalan-pangkalan udara Israel. Selanjutnya dalam 30 menit terakhir pesawat melintasi beberapa instalasi militer dan inteligen strategis Israel. Semua instalasi tersebut dilengkapi radar-radar paling canggih buatan Amerika dan Israel, termasuk sistem pertahanan udara modern "Iron Dome" yang digelar Amerika untuk Israel. Namun pesawat itu terbang tak terdeteksi hingga mendekati reaktor nuklir Dimona sebelum akhirnya ditembak jatuh.
Pesawat terbang tanpa awak itu ternyata buatan Iran yang diluncurkan oleh sekutunya, Hizbollah. Iran dan Hizbollah tentu saja tidak berniat memprovokasi perang dengan insiden itu, meski jika mereka mau pesawat itu sudah bisa menghancurkan beberapa sasaran strategis, termasuk reaktor nuklir Dimona. Mereka hanya menguji coba kehandalan drone mereka sekaligus kekuatan pertahahan udara Israel. Mereka juga cukup cerdas untuk meyakini bahwa Israel tidak akan pernah mengakui sistem pertahanan udara mereka ditembus Iran dan Hizbollah, meski Israel tahu betul bahwa pesawat drone tersebut milik Iran dan Hizbollah.

Seolah mengejek Israel, pemimpin Hizbollah Sayyed Nasrallah pada hari Rabu (10/9), mengumumkan akan mengadakan jumpa pers tentang kecanggihan pesawat-pesawat drone milik Hizbollah. Dan ejekan itu berubah menjadi tamparan keras setelah pada hari Kamis malam (11/10) Nasrallah menyatakan bahwa pesawat drone yang menerobos wilayah Israel adalah milik Hizbollah.

Ini bukan yang pertama kalinya pesawat drone buatan Iran yang dimiliki Hizbollah menerobos Israel meski harus diakui yang terakhir ini adalah yang paling "sukses". Dalam perang Lebanon II tahun 2006 dua pesawat drone "Ababil" milik Hizbollah berhasil menerobos Israel sebelum ditembak jatuh di sebelah utara kota Haifa. Sejak saat itu Hizbollah dengan bantuan Iran telah memiliki drone-drone yang lebih canggih.

Pada tgl 2 September lalu Deputi Menhan Iran Mohammad Eslami memberikan pernyataan mengejutkan kepada media Iran "Press TV". Menurut pengakuannya Iran telah berhasil menguasai teknologi pesawat drone siluman canggih RQ-170 Santinel Amerika yang "dibajak" Iran akhir tahun lalu. Tidak hanya itu, ia juga mengakui Iran telah melengkapi pesawat-pesawat drone jarak jauh mereka, "Karrar" dengan rudal dan bom. "Karrar" akhirnya dilaunching oleh Presiden Ahmadinejad tgl 22 Agustus 2012. Daya jelajah pesawat drone ini mampu menjangkau Israel.

"Insiden" penerobosan pesawat drone itu berkaitan dengan sebuah peristiwa lainnya. Pada tgl 4 SEptember lalu koran "The New York Times" melaporkan bahwa "Iran telah mengirim peralatan militer ke Syria melalui udara Irak". Amerika yang telah hengkang dari Irak dan Irak tidak memiliki angkatan udara yang kuat menjadikan wilayah udara Irak sebagai jalur udara yang efisien bagi Iran untuk membantu sekutu-sekutunya Syria dan Hizbollah. Sejak pengiriman itu militer Syria dilaporkan mengalami kemajuan signifikan dalam perangnya melawan pemberontak, terutama di medan perang Aleppo dan Homs. Ini semua membuktikan bahwa Iran telah mensuplai Hizbollah (melalui Syria, Lebanon berbatasan langsung dengan Syria) dengan pesawat drone terbaru yang digunakan untuk menerobos Israel.

Ketika sebuah teknologi pembuatan drone ditemukan, sebagaimana teknologi pesawat drone siluman RQ 170 Amerika, tidak memerlukan biaya mahal untuk memproduksi dan mengembangkannya. Pesawat ini hanya membutuhkan material murah berupa bahan-bahan komposit dan sirkuit elektronik, tidak beda dengan pembuatan laptop. Di sisi lain pesawat tempur dan sistem pertahanan udara andalan Israel sangat mahal harganya. Jika terjadi perang antara drone-drone Iran/Hizbollah melawan angkatan udara Israel, Israel bakal mengalami krisis finansial serius, bahkan jika Amerika mengelontorkan dananya ke Israel.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...