Showing posts with label turki. Show all posts
Showing posts with label turki. Show all posts

Saturday, February 08, 2014

PT Pindad dan FNSS Turki Tandatangani Kesepakatan Pembangunan Bersama Medium Tank

Jakarta : Dirjen Potensi Pertahanan Dr Drs Timbul Siahaan MM, Kamis (6/2), menyaksikan penandatanganan Joint Partnership antara PT Pindad dengan FNSS Turki dalam pembangunan Medium Tank di Gedung Soeprapto, Kemhan, Jakarta. Partnership Agreement antara PT Pindad dengan FNSS Turki ini merupakan langkah penting dalam kerjasama industri pertahanan kedua negara. Dengan kesepakatan yang ditandatangani ini diharapkan selanjutnya project agreement antara kedua Kemhan dapat segera ditandatangani juga sehingga secara resmi program pembangunan bersama medium tank ini dapat segera dilaksanakan.

Kerjasama joint development medium tank kerjasama Indonesia-Turki dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki. Dimana salah satu kesepakatannya adalah Turki dan Indonesia akan melaksanakan pengembangan Medium Tank bersama yang dilaksanakan oleh FNSS Turki dan PT Pindad.

Thursday, October 31, 2013

2014 Indonesia Turki Launching Kerjasama Pembuatan Prototipe Tank


Jakarta  : Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat menjalin kerja sama dalam pembuatan tank. Kesepakatan itu diikat dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di sela kegiatan Pameran Industri Pertahanan Internasional (IDEF) ke-11 di Istanbul, Turki, pada Mei lalu. 

Salah satu poin yang tertuang di dalam MoU itu adalah pemerintah kedua negara akan mendesain satu prototipe tank terlebih dahulu. “Saat ini proses pengerjaan baru sebatas pembuatan protipe tank. Setelah desain tank selesai dibuat, maka rencananya akan diproduksi massal dan digunakan bagi milter di kedua negara,” ujar Duta Besar Turki untuk Indonesia, Zekeriya Akçam, kepada VIVAnews, 29 Oktober 2013, di Hotel Shangri-La dalam perayaan Hari Nasional ke-90 Turki.

Dia berharap prototipe tank akan selesai dibuat setelah Turki menggelar pemilu tahun depan. “Desain tank akan diungkap ke publik setelah Turki selesai menggelar pemilu pada Juli 2014. Kebetulan Indonesia dan Turki sama-sama akan menggelar Pemilu Presiden di waktu yang sama,” kata Akçam.

Thursday, October 03, 2013

Turki Mereaksi Keras Kekhawatiran AS Soal Kerjasama Militer Ankara-Cina



Deputi Perdana Menteri Turki mereaksi kekhawatiran Amerika Serikat soal diserahkannya pengoperasian proyek besar untuk memperkuat dan mengembangkan sistem pertahanan rudal jarak jauh negara itu kepada perusahaan Cina CPMIEC yang berada di bawah sanksi Washington.

IRNA (1/10) melaporkan, Bulent Arinch kepada wartawan Selasa (1/10) mengatakan, "Turki memperhatikan kepentingan nasionalnya dan tidak mempedulikan sanksi-sanksi negara lain."

Menurutnya pemerintah Ankara tidak terikat dengan sanksi-sanksi yang dijatuhkan oleh satu negara tertentu. "Turki tidak perlu berunding dengan negara lain soal urusan dalam negerinya," kata Arinch.

Tuesday, October 01, 2013

AS Cemas Turki dan Cina Bekerjasama Produksi Rudal Jarak Jauh



Amerika Serikat mengaku khawatir atas kerjasama yang dilakukan Turki dan Cina dalam memproduksi rudal jarak jauh anti-pesawat.

Surat kabar Turki, Hurriyet seperti dikutip Mehr News (29/9) melaporkan, menyusul keputusan Turki untuk menyingkirkan sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam tender produksi rudal-rudal jarak jauh anti-pesawat dan menyerahkan tender tersebut ke sebuah perusahaan Cina yang dijatuhi sanksi Amerika, membuat Washington cemas.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika terkait hal ini mengatakan, "Kami menyampaikan kekhawatiran kami soal perundingan Turki dengan perusahaan Cina yang berada di bawah sanksi Amerika kepada pemerintah Ankara."

Friday, September 27, 2013

Turki Lebih Memilih Sistem Pertahanan Rudal Buatan China


FD-2000 (HQ-9)

Negara anggota NATO, Turki, memilih sebuah perusahaan China yang telah terkena sanksi AS untuk membuat sistem pertahanan rudal jarak jauh senilai US$ 4 miliar, menyingkirkan tawaran dari Rusia, perusahaan-perusahaan Eropa lainya dan Amerika Serikat sendiri, Reuters melaporkan.
Menteri Pertahanan Turki mengumumkan keputusan untuk memberikan kontrak kepada China Precision Machinery Import and Export Corp (CPMIEC) pada hari Kamis kemarin dalam sebuah pernyataannya. Namun tidak disebutkan biaya sebesar US$ 4 miliar tersebut untuk berapa sistem pertahanan rudal.

Pada bulan Februari lalu, Amerika Serikat memberikan sanksi kepada CPMIEC karena melanggar sanksi yang diberikan kepada negara-negara yang diberi sanksi seperti Iran, Korea Utara dan Suriah. Tidak jelas apa yang telah dilakukan oleh CPMIEC sehingga harus mendapatkan sanksi dari AS. Sebelumnya CPMIEC juga terkena sanksi AS. Pada tahun 2003, Washington mengatakan pihaknya memperpanjang sanksi pada CPMIEC untuk penjualan senjata kepada Iran. Menurut Reuters, pejabat dari CPMIEC sendiri tidak bisa dihubungi perihal sanksi Amerika Serikat ini.

Saturday, August 03, 2013

Program Jet Tempur Turki Senilai US$ 50 Miliar Jadi Tanda Tanya


3 Desain TF-X Turki
Tiga Desain jet tempur TF-X Turki
Turki setidaknya harus mengeluarkan dana sebesar US$ 50 juta jika tetap ingin berniat melanjutkan rencananya untuk membuat 200 jet tempur dalam negeri, dan membeli 100 unit lebih jet tempur F-35 dari Amerika Serikat. Dan sayangnya jumlah dana yang fantastis tersebut bahkan belum termasuk biaya mesin untuk pembuatan jet tempur dalam negerinya.

Ketika Ankara berencana untuk mengembangkan sendiri alutsista udaranya, ini tentu rencana yang besar dan memang tidak ada yang menyangsikannya. Tapi ambisi turki yang ingin membangun jet tempur sendiri dan membeli jet tempur multinasional F-35 mungkin akan melampaui kapasitas pembiayaan Turki.

Monday, July 01, 2013

IFV TULPAR

Tulpar IFV,Otokar
Tulpar,kendaraan tempur infanteri ini dikembangkan oleh perusahaan swasta Otokar.ini merupakan kendaraan tempur lapis baja Turki yang diperkenalkan pada 2013.IFV dengan nama Tulpar merujuk kepada mitologis kuda bersayap.Baru baru ini Otokar memperkenalkan sejumlah kendaraan lapis baja baru.disamping itu juga bertanggung jawab bagi pengembangan MBT baru altay.Tulpar sendiri diperuntukkan bagi pengadaan alutsista Angkata Darat Turki dan juga pelanggan ekspor.Militer Turki mungkin akan membutuhkan sekitar 400 unit dari kendaraan tersebut.Azerbaizan sudah menyatakan niatnya untuk mengorder IFV ini.S

Sunday, June 30, 2013

Turki Berniat Akuisisi Sistem Pertahanan Udara China


Turki berniat mengakuisisi sistem pertahanan udara anti-rudal jarak jauh HQ-9 China, yang dalam versi ekspornya disebut FD-2000, pejabat pengadaan alat pertahanan Turki mengatakan, meskipun menurutnya akan mustahil mengintegrasikan sistem pertahanan udara China itu dengan sistem persenjataan NATO yang dimiliki Turki selama ini.
Sistem pertahanan udara HQ-9
Sistem pertahanan udara HQ-9 China (Foto : Aviation Week)
Seorang pejabat senior Turki yang sudah malang melintang dalam pengadaan program tersebut mengatakan bahwa pemerintah Turki telah mengambil kesimpulan bahwa teknologi sistem pertahanan udara anti-rudal yang ditawarkan China itu sangat memuaskan, lagipula memungkinkan opsi transfer teknologi (ToT) dan harganya jauh lebih murah dari alutsista sejenis dari negara lain.

Thursday, May 30, 2013

Indonesia-Turki Kerjasama Pembuatan Tank Medium


Tank tempur utama Altay Turki
(Ilustrasi) Tank tempur utama Altay buatan Turki (Foto : shephardmedia.com)
Saat pameran pertahanan International Defence Industry Fair (IDEF) 2013 ke-11 di Istanbul, Turki, lalu, Indonesia dan Turki sepakat untuk bersama-sama mengembangkan dan memproduksi tank medium. Berdasarkan kesepakatan itu, BUMN pembuat senjata Indonesia PT. PINDAD akan bekerjasama dengan FNSS Defence Systems Turki yang merupakan pabrikan kendaraan lapis baja Turki.

Penandatanganan kerja sama pembuatan tank medium itu merupakan langkah maju bagi kedua negara. Dan diharapkan nantinya Indonesia bisa menyerap teknologi tank milik Turki dan akhirnya Indonesia mampu membuat tank sendiri sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat kemandirian produksi alutsista.

Sunday, May 26, 2013

With Tank Deals, Turkey Focuses on Arms Exports



 Two Turkish companies are in separate talks with Saudi Arabia and Indonesia to co-produce and sell scores of new-generation battle tanks, officials and industry sources here said.
The deals would signal Turkey’s ability to produce vehicles for export after years of being an arms importer. At the same time, a deal with the Saudis would politically cement ties with Turkey against the Iranian-led Shia bloc of countries, sources said.
They said Turkish armored vehicles maker Otokar could sell hundreds of its third-generation tank, the Altay. Meanwhile, rival manufacturer FNSS Defence Systems is close to inking a deal to co-produce medium tanks with an Indonesian partner.

Saturday, May 25, 2013

Turki Army To Receive New Russian Weapons

The newest Russian attack helicopters Ka-52 Alligator, Mi-28NE Night Hunter, surface-to-air missile system S-300V Antey-2500 and the combat vehicle tanks BMPT Terminator were presented at the Russian exposition in the Istanbul International exhibition of arms and military equipment IDEF-2013.

As a NATO member, Turkey depends on the supplies of American and European weapons. Moscow has repeatedly tried to get a piece of the action and fascinate the Turkish military with its advanced technology.

The first attempt was made at a mid-1990s tender to supply 145 attack helicopters worth $5 billion, when Moscow offered its latest knowhow – the Ka-50 Black Shark attack helicopter. The Shark was even renamed Erdogan – the surname of the then Prime Minister, which means "hawk" in Turkish – to suit the Turkish taste for the sake of winning the bid.

Tuesday, May 21, 2013

Rusia-Turki Siap Bangun Sistem Pertahanan Udara yang Sama dengan S-300


Peluncur rudal sistem pertahanan udara S-300VM
Peluncur rudal sistem pertahanan udara S-300VM (Foto : Vitaly V. Kuzmin / Wikimedia)
Rusia siap bersama dengan Turki mengembangkan sistem pertahanan udara jarak jauh yang berdasarkan pada sistem rudal permukaan-ke-udara S-300, hal ini diungkapkan kepala badan ekspor alutsista Rusia (Rosoboronexport) Sergei Ladygin pada hari Minggu, 19 Mei 2013. Sudah sejak lama Turki menggelar tender untuk pembelian sistem pertahanan udara jarak jauh, namun hingga kini tidak ada pemenang yang diumumkan,.

"Rusia siap menawarkan sebagian dari tender produk Rusia-Turki (sistem pertahanan udara) yang berdasarkan sistem S-300VM. Misalnya, untuk mengintegrasi sistem pertahanan udara (S-300VM) di kendaraan/peralatan militer Turki," ujar Ladygin saat pameran senjata di ibukota Peru Lima.

Wednesday, May 15, 2013

Indonesia Turki Tandatangani MoU Joint Production Tank


Setelah menjalin kerjasama erat dengan Korea Selatan, Indonesia kini juga mempererat hubungan kerjasama pertahanan dengan Turki. Dalam temu wartawan di Gedung Kemhan, Rabu (15/05) siang, Kementerian Pertahanan memastikan sejumlah kerjasama itu.  
Jumpa pers itu sendiri dilakukan oleh Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Pos Hutabarat, Dirtekind Dirjen Pothan Marsma TNI Darlis Pangaribuan, Serta juru bicara KKIP, Silmy Karim.

Monday, May 13, 2013

Turkish Shipyard Introduces New Design of LST





ADIK Landing Ship Tank (photo : ADIK)
Landing Ship Tank (LST) Project consists of acquisition of 2 ships through local design, construction and integration in order to meet operational requirements of Turkish Naval Forces Command.
The new generation Landing Ship Tank is a fast amphibious vessel of upper-intermediate size with its significant armament power. She will play the major role
of power projection with transporting huge quantities of fire support elements and marines in order to conduct amphibious operations. She also acts as a flag ship and logistic support vessel.
The responsibility of design, construction, system integration, performance and timely delivery is the responsibility of Anadolu Deniz İnşaat Kızakları Sanayi ve Ticaret A.Ş. (ADIK)

Sunday, May 12, 2013

4 New Turki Navy Warship Project



RMK Marine LHD

Designed originally by RMK Marine Landing Ship (LPD) has a width of 200 meters full of paint and 34-meter full. 25.000 tons displacement fully loaded draft of about 7 meters. LPD with a maximum speed of 22 nautical miles CODAD configuration. Main propulsion system consists of two diesel engines, two-speed reduction gear, two-winged propeller shaft line and consists of two units can be controlled.

Landing Ship 7000 nautical miles with a cruising speed of 16 knots siasna which has economic. 1070 people without replenishment at sea with the ship's crew duration of 21 days.

Thursday, April 25, 2013

Hurkus New Turki Indigenous Aircraft Jet Trainer Nears Maiden Flight


Turkey's Indigenous Trainer Nears Maiden Flight

ANKARA — An indigenous basic trainer aircraft that Turkey designed and has been developing is going through a final round of tests before it makes its maiden flight in June, according to officials from its maker, Turkish Aerospace Industries (TAI).

TAI is manufacturing four prototypes of the Hurkus for a round of tests.

The first prototype successfully went through engine tests in February,
the second is being tested for static durability and cabin pressure,
the third is being assembled, and
the fourth will be tested for metal fatigue.

Monday, April 08, 2013

Indonesia Merupakan Mitra Istimewa Bagi Turki


Hubungan Indonesia dan Turki semakin intens, baik di bidang ekonomi, budaya, maupun pendidikan. Untuk mengakomodasi hal itulah, Indonesia pada akhirnya membentuk konsulat jenderal di Istanbul, yang merupakan kepanjangan tangan Kedutaan Besar Indonesia di Ankara Turki.
"Angkara merupakan kota pemerintahan Turki, sementara Istanbul merupakan sentra bisnis Turki. Untuk meningkatkan kerjasama, perlu dibentuk konsulat jenderal di Istanbul," kata Konsul Jenderal RI di Istanbul Suri Tauchid Ishak Minggu kemarin, seperti dilaporkan wartawan Kompas M Fajar Marta dari Istanbul Turki, Senin (8/4/2013).

Sunday, February 24, 2013

Turki Beli Sistem Intai Baru dari Israel

Pesawat AWACS Boeing 737-700 Turki
Pesawat AWACS Boeing 737-700 Turki
Sistem pengintai baru telah tiba di fasilitas Industri Kedirgantaraan Turki (Turkish Aerospace Industries), dan pengintegrasiannya pada pesawat militer yang Turki beli dari Amerika Serikat akan selesai dalam beberapa minggu kedepan. Korporasi Pertahanan dan Dirgantara Multinasional AS, Boeing, sebelumnya harus turun tangan guna menyelesaikan kebuntuan kerjasama antara Turki dan rezim Israel terkait pengadaan sistem intai tersebut.
Pada tahun 2002, badan pengadaaan alutsista Turki memerintahkan pembelian empat pesawat AWACS Boeing 737-700, radar darat dan sistem kontrol, ditambah dengan segmen kontrol darat untuk misi pelatihan, misi kru, dukungan misi dan pemeliharaan. Perusahaan Israel Elta Systems Ltd ditugaskan untuk memproduksi sistem pengukur elektronik (EMS) untuk empat pesawat tersebut. Kesepakatan itu dilaporkan menelan biaya sebesar 100 juta dolar AS.

Saturday, December 15, 2012

Turkey Building More Of Its Own


 
With only one of its twelve new Heybeliada class anti-submarine corvettes in service, Turkey is now planning to produce another new class of ships in the form of four larger multi-purpose ships (frigates). These will also be locally designed and built. The Turkish navy is already the most powerful force in the eastern Mediterranean, with 17 frigates, seven corvettes, 14 submarines, and 27 missile armed patrol boats, plus 75 aircraft. Many of these ships are approaching retirement and the Turks want to replace most of them with locally built vessels. While the locally made corvettes cost less than $300 million each, the frigates would cost over a billion dollars each and weigh more than twice as much.
These 2,300 ton Heybeliada class corvettes are the first modern warships designed and built in Turkey, using largely Turkish made components. The Heybeliadas are 99.6 meters (308 feet) long and have a crew of 93. Weapons include a 76mm gun, two remotely controlled 12.7mm machine-guns, eight Harpoon anti-ship missiles, 21 RAM missiles for use against aircraft and anti-ship missiles, six torpedo tubes, and a helicopter. Electronics include radar, sonar, and electronics warfare gear. Top speed is 52 kilometers an hour and endurance is about 21 days. The entire class won't be completed until 2028, and four of the later ones will be slightly larger and armed with more anti-aircraft weapons. The first eight will spend most of their time performing coast guard duties.
The four new frigates will range farther into the Mediterranean and Black Seas. For centuries, until the appearance of metal ships, Turkey was a major builder of warships. The Turks are very much aware of that tradition and are keen to regain some of that past stature in the warship construction industry.

Saturday, December 01, 2012

Turkey to Begin Attack Helicopter Production Next Year

Turkish Prime Minister Recep Tayyip Erdogan says the Turkish defense industry will begin producing attack helicopters next year.

Erdogan says mass production of Turkey's indigenous T-129 attack helicopters will begin in 2013 as part of the country's program to expand domestic production of military equipment.

"Today, Turkey meets 54% of the needs of the country's defense system," Erdogan said in a report on TRT Haber TV. "Our goal is fully provision with defense products through domestic production."

Erdogan adds that Turkey intends to include the manufacturing of warships.

Turkey has previously exported armored vehicles, air defense systems, missile systems, light warships, and helicopters, a trend that has seen its defense industry exports quadruple.

Turkish Aerospace Industries is the prime contractor for the T-129 attack helicopter, with Aselsan and AgustaWestland NV as the subcontractors, under a collaboration agreement in which TAI shares ownership of intellectual property rights for the new configuration with AgustaWestland NV.

TAI will also become the sole source for the production of the T-129's fuselage, including final assembly and flight operations, and will be responsible for marketing the "T-129 attack helicopters" for export.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...