Kerjasama joint development medium tank kerjasama Indonesia-Turki dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki. Dimana salah satu kesepakatannya adalah Turki dan Indonesia akan melaksanakan pengembangan Medium Tank bersama yang dilaksanakan oleh FNSS Turki dan PT Pindad.
Showing posts with label turki. Show all posts
Showing posts with label turki. Show all posts
Saturday, February 08, 2014
PT Pindad dan FNSS Turki Tandatangani Kesepakatan Pembangunan Bersama Medium Tank
Kerjasama joint development medium tank kerjasama Indonesia-Turki dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki. Dimana salah satu kesepakatannya adalah Turki dan Indonesia akan melaksanakan pengembangan Medium Tank bersama yang dilaksanakan oleh FNSS Turki dan PT Pindad.
Thursday, October 31, 2013
2014 Indonesia Turki Launching Kerjasama Pembuatan Prototipe Tank
Jakarta : Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat menjalin kerja sama dalam pembuatan tank. Kesepakatan itu diikat dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di sela kegiatan Pameran Industri Pertahanan Internasional (IDEF) ke-11 di Istanbul, Turki, pada Mei lalu.
Salah satu poin yang tertuang di dalam MoU itu adalah pemerintah kedua negara akan mendesain satu prototipe tank terlebih dahulu. “Saat ini proses pengerjaan baru sebatas pembuatan protipe tank. Setelah desain tank selesai dibuat, maka rencananya akan diproduksi massal dan digunakan bagi milter di kedua negara,” ujar Duta Besar Turki untuk Indonesia, Zekeriya Akçam, kepada VIVAnews, 29 Oktober 2013, di Hotel Shangri-La dalam perayaan Hari Nasional ke-90 Turki.
Dia berharap prototipe tank akan selesai dibuat setelah Turki menggelar pemilu tahun depan. “Desain tank akan diungkap ke publik setelah Turki selesai menggelar pemilu pada Juli 2014. Kebetulan Indonesia dan Turki sama-sama akan menggelar Pemilu Presiden di waktu yang sama,” kata Akçam.
Salah satu poin yang tertuang di dalam MoU itu adalah pemerintah kedua negara akan mendesain satu prototipe tank terlebih dahulu. “Saat ini proses pengerjaan baru sebatas pembuatan protipe tank. Setelah desain tank selesai dibuat, maka rencananya akan diproduksi massal dan digunakan bagi milter di kedua negara,” ujar Duta Besar Turki untuk Indonesia, Zekeriya Akçam, kepada VIVAnews, 29 Oktober 2013, di Hotel Shangri-La dalam perayaan Hari Nasional ke-90 Turki.
Dia berharap prototipe tank akan selesai dibuat setelah Turki menggelar pemilu tahun depan. “Desain tank akan diungkap ke publik setelah Turki selesai menggelar pemilu pada Juli 2014. Kebetulan Indonesia dan Turki sama-sama akan menggelar Pemilu Presiden di waktu yang sama,” kata Akçam.
Thursday, October 03, 2013
Turki Mereaksi Keras Kekhawatiran AS Soal Kerjasama Militer Ankara-Cina
Deputi
Perdana Menteri Turki mereaksi kekhawatiran Amerika Serikat soal
diserahkannya pengoperasian proyek besar untuk memperkuat dan
mengembangkan sistem pertahanan rudal jarak jauh negara itu kepada
perusahaan Cina CPMIEC yang berada di bawah sanksi Washington.
| |
IRNA
(1/10) melaporkan, Bulent Arinch kepada wartawan Selasa (1/10)
mengatakan, "Turki memperhatikan kepentingan nasionalnya dan tidak
mempedulikan sanksi-sanksi negara lain."
Menurutnya pemerintah Ankara tidak terikat dengan sanksi-sanksi yang dijatuhkan oleh satu negara tertentu. "Turki tidak perlu berunding dengan negara lain soal urusan dalam negerinya," kata Arinch. | |
Tuesday, October 01, 2013
AS Cemas Turki dan Cina Bekerjasama Produksi Rudal Jarak Jauh
Amerika Serikat mengaku khawatir atas kerjasama yang dilakukan Turki dan Cina dalam memproduksi rudal jarak jauh anti-pesawat.
| |
Surat
kabar Turki, Hurriyet seperti dikutip Mehr News (29/9) melaporkan,
menyusul keputusan Turki untuk menyingkirkan sekutunya di Pakta
Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam tender produksi rudal-rudal jarak
jauh anti-pesawat dan menyerahkan tender tersebut ke sebuah perusahaan
Cina yang dijatuhi sanksi Amerika, membuat Washington cemas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika terkait hal ini mengatakan, "Kami menyampaikan kekhawatiran kami soal perundingan Turki dengan perusahaan Cina yang berada di bawah sanksi Amerika kepada pemerintah Ankara." | |
Friday, September 27, 2013
Turki Lebih Memilih Sistem Pertahanan Rudal Buatan China
Negara anggota NATO, Turki, memilih sebuah perusahaan China yang telah terkena sanksi AS untuk membuat sistem pertahanan rudal jarak jauh senilai US$ 4 miliar, menyingkirkan tawaran dari Rusia, perusahaan-perusahaan Eropa lainya dan Amerika Serikat sendiri, Reuters melaporkan.
Pada bulan Februari lalu, Amerika Serikat memberikan sanksi kepada CPMIEC karena melanggar sanksi yang diberikan kepada negara-negara yang diberi sanksi seperti Iran, Korea Utara dan Suriah. Tidak jelas apa yang telah dilakukan oleh CPMIEC sehingga harus mendapatkan sanksi dari AS. Sebelumnya CPMIEC juga terkena sanksi AS. Pada tahun 2003, Washington mengatakan pihaknya memperpanjang sanksi pada CPMIEC untuk penjualan senjata kepada Iran. Menurut Reuters, pejabat dari CPMIEC sendiri tidak bisa dihubungi perihal sanksi Amerika Serikat ini.
Saturday, August 03, 2013
Program Jet Tempur Turki Senilai US$ 50 Miliar Jadi Tanda Tanya
Turki setidaknya harus mengeluarkan dana sebesar US$ 50 juta jika tetap
ingin berniat melanjutkan rencananya untuk membuat 200 jet tempur dalam
negeri, dan membeli 100 unit lebih jet tempur F-35
dari Amerika Serikat. Dan sayangnya jumlah dana yang fantastis tersebut
bahkan belum termasuk biaya mesin untuk pembuatan jet tempur dalam
negerinya.
Ketika Ankara berencana untuk mengembangkan sendiri alutsista udaranya, ini tentu rencana yang besar dan memang tidak ada yang menyangsikannya. Tapi ambisi turki yang ingin membangun jet tempur sendiri dan membeli jet tempur multinasional F-35 mungkin akan melampaui kapasitas pembiayaan Turki.
Ketika Ankara berencana untuk mengembangkan sendiri alutsista udaranya, ini tentu rencana yang besar dan memang tidak ada yang menyangsikannya. Tapi ambisi turki yang ingin membangun jet tempur sendiri dan membeli jet tempur multinasional F-35 mungkin akan melampaui kapasitas pembiayaan Turki.
Monday, July 01, 2013
IFV TULPAR
![]() |
| Tulpar IFV,Otokar |
Tulpar,kendaraan tempur infanteri ini dikembangkan oleh
perusahaan swasta Otokar.ini merupakan kendaraan tempur lapis baja Turki
yang
diperkenalkan pada 2013.IFV dengan nama Tulpar merujuk kepada mitologis
kuda
bersayap.Baru baru ini Otokar memperkenalkan sejumlah kendaraan lapis
baja
baru.disamping itu juga bertanggung jawab bagi pengembangan MBT baru
altay.Tulpar sendiri diperuntukkan bagi pengadaan alutsista Angkata
Darat Turki
dan juga pelanggan ekspor.Militer Turki mungkin akan membutuhkan sekitar
400
unit dari kendaraan tersebut.Azerbaizan sudah menyatakan niatnya untuk
mengorder IFV ini.S
Sunday, June 30, 2013
Turki Berniat Akuisisi Sistem Pertahanan Udara China
Turki berniat mengakuisisi sistem pertahanan udara anti-rudal jarak jauh
HQ-9 China, yang dalam versi ekspornya disebut FD-2000, pejabat
pengadaan alat pertahanan Turki mengatakan, meskipun menurutnya akan
mustahil mengintegrasikan sistem pertahanan udara China itu dengan
sistem persenjataan NATO yang dimiliki Turki selama ini.
![]() |
| Sistem pertahanan udara HQ-9 China (Foto : Aviation Week) |
Seorang pejabat senior Turki yang sudah malang melintang dalam pengadaan
program tersebut mengatakan bahwa pemerintah Turki telah mengambil
kesimpulan bahwa teknologi sistem pertahanan udara anti-rudal yang
ditawarkan China itu sangat memuaskan, lagipula memungkinkan opsi
transfer teknologi (ToT) dan harganya jauh lebih murah dari alutsista
sejenis dari negara lain.
Thursday, May 30, 2013
Indonesia-Turki Kerjasama Pembuatan Tank Medium
![]() |
| (Ilustrasi) Tank tempur utama Altay buatan Turki (Foto : shephardmedia.com) |
Saat pameran pertahanan International Defence Industry Fair (IDEF) 2013
ke-11 di Istanbul, Turki, lalu, Indonesia dan Turki sepakat untuk
bersama-sama mengembangkan dan memproduksi tank medium. Berdasarkan
kesepakatan itu, BUMN pembuat senjata Indonesia PT. PINDAD akan
bekerjasama dengan FNSS Defence Systems Turki yang merupakan pabrikan
kendaraan lapis baja Turki.
Penandatanganan kerja sama pembuatan tank medium itu merupakan langkah maju bagi kedua negara. Dan diharapkan nantinya Indonesia bisa menyerap teknologi tank milik Turki dan akhirnya Indonesia mampu membuat tank sendiri sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat kemandirian produksi alutsista.
Penandatanganan kerja sama pembuatan tank medium itu merupakan langkah maju bagi kedua negara. Dan diharapkan nantinya Indonesia bisa menyerap teknologi tank milik Turki dan akhirnya Indonesia mampu membuat tank sendiri sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat kemandirian produksi alutsista.
Sunday, May 26, 2013
With Tank Deals, Turkey Focuses on Arms Exports

Two Turkish companies are in separate talks with Saudi Arabia and
Indonesia to co-produce and sell scores of new-generation battle tanks,
officials and industry sources here said.
The deals would signal Turkey’s ability to produce vehicles for export
after years of being an arms importer. At the same time, a deal with the
Saudis would politically cement ties with Turkey against the
Iranian-led Shia bloc of countries, sources said.
They said Turkish armored vehicles maker Otokar could sell hundreds of
its third-generation tank, the Altay. Meanwhile, rival manufacturer FNSS
Defence Systems is close to inking a deal to co-produce medium tanks
with an Indonesian partner.
Saturday, May 25, 2013
Turki Army To Receive New Russian Weapons
The newest Russian attack helicopters Ka-52 Alligator, Mi-28NE Night
Hunter, surface-to-air missile system S-300V Antey-2500 and the combat
vehicle tanks BMPT Terminator were presented at the Russian exposition
in the Istanbul International exhibition of arms and military equipment
IDEF-2013.

As a NATO member, Turkey depends on the supplies of American and European weapons. Moscow has repeatedly tried to get a piece of the action and fascinate the Turkish military with its advanced technology.
The first attempt was made at a mid-1990s tender to supply 145 attack helicopters worth $5 billion, when Moscow offered its latest knowhow – the Ka-50 Black Shark attack helicopter. The Shark was even renamed Erdogan – the surname of the then Prime Minister, which means "hawk" in Turkish – to suit the Turkish taste for the sake of winning the bid.
As a NATO member, Turkey depends on the supplies of American and European weapons. Moscow has repeatedly tried to get a piece of the action and fascinate the Turkish military with its advanced technology.
The first attempt was made at a mid-1990s tender to supply 145 attack helicopters worth $5 billion, when Moscow offered its latest knowhow – the Ka-50 Black Shark attack helicopter. The Shark was even renamed Erdogan – the surname of the then Prime Minister, which means "hawk" in Turkish – to suit the Turkish taste for the sake of winning the bid.
Tuesday, May 21, 2013
Rusia-Turki Siap Bangun Sistem Pertahanan Udara yang Sama dengan S-300
![]() |
| Peluncur rudal sistem pertahanan udara S-300VM (Foto : Vitaly V. Kuzmin / Wikimedia) |
Rusia siap bersama dengan Turki mengembangkan sistem pertahanan udara
jarak jauh yang berdasarkan pada sistem rudal permukaan-ke-udara S-300,
hal ini diungkapkan kepala badan ekspor alutsista Rusia
(Rosoboronexport) Sergei Ladygin pada hari Minggu, 19 Mei 2013. Sudah
sejak lama Turki menggelar tender untuk pembelian sistem pertahanan
udara jarak jauh, namun hingga kini tidak ada pemenang yang diumumkan,.
"Rusia siap menawarkan sebagian dari tender produk Rusia-Turki (sistem pertahanan udara) yang berdasarkan sistem S-300VM. Misalnya, untuk mengintegrasi sistem pertahanan udara (S-300VM) di kendaraan/peralatan militer Turki," ujar Ladygin saat pameran senjata di ibukota Peru Lima.
"Rusia siap menawarkan sebagian dari tender produk Rusia-Turki (sistem pertahanan udara) yang berdasarkan sistem S-300VM. Misalnya, untuk mengintegrasi sistem pertahanan udara (S-300VM) di kendaraan/peralatan militer Turki," ujar Ladygin saat pameran senjata di ibukota Peru Lima.
Wednesday, May 15, 2013
Indonesia Turki Tandatangani MoU Joint Production Tank
Setelah menjalin kerjasama erat dengan Korea Selatan, Indonesia kini
juga mempererat hubungan kerjasama pertahanan dengan Turki. Dalam temu
wartawan di Gedung Kemhan, Rabu (15/05) siang, Kementerian Pertahanan
memastikan sejumlah kerjasama itu.
Jumpa pers itu sendiri dilakukan
oleh Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), yang dalam kesempatan
ini diwakili oleh Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Pos Hutabarat,
Dirtekind Dirjen Pothan Marsma TNI Darlis Pangaribuan, Serta juru bicara
KKIP, Silmy Karim.
Monday, May 13, 2013
Turkish Shipyard Introduces New Design of LST
ADIK Landing Ship Tank (photo : ADIK)
Landing Ship Tank (LST) Project consists of acquisition of 2 ships
through local design, construction and integration in order to meet
operational requirements of Turkish Naval Forces Command.
The new generation Landing Ship Tank is a fast amphibious vessel of
upper-intermediate size with its significant armament power. She will
play the major role
of power projection with transporting huge quantities of fire support
elements and marines in order to conduct amphibious operations. She also
acts as a flag ship and logistic support vessel.
The responsibility of design, construction, system integration,
performance and timely delivery is the responsibility of Anadolu Deniz
İnşaat Kızakları Sanayi ve Ticaret A.Ş. (ADIK)
Sunday, May 12, 2013
4 New Turki Navy Warship Project
RMK Marine LHD
Designed originally by RMK Marine Landing Ship (LPD) has a width of 200 meters full of paint and 34-meter full. 25.000 tons displacement fully loaded draft of about 7 meters. LPD with a maximum speed of 22 nautical miles CODAD configuration. Main propulsion system consists of two diesel engines, two-speed reduction gear, two-winged propeller shaft line and consists of two units can be controlled.
Landing Ship 7000 nautical miles with a cruising speed of 16 knots siasna which has economic. 1070 people without replenishment at sea with the ship's crew duration of 21 days.
Thursday, April 25, 2013
Hurkus New Turki Indigenous Aircraft Jet Trainer Nears Maiden Flight
ANKARA — An indigenous basic trainer aircraft that Turkey designed and has been developing is going through a final round of tests before it makes its maiden flight in June, according to officials from its maker, Turkish Aerospace Industries (TAI).
TAI is manufacturing four prototypes of the Hurkus for a round of tests.
The first prototype successfully went through engine tests in February,
the second is being tested for static durability and cabin pressure,
the third is being assembled, and
the fourth will be tested for metal fatigue.
Monday, April 08, 2013
Indonesia Merupakan Mitra Istimewa Bagi Turki
Hubungan
Indonesia dan Turki semakin intens, baik di bidang ekonomi, budaya,
maupun pendidikan. Untuk mengakomodasi hal itulah, Indonesia pada
akhirnya membentuk konsulat jenderal di Istanbul, yang merupakan
kepanjangan tangan Kedutaan Besar Indonesia di Ankara Turki.
"Angkara merupakan kota pemerintahan Turki, sementara Istanbul merupakan
sentra bisnis Turki. Untuk meningkatkan kerjasama, perlu dibentuk
konsulat jenderal di Istanbul," kata Konsul Jenderal RI di Istanbul Suri
Tauchid Ishak Minggu kemarin, seperti dilaporkan wartawan Kompas M
Fajar Marta dari Istanbul Turki, Senin (8/4/2013).
Sunday, February 24, 2013
Turki Beli Sistem Intai Baru dari Israel
![]() |
| Pesawat AWACS Boeing 737-700 Turki |
Sistem pengintai baru telah tiba di fasilitas Industri
Kedirgantaraan Turki (Turkish Aerospace Industries), dan
pengintegrasiannya pada pesawat militer yang Turki beli dari Amerika
Serikat akan selesai dalam beberapa minggu kedepan. Korporasi Pertahanan
dan Dirgantara Multinasional AS, Boeing, sebelumnya harus turun tangan
guna menyelesaikan kebuntuan kerjasama antara Turki dan rezim Israel
terkait pengadaan sistem intai tersebut.
Pada tahun 2002, badan pengadaaan alutsista Turki memerintahkan
pembelian empat pesawat AWACS Boeing 737-700, radar darat dan sistem
kontrol, ditambah dengan segmen kontrol darat untuk misi pelatihan, misi
kru, dukungan misi dan pemeliharaan. Perusahaan Israel Elta Systems Ltd
ditugaskan untuk memproduksi sistem pengukur elektronik (EMS) untuk
empat pesawat tersebut. Kesepakatan itu dilaporkan menelan biaya sebesar
100 juta dolar AS.
Saturday, December 15, 2012
Turkey Building More Of Its Own
With only one of its twelve new Heybeliada class anti-submarine corvettes in service, Turkey is now planning to produce another new class of ships in the form of four larger multi-purpose ships (frigates). These will also be locally designed and built. The Turkish navy is already the most powerful force in the eastern Mediterranean, with 17 frigates, seven corvettes, 14 submarines, and 27 missile armed patrol boats, plus 75 aircraft. Many of these ships are approaching retirement and the Turks want to replace most of them with locally built vessels. While the locally made corvettes cost less than $300 million each, the frigates would cost over a billion dollars each and weigh more than twice as much.
These 2,300 ton Heybeliada class corvettes are the first modern warships designed and built in Turkey, using largely Turkish made components. The Heybeliadas are 99.6 meters (308 feet) long and have a crew of 93. Weapons include a 76mm gun, two remotely controlled 12.7mm machine-guns, eight Harpoon anti-ship missiles, 21 RAM missiles for use against aircraft and anti-ship missiles, six torpedo tubes, and a helicopter. Electronics include radar, sonar, and electronics warfare gear. Top speed is 52 kilometers an hour and endurance is about 21 days. The entire class won't be completed until 2028, and four of the later ones will be slightly larger and armed with more anti-aircraft weapons. The first eight will spend most of their time performing coast guard duties.
The four new frigates will range farther into the Mediterranean and Black Seas. For centuries, until the appearance of metal ships, Turkey was a major builder of warships. The Turks are very much aware of that tradition and are keen to regain some of that past stature in the warship construction industry.
Saturday, December 01, 2012
Turkey to Begin Attack Helicopter Production Next Year
Turkish Prime Minister Recep Tayyip Erdogan says the Turkish defense industry will begin producing attack helicopters next year.Erdogan says mass production of Turkey's indigenous T-129 attack helicopters will begin in 2013 as part of the country's program to expand domestic production of military equipment.
"Today, Turkey meets 54% of the needs of the country's defense system," Erdogan said in a report on TRT Haber TV. "Our goal is fully provision with defense products through domestic production."
Erdogan adds that Turkey intends to include the manufacturing of warships.
Turkey has previously exported armored vehicles, air defense systems, missile systems, light warships, and helicopters, a trend that has seen its defense industry exports quadruple.
Turkish Aerospace Industries is the prime contractor for the T-129 attack helicopter, with Aselsan and AgustaWestland NV as the subcontractors, under a collaboration agreement in which TAI shares ownership of intellectual property rights for the new configuration with AgustaWestland NV.
TAI will also become the sole source for the production of the T-129's fuselage, including final assembly and flight operations, and will be responsible for marketing the "T-129 attack helicopters" for export.
Subscribe to:
Posts (Atom)








_-1.jpg)
