Showing posts with label amerika serikat. Show all posts
Showing posts with label amerika serikat. Show all posts

Tuesday, December 24, 2013

Penempatan 60% Tentara AS di Australia : 8 Tahun Lagi, Perang Beralih ke Asia Pasifik!



TGR :   Persiapan Tahun 2020: Penempatan 60% Militer AS di Australia Fokus ke Asia, Penyadapan Antar Negara Marak Pula, “Zona Perang” AS dari Timur Tengah Kini Beralih ke Asia.
Worst Case Scenario: Sudah Siap Perangkah Indonesia?

Peneliti: AS Fokus ke Asia, Beban Indonesia Kian Berat?


“Belum ada negara ASEAN yang punya kemampuan seperti Indonesia.!” (Professor Ann Marie Murphy, peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Columbia University)
Langkah pemerintah Amerika Serikat mengubah fokus mereka ke Asia akan semakin membebani Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN. Indonesia dituntut memainkan peranan pendorong dan penyeimbang berbagai konflik di Asia.

Hal ini disampaikan oleh Professor Ann Marie Murphy, peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Columbia University.

Menurut Murphy, Indonesia akan memiliki peran penting dalam menyokong ASEAN dari belakang.

“Amerika Serikat menganggap Indonesia adalah perekat yang menjaga persatuan Asia Tenggara. Sejak zaman Soeharto memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas regional dan menjaga kesatuan antar negara Asia,” kata Murphy pada Forum Terbuka USINDO, Jakarta, 24 Juni 2013.

Keterlibatan AS di Asia yang mendukung negara-negara sekutunya akan membuat konflik semakin panas. Penambahan pasukan AS di Asia juga membuat ketegangan meningkat.

Sunday, December 15, 2013

NKRI Sudah Terkepung 13 Pangkalan Militer Amerika Serikat

“Sama seperti saat Irak akan digempur melalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh  pangkalan-pangkalan AS yang berada di Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.”~ Connie Rahakundini Bakrie, pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia.



Rencana Amerika Serikat (AS) menggeser 60 persen kekuatan militernya ke kawasan Asia Pasifik hingga tahun 2020 mendatang, membawa implikasi besar bagi kawasan ini, termasuk Indonesia.

Tuesday, November 12, 2013

USS Gerald Ford, Kapal Induk Baru Amerika Serikat



Washington DC : Angkatan Laut AS, Sabtu (9/11/2013), meresmikan kapal induk baru USS Gerald Ford, sebuah kapal besar yang dibangun dengan biaya mahal di tengah masa penghematan anggaran.

Putri mantan presiden AS, Susan Ford Bales, memecahkan botol sampanye dalam upacara peresmian di pelabuhan Newport News, Virginia, tak jauh dari pangkalan AL Norfolk.

"Semoga Tuhan memberkati dan menjaga USS Gerald Ford, mereka yang membangunnya dan mereka yang berlayar bersama kapal ini," ujar Susan Ford sebelum memecahkan botol sampanyenya.

Selain Susan Ford, sederet tokoh ternama, teman dan kerabat mendiang Presiden Ford juga memberikan sambutan dalam peresmian itu, yang sekaligus peringatan terhadap kehidupan Ford, presiden AS ke-38.

Saturday, November 02, 2013

Amerika Kembangkan Drone Hipersonik SR-72, Suksesor SR-71 'Blackbird'


Desain SR-72
 Washington : Perusahaan pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin, memecah keheningan dengan berencana untuk mengembangkan pesawat hipersonik tanpa awak yang diusulkan untuk misi pengintaian dan penyerangan jarak jauh militer AS di masa depan. Lockheed Martin mengatakan, pihaknya siap memulai pengembangan pesawat hipersonik tak berawak SR-72 yang bisa digunakan Angkatan Udara AS pada 2030. 

Usulan pengembangan drone ini sebagai tindak lanjut dari pengembangan pesawat pengintai strategis tercepat Angkatan Udara AS SR-71 'Blackbird' (kecepatan Mach 3) yang dikembangkan oleh desainer legendaris Clarence "Kelly" Johnson, chief designer dari Lockheed Martin Skunk Work di era 60-an.
 

 
 
Sebagai drone hipersonik, SR-72 akan terbang dengan kecepatan hingga Mach 6 (7.350 km/jam), atau enam kali kecepatan suara. Pada kecepatan ini, laju drone akan sangat cepat sehingga musuh tidak memiliki waktu untuk bereaksi atau menghindar. SR-72 kemungkinan baru bisa beroperasi pada 2030. 

Thursday, October 24, 2013

Militer Amerika Mulai Merapat ke Wilayah Sekitar Indonesia



“Keberadaan kapal perang AS di Singapura dan pangkalan militer AS di Darwin, membuat Indonesia diapit oleh kekuatan AS di timur dan barat”

Dengan menggunakan USS Freedom, Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), Kamis (18/4) pukul 10.00 WIB, merapat di Changi, Singapura. Ini membuktikan “janji” AS, yang disampaikan melalui keterangan pihak Kedutaan Besar AS di Indonesia, Mei 2012 lalu, bahwa kapal militer AS akan merapat di wilayah Asia Tenggara pada musim semi 2013. Kapal ini akan berada di sekitaran wilayah Pasifik seluas lebih dari 124 juta km persegi, selama 10 bulan.
USS Freedom

Direktur Eksekutif dari Singapore Institute of International Affairs, Nicholas Fang, seperti dilansir BBC, mengatakan, ini masalah menyeimbangkan kembali strategi AS terhadap Asia. AS, kata Fang, ingin mempertahankan jalur perdagangan laut yang penting bagi perdagangan global dan ekonomi AS. Karena itu, AS merasa berkepentingan untuk mempertahankan stabilitas kawasan (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/18/mlfprd-as-tempatkan-kapal-perang-di-singapura-ada-apa).

USS Freedom adalah kapal tempur yang dirancang untuk berperang dekat dengan pantai, atau disebut juga dengan kapal tempur daerah pesisir (Littoral Combat Ships/LCS). Kapal ini merupakan kapal pertama yang datang untuk 10 bulan pertama. Berdasarkan kesepakatan dengan Singapura, USS Freedom akan dirotasi setiap 10 bulan dengan tiga kapal perang AS lainnya untuk bertugas di perairan ini.

Di Asia Tenggara, kapal ini tergabung dalam armada ke-7 yang radius patrolinya mencapai 124 juta kilometer persegi di Pasifik, mencakup 35 negara maritim. Pangkalan armada ini di Yokosuka, Jepang. Saat sandar di pangkalan angkatan laut Changi di timur Singapura, USS Freedom terlihat seperti raksasa. Padahal, kapal ini salah satu kapal tempur terkecil yang dimiliki AS. Kru di dalamnya tidak terlalu banyak, kurang dari 100 orang (http://dunia.news.viva.co.id/news/read/406285-jaga-asia--as-turunkan-kapal-perang-ke-singapura).

Monday, October 14, 2013

Apakah Pesawat-Pesawat Pembom AS Siap Digunakan?


B-2 Spirit

Washington : B-2 Spirit dianggap sebagai pesawat pembom siluman yang paling mampu menghindari sistem pertahanan musuh yang paling modern saat ini. Tidak ada masalah disitu, yang menjadi masalah adalah perihal pemotongan anggaran pertahanan.

Dari 20 unit B-2 Spirit yang ada, hanya 16 unit yang beroperasi, itupun hanya pada waktu-waktu tertentu mengikuti jadwal perawatan. Bahkan informasi terbaru menyebutkan bahwa kini hanya ada 6 unit B-2 yang siap dioperasikan AS. Selain itu dari jumlah tersebut, sebagian besar B-2 terus menerus digunakan untuk latihan tempur, sehingga jumlah B-2 yang siap tempur semakin sedikit.

B-2 Spirit diklaim sebagai pembom siluman yang paling mutakhir di planet ini. AS sudah menggunakannya sejak 90-an dalam misi konvensional dan misi strategis, antara lain pemboman di Afghanistan, Irak, Libya, sementara terus berkontribusi untuk misi pencegahan serangan nuklir terhadap AS. Dengan kombinasi low-visibility, long-range, high-altitude capability, dan advanced weapons systems, B-2 menjadi aset berharga AS guna memerangi ancaman keamanan. Namun faktanya kini B-2 tidak lagi menerima dukungan yang dibutuhkan agar terus bisa melakukan misi-misinya.

Friday, October 11, 2013

Urgen, Angkatan Darat AS Butuh Tank Ringan

washington  : Bahkan di masa pemotongan anggaran pertahanan dan pembelian perangkat keras militer menurun tajam, petinggi-petinggi Angkatan Darat AS menekankan bahwa tank ringan adalah prioritas tinggi yang harus dibeli.









Di dalam perang, mereka berpendapat bahwa pasukan udara Angkatan Darat AS akan terjun dengan parasut di zona tempur hanya dilengkapi dengan senjata ringan, dan mungkin harus menghadapi musuh yang bersenjata berat. Sedangkan Pasukan Payung Angkatan Darat AS sejak tahun 1997 sudah tidak lagi menggunakan tank Sheridan mereka. Karena itulah mereka menginginkannya kembali. Rencananya adalah dengan melengkapi Korps Pasukan Udara XVIII (XVIII Airborne Corps) dengan armada tank ringan yang dapat diangkut dengan pesawat kargo C-130 dan diterjunkan ke medan perang.

Tank ringan ada dalam arsenal Angkatan Darat AS sejak Perang Dunia I hingga akhir Perang Dingin. Produksi tank Sheridan (16 ton) telah terhenti sejak tahun 1970 setelah sebelumnya memproduksi 1.700 unit untuk Angkatan Darat. Unit terakhir yang mengoperasikan tank Sheridan adalah Batalion 3, Resimen Armor 73d dari Divisi Airborne 82, yang kemudian tank ini dinonaktifkan menyusul "bencana" pemotongan anggaran pertahanan. Angkatan Darat AS sejatinya direncanakan mengganti tank Sheridan dengan Armored Gun System, namun baru 6 unit kendaraan diterima Angkatan Darat, program ini kemudian dihentikan.

Wednesday, October 09, 2013

AS Berhasil Cegat Rudal Balistik dengan Sistem Aegis


Sistem rudal Aegis

Badan Pertahanan Rudal (MDA), Komando Pasifik dan personil Angkatan Laut Amerika Serikat berhasil melakukan uji coba Sistem Pertahanan Rudal Balistik Aegis generasi kedua dari kapal perang USS Lake Erie (CG-70). Ini merupakan keberhasilan selanjutnya dari uji coba sebelemnya pada September lalu.

Sistem Aegis berhasil mencegat rudal balistik yang terbang di atas Samudera Pasifik dengan menggunakan rudal interseptor Standard Missile-3 (SM-3) Block IB. Target adalah sebuah rudal balistik jarak menengah yang diluncurkan sekitar pukul 19:33 waktu Hawaii, 4 Oktober 2013, dari Fasilitas Rudal Pasifik di Hawaii. Setelah peluncuran, rudal target terbang ke arah barat laut, USS Lake Erie kemudian mendeteksi dan melacak rudal target dengan radar onboard AN/SPY-1. USS Lake Erie yang sudah dilengkapi dengan Sistem Pertahanan Rudal Balistik Aegis generasi kedua, langsung meresponnya dengan meluncurkan rudal SM-3 Block IB guna mencegat rudal target, dan berhasil menghancurkannya.

Tuesday, October 08, 2013

Alutsista Baru TNI Akan Lengkap pada 2017


Alutsista Baru TNI Akan Lengkap pada 2017Jakarta - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Rukman Ahmad, mengatakan seluruh alat utama sistem persenjataan (Alutsista) baru untuk angkatannya paling lambat datang ke tanah air pada 2017 mendatang.

"Paling lambat tahun 2017 semua alutsista baru, termasuk helikopter Apache, sudah datang," kata Rukman, di halaman Monumen Nasional, Jakarta, Senin, 7 Oktober 2013. "Ini hasil konfirmasi saya kepada staf logistik Angkatan Darat."

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menyatakan, Indonesia bakal segera menerima sejumlah alutsista yang baru. Rencananya, alutsista baru itu bakal diterima pada September 2013 mendatang. "Mulai September dan Oktober ini sudah mulai berdatangan," katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2013, lalu.

Kedepan, Kekuatan Pokok TNI Akan Capai 80 Persen


13811663031627521265
Presiden bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan dalam HUT Ke-68 TNI di Jakarta
HUT Ke-68 TNI telah berlangsung secara sederhana dipimpin Inspektur Upacara Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Presiden didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasad Jenderal TNI Budiman, Kasal Laksamana TNI Marsetio dan Kasau Marsekal TNI IB Putu Dunia. Acara di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, 5 Oktober.
Tema yang diangkat pada Hari Ulang Tahun ke-68 TNI tahun ini adalah “Profesional, Militan, Solid, dan Bersama Rakyat TNI Kuat”. Tema ini secara jelas menunjukkan orientasi dan ketegasan sikap TNI dalam menjalankan tugas negara, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.
Sementara tekad “Bersama Rakyat, TNI Kuat” memiliki makna bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat adalah sumber kekuatan utama TNI dalam mengemban tugas-tugas negara. Sejarah mencatat, TNI lahir, tumbuh, dan berkembang bersama rakyat. Sejarah juga mencatat, kemanunggalan TNI – Rakyat telah menghasilkan prestasi gemilang, baik dalam mempertahankan kedaulatan negara maupun dalam peran serta menjalankan roda pembangunan.


X-47B UCAV
washington : Negara-negara di dunia saat ini berlomba-lomba dalam membangun UAV (kendaraan udara tak berawak). Mereka yakin bahwa UAV akan menjadi alutsista tempur utama di masa depan. Sebut saja China, India, Iran, Israel, Rusia, Turki dan tentu saja Amerika Serikat (AS), negara-negara inilah yang saat ini menjadi pemain dalam bidang ini.

Dari semua penelitian dan pengembangan UAV, sebagian besar dilakukan oleh AS. Namun rancangan desain UAV dari 6 negara lainnya tersebut tidak bisa dipandang sedikit, setidaknya total mereka sudah memiliki 200 lebih desain dan rancangan UAV yang sudah diproduksi dan termasuk juga yang masih dalam tahap pengembangan.


Tidak dipungkiri, AS menjadi pemain besar untuk urusan UAV, setelahnya baru China dan Israel. Perusahaan-perusahaan China kini sudah memiliki berbagai rancang desain dan produksi UAV, banyak diantaranya yang mirip dengan UAV milik AS. Israel juga sudah sejak lama menyuplai UAV untuk militernya sendiri dan untuk diekspor, dan terus mendesak pemerintahannya agar lebih agresif mendukung pengembangan UAV. Soal pengalaman tempur menggunakan UAV, Israel memang tidak kalah dari Amerika Serikat (mengingat mereka menggunakannya secara intensif terhadap pejuang Palestina). China juga telah mendorong pabrikan dirgantara mereka agar melakukan upaya apapun guna mengembangkan dan menghadirkan pasar bagi UAV buatannya. Untuk mewujudkannya, pemerintah China banyak menggelontorkan dana untuk pengembangan dan selain itu banyak teknologi rahasia UAV negara lain (terutama AS) yang diklaim dicuri oleh hacker China.

Tuesday, October 01, 2013

Indonesia, US Deepen Defense Ties Amid Exercises and Arms Deals


Leopard 2A4 TNI AD
JAKARTA : US and Indonesian military ties are growing as evidenced by US participation in the recent US-Indonesian joint-funded Coun­terterrorism Exercise (CTX) held Sept. 5-13 at Indonesia’s peacekeeping forces training center in Sentul, West Java.

Participants included all special operations forces of the 10 Association of Southeast Asian Nations member countries, plus eight counterpart states: the US, Australia, New Zealand, Japan, South Korea, China, India and Russia.

However, Indonesia’s best special operations force, the infamous Kopassus, was excluded from participating in the CTX due to past US complaints about human rights abuses by the unit during the 1999 East Timor crisis, in which civilians were murdered, kidnapped and tortured.

The Indonesian National Armed Forces (TNI) is implementing military modernization efforts, but excluding Kopassus remains a problem, experts say. The TNI suffered from the US arms embargo after the 1999 crisis. The Kopassus are the best trained and disciplined unit within TNI, and exclusion from training opportunities by the US will be difficult.

Monday, September 30, 2013

Jenderal AS: China Tantangan Utama Kekuatan Udara AS


Armada kapal selam kelas Song China

Sebagaimana China telah meningkatkan teknologi dan peralatan militernya, Komando Pasifik Angkatan Udara AS (PACAF) harus meresponnya, bahkan meskipun bukan karena China, Komandan PACAF mengatakan pada Rabu, 18 September lalu.

"Mungkin kita belum berhadapan dengan China, namun kita akan berhadapan dengan barang-barang (alutsista yang) mereka (jual pada negara lain)," kata Jenderal Herbert Carlisle saat presentasi di konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Udara AS di National Harbor, Maryland, AS.

Carlisle, yang sudah lebih satu tahun mengambil alih tampuk komando "teater" Pasifik, mengatakan "bahwa musuh dan musuh potensial telah melihat apa yang bisa dilakukan Angkatan Udara AS dan mereka bertujuan untuk mencegah agar kita menjauh sejauh yang mereka bisa."

Tidak hanya Carlisle yang memunculkan momok bahwa China akan menjadi tantangan utama AS.

Wednesday, September 25, 2013

Jet Tempur F-16 Lepas Landas Tanpa Pilot




Liputan6.com, Florida: Pabrik pesawat Boeing menguak uji coba terbaru, yang mengubah jet tempur yang tak lagi digunakan di medan perang menjadi pesawat tanpa awak (drone)

Salah satu armada F-16 bikinan Lockheed Martin telah melakukan penerbangan perdana dengan kokpit kosong, pekan lalu, dengan rute dari pangkalan udara di Florida menuju Teluk Meksiko. Kendali dilakukan oleh 2 pilot Angkatan Udara AS yang ada di darat.

Boeing mengatakan, inovasi tersebut bisa digunakan untuk membantu pelatihan pilot, juga menyediakan 'musuh' untuk jadi sasaran tembak dalam latihan.
Jet tempur yang digunakan -- yang sebelumnya teronggok di Arizona selama 15 tahun -- terbang di ketinggian 40 ribu kaki atau 12,2 kilometer, dengan kecepatan Mach 1.47 atau 1.800 km/jam.

Tuesday, September 24, 2013

F-35, Pesawat Generasi Kelima namun Menggunakan Ban Generasi Pertama?


F-35B

Pengembang F-35 "Lockheed Martin Corp" mengakui bahwa F-35 adalah puncak teknologi dari lima dekade pengembangan pesawat tempur. F-35 berteknologi siluman terbaru, berkecepatan supersonik, kelincahannya ekstrim dan dilengkapi dengan perlengkapan radar yang tercanggih saat ini. Namun tampaknya para pengembang lupa dengan ban yang dipakai F-35.

Seorang petinggi Angkatan Udara Amerika Serikat, Letnan Jenderal Christopher Bogdan, yang juga mengawasi program Joint Strike Fighter (F-35) dari Departemen Pertahanan AS, pekan lalu mengatakan bahwa beberapa bagian dari F-35 seringkali mengalami kerusakan. Ketika reporter menanyakannya, Bogdan menjawab: "contohnya ban."

"Ban-ban tersebut terlalu sering rusak," kata Bogdan dalam sebuah konferensi di National Harbor, Maryland, 17 September 2013.

Menurut Joe Dellavedova, juru bicara dari program F-35 di Pentagon, masalah ban yang sering rusak ini hanya terjadi pada F-35 untuk Korps Marinir, yang dikenal sebagai F-35B. Berbeda dengan cara lepas landas dan mendarat F-35A untuk Angkatan Udara atau F-35C untuk Angkatan Laut, F-35B lepas landas dari landasan pacu konvensional dan pendek, dan mendarat dengan vertikal. Proses ini mengakibatkan tekanan yang besar pada ban, Dellavedova.

Saturday, September 21, 2013

AS Akan Meningkatkan Produksi Senjata Baru


Jenderal bintang tiga yang mengepalai Komando Operasi Khusus Rahasia Angkatan Udara AS, menekan para produsen senjata untuk mempercepat pengembangan senjata baru dan meningkatkan standardisasi pesawat dan alat sensor.
 

Sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (20/9), Letnan Jenderal Eric Fiel mengatakan, konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Udara AS akan dimulai pekan ini.

 

"Kita membutuhkan waktu sembilan tahun untuk mengirim manusia ke bulan. Kita bahkan tidak bisa menciptakan sistem senjata utama dalam waktu kurang dari itu," katanya dalam wawancara yang jarang terjadi dengan seorang perwira senior di salah satu unit paling rahasia Angkatan Udara AS. "Mengapa masalah itu perlu waktu yang lama?"

Upaya Peningkatan Kerjasama Pertahanan Indonesia Amerika


JBertempat di gedung Urip Sumoharjo Kemhan RI,  pertemuan bilateral antara pemerintah AS dan Pemerintah Republik Indonesia berlangsung. Pertemuan yang dihadiri  Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel beserta rombongan diterima oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro.
 
Pada kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah undangan, diantaranya Kepala Staf Angkatan Darat, Panglima Kostrad, Wakil Menhan RI, Danjen Kopassus, dan  Staf Ahli Menhan RI. Sedangkan perwakilan dari prajurit diwakili oleh beberapa prajurit Kostrad diantaranya Letkol Inf Kristomey Sianturi dan Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono.

Sunday, September 15, 2013

8 Tahun Lagi: Penempatan 60% Tentara Angkatan Laut AS di Australia


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/33/Abraham-Lincoln-battlegroup.jpg

Langkah pemerintah Amerika Serikat mengubah fokus mereka ke Asia akan semakin membebani Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN. Indonesia dituntut memainkan peranan pendorong dan penyeimbang berbagai konflik di Asia. Keterlibatan AS di Asia yang mendukung negara-negara sekutunya akan membuat konflik semakin panas. Penambahan pasukan AS di Asia juga membuat ketegangan meningkat.

AS menurunkan 60 persen kekuatan Angkatan Lautnya ke Asia. Sebanyak 500 tentara AL AS akan tugas bergilir di Darwin, totalnya akan berjumlah 2.500 tentara dalam beberapa tahun ke depan. Adu kepentingan kemudian terjadi di tubuh ASEAN.

Wednesday, August 28, 2013

US Hopes Apache Sales Will Keep Indonesia On Side



Indonesia will buy eight Apache attack helicopters off the United States, it was announced on Monday, as US Defense Secretary Chuck Hagel met Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono in Jakarta in what analysts said was a diplomatic bid to check the rise of China.

During the meeting, Yudhoyono said that Indonesia-US cooperation could enhance the prosperity of both nations, as well as have important implications for the peace and stability of Asia, according to a spokesman.

The world’s largest economy is in the process of shifting resources in Asia and the Pacific as part of a “pivot” with a view to the emergence of China.

Tuesday, August 27, 2013

Indonesia Penting Bagi Amerika



Kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel ke Indonesia semakin menegaskan posisi Indonesia yang penting di mata negeri adi daya tersebut.
 
Hal itu, terutama dalam menjaga kepentingannya di kawasan Asia. Bagi AS, Asia memiliki posisi strategis dalam kebijakan luar negerinya.

Dengan posisi strategis seperti itu, AS ingin terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan negara-negara regional termasuk Indonesia yang merupakan negara terbesar di Asia Tenggara. Hagel menilai, Indonesia adalah negara terbesar dan memiliki pengaruh cukup besar di kawasan ASEAN dan dunia.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...