The
Defence Acquisitions Council of India’s Defence Ministry has approved
the manufacture under Russian license of 235 T-90
tanks in India, “The Times of India” reported on Tuesday,
September 17, 2013. An Indian ministry source said a contract for production
worth 60 billion rupees - about $1 billion - would be published soon.
|
|||
Russian-made T-90 main battle tank at Defense Exhibition VTTV Omsk. |
|||
Agreement to license production of T-90
tanks was signed in February 2001. This was intended to supply 310 tanks
worth $1 billion, half to be manufactured in India with Russian machinery.
India plans to manufacture 1,000 T-90 tanks under licence by 2020. In August, Indian weapons maker Bharat Dynamics signed a contract with India’s defence ministry to supply the army with Invar anti-tank guided missiles for T-90 tanks, made under Russian license. The contract is estimated at 30 billion rupees - $470 million. Deliveries are expected to be completed over the next five years. |
Friday, September 20, 2013
India has approved the manufacture of 235 T-90 main battle tanks under Russian license
Indonesia-Cina Kerjasama Pertahanan dan Antariksa
Dalam pertemuan itu, Djoko Suyanto mengaku membicarakan kelanjutkan kerjasama kedua negara. "Salah satunya kerjas ama bidang pertahanan dan antariksa," kata Djoko usai pertemuan. Selain itu, mereka juga membahas kerjasama ekonomi meliputi: investasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, hingga energi.
Mengenai kerjasama di bidang pertahanan, Djoko tak mau banyak bicara. Dia hanya menyebut, Indonesia-Cina akan saling mendukung industri pertahanan antar kedua negara.
Proyeksi Kapal Selam Korea Selatan dan Rusia
Kapal Selam Changbogo tipe U209 |
Prospek pengembangan Angkatan Laut Indonesia semakin menjanjikan, setelah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Marsetio dijadwalkan mengunjungi Korea Selatan dalam waktu dekat, untuk menyaksikan pemotongan baja yang menandai dimulainya pembuatan kapal selam pesanan TNI AL.
Duta besar Korea Selatan, Kim Young-Sun mengatakan tiga kapal selam tipe U-209 telah dipesan oleh Indonesia dan akan dikirim tahun 2015 hingga tahun 2016. Dua akan dibangun di galangan kapal Daewoo di Busan, Korea Selatan, sementara yang ketiga akan dibangun di fasilitas galangan kapal milik negara PT PAL Indonesia di Surabaya. Rencana keberangkatan KASAL ke Korea Selatan, disampaikan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Young-Sun, dalam acara 40 tahun sejarah hubungan diplomatik kedua negara, yang bertempat di Jakarta.
Pernyataan dari Dubes Korea Selatan ini, sekaligus menepis dugaan, bahwa kapal selam yang dibeli Indonesia adalah kapal bekas. Dengan adanya pemotongan baja pertama, berarti Indonesia akan memiliki kapal selam baru jenis U-209, buatan Korea Selatan. Pernyataan Dubes Korea Selatan juga menunjukkan, mereka serius membangun kapal selam ketiga di Surabaya, Indonesia. Jika hal ini terwujud, akan menjadi sebuah terobosan besar. Indonesia mampu membuat kapal selam sendiri !.
Empat Pesawat Latih Grob Akan Diserahterimakan Besok
Hari
Jumat (20/9/2013) besok rencananya akan berlangsung acara penyerahan
empat unit pesawat Grob G120TP-A
dari Grob Aircraft Company Germany kepada Menteri Pertahanan RI Purnomo
Yusgiantoro yang kemudian diserahkan kepada pihak TNI AU. Acara
penyerahan berlangsung di Pangkalan Udara TNI AU Lanud Adi Sucipto
dengan dihadiri oleh CEO Grob Company, Ka Baranahan Kemhan, Aslog Pangti
serta Aslog Kasau.
Rencananya, acara penyerahan akan diisi dengan sejumlah agenda
seremonial. Antara lain, serah terima log book pesawat dan penandatangan
berita acara, penyerahan log book pesawat secara simbolis dari Grob
Aircraft kepada Ka Baranahan Kemhan, acara pembukaan selubung pesawat
oleh Menteri Pertahanan RI, pembukaan cover lambang Skadron 101 pada
pesawat Grob G120 TP-A oleh Menteri Pertahanan RI serta penandatanganan
naskah berita acara serah terima Pesawat Grob G120 TP-A oleh Ka
Baranahan Kemhan kepada Aslog Pangti dilanjutkan dari Aslog Pangti
kepada Aslog Kasau.
TNI Lakukan Mutasi 42 Jabatan Pati
Tentara Negara Indonesia (TNI) lakukan mutasi jabatan 42 Perwira Tinggi (Pati). "Dalam
rangka pembinaan organisasi TNI dan optimalisasi tugas-tugas TNI yang
sangat dinamis dan semakin berat ke depan, TNI terus melakukan upaya
peningkatan kinerja TNI melalui Mutasi dan Promosi Jabatan personil di
tingkat Strata Perwira Tinggi (Pati) TNI sehingga kinerja TNI ke depan
lebih optimal," demikian isi siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (19/9/13).
| |
"Berdasarkan
Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/709/IX/2013 tanggal 16 September
2013, tentang Pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di
lingkungan TNI telah ditetapkan mutasi jabatan 42 Perwira Tinggi (Pati)
TNI."
|
Subscribe to:
Posts (Atom)