Tuesday, November 12, 2013

USS Gerald Ford, Kapal Induk Baru Amerika Serikat



Washington DC : Angkatan Laut AS, Sabtu (9/11/2013), meresmikan kapal induk baru USS Gerald Ford, sebuah kapal besar yang dibangun dengan biaya mahal di tengah masa penghematan anggaran.

Putri mantan presiden AS, Susan Ford Bales, memecahkan botol sampanye dalam upacara peresmian di pelabuhan Newport News, Virginia, tak jauh dari pangkalan AL Norfolk.

"Semoga Tuhan memberkati dan menjaga USS Gerald Ford, mereka yang membangunnya dan mereka yang berlayar bersama kapal ini," ujar Susan Ford sebelum memecahkan botol sampanyenya.

Selain Susan Ford, sederet tokoh ternama, teman dan kerabat mendiang Presiden Ford juga memberikan sambutan dalam peresmian itu, yang sekaligus peringatan terhadap kehidupan Ford, presiden AS ke-38.

"Dia (Ford) adalah orang yang memiliki nilai keberanian. Dan pra pria serta wanita yang berlayar di kapal ini pasti membawa kualitas yang sama dalam pengabdian mereka untuk negeri ini," kata mantan menteri pertahanan, Donald Rumsfeld.

Masalah pengetatan anggaran sempat menghambat pembangunan kapal ini yang baru 70 persen selesai. Pengiriman kapal induk ini ke AL ditunda hingga 2016.

Dihadapkan dengan pemotongan anggaran dan keperluan untuk membeli peralatan lain seperti kapal selam, Panglima AL Laksamana Jonathan Greenert memperingatkan USS Gerald Ford baru akan benar-benar selesai dibangun dua tahun lagi.

Itu berarti AL Amerika Serikat harus memaksimalkan kinerja 10 kapal induk yang ada saat ini. Sesuai undang-undang, angkatan laut seharusnya memiliki 11 kapal induk. Namun saat ini hanya 10 kapal induk yang aktif sejak USS Enterprise pensiun pada 2012.

Armada kapal induk yang ada saat ini, diluncurkan antara 1975-2009, semuanya adalah kapal kelas NImitz. Namun Gerald Ford mewakili kelas baru kapal induk dengan rancangan baru.

Kapal ini nantinya akan diikuti kapal dengan kelas yang sama yaitu USS John F Kennedy dan Enterprise baru. Semuanya memiliki panjang geladak 330 meter.

Kapal induk kelas Ford ini dirancang untuk menambah sorti pesawat dan helikopter tempur menjadi 25 persen lebih banyak, menghasilkan listrik lebih banyak, dan memproduksi air tawar lewat proses desalinasi lebih banyak.
Sumber : Kompas

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...