Showing posts with label kapal induk. Show all posts
Showing posts with label kapal induk. Show all posts

Wednesday, January 22, 2014

China Bangun Kapal Induk Kedua



China dikabarkan membangun kapal induk kedua. Diperkirakan pembangunan kapal induk ini akan memakan waktu hingga enam tahun.

Negeri Tirai Bambu ini dikabarkan bertujuan untuk membangun setidaknya empat kapal induk. Pembangunan kapal induk tersebut, menandakan ambisi China untuk memperkuat kekuatan lautnya demi menjaga kepentingan ekonomi mereka.
 
Sebelumnya China sudah memiliki satu kapal induk yang diberi nama Liaoning. Kapal tersebut dibeli dari Ukraina pada 1998 lalu dan baru saja merampungkan uji pelayarannya.
 

Tuesday, January 07, 2014

Foto Armada Tempur Kapal Induk India. Lebih Kuat dari China?

Armada tempur kapal induk India
INS Vikramaditya (kiri) dan INS Viraat (bawah). (Kredit: Indian Navy).
Pada 5 Januari, Angkatan Laut India merilis beberapa foto kapal induk baru mereka, INS Vikramaditya. Kapal induk dengan panjang 284 meter, lebar 60 meter dan bobot benaman (displacement) 40.000 ton.

Dalam perjalanannya dari galangan kapal Sevmash di utara Rusia, menuju ke Karwar di pantai barat India, INS Vikramaditya diiringi oleh INS Trikand (frigat kelas Talwar), INS Delhi (perusak kelas Delhi), dan INS Deepak, kapal tanker, memasuki Area Operasi Angkatan Laut India di barat laut Laut Arab di mana disana ia bergabung dengan dengan sebagian Armada Barat Angkatan Laut India, diantaranya kapal induk kecil INS Viraat, dua kapal perusak kelas Delhi, tiga frigat siluman kelas Trishul, frigat kelas Godavari dan beberapa kapal lepas pantai.

INS Vikramaditya adalah kapal induk dari kelas Kiew yang pertama bertugas tahun 1987, kala itu masih bernama Baku dan menjadi bagian dari Angkatan Laut Uni Soviet. Pada tahun 1996 kapal itu dinonaktifkan dan Angkatan Laut India baru membelinya pada tahun 2004 dengan harga agregat sebesar AS$ 2,3 milyar (sekitar 28 triliun rupiah).

Tuesday, November 19, 2013

China developing 180,000-ton double-hull aircraft carrier





Qianzhan.com said in its report yesterday: China has to put an end to its old practice of following others countries’ footsteps.

Sources say that through meticulous engineering and mechanical analysis, China will conduct research and development of the first 180,000-ton double hull aircraft carrier in the world.

If successful, it will be a movable Chinese territory with maritime hegemony.
It will have a huge capacity, capable of carrying 125 J-20 fighter jets enough to destroy any existing aircraft carrier in the world.

Tuesday, November 12, 2013

USS Gerald Ford, Kapal Induk Baru Amerika Serikat



Washington DC : Angkatan Laut AS, Sabtu (9/11/2013), meresmikan kapal induk baru USS Gerald Ford, sebuah kapal besar yang dibangun dengan biaya mahal di tengah masa penghematan anggaran.

Putri mantan presiden AS, Susan Ford Bales, memecahkan botol sampanye dalam upacara peresmian di pelabuhan Newport News, Virginia, tak jauh dari pangkalan AL Norfolk.

"Semoga Tuhan memberkati dan menjaga USS Gerald Ford, mereka yang membangunnya dan mereka yang berlayar bersama kapal ini," ujar Susan Ford sebelum memecahkan botol sampanyenya.

Selain Susan Ford, sederet tokoh ternama, teman dan kerabat mendiang Presiden Ford juga memberikan sambutan dalam peresmian itu, yang sekaligus peringatan terhadap kehidupan Ford, presiden AS ke-38.

Tuesday, September 03, 2013

IZUMO CLASS, KAPAL INDUK JEPANG PEMBAWA ARMADA F35 LIGHTNING II


Pada Agustus 2013 Baru-baru ini Jepang untuk pertama kalinya memerkan kapal induk angkut helicopter terbarunya yang diberinama Izumo berkode name (DDH-183), kapal induk ini diklaim adalah yang terbesar dari salah satu kapal induk yang digunakan Jepang dalam serangan di Pearl Harbor Amerika pada perang dunia Ke II. Kapal induk Izumo di bangun atas prakarsa Japang Maritime Self Defense Force (JMSDF) menggantikan Kapal induk sejenis yakni Hyuga Class.

Kalau dilihat sepintas Kapal induk Izumo sangat mirip dengan kapal induk konvensional pada umumnya, hanya saja jepang bermaksud lain dalam menggunakan kata Helicopter sebagai hal utama yang diangkut kapal induk ini,  maksud tujuan tersembunyi jepang tersebut adalah sebagai kapal induk F35 Lighting II terbaru yang akan dimiliki Jepang dalam waktu dekat.

Wednesday, August 14, 2013

Luar Biasa, India Akan Luncurkan Kapal Induk



India akan meluncurkan kapal induk pertama buatannya, Senin (11/8/2013) ini.

Kapal induk itu, ikut menempatkan India di antara lima negara yang memiliki teknologi serupa.

Kapal INS Vikrant, akan diresmikan oleh istri Menteri Pertahanan India AK Antony, di galangan kapal Kochi, negara bagian Kerala.

Wednesday, August 07, 2013

Kerja Keras China Membangun Kapal Induk Pertamanya


Kapal induk pertama buatan China

Gambar diatas adalah gambar kapal induk pertama buatan China yang sedang dibangun untuk Angkatan Laut-nya. Gambar ini banyak beredar di internet beberapa hari terakhir. Pemimpin China memang telah secara terbuka menyatakan rencananya untuk menempatkan armada kapal induk ke laut dalam beberapa tahun mendatang.

Sejak 1970-an, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China sudah menyatakan niatnya untuk mengoperasikan kapal induk, sekaligus membangun kapal induknya sendiri. Pada tanggal 7 Juni 2011, Kepala Staf Umum PLA, Chen Bingde, menegaskan bahwa China sedang membangun kapal induk sendiri. Namun ia menyatakan tidak akan memberikan rincian lebih lanjut hingga kapal induk ini selesai.

Saturday, August 03, 2013

Agustus : India Siap Luncurkan Kapal Induk Dalam Negeri


Seorang pejabat pemerintah India baru-baru ini mengatakan kepada wartawan bahwa kapal induk buatan dalam negeri pertama India Indigenous Aircraft Carrier (IAC) akan diluncurkan pada 12 Agustus 2013.
INS Vikrant
Ilustrasi INS Vikrant, kapal induk pertama buatan dalam negeri India (Foto : Cochin Shipyard)
Kapal induk yang berbobot 40.000 ton ini dinamai dengan INS Vikrant, dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian di galangan kapal Cochin. Uji coba laut akan dilakukan setelah sepuluh bulan sejak diluncurkan pada Agustus nanti, dan baru akan siap operasional setelah lima tahun masa uji coba, menurut laporan Aviation Week.

Thursday, July 11, 2013

India Segera Luncurkan Kapal Induk Buatan Pertamanya


India berusaha meningkatkan kehadiran Angkatan Lautnya di Samudera Hindia. Salah satu langkahnya adalah dengan meluncurkan kapal induk IAC (indigenious aircraft carrier) buatan pertama India secepatnya pada bulan Agustus nanti.

INS Vikrant
Ilustrasi komputer kapal induk IAC (INS Vikrant). (Kredit foto : Indian Defence Ministry)
Uji coba laut tahap pertama kemungkinan dilakukan setelah 10 bulan sejak kapal induk ini diluncurkan Agustus nanti, kata seorang pejabat senior pemerintah India. Namun, kapal induk IAC, yang nantinya akan dinamai INS Vikrant, belum akan ditugaskan setidaknya untuk lima tahun kedepan karena terlebih dahulu harus melalui beberapa pengujian panjang.

Tuesday, May 14, 2013

KRI GusDur Kapal Induk Pertama buatan Indonesia




Selama ini Pembuatan Kapal Induk di Dominasi dan dikuasai oleh 2 Kekuatan besar dunia seperti “Rusia” dan “America Serikat”, Emang sih ada Negara lain yg memiliki Armada Kapal Induk Seperti China, India, dll tapi ya itupun dibeli dari 2 Negara Super Power Tadi.

Indonesia Sebagai Salah Satu Negara yg BESAR

Berencana membuat hal serupa kayak AS dan Rusia. Tapi anda ndak usah ketawa ya..! Emang sih ini masih rencana, dan namanya pun masih belum di publikasikan. Tapi menurut Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS Safan Badri mengusulkan pada Panglima TNI, agar KRI tersebut diberi nama KRI GusDur atau KRI Soeharto.

KRI GusDur atau KRI Soeharto sendiri udah dibuat dgn Pembuatannya adalah Perusahaan PT.PAL yg berlokasi di SURABAYA berkerja sama dgn Daewoo dari Korea

Menanti Kapal Induk Soekarno



Menanti Kapal Induk Soekarno
Tubagus Hasanuddin (JPI/Andri N)
Senayan - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS Safan Badri mengusulkan pada Panglima TNI, agar dalam pemberian nama kapal perang TNI AL dari produksi dalam negeri ke depannya dapat menggunakan nama mantan Presiden RI HM Soeharto dan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

"Saya hanya sekadar menyampaikan aspirasi dari beberapa kelompok masyarakat, yang terinspirasi  atas peresmian Kapal Selam di Surabaya dan dua  Kapal Cepat Rudal (KCR) Clurit dan KRI Kujang 642 buatan dalam negeri, di Batam, masyarakat menanyakan apakah mungkin dalam KRI berikutnya,dapat diberi nama KRI HM Soeharto dan KRI  Gus Dur," ujar Safan Badri dalam raker dengan Panglima TNI di Komisi I, Rabu (29/2).

Tuesday, March 26, 2013

Akankah Diplomasi Kapal Induk Tinggal Cerita...???


Militer Amerika Serikat (AS) mulai berpikir untuk menghentikan operasi dari kapal induk yang mereka miliki. Kapal induk tersebut dianggap sudah ketinggalan zaman dan menghabiskan banyak dana.

“Sejak muncul 1 abad yang lalu, peran strategis kapal induk kini semakin tergerus,” ujar Kapten Henry Hendrix, seperti dikutip AFP, Senin (25/3/2013).

“Kapal Induk tidak akan selamat menghadapi rudal-rudal mutakhir yang memiliki jarak tembak lebih luas serta lebih tepat sasaran,” lanjut perwira Angkatan Laut AS itu.

Tuesday, November 27, 2012

RUSIA SERAHKAN KAPAL INDUK PESANAN INDIA




Pemerintah India, Senin (26/11/2012), mengatakan Rusia akhirnya menyerahkan kapal induk bekas Uni Soviet yang diperbaiki ke negeri itu sekaligus mengakhiri perselisihan panjang yang diakibatkan membengkaknya ongkos dan penundaan pengiriman.

Kapal induk Admiral Gorshkov, kini berusia 30 tahun, akan mengisi posisi kapal induk pertama India INS Vikrant yang pensiun pada 1997 setelah bertugas sejak 1961.

Menteri Pertahanan India AK Antony kepada parlemen mengatakan akhir 2013 menjadi jadwal kedatangan kapal induk dengan bobot mati 44.570 ton itu yang oleh India akan dinamai INS Vikramaditya itu.

Saat ini, Angkatan Laut India hanya memiliki satu kapal induk yaitu INS Viraat, yang juga tak lama lagi akan pensiun. India juga sedang berencana membangun sendiri kapal induknya.

Rusia -saat masih menjadi bagian Uni Soviet- merupakan sekutu lama India. Rusia memasok 70 persen persenjataan angkatan bersenjata India. Namun, berbagai keterlambatan dan perselisihan komersial membuat New Delhi beralih ke produsen senjata lain seperti Israel, Inggris, Perancis dan Amerika Serikat.

Seharusnya, kapal induk Vikramaditya ini sudah diterima India pada Agustus 2008. Pada saat kesepakatan ditandatangani kapal itu dihargai 978,4 juta dollar AS. Namun harga itu berubah menjadi 2,3 miliar dollar AS saat dikirim pada 2012.

"Total harga kapal tetap 2,3 miliar dollar AS saat pengiriman di kuartal terakhir 2013," kata Antony.

Untuk bisa beroperasi di AL India, kapal induk ini memerlukan banyak perbaikan seperti turbin baru, sistem kabel sepanjang 2.500 km dan penguatan dek pendaratan pesawat terbang.

Di bawah kontrak kerja, galangan kapal Rusia, Sevmash, melengkapi kapal ini dengan persenjataan modern, 16 jet tempur MiG-29 dan satu skuadron helikopter anti-kapal selam.

Sevmash bersikukuh melonjaknya harga kapal karena India banyak meminta tambahan fitur yang tak terdapat dalam kontrak awal.

Pada Desember tahun lalu, Rusia juga menyerahkan kapal selam bertenaga nuklir Nerpa kepada AL India setelah mengalami penundaan selama dua tahun.





Sumber : Kompas

PENDARATAN PERDANA JET TEMPUR CHINA DI KAPAL INDUK




China berhasil melakukan pendaratan pesawat tempur pertama di dok kapal induk mereka pada Minggu waktu setempat. Namun, para ahli memperkirakan, masih butuh beberapa tahun sampai kapal induk itu beroperasi penuh.

Diberitakan Reuters yang mengutip Xinhua, pendaratan berhasil dilakukan oleh pesawat tempur multi-fungsi generasi pertama J-15 di Lianing, kapal induk pertama China. Liaoning sebelumnya adalah bekas kapal induk peninggalan Uni Soviet yang diperbarukan.

J-15 dapat membawa rudal anti-kapal perang, udara-ke-udara, dan udara-ke-darat. Kemampuan J-15 setara dengan jet Su-33 Rusia dan F-18 Amerika Serikat. Tidak disebutkan dimana pendaratan itu dilakukan.

Menurut laporan People's Daily, Liaoning dapat memuat 30 pesawat J-15 dan mengangkut sekitar 2.000 kru kapal. Liaoning sendiri berhasil melakukan uji pelayaran pertamanya pada Agustus tahun lalu.

Dalam laporan penilaian kemampuan militer China oleh Pentagon, AS, walaupun China berhasil mendaratkan jet di kapal itu, namun masih perlu bertahun-tahun untuk megoperasikannya secara penuh.

"Masih perlu bertahun-tahun untuk China dalam mencapai kemampuan tempur, bahkan yang terminimal, untuk kapal induknya," tulis Pentagon.

Menurut perkiraan Pentagon, saat ini China tengah membuat kapal induk buatan mereka sendiri yang diprediksi siap berlayar pada 2015. "China akan membangun banyak kapal induk dan kapal pendukung lainnya dalam sepuluh tahun ke depan," tulis Pentagon.

Kapal induk baru dimiliki oleh angkatan laut Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris yang diluncurkan hampir seratus tahun lalu. AS adalah negara satu-satunya yang punya lebih dari satu kapal induk, yaitu 11 kapal.




Sumber : Vivanews

Thursday, November 22, 2012

CHINA TEROBSESI BUAT KAPAL INDUK SENDIRI




China State Shipbuilding, satu galangan kapal terbesar di China berharap negaranya bisa segera membuat sendiri kapal induk. Ambisi China menjadi kekuatan maritim besar dunia semakin nampak, apalagi klaim sepihak atas Laut China Selatan memerlukan dukungan arsenal laut secara masif. 

Harian China Daily, Selasa, melaporkan tentang seruan agar China menyeimbangkan pengaruh globalnya dengan peralatan militer baru setelah pada September lalu Beijing meresmikan kapal induk pertamanya, Liaoning, yang dibeli dari Ukraina.

Peresmian kapal induk itu dinilai sebagai capaian simbolik bagi peningkatakan kekuatan militer China di tengah kekhawatiran kawasan terkait kemunculan Beijing.

Hal itu juga memicu berbagai spekulasi terkait kapan China berkeinginan untuk membangun kapal induknya sendiri.

Direktur perusahaan pembuat kapal China State Shipbuilding, Hu Wenming, mengatakan perusahaannya siap untuk membangun markas pesawat tempur di tengah laut, seperti dilaporkan China Daily.

"Kita harus meningkatkan kemampuan senjata secara mandiri dan perlengkapan riset serta kapasitas produksi seiring pengaruh China di dunia, serta secara mandiri membangun kapal induk sendiri," katanya, kepada harian resmi milik pemerintah itu, di sela kongres Partai Komunis, yang berakhir pada akhir pekan lalu.

CSSC melepas Liaoning di pelabuhan timur laut Dalian, setelah dirombak selama satu dekade lamanya.

Menurut laporan media resmi pemerintah beberapa waktu lalu, kapal induk sepanjang 300 meter (990 kaki) itu bersiap untuk menjalani percobaan lepas landas dan melakukan perlayaran perdananya.

Kepala intelijen Taiwan sebelumnya pada awal tahun ini mengatakan bahwa China telah memutuskan untuk membangun dua kapal induk. Meskipun kabar tentang pengerjaan kapal yang dimaksud itu terus beredar, masih belum ada bukti tentang upaya mereka untuk membangun kapal induk di dalam negeri.

Setelah kongres pekan lalu, Partai Komunis China memperkenalkan pemimpin baru yaitu Wakil Presiden, Xi Jinping, yang akan menggantikan Hu sebagai presiden pada Maret tahun depan.
 
 
 
 
 
Sumber : Antara

Tuesday, October 02, 2012

Chinese Aircraft Carrier Liaoning is Bigger, More Powerful and Cheaper than India's INS Vikramaditya




China has inducted its first aircraft carrier, the Liaoning, on Tuesday
      As delays keep cropping up in the refitting of India’s aircraft carrier, the INS Vikramaditya “gifted” by Russia, the Chinese Navy has received its first aircraft carrier, the Russian origin Liaoning which has nearly twice the aircraft and helicopter capacity of the Indian carrier.

      The Liaoning is designed to carry 30 fixed wing aircraft and 24 helicopter while the Vikramaditya can carry just 16 MiG-29K aircraft and 10 helicopters.

      The Chinese Navy took delivery of the refurbished ship yesterday.

      The Ukrainian carrier was purchased for $20 million in 1998 by a Hong Kong-based company called Chong Lot Travel Agency Ltd. The carrier was originally intended to be a casino until Chang Lot failed to acquire a license to run an offshore casino.

      In 2005, she was moved to a dry dock in China to be rebuilt. Chong Lot spent an additional $65 million transporting the ship to China. It is not known on what terms the Chinese Navy acquired the carrier from the Chang Lot gambling company and how much it spent on refitting it.

      In contrast, India acquired the Admiral Gorshkov (rechristened INS Vikramaditya) carrier for free as a “goodwill gesture” from Russia in 2008 but spent over $1 billion in a refurbishing contract given to the Russian shipyard. Negotiations to acquire the carrier had begun 5-7 years ago. China however, chose to rely on its own industries to rebuild the ship formerly known as the Varyag. China has been able to maintain complete secrecy about the indigenous equipment and systems it has installed in the carrier.

       The only information in the public domain is that the Chinese carrier has been equipped with an Active Electronically Scanned Array (AESA) and Sea Eagle radars and weapons such as the Type 1030 CIWS main gun, and the FL-3000N missile system.

      The old anti-ship missile tubes have been plugged and are not expected to be used in an effort to free up internal space for storage.

      However, it is not yet known if China has put together a fleet of aircraft and pilots for carrier operations. According to China's Rear Admiral Yang Yi quoted in the Chinese media, the carrier will be used "for scientific research and training missions" in an effort to build "a more advanced aircraft carrier platform in the future".

      In anticipation of the Vikramaditya it has begun inducting MiG-29K naval fighter jets that will operate in STOBAR (short take-off but assisted recovery via arresting wires) mode. While the aircraft and helicopters are ready, the final deliver date of the carrier keeps getting postponed due to technical difficulties.

      The Vikramaditya is being fitted with a Global Marine communications system, Sperry Bridgemaster navigation radar, the P-500 Bazalt cruise missile launchers and four Antey Kinzhal surface-to-air missile launchers.

      Although India was scheduled to take delivery of the carrier later this year, reports suggest that it will be another five-six months before its ready to be inducted.

Monday, September 24, 2012

ARMADA PERANG CHINA PERTAMA RESMI BEROPERASI




:Kini, untuk pertama kali China memiliki armada kapal perang pembawa pesawat tempur. Armada ini sudah diserahkan ke Tentara Pembebasan Rakyat, julukan bagi angkatan besenjata China.

Berita ini muncul di tengah ketegangan hubungan China dengan negara-negara tetangga. Penyerahan kapal perang dengan panjang 300 meter ini berlangsung di Dalian, kota pelabuhan besar di China timur. Armada ini aslinya bernama Varyag.

Tahun lalu, China mengonfirmasikan perbaikan kapal lama milik Uni Soviet yang sudah bubar. Namun, China menegaskan keberadaan kapal ini bukan untuk menakut-nakuti atau mengancam tetangga, melainkan pada umumnya dipakai untuk proses pelatihan dan penelitian.

Namun, maneuver-manuver yang dilakukan armada, yang kini dinamai "Nomor 16", sejak Agustus 2001 memunculkan pertanyaan bagi negara-negara lain. China diminta menjelaskan mengapa memerlukan armada ini.

Konstruksi Varyag otomatis berakhir pada tahun 1991 setelah Uni Soviet bubar. China kemudian membeli kapal itu dari Ukraina, bagian dari Uni Soviet, pada tahun 1998 tanpa mesin dan baling-baling. Pada tahun 2002 perbaikan total atas Varyag dilakukan di Dalian.

Armada ini mampu memfasilitasi maneuver pesawat tempur di samudera sebagaimana dilakukan AS yang juga memiliki armada kapak perang terbesar di dunia. 



Sumber : Kompas

Saturday, September 22, 2012

First Chinese carrier would possibly join Southern Fleet



First Chinese carrier would possibly join Southern Fleet
The first Chinese aircraft carrier most likely will be commissioned into China's Southern Fleet which is responsible for the South China Sea, reported Chinese news agencies referring to ex-director of Taiwanese Navy's intelligence department.

"First carrier can join Southern Fleet", stated the expert. As for the Taiwanese expert, with acquiring a capable aircraft carrier Chinese Navy would have an opportunity not only to operate in the Taiwan Strait but to attack poorly-defended east coast of the island. On the other hand, it is still uncertain when the Chinese carrier would become operable, pointed out the expert.

China's official media sources have recently started to publish photos of the first national aircraft carrier, which had not been officially recognized before. Regularly updated amateur photos of ex-Soviet aircraft-carrying cruiser Varyag being built at Dalian shipyard have being posted on Chinese forums for over a year, although official media agencies ignored existence of the ship. Chinese authorities have been refusing from any comments on the carrier.

Xinhua News Agency became the first official source published the ship's photo last Wednesday referring to the Internet forum. According to the agency, the ship may be completed in the current year. Representatives of Chinese foreign ministry withheld comments again. Nevertheless, photos of the carrier became the matter of extensive discussion amid Chinese and foreign media agencies.

Earlier in 2011, the world learned about the first China's 5-generation fighter J-20 in the same manner, i.e. via Internet forums. The photos emerged on Chinese websites in Dec had came into view of western journalists early in Jan and were reposted by foreign media agencies, and then – by Chinese sources referring to western colleagues. Soon after, the aircraft performed the first flight which aroused public resonance worldwide.

According to Pentagon's report on Chinese military power published in Aug 2010, China has formed a 50-man team of pilots for deck-based aviation. Presumably, the Chinese would use retrofitted Varyag to practice deck takeoffs and landings for 4-5 years, and try to shape more than one carrier strike group by the year of 2020.

Shenyang Aircraft Corporation is developing deck-based fighter J-15 for the future aircraft carrier; Soviet deck-based fighter Su-33 was the prototype for J-15. Media learned about J-15 program in 2010 – again from amateur photos posted on forums.

Aircraft-carrying cruiser Varyag was launched at Nikolayev shipyard in 1988. After breakup of the USSR the uncompleted ship was handed over to Ukraine and sold to a company from Macao in 1998. Formally, the ship was supposed to be refitted into floating casino. In 2001 the ship was towed to China; in 2003 Varyag was transferred to a shipyard in Dalian in order to undergo fitting-out works. According to photos posted on Chinese forums during recent months, works are at closing stage; arms and most of radio electronic equipment has been already mounted.

Official name of the first Chinese aircraft carrier has not been reported so far, Chinese websites assumed several versions of the carrier's name including Shi Lang (in honor of known Chinese naval commander).

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...