Showing posts with label pesawat latih. Show all posts
Showing posts with label pesawat latih. Show all posts

Wednesday, February 26, 2014

Lanud Adisutjipto Terima Empat Pesawat Latih Grob



Pesawat latih Grob G-120TP (photo : Militaryphotos)

Tim Aerobatic JAT

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Tim akrobatik udara TNI AU Jupiter Aerobatic Team (JAT), tiba kembali di home base Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto, Kamis (20/2/2014). Delapan pesawat KT-01 Wong Bee ini selanjutnya akan menempati shelter Wingdik di Skadik 102.

Kedatangan JAT ke Lanud ini merupakan pertama kali sejak mengikuti ajang Singapore Airshow 2014, yang berlangsung di Bandara Changi 11 hingga 16 Februari. Dan mengisi acara Gebyar Dirgantara Selasa (18/2/2014) di Palembang.

Pesawat ini sempat tertahan beberapa hari di pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma. Hal ini dikarenakan guyuran abu yang mendera DI Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Kedatangan pesawat yang didominasi warna merah putih yang dipimpin oleh Kol Pnb Wahyu Anggono, SE. Serta Flight Leader adalah Mayor Pnb Ferry Yunaldi ini, disambut oleh Komandan Wingdik Terbang Kol Pnb Ir Bob H Panggabean.

Tuesday, December 24, 2013

LT-200: Kisah Pesawat Latih Buatan Dalam Negeri

Hampir empat puluh tahun yang lalu pernah ada usaha untuk membuat pesawat latih sendiri agar dapat memenuhi kebutuhan pilot sipil dan militer di Indonesia.

Pada awal 1970-an, Lipnur (Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio) hampir menyelesaikan produksi 44 unit Gelatik, pesawat yang merupakan tahapan alih teknologi berdasarkan lisensi dari PZL-104 Wilga dari Polandia.

Direktur Lipnur saat itu Marsma Ir Sugito berpikir program apa selanjutnya setelah Gelatik untuk mengisi kegiatan unit produksi pesawat milik TNI AU ini.

Sayangnya kondisi politis dan ekonomi pada waktu itu tidak memungkinkan membuat program seperti Gelatik, mengingat untuk memroduksi pesawat lisensi, membutuhkan biaya sampai puluhan juta dolar ditambah lagi ada batasan produksi. Mendesain pesawat sendiri tentunya membutuhkan waktu lama dengan ada kemungkinan gagal.

Monday, December 09, 2013

Enam Pesawat Latih Grob Tiba


Pesawat latih mula G 120TP-A (photo : krjogja)

Tanggal 8 November lalu TNI AU kembali menerima enam pesawat latih Grob G 120TP-A dari Jerman, sehingga jumlah pesawat latih ini sudah 10 unit tiba di Indonesia. 

Delapan unit berikutnya menyusul dikirimkan.

Thursday, November 21, 2013

Irkut Presentasikan Yak-130 Di Ranahan Kemhan

http://www.rusarmy.com/wallpapers/avia2/yak-130/yak-130_800%20001.jpg
Yak 130 Rusia
Jakarta : Kepala Badan Sarana Pertahanan (Ka Baranahan) Kementerian Pertahanan Laksda TNI Ir. Rachmad Lubis membuka presentasi produk pertahanan “YAK-130” yang dibuat oleh Rusia. (20-11-2013) di gedung D.I Panjaitan Perkantoran Kemhan Jakarta, yang disampaikan oleh Mr. Oleg Demchenko beserta anggota delegasi Irkut Corporation, Rusia.

Dalam sambutannya Ka Baranahan mengatakan ucapan “Selamat Datang” kepada Mr. Oleg Demchenko beserta anggota delegasi Irkut Corporation, Rusia, demikian juga kepada seluruh undangan, semoga paparan ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi kedua negara dalam meningkatkan kerjasama bidang pertahanan di masa-masa mendatang.

Friday, November 08, 2013

Pengiriman Batch Ke-4 Pesawat T50i GE Tiba Di Lanud Iswahjudi


Magetan  :  Hingga awal bulan November 2013, PT Korean Aerospace Industries (KAI), sudah mengirimkan 8 unit pesawat tempur T-50i Golden Eagle, ke Lanud Iswahjudi, dari 16 yang dipesan oleh pemerintah Indonesia, setelah dua pesawat yang diterbangkan langsung dari Korea Selatan mendarat mulus di runway Lanud Iswahjudi, Rabu (6/11).

Kedatangan dua pesawat tersebut di sambut oleh Kepala Dinas Operasi Kolonel Pnb Djoko Hadipurwanto, Kadispers Letkol Pnb Ian Fuadi dan Komandan Skadron Udara 15, Letkol Pnb Wastum, di main aprron Skadron Udara 15.

Monday, October 21, 2013

12 South Korea Fighter Jets Ready For Delivery To Philippine

manila : The Philippine and South Korean governments have agreed to fast-track Manila’s procurement of 12 lead-in fighter jets aimed at upgrading the defense capabilities of the Philippine Air Force (PAF).

President Aquino yesterday said the acquisition of the FA-50s for P18.9 billion had the approval of President Park Geun-hye.

“Both sides have agreed to expedite the purchase and the delivery of these planes,” Aquino told Manila-based reporters at the Grand Hyatt Hotel here.

Wednesday, October 16, 2013

Dengan T50i GE Indonesia Menuju "World Class Air Force"

Jakarta : 11 September lalu, dua T-50i Golden Eagle menjejakkan roda-roda pendaratnya di Pangkalan Udara TNI AU Balikpapan, sebagai bagian penerbangan ferry-nya dari manufakturnya di Korea Aerospace Industries, Sacheon, Korea Selatan, menuju Indonesia.

Itu pendaratan pertama Golden Eagle itu, dua pesawat lagi mendarat pada 26 September 2013 di Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, "rumah" barunya. 

Bagi TNI AU, kehadiran Golden Eagle itu memiliki arti khusus karena akan mendekatkan cita-cita dan visi mereka pada predikat World Class Air Force, sejalan peta jalan pertahanan Indonesia melalui TNI yang menetapkan pada 2014 sudah berada pada status kekuatan minimum esensial arsenalnya.

Golden Eagle yang dibeli baru sebanyak 16 unit itu akan menggantikan peran seniornya, Hawk Mk-53 buatan Inggris, yang berdinas sejak 1970-an di Skuadron Udara 15 Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, Jawa Timur.

Semula, ada lima kandidat yang dilirik Kementerian Pertahanan sesuai keperluan spesifikasi dari pengguna, TNI AU.

Friday, October 11, 2013

Sejarah Perjalanan Generasi Pesawat Latih TNI AU

Datangnya pesawat jet latih T-50 Golden Eagle mengisi jajaran alutsista TNI AU memberikan harapan baru dalam upaya pembangunan kekuatan dirgantara nasional. Pesawat Lead in Fighter Trainer (LIFT) generasi terbaru ini diharapkan menjadi jenjang untuk meningkatkan kapabilitas para penerbang tempur TNI AU di masa sekarang dan mendatang. T-50 merupakan jenis jet latih ketujuh yang dioperasikan TNI AU setelah de Haviland Vampire, MiG-15 UTI, L-29 Dolphin, T-33A T-Bird, Hawk Mk.53, dan Hawk 109. Berikut selayang pandang tujuh jet latih TNI AU dan perjalanan panjang penantian T-50. Disiapkan oleh Roni Sontani dilengkapi tulisan Rangga Baswara dan Setiyo Nugroho.


Angkasa : HUT TNI ke-68 pada 5 Oktober tahun ini ditandai kado istimewa dengan telah berdatangannya beberapa alutsista baru melengkapi kekuatan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Upaya pemerintah menggelontorkan anggaran untuk memperkuat alutsista yang dibutuhkan ketiga matra TNI ini patut diberi acungan jempol dan dukungan. Bagaimana pun Tentara Nasional Indonesia membutuhkan alutsista-alutsista yang sesuai dengan perkembangan zaman, selain pengembangan sumber daya manusia yang harus terus ditingkatkan.


Khusus TNI AU, datangnya pesawat EMB-314 Super Tucano yang menggantikan OV-10F Bronco di Skadron Udara 21, lalu CN295 yang menggantikan Fokker 27 di Skadron Udara 2, pesawat Latih Dasar Grob G 120TP-A yang akan menggantikan pesawat AS-202 Bravo dan T-34C Turbo Mentor di Skadron Pendidikan 101, merupakan bagian dari pesawat-pesawat baru yang dibeli Indonesia dan telah datang secara bertahap.

Monday, October 07, 2013

Vulcan M197 20mm: Senjata “Organik” T-50i Golden Eagle TNI AU


M-197 Gatling Gun
M-197 Gatling Gun
Bicara seputar update alutsista di matra udara, selain hadirnya formasi lengkap 16 jet Sukhoi Su-27/Su-30 di skadron udara 11. Dalam waktu yang bersamaan, publik juga tengah dibuat kagum dengan berdatangannya jet latih lanjut dari Korea Selatan, T-50i Golden Eagle. Secara bertahap 16 unit T-50i Golden Eagle berdatangan ke lanud Iswahjudi, hingga ditargetkan jet buatan KAI (Korea Aerospace Industries) ini akan komplit diterima sang user, yakni skadron udara 15 pada akhir tahun 2013 ini.
Ditilik dari spesifikasinya, T-50i punya dua peran utama, yakni sebagai pesawat jet latih lanjut (advance trainer) dan sebagai pesawat jet tempur multirole. Dengan adanya dua kemampuan tersebut, skadron udara 15 seolah menjadi ‘naik kelas,’ bukan saja mengemban peran sebagai skadron latih, tapi juga punya kemampuan meng-handle tugas-tugas pertempuran, baik  misi combat air to air dan air to ground. Identitas pesawat di skadron 15 pun berubah karenanya, bila sebelumnya dengan armada jet Hawk MK.53 label yang disematkan adalah LL (latih lanjut), maka di sayap ekor T-50i terlihat jelas identitas TT (tempur taktis). Ini artinya T-50i diposisikan sama halnya dengan jet Hawk 100/200 yang ada di skadron 1 dan skadron 12. Atau dimasa lalu, tugas ini diemban oleh A-4E Skyhawk.
Kupasan atau bedah sosok elang penempur asal Negeri K-Pop ini sudah banyak diulas oleh beragam media. Selain unsur avionic yang canggih, sesuai standar jet tempur generasi keempat, keunggulan T-50i juga pada adopsi aneka ragam senjata. Bila jet lawas Hawk MK.53 tidak bisa menggotong rudal, maka T-50i justru punya seabreg sista, bahkan etalase senjata yang bisa dibawa setara dengan F-16 Fighting Falcon.

Friday, September 27, 2013

Pesawat Tempur T-50i Terbang Perdana di Lanud Iswahjudi


Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Wastum, mengacungkan jempol sebagai tanda sukses setelah terbang perdana dengan pesawat T-50i, Kamis (26/9). (Foto. Pentak Lanud Iswahjudi)

26 September 2013, Magetan: Komandan Skadron Udara 15 Letnan Kolonel Pnb Wastum, melaksanakan terbang perdana dengan pesawat tempur T-50i Golden Eagle, di area terbang Lanud Iswahjudi, Kamis (26/9).

Terbang perdana dilaksanakan Komandan Skadron Udara 15 Letnan Kolonel Pnb Wastum, dengan menggunakan pesawat T-50i Golden Eagle TT 5003, bersama penerbang dari Korean Aerospace Industries (KAI), Letkol (Ret) Khang Cheol, sedangkan Mayor Pnb Marda Sarjono bersama Letcol (Ret) Dong Kyu Lee, menggunakan pesawat T-50i TT 5004.

Monday, September 23, 2013

Grob G-120 TP-A Resmi Gantikan AS-202 Bravo Dan T-34 Charly

SLEMAN : Sebanyak 18 unit pesawat latih Grob G-120 TP-A buatan pabrik Grob Aircraft di Tussenhausen Mattsies Federasi Jerman akan memperkuat TNI AU menggantikan pesawat latih AS-202 Bravo dan T-34 Charly yang telah lebih dari 30 tahun mengabdi dalam mencetak pilot-pilot handal TNI Angkatan Udara.
Ke-18 pesawat Grob G-120 TP-A tersebut akan ditempatkan di Skadron Pendidikan (Skadik) 101 Wingdikterbang Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta yang akan berdampingan dengan Skadik 102 dengan Pesawat KT-1B Wong Bee.
Empat dari 18 pesawat Gorb G120 TP-A diserahkan dari pemerintah Jerman kepada Kemhan, kemudian dari Kemhan diserahkan kepada TNI AU yang disaksikan Menhan RI. Purnomo Yusgiantoro, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Kasum TNI Marsdya Boy Sahril Qamar dan Komisi I DPR RI Marsdya (Purn) Basri Sidehabi, di Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta. Jum’at (20/9).

Saturday, September 21, 2013

Pesawat Latih Grob G120TP-A Alutsista Baru TNI AU


4 Pesawat Latih Grob G120TP-A, tiba di Lanud Adisucipto (photo:Kemhan)
4 Pesawat Latih Grob G120TP-A, tiba di Lanud Adisucipto (photo:Kemhan)
Empat dari 18 pesawat latih Grob G120TP-A yang dipesan pemerintah Indonesia telah tiba di Yogyakarta. Empat pesawat tersebut diserahterimakan dari Kementerian Pertahanan kepada TNI AU di Lanud Adisucipto Yogyakarta, Jumat (20/9/2013). Pesawat buatan Jerman ini untuk mengganti pesawat latih sebelumnya yang menggunakan AS-202B Bravo dan T-34C Charlie.
Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan, 18 pesawat datang secara bertahap, saat ini 4 pesawat, kemudian akhir tahun 2013 datang 6 pesawat dan awal 2014 datang 8 pesawat. Tahun 2014, sebelum kabinet sekarang berakhir, TNI AU telah memiliki 18 pesawat latih Grob G 120TP-A.
“Pesawat ini bagian dari program pembangunan kekuatan TNI yang dirancang dalam waktu 15 tahun. Akhir kabinet nanti akan disaksikan tambahan kekuatan TNI AU yang cukup signifikan,” ujar Purnomo Yusgiantoro, saat serah terima pesawat Latih Grob G 120TP-A kepada TNI AU di Lanud Adisucipto Yogyakarta.

Serah Terima Pesawat Grob G120TP-A



Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kiri) didampingi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menggelar jumpa pers setelah acara serah terima pesawat Grob G120TP-A di Hanggar Skadron Didik 101, Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/9/2013). Kementerian Pertahanan memesan 18 pesawat yang diproduksi perusahaan Grob Aircraft, Jerman, tersebut untuk menggantikan Pesawat Latih Mula AS-202 Bravo dan Pesawat Latih Dasar T-34C.


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) didampingi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia meninjau pesawat Grob G120TP-A pada acara serah terima pesawat tersebut di Hanggar Skadron Didik 101, Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/9/2013). Kementrian Pertahanan memesan 18 pesawat yang diproduksi perusahaan Grob Aircraft, Jerman, tersebut untuk menggantikan Pesawat Latih Mula AS-202 Bravo dan Pesawat Latih Dasar T-34C.

TNI AU Resmi Diperkuat Pesawat Latih Grob G120TP-A Jerman


Di Hanggar Skadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto, empat pesawat Grob G120TP-A buatan pabrik Grop Aircraft Tussenhausen Mattsies Federasi Jerman, diserah terimakan ke Pemerintah Indonesia Jumat (20/09/2013). 

Selanjutnya Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyerahkan pesawat ini kepada Kabaranahan Kemhan Laksamana Muda TNI Rahmat Lubis dan selanjutnya, diserahkan kepada Aslog Panglima TNI yang diwakili Wa Aslog Panglima TNI kemudian diserahkan kepada Aslog Kasau Marsda TNI Ida Bagus Anom.

Pesawat Grob G120TP-A dipastikan akan menggantikan pesawat-pesawat generasi sebelumnya yaitu Pesawat AS 202 Bravo dan T 34 Charlie yang akan disesuaikan silabus pendidikan mendatang. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 439 km/jam (237 knot) dan bermesin turbo prop menggunakan mesin Roll Roys tipe 250-B17F dengan lima baling-baling,"

Kemhan Serahkan Empat Unit Pesawat Latih Grob ke TNI AU


(Foto: Pentak Lanud Adisutjipto)

20 September 2013, Yogyakarta: Kementerian Pertahanan secara resmi menyerahkan empat unit pesawat latih Grob G-120TP-A untuk TNI Angkatan Udara. Empat unit pesawat latih tersebut merupakan bagian dari 18 pesawat latih Grob G-120TP-A yang dipesan oleh Kemhan dari perusahaan Grob Aircraft, Jerman pada tahun 2011.

Keempat pesawat dengan nomor registrasi LD 1201, LD 1202, LD 1203 dan LD 1204 diserahkan secara simbolis melalui penandatanganan naskah berita acara serah terima oleh Kepala Badan Saran Pertahanan Kemhan Laksda TNI Rachmad Lubis kepada Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Joko Sriwidodo, selanjutnya diserahkan kepada Aslog Kasau Marsekal Muda TNI Ida Bagus Anom Manuaba, Jum’at (20/9) di Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta. Sebelumnya, dilaksanakan penyerahan dari pihak Grob Aircraft kepada Kemhan yang dilaksanakan secara simbolis berupa penyerahan Log Book pesawat latih Grob G-120TP-A.

Friday, September 20, 2013

Empat Pesawat Latih Grob Akan Diserahterimakan Besok


Hari Jumat (20/9/2013) besok rencananya akan berlangsung acara penyerahan empat unit pesawat Grob G120TP-A dari Grob Aircraft Company Germany kepada Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro yang kemudian diserahkan kepada pihak TNI AU. Acara penyerahan berlangsung di Pangkalan Udara TNI AU Lanud Adi Sucipto dengan dihadiri oleh CEO Grob Company, Ka Baranahan Kemhan, Aslog Pangti serta Aslog Kasau.
 
Rencananya, acara penyerahan akan diisi dengan sejumlah agenda seremonial. Antara lain, serah terima log book pesawat dan penandatangan berita acara, penyerahan log book pesawat secara simbolis dari Grob Aircraft kepada Ka Baranahan Kemhan, acara pembukaan selubung pesawat oleh Menteri Pertahanan RI, pembukaan cover lambang Skadron 101 pada pesawat Grob G120 TP-A oleh Menteri Pertahanan RI serta penandatanganan naskah berita acara serah terima Pesawat Grob G120 TP-A oleh Ka Baranahan Kemhan kepada Aslog Pangti dilanjutkan dari Aslog Pangti kepada Aslog Kasau.

Friday, September 13, 2013

Dua Pesawat Tempur T-50i Perkuat TNI AU


Dua dari 16 unit pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle pesanan TNI AU tiba dari Korea Selatan di Lanud Iswahjudi Rabu, 11 September 2013.

T-50i Golden Eagle tiba di Lanud Iswahjudi
Pesawat T-50i Golden Eagle disambut semprotan air setibanya di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jatim, Rabu (11/9).
(Foto:ANTARA/Siswowidodo/zn via Metrotvnews)
Pesawat buatan Korea Aerospace Ind. Ltd (KAI) tersebut diterima langsung oleh Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriyatna di Lanud Iswahjudi Madiun yang didampingi oleh pejabat Kemenhan, wakil Vice president KAI, Komandan Lanud Iswahjudi beserta Staf.

Dua T-50i yang diterbangkan secara ferry menempuh perjalanan dari Bandara Sacheon Korea Selatan, Taiwan, Philipina, masuk ke Indonesia melalui Bandara Sepinggan Balikpapan lalu selanjutnya menuju Lanud Iswahjudi Madiun. Pesawat dengan nomor seri TT-5003 diterbangkan oleh Mr. Khang,Cheol (front) dan Mr. Kwon Huiman (rear) serta TT 5004 dipiloti oleh Mr. Lee, Dongkyu (front) dan Mr. Shin, Donghak (rear).

Hiruk pikuk kedatangan pesawat T-50i ini memang sudah terlihat sejak seminggu terakhir, dengan tibanya 29 kontainer yang berisi suku cadang dan alat pendukungnya ke Lanud Iswahjudi.

Dua T-50i Golden Eagle Tiba di Indonesia


Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriatna mengalungkan bunga kepada para penerbang Korean Aerospace Industries (KAI), Rabu (11/9). (Foto : Pentak Lanud Iswahjudi)

11 September 2013, Magetan: Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, menyambut kedatangan pesawat T-50i Golden Eagle, yang diterbangkan langsung dari Korea menuju Lanud Iswahjudi oleh penerbang dari Korea Aerospace Industries, di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Rabu (11/9).

Sebelas September 2013 merupakan hari bersejarah bagi Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, setelah penantian yang panjang akhirnya pesawat Tempur T-50i Golden Eagle, dengan kode TT (Tempur Taktis) tiba yang akan menggantikan pesawat Hawk MK-53 yang dioperasionalkan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. Pesawat T-50i Golden Eagle diterbangkan secara ferry oleh penerbang MR. Kwon Huiman, MR. Lee Dongkyo, MR. Khang Cheol, MR. Shin Donghak dari negara asalnya Korea Selatan dari Korea Aerospace Industries (KAI) menuju Indonesia dengan tail number TT 5003 dan TT 5004.

Thursday, September 12, 2013

Pesawat T-50i Golden Eagle Gantikan HAWK Mk-53


Sebelum menyentuh Landasan pacu Lanud Iswahjudi, kedua pesawat Tempur T-50i Golden Eagle, di-escort di East Area Iswahjudi Aerodrome oleh dua pesawat Hawk MK-53 yang diterbangkan oleh Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Wastum, Mayor Pnb Hendra, Kapten Pnb Gultom dan Lettu Pnb Yudistira. Setelah Joint Up, Hawk Flight akan mengambil alih kepemimpinan (taking the lead), membentuk Box Formation melaksanakan Fly Pass diatas hanggar Skadron Udara 15, sebanyak dua kali dari arah yang berbeda.

Madiun – Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II, Marsekal Muda TNI Agus Supriatna mengatakan pesawat T-50i Golden Eagle yang dipesan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dari Korean Aersospace Industries (KAI) sudah mulai diterima, Rabu 11 September 2013. "Dua unit dari 16 yang dipesan sudah datang,’’ kata Agus di Landasan Udara Iswahjudi, Maospati, Kabupaten Magetan.

Adapun 14 pesawat yang dikhususkan untuk latihan tempur akan tiba secara berkala dalam dua pekan sekali. Dia berharap hingga akhir 2013 nanti seluruh pesawat tersebut sudah masuk di skadron udara 15 Lanud Iswahjudi. "Pesawat ini akan menggantikan pesawat HAWK Mk-53,’’ ujarnya.

Wednesday, September 11, 2013

Pesawat T-50i Golden Eagle Perkuat Armada Tempur TNI AU


T50i dengan nomor seri TT5003
DUA dari 16 unit pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle pesanan TNI AU akan tiba dari Korea Selatan ke Lanud Iswahjudi Rabu (11/9). Pesawat buatan Korea Aerospace Ind. Ltd (KAI) tersebut akan diterima langsung oleh Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriyatna di Lanud Iswahjudi Madiun yang didampingi oleh pejabat Kemenhan, wakil Vice president KAI, Komandan Lanud Iswahjudi beserta Staf. Hiruk pikuk kedatangan pesawat tersebut, sudah terlihat sejak seminggu terakhir, dengan tibanya 29 kontainer yang berisi suku cadang dan alat pendukungnya ke Lanud Iswahjudi.

Rencananya dua pesawat tempur taktis T- 50i yang diterbangkan secara ferry ini akan menempuh perjalanan dari Bandara Sacheon Korea Selatan, Taiwan, Philipina, masuk ke Indonesia melalui Bandara Sepinggan Balikpapan lalu dilanjutkan ke Lanud Iswahjudi Madiun. Pesawat dengan nomor seri TT-5003 diterbangkan oleh Mr. Khang,Cheol (front) dan Mr. Kwon Huiman (rear) serta TT 5004 dipiloti oleh Mr. Lee, Dongkyu (front) dan Mr. Shin, Donghak (rear).

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...