Tuesday, April 16, 2013

Armbrust: Senjata Anti Tank Satuan Elit TNI

Armbrust
Karena proyeksi ancaman dari serbuan tank relatif tidak signifikan di Republik ini, maka berimbas perkembangan sista anti tank di lingkungan TNI yang terbilang tak terlalu update. Tapi toh menghadapi tantangan kedepan, militer Indonesia perlu menyiapkan senjata yang multi purpose sekaligus punya kategori sebagai light anti tank weapon. Sebuah senjata ringan yang punya daya hancur tinggi, mudah dioperasikan, dan ideal digunakan oleh pasukan khusus.

Bersandar pada krietria diatas, maka tak salah bila Armbrust kini didaulat sebagai senjata pamungkas satuan elit di lingkungan TNI. Senjata perorangan dengan bobot 6,3 kg ini awalnya diproduksi oleh perusahaan swasta di Jerman Barat. Maklum pengembangan senjata ini mulai dilakukan sejak 1970 – 1980, yakni sejak era perang dingin. Baru kemudian mulai diproduksi dan digunakan secara masif setelah reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur pada 1990. Produksinya pun sejak itu dilakukan oleh MBB (Messerschmitt-Bölkow-Blohm) dan Pouderies Réunies de Belgique (PRB). Sebagai catatan, MBB adalah perusahaan dirgantara yang bermitra dengan PT. Dirgantara Indonesia dalam memproduksi helikopter NBO-105.
Senjata ini dipandang ideal untuk pasukan khusus, pasalnya Armbrust bila ditembakkan tidak menimbulkan suara yang keras, bahkan disebut-sebut suara asal senjata ini tidak lebih keras dari letusan pistol. Dengan dioperasikan secara dipanggul, pola tembakan Armbrust berupa satu kali hentakan begitu proyektil diluncurkan (single shot), tak ubahnya seperrti RPG. Unggul dengan dimensi dan bobot yang ringan, serta hentakan kecil, sedikit asap, membuat Armbrust dapat diluncurkan dari sebuah ruangan kecil dan posisi tersembunyi. Tak heran Armbrust laris manis digunakan dalam beberapa laga pertempuran, seperti pada perang di Negara Balkan tahun 90-an.
Personel Taipur Kostrad tampak menyandang Armbrust
Personel Taipur Kostrad tampak menyandang Armbrust
images
Menurut pihak pabrikan, seorang personel infantri dapat membawa 4 peluncur Armbrust. Perlu diketahui disini, peluncur Armbrust bersifat disposable (sekali pakai). Dalam moda operasi standar, Armbrust menggunakan pembidik simple reflex sight, namun untuk keperluan operasi khusus juga dapat dilengkapi dengan pembidik laser.
Proyektil senjata ini pada dasarnya berupa granat dengan kaliber 67 mm. Dengan berat total 6,3 kg dan panjang peluncur 850 mm, di dalamnya suda terdapat hulu ledak HE (high explosive)/HE frag seberat 0,99 kg. Bagaimama dengan jarak tembaknya? Untuk efektifnya Armbrust dapat melumat target sejauh 330 meter, meski jarak tembak maksimumnya mencapai 1.500 meter. Kecepatan luncur proyektil Armbrust mencapai 220 meter per detik dan mampu menembus lapisan baja setebal 330 mm pada jarak 330 meter. Ini dia mengapa Armbrust bisa menjadi senjata yang menakutkan untuk tank, terutama bagi tank ringan dan panser.
800px-Armbrust_rocket_launcher_line_drawing_Iraq_OIG
Proses pelontaran proyektil Armbrust
Proses pelontaran proyektil Armbrust
crossbow-infantry1-small
Tidak hanya untuk membabat tank, di hutan pun Armbrust juga efektif untuk menghancurkan gubuk dan perkubuan musuh. Di lingkungan TNI, secara gambang Kompi Taipur (Intai Tempur) Kostrad TNI AD sudah beberapa kali melakukan demo  penembakan Armbrust. Selain Taipur Kostrad, menurut situs Wikipedia, satuan elit Kopassus TNI AD dan Kopaska TNI AL juga disebut-sebut mengandalkan Armbrust sebagai senjata pamungkas.
Di lingkungan militer Asia Tenggara, Armbrust juga digunakan oleh AB Singapura, Kamboja, dan Filipina. Selain itu senjata ringan ini juga dipakai oleh Slovenia, Chile, dan Albania. Singapura sebagai negara dengan industry militer terdepan di Asia Tenggara juga mengambil kesempatan dalam pengembangan Armbrust. Sejak tahun 2004, Singapura lewat ST (Singapore Technologies) Kinetics telah mengambil lisensi produksi Armbrust dan memproduksinya bekerjasama dengan Jerman dan Israel dengan nama MATADOR (Man Portable Anti Tank, Anti DOoR). MATADOR punya spesifikasi yang lebih ganas, punya jarak tembak efektif 500 meter dengan kecepatan luncur proyektil 250 meter per detik. MATADOR-lah senjata yang pada tahun 2009 digunakan oleh AD Israel dalam operasi di jalur Gaza melawan pejuang Hamas, Palestina. (Gilang Perdana)
Armbrust ideal untuk dilontarkan dari ruangan dan sudut yang sempit
Armbrust ideal untuk dilontarkan dari ruangan dan sudut yang sempit
Prajurit Marinir Filipina nampak membawa Armbrust
Prajurit Marinir Filipina nampak membawa Armbrust
Spesifikasi Armbrust
  • Kaliber         : 67 mm
  • Berat        : 6,3 kg
  • Panjang     : 850 mm
  • Lebar         : 126 mm
  • Tinggi         : 140 mm
  • Kecepatan Proyektil    : 210 meter/detik
  • Jarak Tembak Efektif    : 300 meter
  • Jarak Tembak Max    : 1.500 meter
  • Feed system        : Single shot

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...