Showing posts with label korea utara. Show all posts
Showing posts with label korea utara. Show all posts

Thursday, November 07, 2013

Korea Utara Kembangkan Bom EMP

Bom EMP

Agen mata-mata Korea Selatan Senin kemarin mengatakan bahwa Korea Utara mengembangkan senjata electromagnetic pulse (EMP) dengan menggunakan teknologi Rusia yang ditujukan untuk melumpuhkan peralatan elektronik militer Korea Selatan di perbatasan selatan, dilansir oleh Herald Sun.

National Intelligence Service (NIS) Korsel dalam laporannya mengatakan kepada parlemen bahwa Korut telah membeli senjata EMP dari Rusia untuk dikembangkan sendiri.

Senjata EMP digunakan untuk merusak peralatan elektronik yang berupa ledakan energi elektromagnetik dalam bentuk radiasi, listrik dan medan magnet. Teorinya, senjata EMP diledakkan di udara di ketinggian tertentu (bom). Pada energi tingkat tinggi, serangan senjata EMP bisa menyebabkan kerusakan yang luas, termasuk komponen pesawat dan seluruh perangkat-perangkat elektronik lainnya. Efek ledakan EMP sendiri tergantung pada beberapa faktor, seperti ketinggian ledakan, energi yang dihasilkan, keluaran sinar gamma, interaksi dengan medan magnet bumi dan pelindung elektromagnetik dari target. 

Tuesday, August 06, 2013

Korut Kembangkan Rudal Balistik yang Mampu Capai Guam


Korea Utara sedang mengembangkan rudal balistik road-mobile (peluncur bergerak) yang mampu mencapai Guam, kepulauan Aleutian dan juga berpotensi mencapai Hawaii. Hal ini dikatakan oleh direktur Badan Pertahanan Rudal AS (MDA).

Daftar rudal Korea Utara
Rudal-rudal yang dimiliki Korea Utara saat ini

Wednesday, July 31, 2013

Korea Utara Gelar Parade Militer Besar-besaran

Tentara perempuan Korea Utara ikut ambil bagian dalam parade militer di Pyongyang memperingati 60 tahun gencatan senjata dengan Korea Selatan yang secara teknis mengakhiri Perang Korea pada 1953. | ED Jones / AFP
  Korea Utara menggelar parade militer besar-besaran, Sabtu (27/7/2013), merayakan 60 tahun gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea. Stasiun televisi pemerintah menayangkan tentara dan perlengkapan militer berparade di ibu kota Pyongyang dalam sebuah koreagrafi yang teratur.
Dalam parade tersebut tentara dan pengunjung mengucapkan sumpah kesetiaan mereka kepada pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong Un.

Sunday, June 30, 2013

Militer Korsel: Selama 7 Tahun Belakangan Korut Telah Kerahkan 900 Tank Baru



Sumber laporan militer Korea Selatan yang dikeluarkan pada hari Rabu menyebutkan, selama kurun waktu 7 tahun Korea Utara telah mengerahkan sekitar 900 unit tank.

Lebih lanjut laporan itu menambahkan, jumlah tank baru Korea Utara yang dikenal sebagai Cheonma dan Sungoon lebih dua kali lipat daripada jumlah tank Korea Selatan yang dikerahkan dari tahun 2005 hingga 2012.

Saturday, May 18, 2013

Daftar Rudal Korea Utara

Korea Utara diyakini memiliki lebih dari 1.000 rudal dengan berbagai kemampuan, termasuk rudal jarak jauh yang suatu hari bisa mencapai daratan Amerika Serikat. Program rudal Pyongyang telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir dari awalnya hanya berupa roket artileri taktis jarak pendek pada tahun 1960 dan 70-an menjadi rudal balistik jarak menengah pada tahun 1980 dan 90-an.

Insititut Analisis Pertahanan Korea Selatan (KIDA) mengatakan bahwa sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Pentagon kepada Kongres AS, Korea Utara setidaknya telah memiliki hingga 200 Transporter Erector Launcher (TEL)*, 100 rudal Scud jarak pendek, 50 rudal Nodong jarak menengah dan 50 rudal Musudan jarak jauh. Sebelumya Seoul juga memperkirakan bahwa negara komunis yang dikenal secara resmi sebagai Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK) itu memiliki tidak lebih dari 94 TEL mobile (bergerak). 
 

Saturday, May 11, 2013

Korea Utara Pindahkan Rudal Musudan dari Pantai Timur

Rudal Musudan
Korea Utara telah memindahkan dua rudal Musudan dari lokasi peluncuran di pantai timur negara itu, pejabat AS mengatakan Senin, 5 Mei 2013. Hal ini mengindikasikan turunnya ketegangan terkait kekhawatiran AS dan Sekutu atas uji coba rudal Pyongyang.

Rudal-rudal Musudan sebelumnya sudah siap diluncurkan kapan pun, namun mereka (Korea Utara) memindahkan rudal-rudal tersebut, ujar serang pejabat pertahanan AS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada AFP.

Wednesday, April 10, 2013

Atasi Ancaman Korut, Jepang Siapkan Rudal Patriot

Sistem rudal Patriot Jepang

Sistem rudal Patriot Jepang

Pasukan Bela Diri menempatkan peluncur Rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) di depan Kementerian Pertahanan, di Tokyo, Jepang. Penempatan sistem pertahanan rudal itu sebagai respon serius atas ancaman Korea Utara yang akan menyerang Korea Selatan dan para sekutunya. Selain sistem pertahanan rudal Patriot, Kementerian Pertahanan Jepang juga menyiapkan kapal perusak dilengkapi senjata anti-rudal yang mampu menjangkau serangan rudal Korut.

Sunday, April 07, 2013

Korut VS Korsel


Tentara Korea Utara
 
Militer Korea Utara mengatakan telah menyetujui rencana untuk melakukan serangan nuklir terhadap sasaran-sasaran AS. Ini merupakan ancaman terbaru Korea Utara dari serangkaian ancaman apokaliptik yang telah meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

Banyak analis mengatakan bahwa retorika Korea Utara itu adalah untuk konsumsi internal yang dimaksudkan untuk meningkatkan otoritas pemimpin muda Kim Jong-Un atas militernya yang kuat. Namun, para analis itu juga melihat kemungkinan situasi ini bisa lepas kendali, dengan provokasi di perbatasan akan memicu konflik yang lebih luas, bahkan perang yang sesungguhnya.

Friday, April 05, 2013

Indonesia Dinilai Bisa Mendamaikan Korut dan Korsel



Hubungan baik Indonesia dengan Korea Utara dan Korea Selatan semestinya bisa menjadi modal besar terhadap peran luar negeri Indonesia. 

Pakar kebijakan politik dan hubungan luar negeri, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dewi Fortuna Anwar mengatakan, setidaknya Indonesia dapat menjadi fasilitator.

Menurut dia, Jakarta memiliki kerja sama perdagangan yang erat dengan Seoul. Di sisi lain, rezim di Pyongyang menganggap Jakarta adalah salah satu negara sahabat terbaik.

Saturday, March 23, 2013

Korea Utara Kecam Penerbangan Pembom B-52 AS

Pesawat pembom B-52
Sebuah pesawat pembom B-52 terbang di atas Osan pada tanggal 19 Maret 2013, merupakan bagian dari kegiatan latihan militer bersama AS - Korea Selatan
Korea Utara pada hari Rabu lalu mengecam latihan penerbangan pesawat pembom B-52 yang berkemampuan nuklir milik Amerika Serikat di Semenanjung Korea sebagai tindakan provokasi yang tidak dapat dimaafkan. Selain itu, Korea Utara juga mengancam akan melaksanakan aksi militer jika latihan tersebut tetap dilanjutkan.
Pentagon mengatakan setidaknya sebuah pesawat pembom B-52 memang telah terbang di atas langit Korea dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang Pyongyang mengecam latihan tersebut ditujukan untuk menginvasi Korea Utara.

Wednesday, March 20, 2013

Korsel Rekrut Pemuda untuk Atasi Serangan Cyber Korut


Korsel Rekrut Pemuda untuk Atasi Serangan Cyber Korut

Cheon Joon-Sahng mungkin tidak tampak seperti seorang prajurit elit, namun pemuda pemalu ini adalah siswa dari South Korean High School yang dididik untuk tugas pertempuran dunia maya garis depan di masa mendatang dengan Korea Utara.

Cheon, 18 tahun, merupakan salah satu dari 60 ahli komputer muda yang direkrut pada bulan Juli tahun lalu dari sekian banyaknya pelamar untuk program pemerintah Korea Selatan yang memberikan pelatihan spesialis analisis kerentanan, forensik digital dan cloud-computing security.

Pada awal bulan ini, dalam sebuah upacara oleh Institut Penelitian Teknologi Informasi Korea (KITRI) di selatan ibukota Seoul, Cheon dan 5 siswa lainnya menerima sertifikat "Best of the Best" dan hadiah uang sebesar 20 juta won (18 ribu dolar).

Program pelatihan ini diluncurkan karena keprihatinan yang semakin meningkat terhadap serangan cyber ke Korea Selatan. Sebelumnya ada dua serangan cyber besar yang terjadi di Korea Selatan, yaitu pada tahun 2009 dan 2011 yang Korea Selatan menuduh Korea Utara sebagai pelakunya.

Monday, March 18, 2013

RUDAL KOREA UTARA BISA JANGKAU AS


Rudal Unha Korea Utara
Korea Utara memiliki rudal balistik yang dapat menghantam Amerika Serikat, dikatakan Mike Rogers, seorang anggota parlemen terkemuka komisi intelijen di Senat AS memperingatkan hari Minggu kemarin. Rogers juga mengungkapkan kekhawatirannya pada pemimpin muda Korea Utara Kim Jong-Un yang terus berusaha  membuktikan dirinya kepada militer. 

"Mereka pasti memiliki rudal balistik yang bisa mencapai pantai AS," kata Rogers kepada jaringan berita CNN, tanpa mengatakan rudal Korea Utara tersebut bisa sampai ke negara bagian AS yang mana, apakah Alaska, Hawaii atau pantai barat Amerika.

"Anda memiliki seorang pemimpin 28 tahun (Kim Jong-Un) yang mencoba membuktikan dirinya kepada militer, dan militer yang sangat ingin untuk pamer kekuatan senjata untuk kepentingan pribadinya, merupakan sebuah kombinasi yang sangat mematikan," ujar Rogers.

Thursday, March 14, 2013

MiG Latihan Tempur, Kim Jong Un Terkesan

Pada 28 Februari 2013, Kantor Berita Korea Utara (KCNA) merilis beberapa gambar yang menggambarkan pemimpin muda Korea Utara Kim Jong Un menghadiri sebuah "wargames" di suatu tempat yang tidak disebutkan.

Jet tempur Korea Utara

Terlihat pada gambar, latihan operasi jet tempur ini dilakukan di jalan raya setempat.

Jet tempur Korea Utara

Sunday, March 10, 2013

Korut Masih Mampu Hancurkan Jepang & Korsel

Foto : Parade militer Korut (Rodong Simun)
Foto : Parade militer Korut (Rodong Simun)
Korea Selatan (Korsel) berpendapat Korea Utara (Korut) memiliki kekuatan militer yang cukup besar dan bisa menghancurkan Jepang serta Korsel. Meski demikian, Korut dinilai belum bisa menyerang AS.

Seperti diketahui, Korut hanya membutuhkan roket jarak menengah untuk menggempur Negeri Sakura yang letaknya tak jauh dari Korut. Sementara itu, perbandingan militer Korut dan Korsel juga sangat jauh, Korut memiliki 1,2 juta pasukan dan Korsel hanya 640 ribu ditambah 26 ribu pasukan AS.

Jumlah personil militer dan persenjataan Korut memang jauh lebih banyak ketimbang dua negara Asia Timur itu. Namun klaim Korut yang menyebutkan bahwa mereka bisa menghancurkan AS dengan senjata nuklirnya, dinilai tidak masuk akal.

Thursday, December 20, 2012

MESIR BELANJA RUDAL SCUD KE KOREA UTARA




Rezim Israel mengaku cemas dengan upaya yang sedang dilakukan Mesir untuk membeli rudal-rudal scud dari Korea Utara.
 
Agen intelejen Amerika Serikat mengaku berhasil menghimpun informasi terkait bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Korea Utara menjual rudal-rudal Scudnya ke Mesir.
 
Situs berita AS, WorldNetDaily seperti dikutip Qodsna Selasa (18/12) mengatakan, penjualan rudal-rudal ini adalah langkah awal peningkatan kerjasama militer Korut-Mesir pasca tumbangnya pemerintahan Hosni Mubarak.
 
Richard Fisher, anggota International Assessment and Strategy Center AS mereaksi pemberitaan ini mengatakan, "Penandatanganan kesepakatan penjualan senjata antara Korea Utara dan Mesir membuat kami berprasangka, sepertinya Mesir akan melakukan invasi militer ke Israel."
 
Ditambahkannya, "Ini kabar yang tidak diinginkan Israel."
 
Terkait dampak buruk rudal-rudal ini terhadap keamanan rezim Israel mengatakan, "Rudal-rudal baru itu memiliki kemampuan menerobos sistem pertahanan anti-rudal. Peningkatan kemampuan persenjataan Mesir memiliki efek positif bagi pemerintahan Ikhwanul Muslimin yang tengah dilanda berbagai permasalah politik."
 
Fisher juga menilai pembelian persenjataan eks blok Timur menunjukkan peningkatan kekuatan spektrum anti-Barat di Mesir. 





Sumber : Irib

Saturday, December 15, 2012

Korea Utara Berhasil Luncurkan Unha-3


 Korea Utara akhirnya berhasil meluncurkan roket terbesarnya pada 12 Desember 2012, pukul 09.49 waktu setempat. Roket tiga tingkat Unha-3 yang diluncurkan dari pusat ruang angkasa Sohae Space Centre ini dilaporkan berhasil menempatkan satelit di orbitnya. Sementara rakyat Korea Utara turun ke jalan menyambut keberhasilan ini, AS dan sejumlah negara mengecamnya sebagai upaya provokatif yang mengancam keamanan regional.

Dikatakan provokatif dan bersifat mengancam, karena peluncuran roket tiga tingkat ini bisa diartikan sebagai upaya serius mengembangkan rudal balistik jarak jauh. Korea Utara dan Jepang menyatakan terusik dengan peluncuran ini dan mendesak PBB untuk lebih menekan Pyongyang. Militer Jepang telah mempersiapkan rudal anti-rudal Patriot untuk menjatuhkan Unha-3. Tetapi, sampai dengan selongsong roket tingkat dua jatuh di perairan utara Filipina, Patriot tak pernah ditembakkan.

Mayoritas media di Korea Selatan, Jepang dan China mengomentari peluncuran Unha-3 sebagai yang terjadi pada saat yang tidak diharapkan. Sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon menimpalinya sebagai pelanggaran nyata terhadap Resolusi PBB. Pasalnya, dengan resolusi tersebut, PBB telah melarang negeri ini untuk meneruskan pengembangan rudal balistik jarak jauh. Banyak negara menilai, satelit bukan lah tujuan utama. “Mereka tengah mempersiapkannya untuk melontarkan nuklir.,” kata seorang pengamat militer Barat.

Sebelum peluncuran ini, Korea Utara diketahui mengalami kegagalan pada April 2012. Saat itu, roket serupa tiga tingkat meledak hanya beberapa saat setelah diluncurkan. Pada April 2009 menyatakan telah meluncurkan roket serupa tapi dilaporkan gagal oleh militer AS. Militer AS juga melaporkan telah terjadi kegagalan pada roket Taepodong-2 yang dluncurkan pada Juli 2006. PBB melayangkan resolusi kepada negeri ini karena pada saat bersamaan juga tengah dibangun reaktor nuklir untuk keperluan persenjataan. 
Sumber : Angkasa

Sunday, November 25, 2012

KORUT SIAP LUNCURKAN RUDAL JARAK JAUH BARU




 Satelit-satelit AS menangkap tanda-tanda bahwa Korea Utara bersiap untuk meluncurkan satu rudal jarak jauh. Demikian kata laporan sebuah harian Jepang, Jumat (23/11/2012).

Korea Utara (Korut) memindahkan bagian-bagian rudal militernya di Pyongyang ke satu tempat peluncuran di Tongchang-ri di barat laut negara itu awal November. Demikian kata harian Asahi Shimbun.

Pemerintah AS telah menginformasikan negara-negara sekutunya Jepang dan Korsel tentang tindakan itu, kata harian itu, dan menambahkan tiga negara itu telah meningkatkan kewaspadaan.

Perkembangan-perkembangan itu terjadi setelah Korut meluncurkan sebuah roket yang gagal April lalu dalam apa yang disebut negara komunis itu sebagai sebuah usaha untuk menempatkan satu satelit di orbit.

Menurut harian itu, gambar-gambar yang dibuat satelit-satelit AS yang dikirim baru-baru ini sama dengan yang dikirim dalam peluncuran April itu. Pyongyang secara teknis siap meluncurkan satu rudal akhir November, tetapi sebuah peluncuran segera tidak mungkin menjelang pemilihan presiden Korsel bulan depan. Korut tidak mengumumkan rencana-rencana untuk meluncurkan satu roket.

Belum ada konfirmasi Pemerintah Jepang mengenai laporan surat kabar itu. Di Seoul, seorang juru bicara kementerian pertahanan Korsel mengatakan, pihaknya tidak dapat memberikan komentar mengenai masalah intelijen. Sementara seorang juru bicara kantor presiden mengatakan, ia tidak memiliki informasi mengenai hal itu.





Sumber : Kompas

Thursday, October 18, 2012

Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara

Situasi di Semanjung Korea nampaknya semakin mencemaskan Amerika Serikat dan sekutunya Korea Selatan. Akankah Amerika dan Cina terlibat kembali dalam konflik bersenjata sebagaimana terjadi pada era 1950-1953? Ketika itu, Korea Utara dengan bantuan sepenuhnya dari Cina, mencoba menggempur pertahanan Korea Selatan yang didukung Amerika Serikat.

Namun ketika itu, dengan dukungan militer Amerika, Korea Selatan berhasil memukul mundur Korea Utara ke Sungai Jalu, sehingga Cina tidak bisa lain menerima kondisi statusquo yang terjadi.Padahal waktu itu, Panglima Perang Amerika di Asia Pasifik Jenderal McArthur sebenarnya bernafsu untuk menghabisi Cina sampai ke negaranya sendiri. Hanya saja, Presiden Harry Truman menolak gagasan gila-gilaan McArthur karena bisa memicu perang dunia ketiga.

Meski demikian, gencatan senjata Korea Selatan dan Korea Utara tersebut bukan berarti tercapainya perdamaian kedua korea. Sewaktu-waktu, dengan dipicu oleh isu yang cukup sensitif,kedua korea tersebut setiap saat bisa kembali ke medan perang untuk saling menghancurkan.

Inilah yang terjadi ketika Korea Utara secara sepihak melakukan uji coba senjumlah senjata rudalnya. Bahkan bukan itu saja, Korea Utara juga menguji coba bom nuklirnya, sehingga memicu kecaman Dewan Keamanan Nasional.

Korea Utara sepertinya cukup kesal dengan bergabungnya militer Korea Selatan dalam prakarsa keamanan proliferasi atau Proliferation Security Initiative (PSI) yang disponsori Amerika Serikat. Melalui payung PSI ini, Korea Selatan berhak mencegat kapal-kapal Korea Utara yang diduga membawa bahan-bahan persenjataan nuklir dan rudal.

Menurut dalih Korea Selatan, kebijakan PSI ini terpaksa ditempuh karena militer Korea Utara menolak untuk menghentikan pengembangan teknologi nuklir dan rudalnya.

Eskalasi konflik bersenjata di Semenanjung Korea ini tentu saja mencemaskan Amerika, khususnya Menteri Pertahanan Robert Gates. Karena ketika kedua Korea saling baku tembak di medan perang, berarti Amerika dan Cina akan kembali ikut campur dalam perang kedua Korea tersebut.

Dalam skenario terselubung Amerika untuk mengadu-domba Cina dan Rusia sebagai musuh besar Negara Paman Sam tersebut, ketidakstabilan di Semanjang Korea jelas bisa merusak agenda besar Amerika untuk menata-ulang hegemoninya di seluruh dunia di era pasca Presiden George W. Bush.
Karena itu berarti, Amerika akan terkuras energinya dalam pertarungan terbuka Korea Selatan dan Korea Utara, sehingga gagal menjalankan agenda strategisnya yang lebih besar.

Padahal, dalan skenario Obama yang dirancang oleh Zbigniew Brzezinski, Amerika secara bertahapa harus menggalang kembali kerjasama dengan Cina untuk membendung pengaruh Rusia. Dengan terjadinya konflik di Semenanjung Korea, yang terjadi justru kembali menguatnya kemungkinan konflik bersenjata Amerika versus Cina.

Berikut kami paparkan kekuatan riil militer kedua Korea berdasarkan data dari The Military Balance 2009.

Seberapa Kuat Angkatan Bersenjata Korea Utara?
Lumayan hebat juga untuk ukuran negara sedang berkembang. Korea Utara memiliki tentara aktif sebesar 1.106.000(satu juta seratus enam ribu) orang. Tentara cadangan sekitar 4700.000(empat juta tujuhratus ribu) orang.

Lalu bagaimana dengan kekuatan riil angkatan daratnya? Menurut informasi yang bisa dipercaya, Korea Utara memiliki 3500(tiga ribu limaratus) tank. Senjata lain sekitar 3060(tiga ribu enampuluh ribu), artileri sejumlah 17.900(tujuhbelas ribu sembilan ratus), dan Helikopter sampai sejauh ini tidak ada catatan yang cukup akurat berapa persisnya. Namun diperkirakan berkisar antara 500 sampai 800.

Angkatan Laut, Korea Utara memiliki kapal selam 63, frigat 3, dan kapal Amphibi sejumlah 261.

Angkatan Udara Korea Utara pun ternyata cukup luarbiasa, dan wajar jika Amerika cukup cemas dibuatnya. Korea Utara memiliki pesawat pembom sekitar 80 buah. Jet tempur 440, pesawat transportasi 215.Dan Helikopter sebanyak 302.

Seberapa Kuat Angkatan Bersenjata Korea Selatan?
Untuk tentara aktif, Korea Selatan punya tentara aktif sebesar 687.000(enamratus delapanpuluh ribu) orang, jadi ebih sedikit dibanding Korea Utara. Tentara cadangan Korea Selatan sebesar 4500.000(empat juta limaratus ribu) orang. 

Angkatan Daratnya, Korea Selatan punya 2330 tank, senjata lain sejumlah 4520, artileri sebesar 10.774, dan helikopter 418.

Kekuatan Angkatan lautnya, Korea Selatan punya kapal selam 12. Jauh lebih kecil dibanding Korea Utara. Frigat 9, lebih besar dari Korea Utara. Dan kapal Amphibi 48. Ini sebenarnya cukup mengejutkan, karena Korea Selatan jauh ketinggalan dibanding Korea Utara yang berhaluan komunis itu.

Bagaimana dengan angkatan udara? Korea Selatan jumlah jet tempurnya cukup berimbang dengan korea Utara yaitu 468. Pesawat transportasi sejumlah 33. Yang ini Korea sangat ketinggalan jauh dibanding Korea Utara. Begitu juga helikopter, Korea Selatan hanya punya 159. 

Penduduk Korea Selatan berjumlah 46,5 juta, Korea Utara berjumlah 22,7 juta.

Tuesday, October 02, 2012

Diplomat Korut: Semenanjung Korea di Ambang Perang Nuklir



Korsel dan sekutunya dianggap selalu memprovokasi kekerasan.


entara Korea Utara berjaga di peluncuran roket Unha-3
entara Korea Utara berjaga di peluncuran roket Unha-3(REUTERS/Bobby Yip)

VIVAnews - Dua negara bertetangga di Semenanjung Korea berada di ambang perang nuklir. Hal ini bisa terjadi jika Korea Selatan dan sekutunya terus saja melakukan provokasi pada rezim komunis Korea Utara.

"Percikan api sedikit saja bisa menyalakan perang thermonuklir," kata Diplomat Senior Korea Utara Pak Kil-yon dalam pidatonya di depan Majelis Dewan Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Senin 1 Oktober 2012. Dia menyalahkan ketegangan antara kedua negara belakangan ini akibat pemerintahan Korsel yang konservatif.

"Sejak bertugas, pemerintah Korsel yang sekarang membuat hubungan Korut-Korsel semakin buruk dengan merusak seluruh kesepakatan antar Korea," kata Pak, merujuk pada pakta perdamaian dan kerja sama ekonomi kedua Korea.

Pak menggambarkan bahwa hubungan kedua negara telah bangkrut. "Sejarah yang akan mengadili mereka," kata Pak saat mengomentari pemerintahan Korsel yang dipimpin oleh Lee Myung-bak.

Selain itu, Pak juga mengatakan bahwa Korea Selatan bersama dengan sekutunya, Amerika Serikat, mencoba memprovokasi Korut dengan melakukan latihan perang bersama.
"Sekarang, seiring dengan kebijakan AS yang merugikan Korut, konfrontasi dan provokasi adalah fenomena yang tengah terjadi di Semenanjung Korea, yang telah menjadi titik paling berbahaya di dunia dan bisa memicu perang nuklir," tegasnya.
Komentar Pak senada dengan sikap pemerintahan Kim Jong-un di Korut. Sebelumnya, kantor berita Korut yang menjadi corong pemerintah, KCNA, mengatakan bahwa kapal perang Korsel telah memasuki perairan Korut dan menembaki kapal nelayan.

"Rezim Lee telah dipojokkan di posisi di mana dia tidak bisa lagi memperpanjang usia politiknya tanpa melakukan tindak provokasi. Hanyalah kehancuran menghinakan dan kematian yang telah menunggu rezim Lee," tulis KCNA

Saturday, September 15, 2012

Wamenhan Korea Utara Temui Wamenhan RI Bahas Kemungkinan Peningkatan Kerjasama Pertahanan




DMC/SASIJakarta, DMC - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat (14/9), menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara Letjen Kang Pyo Yong, di Kantor Kemhan, Jakarta. Wamenhan meminta maaf atas ketidakhadiran Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk menyambut kunjungan Wamenhan Korea Utara karena sedang menghadiri pembukaan Sail Morotai di Provinsi Maluku Utara.
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Utara berjalan sangat baik sejak awal yaitu tahun 1961 pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Wamenhan melanjutkan, adalah kewajiban bersama untuk meningkatkan hubungan kerjasama di bidang pertahanan/militer untuk menambah kualitas hubungan baik kedua negara ini. Wamenhan setuju bahwa perlu dilakukan upaya bersama kedua Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan.
Kepada Wamenhan Korea Utara, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan beberapa prinsip dasar dalam pertahanan Indonesia saat ini yaitu sistem pertahanan semesta. Terdapat tiga komponen pertahanan yaitu TNI sebagai Komponen Utama, masyarakat yang sebelumnya telah dipersiapkan sebagai Komponen Cadangan, dan sarana prasarana dan industri sebagai Komponen Pendukung. Ketiga komponen tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kedaulatan bangsa, menjaga keutuhan wilayah teritorial NKRI, dan untuk menjaga keselamatan Bangsa dan Negara Indonesia.
Dalam hubungannya dengan kerjasama Internasional, Indonesia menerapkan prinsip mutual respect dan mutual benefit dalam membangun hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat. Dan prinsip Confident Building Measures dalam upaya pencegahan konflik dan sengketa diantara negara-negara sahabat dan yang berada di kawasan Asia Tenggara. Untuk mencegah terjadinya konflik di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga menjalin memelihara hubungan dengan membangun kerjasama pertahanan bersama negara-negara sahabat, anggota ASEAN.
Sementara itu Wamenhan Korea Utara menyatakan kunjungannya ke Kementerian Pertahanan RI kali ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan baik kedua negara terutama di bidang pertahanan. Wamenhan Kang Pyo Yong berharap dapat menjalin kerjasama di bidang saling kunjung perwira angkatan bersenjata kedua negara dan pendidikan bagi personel Angkatan Bersenjata.
Dijelaskan oleh Wamenhan Korea Utara bahwa hubungan baik kedua negara sudah berlangsung lama sejak kepemimpinan Presiden pertama Ir Soekarno. Rakyat Korea juga sangat menghargai ucapan bela sungkawa yang disampaikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat meninggalnya Presiden Korea Utara yang terdahulu Kim Jong Il pada Desember 2011 lalu. Wamenhan Korea Utara sangat menghargai Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berpengaruh di Asia dan tidak bersekutu dengan pihak manapun.

SUMBER : DMC

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...