Showing posts with label jepang. Show all posts
Showing posts with label jepang. Show all posts

Monday, June 23, 2014

Jepang Pelajari Sistem Pertahanan Rudal Baru


Peluncuran THAAD
Kementerian Pertahanan Jepang akan melakukan penelitian skala penuh pada sistem pertahanan rudal baru yang nantinya akan melengkapi Jepang untuk mencegat rudal balistik Korea Utara, kata para pejabat Jepang dilansir Japan Times.

Kementerian Pertahanan Jepang sudah mulai berkonsultasi dengan Amerika Serikat untuk perkenalannya dengan sistem pertahanan rudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) dan versi darat dari interseptor Standard Missile-3 (SM-3) yang dipasang pada kapal perang dengan sistem tempur Aegis, menurut para pejabat.

Saat ini, Pasukan Bela Diri Jepang menggunakan sistem perisai udara dua tahap dalam mencegat rudal balistik. Pada tahap pertama, kapal perang Aegis Jepang (Kelas Atago dan Kelas Kongō) meluncurkan rudal SM-3 untuk menghancurkan rudal atau puing-puing di luar angkasa yang diyakini ditujukan kepada Jepang. Jika itu gagal, sistem rudal Patriot Advance Capability-3 yang berada di darat akan meluncurkan rudal untuk mengintersepnya.

Wednesday, December 18, 2013

Jepang Akan Beli Jet Tempur Siluman Stealth



TOKYO : Jepang mengumumkan pada Selasa pihaknya akan membeli jet-jet tempur siluman Stealth, kapal selam dan pesawat canggih lain sebagai bagian untuk memperkuat militernya dan meningkatkan pertahanan pulau-pulau di tengah-tengah perselisihan teritorial dengan China.

Kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe sepakat untuk menggunakan dana senilai 24,7 triliun yen (240 juta dolar AS) antara 2014 dan 2019 dalam perubahan strategi terhadap selatan dan barat negara itu -- kenaikan lima persen anggaran militernya selama lima tahun.

Belanja peralatan senjata itu bagian dari usaha Abe meningkatkan militer di Jepang, yang secara resmi bersifat mengambil jalan damai sejak kekalahan pada Perang Dunia II. Jepang yang memiliki peralatan militer yang memadai dan personel profesional dibatasi hanya memiliki peran bela diri.

Monday, October 28, 2013

Berita Foto : AU Jepang Latihan Mobilisasi Serangan Mendadak


Armada Hercules Yokota

 
YOKOTA  : Pada 22 Oktober kemarin, Pangkalan Udara Yokota di Jepang, meluncurkan semua armada pesawatnya sebagai bagian dari misi formasi besar. C-130 Hercules, UH-1 Hueys, dan C-12 Hurons diterbangkan untuk unjuk kemampuan guna memberikan dukungan sebagai armada airlift utama Barat untuk wilayah pasifik.
Armada Hercules Yokota

Sepuluh C-130H Hercules dari Skuadron Airlift ke-36 berpartisipasi dalam latihan serangan mendadak yang menguji kesiapan Pangkalan Udara Yokota dalam mengakomodasi misi dan taktik besar.

Monday, October 14, 2013

Jepang pun Butuh Panser Kanon


Prototype Panser Canon 105 mm Jepang yang juga mengusung double senjata mesin 7,62mm co-axial yang dikendalikan oleh komputer (photo: Kyodo/PA)
Prototype Panser Canon 105 mm Jepang yang juga mengusung senjata mesin 7,62mm co-axial yang dikendalikan oleh komputer (photo: Kyodo/PA)
Tokyo : Lembaga riset dan pembangunan Jepang (TRDI) meluncurkan prototype panser kanon 105mm  lightweight yang disebut Maneuver Combat Vehicle (MCV).
Kendaraan tempur ini dibangun dengan biaya $183 juta berdasarkan disain ICV  Stryker Angkatan Darat AS.
Panser kanon 8×8 ini dibuat oleh TRDI yang bermarkas di Sagamihara- Kanagawa, untuk memenuhi kebutuhan kendaraan perang dengan kemampuan mobile dan persenjataan yang tinggi, yang secara cepat dapat dikirim melalui udara, darat dan laut.
Media lokal Jepang menyatakan Panser MCV akan diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries dan unit pertama ditargetkan bisa digunakan Angkatan Darat Jepang / Japan Ground Self-Defence Force (JGSDF) pada tahun 2016.
Angkatan Darat Jepang saat ini menggunakan self-propelled howitzer tipe 74 (tracked) 105mm, tipe 90 120mm serta tipe 10 main battle tank yang berbobot di atas 40 ton. Alutsista itu dinilai tidak bisa digunakan di segala medan dan hanya bisa diangkut oleh angkutan militer kelas berat. Selain itu MBT tipe 10 Jepang yang bergerak menggunakan rantai (tracked), hanya memiliki kecepatan maksimal 70km/jam. Kini dengan adanya MCV 105mm yang bergerak dengan roda 8×8, laju dari kendaraan tempur tersebut bisa ditingkatkan menjadi 100km/jam.
Jepang Luncurkan Tank Ringan berpenggerak roda 8x8  (photo: Fumiaki Sonoyama)
Jepang Luncurkan Tank Ringan berpenggerak roda 8×8 (photo: Fumiaki Sonoyama)

Saturday, October 05, 2013

Indonesia Jadi Wakil Ketua Komite Palestina PBB


Indonesia Jadi Wakil Ketua Komite Palestina PBB
Sby bersama Ban Ki-Moon di markas PBB
New York : Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, terpilih secara aklamasi menjadi Wakil Ketua Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People/CEIRPP(Komite Pelaksana Hak-hak yang Tidak Dapat Diabaikan dari Rakyat Palestina) dalam pertemuan yang berlangsung di Markas Besar PBB di New York, Jumat, 4 Oktober 2013.

“Tanggung jawab sebagai wakil ketua ini merupakan penghargaan sekaligus sebagai pengakuan atas dukungan yang selalu diberikan pemerintah dan rakyat Indonesia kepada perjuangan rakyat Palestina,” kata Desra, seperti disampaikan dalam media rilis Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York.

Dengan peran tersebut, Indonesia kian gencar menyerukan upaya penguatan dukungan internasional bagi Palestina.

Sunday, September 15, 2013

Bomber Dan Frigate China Mendekati Jepang



Sejak April 2013, China mulai mengganti Kapal marine surveillance yang berpatroli di sekitar Senkaku/Diaoyu dengan kapal-kapal perang (photo: Zhong Kuirun/Getty Images)
Sejak April 2013, China mulai mengganti Kapal Marine Surveillance yang berpatroli di sekitar Senkaku/Diaoyu dengan kapal Patroli Laut.
Tujuh Kapal Patroli Laut China bergerak ke perairan Pulau Senkaku?Diaoyu yang tengah disengketan dengan Jepang, sehari sebelum ulang tahun nasionalisasi Tokyo atas gugusan pulau di Laut China Timur. Kedatangan tujuh kapal penjaga pantai ini merupakan yang terbesar sejak ketegangan antara kedua negara pecah.

Penjaga pantai Jepang mengatakan kapal China telah memasuki wilayah perairan Jepang sekitar pukul 10:30 am waktu setempat.

Tidak itu saja, China juga mengirim dua bomber Xian H-6, untuk melintas di perairan sekitar Okinawa dan Miyakojima, Jepang. Kementerian Pertahahan China berdalih dua bomber itu terbang di perairan internasional, namun tidak bertujuan mengusik kedaulatan Jepang.

“Itu hanya bagian dari latihan dan patroli rutin di sepanjang wilayah China di Laut China Timur hingga ke bagian barat Pasifik tanpa melanggar wilayah udara Jepang,” kata juru bicara kementerian di Beijing.

Tuesday, September 03, 2013

IZUMO CLASS, KAPAL INDUK JEPANG PEMBAWA ARMADA F35 LIGHTNING II


Pada Agustus 2013 Baru-baru ini Jepang untuk pertama kalinya memerkan kapal induk angkut helicopter terbarunya yang diberinama Izumo berkode name (DDH-183), kapal induk ini diklaim adalah yang terbesar dari salah satu kapal induk yang digunakan Jepang dalam serangan di Pearl Harbor Amerika pada perang dunia Ke II. Kapal induk Izumo di bangun atas prakarsa Japang Maritime Self Defense Force (JMSDF) menggantikan Kapal induk sejenis yakni Hyuga Class.

Kalau dilihat sepintas Kapal induk Izumo sangat mirip dengan kapal induk konvensional pada umumnya, hanya saja jepang bermaksud lain dalam menggunakan kata Helicopter sebagai hal utama yang diangkut kapal induk ini,  maksud tujuan tersembunyi jepang tersebut adalah sebagai kapal induk F35 Lighting II terbaru yang akan dimiliki Jepang dalam waktu dekat.

Thursday, August 08, 2013

Japan Maritime Self Defense Force Unveils Newest, Largest Helicopter Destroyer DDH18


Japan showed for the first time on Tuesday the Japan Maritime Self Defense Force (JMSDF) future helicopter carrier which will become the flagship of its fleet and is the largest warship built by Japan since World War II. The 248-meter-long and 19,500-ton helicopter carrier named Izumo is still under construction in Yokohama and is set to be commissioned into service in 2015.

DDH183 Izumo is 248-meter-long and 19,500-ton. It is the largest warship built by Japan since World War II.

Wednesday, August 07, 2013

Izumo, Japanese Warship, Largest Since World War II

izumo warship
Crew members of Japan's newest warship, the DDH183 Izumo, stand along the vessel during a launch ceremony in Yokohama on August 6, 2013. (TOSHIFUMI KITAMURA/AFP/Getty Images)

YOKOHAMA, Japan -- Japan on Tuesday unveiled its biggest warship since World War II, a huge flat-top destroyer that has raised eyebrows in China and elsewhere because it bears a strong resemblance to a conventional aircraft carrier.
The ship, which has a flight deck that is nearly 250 meters (820 feet) long, is designed to carry up to 14 helicopters. Japanese officials say it will be used in national defense – particularly in anti-submarine warfare and border-area surveillance missions – and to bolster the nation's ability to transport personnel and supplies in response to large-scale natural disasters, like the devastating earthquake and tsunami in 2011.
Though the ship – dubbed "Izumo" – has been in the works since 2009, its unveiling comes as Japan and China are locked in a dispute over several small islands located between southern Japan and Taiwan. For months, ships from both countries have been conducting patrols around the isles, called the Senkaku in Japan and the Diaoyutai in China.

Tuesday, July 30, 2013

Jepang akan Meningkatkan Kemampuan Militernya

Kapal Perang Jepang (foto : theglobal-review.com).
Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera dalam pertemuan di Kementerian Pertahanan di Tokyo Jumat, 26 Juli, 2013 dalam membahas  Buku Putih Pertahanan (Japanese Defence Paper)menyatakan  perlunya peningkatan/penguatan militer dalam menghadapi ancaman dari China, Korea Utara.
Kyodo News/AP melaporkan bahwa Pemerintah Jepang mengatakan dalam buku putih pertahanan   tersebut,  Jepang akan meningkatkan kemampuan pesawat intai tanpa awak (drones)  atauunmanned surveillance vehicles jarak jauh, yang dapat terbang tinggi dan kemampuan amfibi pasukan marinir pertahanan pulau. Laporan disetujui Jumat (26/7) oleh Departemen Pertahanan yang akan menjadi sebuah kebijakan pertahanan jangka panjang Jepang menjelang laporan akhir yang diharapkan akan selesai pada bulan Desember tahun ini.

Sunday, July 28, 2013

Japan mulai berpikir untuk ekspor alutista mereka

Japan‬ defense review could help contractors to compete globally



Japan’s promised review of its longstanding ban on arms exports, as part of a push for a more robust military, could help make its defense contractors more globally competitive by reducing costs and expanding markets.

The Defense Ministry said on Friday it would review a decades-old self-imposed ban on arms exports and take action as needed. Media reports have said Japan could issue new guidelines to replace the ban, which has already been eased several times.

A lack of clear guidelines on what arms gear could be sold, and to whom, by firms such as the builder of the wartime Zero fighter, Mitsubishi Heavy Industries Ltd, submarine maker Kawasaki Heavy Industries Ltd and licensed Apache helicopter maker Fuji Heavy Industries Ltd, has held up efforts to translate the policy shifts into actual deals.

Friday, July 26, 2013

Jepang memerlukan pesawat pengintai tanpa awak


BBCIndonesia.com 
Latihan militer Jepang
Berdasarkan konsitutsi, militer Jepang dilarang ikut serta dalam operasi tempur.

Kementerian pertahanan Jepang mengatakan negara itu memerlukan pesawat pengintai tanpa awak dan unit amfibi untuk membantu mempertahankan pulau-pulau.

Seruan itu muncul dalam laporan sementara terkait kajian kebijakan pertahanan.

Sunday, July 21, 2013

Hekopter OH-1 Jepang


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ab/OH1M_KASM001.jpg/250px-OH1M_KASM001.jpg
Pada pertengahan tahun 1980-an badan pertahanan Jepang (JDA), mulai mempertimbangkan penerus Helikopter ringan OH-6D yang saat ini berada dalam layanan Angkatan Darat  bela diri Jepang.Pasukan Jepang membutuhkan heli pengintai dengan produk asli dalam negeri. Pada tahun 1992 kawasaki terpilih sebagai kontraktor utama.saat itu ada tiga perusahaan yang bersaing diantaranya Fuji dan Mitsubishi. Sampai dengan 2009 Helikopter OH-1 telah diproduksi sebanyak 28 unit.

Sunday, June 23, 2013

Kembalinya Semangat Samurai pada Militer Jepang


Angkatan Laut Jepang
Angkatan laut Jepang (Foto : cargolaw.com)
Partai Demokrat Liberal Jepang (LDPJ) setuju untuk mempersenjatai kembali Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jepang dalam skala besar. Reformasi angkatan bersenjata Jepang itu akan fokus pada pembentukan Korps Marinir, meningkatkan efisiensi udara dan pertahanan rudal, serta mempersenjatai angkatan darat dan angkatan laut hingga memiliki kemampuan menyerang pangkalan angkatan laut musuh.

Pada 30 Mei lalu, Dewan LDPJ untuk Pertahanan Nasional Jepang menyetujui draft persenjataan skala penuh militer Jepang. Momen ini sekaligus didedikasikan untuk mengubah nama "Pasukan Bela Diri Jepang" menjadi pasukan militer yang sesungguhnya. Setelah akhir Perang Dunia II, pemerintah Jepang tidak diizinkan untuk memiliki angkatan bersenjata penuh. Negara ini mengadopsi konstitusi baru yang secara signifikan membatasi kemampuan militer, bahkan dalam hal hanya untuk mempertahankan diri. Hukum itu menjadikan militer Jepang tidak lagi menonjol. Negara ini tidak diizinkan memiliki senjata ofensif, termasuk pesawat pembom dan peluncur rudal jarak pendek dan jauh.

Wednesday, April 10, 2013

Atasi Ancaman Korut, Jepang Siapkan Rudal Patriot

Sistem rudal Patriot Jepang

Sistem rudal Patriot Jepang

Pasukan Bela Diri menempatkan peluncur Rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) di depan Kementerian Pertahanan, di Tokyo, Jepang. Penempatan sistem pertahanan rudal itu sebagai respon serius atas ancaman Korea Utara yang akan menyerang Korea Selatan dan para sekutunya. Selain sistem pertahanan rudal Patriot, Kementerian Pertahanan Jepang juga menyiapkan kapal perusak dilengkapi senjata anti-rudal yang mampu menjangkau serangan rudal Korut.

Saturday, March 16, 2013

Jepang Inginkan Aliansi Pertahanan Dengan ASEAN


Jepang mendesak pembentukan hubungan pertahanan yang kuat dengan negara-negara ASEAN seiring dengan meningkatnya kapabilitas militer China. Wakil Menteri Pertahanan Jepang dan 10 orang delegasi negara ASEAN memulai pertemuan dua hari di Tokyo untuk membahas masalah itu.

"Wilayah Asia-Pasifik memiliki banyak isu yang beragam terkait pertahanan dan keamanan, termasuk pula di antaranya adalah konflik teritorial Laut China Selatan," ujar Wakil Menhan Jepang AKinori Eto dalam pertemuannya dengan delegasi ASEAN, seperti dikutip AFP, Rabu (13/3/2013).

"Di saat adanya peningkatan kematangan kerja sama ekonomi kita, Jepang dan ASEAN patut memperkuat hubungannya di ranah pertahanan dan keamanan," paparnya.

Tuesday, March 12, 2013

Kejahatan Perang Jepang di Indonesia 1942-1945 Dibuka Kembali di Solo


Penulis : Ferdiansyah Ali dan Hendrajit, Global Future Institute

Sepertinya jembatan yang menghubungkan antara Taipei-Taiwan dan Solo-Jawa Tengah, sudah terbangun, dalam perjuangan dan solidaritas internasional membongkar kejahatan perang Jepang Dalam mendukung Rekrutmen Sistem Perbudakan Seksual Militer Jepang “ianfu” di Indonesia 1942-1945.

8 sampai 11 Desember 2012, di Taipei-Taiwan digelar sebuah konferensi perjuangan hak-hak asasi Ianfu sebagai korban kejahatan perang Jepang The 11th Asian Solidarity Conference for the issue of Military Sexual Slavery by Japan.  
Di Indonesia, tepatnya di Solo-Jawa Tengah pada 8 sampai 12 Maret 2013, Jejer Wadon sebagai komunitas yang peduli pada isu perempuan akan menyelenggarakan Diskusi, Pameran Foto, Pemutaran film dengan tema “Ianfu,” dalam kerangka tema besar Nona Jawa Di Balik  Rekrutmen Sistem Perbudakan Seksual Militer Jepang “ianfu” di Indonesia 1942-1945. 
Sebagaimana dijelaskan dalam proposal yang diajukan Jejer Wadon, acara yang akan diselenggarakan di Balai Soedjatmoko, Solo-Jawa Tengah tersebut, dalam rangka memperingati hari perempuan sedunia yang jatuh pada 8 Maret 2013.  
 

Tuesday, February 26, 2013

Jepang Harus Mengakui Kejahatan Perangnya di Asia Pasifik


Sejarah Kelam Praktek Perbudakan Seksual Tentara Jepang di Indonesia

Penulis : Hendrajit
Direktur Eksekutif Global Future Institute

Berdasarkan berbagai studi sejarawan mengenai praktek perbudakan seksual atau Ianfu di beberapa negara eks jajahan Jepang di Asia, ada sekitar 200 ribu perempuan muda yang dipaksa menjadi pekerja seks atau yang kemudian dikenal sebagai Jugun Ianfu. Para perempuan muda ini berasal dari Indonesia, Cina, Taiwan, Filipina dan Korea.

Merujuk pada sebuah berita dari AFP, pada 1993, sebenarnya pemerintah Jepang, melalui jurubicaranya waktu itu, Yohei Kono, telah meminta maaf kepada para korban (Survivors) Jugun Ianfu dan mengakui keterlibatan Jepang sehingga menyebabkan penderitaan lahir dan batin terhadap para korban Ianfu tersebut (In a landmark 1993 statement, then chief Japanese government spokesman Yohei Kono apologized to former comfort women and acknowledged Japan’s involvement in causing their suffering).

Namun anehnya pada 2007, Perdana Menteri Shinzo Abe justru menyangkal keterlibatan Jepang dalam mendukung dan mendorong praktek perbudakan seksual tentara Jepang tersebut, dan bahkan mengatakan tak ada satu bukti pun yang menunjukkan bahwa Jepang secara langsung mendukung adanya perbukan seksual tentara Jepang.

Perdana Menteri Shinzo Abe boleh saja membantah keterlibatan pemerintah Jepang dalam mendukung praktek perbudakan seksual Jepang pada masa sebelum dan saat berlangsungnya Perang Dunia II. Namun dari berbagai sumber pustaka terkait penelitian seputar Jugun Ianfu, setidaknya diperkirakan 100 ribu sampai 400 ribu perempuan muda dipaksa untuk melayani “hasrat seksual” tentara Jepang sebelum dan saat berlangsungnya Perang Dunia II. Khususnya di negara-negara jajahan Jepang di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Sunday, February 24, 2013

Tentara Jepang Bantai Warga Sipil Maluku, Publik Indonesia Belum Tahu


Penulis : Eka Hindra, Research Associate Global Future Institute dan Peneliti Independen Ianfu Indonesia


Di Desa Emplawas di Kepulauan Babar, Maluku Tenggara Raya, pada Oktober 1944 terjadi pembantaian brutal terhadap 710 penduduk sipil oleh militer Jepang. Ternyata pada waktu itu desa Emplawas merupakan penghasil tembakau yang besar dengan panen yang cukup besar sekitar 6000 kg per tahunnya.

Militer Jepang diwakili oleh Shinohara melakukan tindak kekerasan untuk menguasai tembakau. Hal ini memicu kemarahan penduduk. Sehingga timbul aksi balas dendam dan berakhir dengan pembantaian hamper seluruh penduduk desa.

Sunday, February 10, 2013

Aksi China Berbahaya Dan Provokatif


Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan, Rabu (6/2), tindakan kapal perang China yang mengarahkan radar sistem persenjataannya ke arah kapal perang Jepang adalah tindakan yang ”berbahaya” dan ”provokatif”. Abe mendesak China menahan diri.

Sebaliknya, pihak China meminta Jepang menghentikan kegiatan ”ilegal” berupa pengiriman kapal-kapal patroli dan pesawat tempur ke wilayah di Laut China Timur yang diklaim sebagai wilayah China.

Di hadapan parlemen Jepang, PM Abe mengatakan, insiden penguncian radar pembidik oleh kapal perang China itu berbahaya karena bisa berujung pada situasi yang tidak bisa diprediksi.

”Sungguh sangat disesalkan bahwa China telah melakukan aksi provokatif satu sisi seperti itu, saat tanda-tanda dialog mulai muncul,” tutur Abe.

Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera, Selasa lalu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...