Showing posts with label presiden. Show all posts
Showing posts with label presiden. Show all posts

Saturday, December 21, 2013

SBY : Dunia Tidak Selalu Bersahabat, Indonesia Harus Kuat Pangan Dan Alutsista


BOGOR  : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyadari, ada dua hal yang menjadi kata kunci dalam mencapai keberhasilan sebuah bangsa. Kedua hal yang dimaksudnya saling bertolak belakang, tapi melalui titik tersebut Indonesia harus bisa mandiri tanpa bergantung pada bangsa lain.

"Saya punya pendapat, bahwa komoditas pangan dan persenjataan militer dasar bagaimanapun bangsa Indonesia perlu memiliki kemandirian yang kuat. Ingat dunia tidak selalu bersahabat," ujar SBY saat Orasi Ilmiah pada Dies Natalis IPB ke-50 di Kampus IPB, Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/12).

Pernyataan yang disampaikannya itu bukan tanpa sebab, apalagi tekanan terhadap keberlangsungan hidup manusia kini semakin berat. Terutama kebutuhan terhadap komoditas pangan yang kini semakin serius.

Thursday, October 17, 2013

Panser Anoa VVIP, Panser Kepresidenan Produksi PT Pindad


Bandung : Sebagai orang nomor satu, presiden harus mendapat fasilitas nomor satu. Karena itulah, disediakan fasilitas mobil khusus presiden, pesawat kepresidenan, dan yang baru selesai dibuat: panser kepresidenan. Pekan lalu Jawa Pos mendapat kesempatan merasakan ketangguhan dan kenyamanannya.

Sebagai salah satu negara di dunia yang aman, tenteram, dan jarang mengerahkan persenjataan militer untuk konfrontasi, Indonesia patut berbangga memiliki PT Pindad. Perusahaan negara itu tak henti-hentinya melakukan inovasi untuk memenuhi amanat menyiapkan alat utama sistem persenjataan (alutista) terbaik dan termodern buat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri.

Kebanggan itulah yang dirasakan Jawa Pos saat menyusuri kantor pusat sekaligus tempat produksi Pindad di Bandung pekan lalu. Baru memasuki pintu gerbang, pandangan langsung menjumpai gudang yang berisi kendaraan-kendaraan superbesar. Mulai truk pengangkut TNI yang sering dijumpai di jalanan hingga kendaraan militer seperti panser dengan bodi baja yang tebal.

Monday, October 07, 2013

Presiden : Akhir Tahun, Kekuatan Pertahanan Kita Meningkat



jakarta  : Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sistem pertahanan dengan modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dibutuhkan TNI dalam menunjang tugasnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah telah menjalin kerjasama dengan industri pertahanan luar dan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI.

"Dalam waktu dekat ini hingga akhir tahun depan, kekuatan alutsista kita meningkat secara signifikan," kata  dalam pidatonya pada HUT TNI ke-68 di Skandron 2 Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu 5 Oktober 2013.

Menurut SBY, pemerintah telah dan akan mendatangkan beberapa alutsista yang dibutuhkan TNI. Untuk Angkatan Darat kata SBY, akan segera menggunakan tank tempur utama, kendaraan tempur anoa, meriam artileri kaliber 155 milimeter, rudal pertahanan udara, rudal antitank, roket laras multi taktis serta heli perang dan heli serbu.

Thursday, October 03, 2013

Presiden SBY dan Xi Jinping Akan Bahas Isu Pertahanan & Keamanan


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Rabu sore dijadwalkan menerima kunjungan kehormatan Presiden China Xi Jinping di Istana Merdeka Jakarta.

Presiden SBY dan Xi Jinping Akan Bahas Isu Pertahanan & Keamanan

Kepala Negara akan menerima Presiden Xi Jinping pada pukul 15.30 WIB yang akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara kedua pemimpin pemerintahan dan delegasi kedua negara.

Selain melakukan pembicaraan bilateral, keduanya juga akan menyaksikan penandatangan sejumlah dokumen perjanjian antara Indonesia dan China. Pada Rabu malam, Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono akan melangsungkan jamuan makan malam kenegaraan bagi Presiden Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan.


Sebelumnya Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan kunjungan Presiden China Xi Jinping pada awal Oktober mendatang akan meningkatkan ragam dan nilai kerja sama antara Indonesia dan China.

Saturday, September 07, 2013

Pertemuan Presiden SBY dengan Vladimir Putin

Presiden SBY dan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev memeriksa pasukan kehormatan, dalam upacara penyambutan kenegaraan di stana Kepresidenan Ak-Orda, Astana, Senin (2/9). (ANTARA FOTO/Anung)
Presiden SBY dan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev memeriksa pasukan kehormatan, di Istana Kepresidenan Ak-Orda, Astana, Senin (2/9). (ANTARA/Anung)
Beberapa waktu lalu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengumumkan tentang adanya tawaran/hibah dari Rusia untuk 10 kapal selam refurbish. Ketua Komisi 1 DPR menyatakan mendukung rencana pembelian 10 kapal selam eks Rusia, selama memperhatikan untur transfer teknologi yang didapat Indonesia. Kementerian Pertahanan pun menyiapkan tim untuk memeriksa langsung kapal selam yang ditawarkan Rusia.
Tak lama setelah pernyataan Menteri Pertahanan itu, Presiden SBY  didampingi  sejumlah menteri Kabinet  berkunjung ke Kazakhstan, Polandia dan Rusia.
“Kunjungan ke luar negeri Presiden RI selama 7 hari, memiliki arti strategis bagi kepentingan nasional Indonesia utamanya di bidang ekonomi,” ujar Staf Khusus Presiden, Teuku Faizasyah.
Di Kazakhstan, Presiden SBY bertemu dengan Perdana Menteri  Serik Akhmetov, Selasa (3/9) pukul 10.20 waktu setempat di Hotel Rixos President Astana. Kedua kepala pemerintahan membahas peningkatan kerjasama di bidang ekonomi dan bisnis. Perdagangan, pertanian, perkebunan, kapas, gandum dan berbagai komoditas lain menjadi pokok pembicaraan.  Indonesia berencana membangun pabrik mie di negara tersebut dan kedua negara sepakat membuka penerbangan langsung Indonesia-kazakhtan, untuk mendorong kerjasama ekonomi.
Perdagangan antara kedua negara pada 2012 mencapai 63,1 juta dolar AS meningkat 90 persen dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 33,1 juta dolar AS. Terdapat trend kenaikan 16,8 persen pada lima tahun terakhir.

Saturday, August 31, 2013

Presiden SBY Resmi Lantik Jenderal Moeldoko Jadi Panglima TNI



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Jenderal Moeldoko menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono dan Letjen TNI Budiman menjadi KSAD menggantikan Jenderal Moeldoko di Istana Negara, Jakarta.

Moeldoko dilantik Presiden Yudhoyono setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut menjadi Panglima TNI.

Moeldoko dan Budiman mengucapkan sumpah di Istana Negara, dalam upacara pelantikan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (30/8).

Presiden SBY Melawat ke Tiga Negara Eropa


SBYJakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melakukan serangkaian kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan, Polandia, dan Rusia pada 1-7 September 2013.

Presiden akan didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta sejumlah delegasi dalam kunjungan tersebut.

Saturday, August 17, 2013

Papua dan Aceh merupakan wilayah RI


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta negara-negara lain menghormati keberadaan Papua sebagai bagian wilayah Indonesia, dengan menghindari propaganda dan provokasi kelompok tertentu.

"Hendaknya semua pihak, di dalam dan luar negeri, menghindari segala bentuk propaganda dan provokasi yang dapat menganggu kedaulatan wilayah Indonesia," kata Presiden SBY, dalam pidato kenegaraan di depan sidang bersama DPD dan DPR, di Gedung DPR, Jumat (16/08), ketika menyinggung persoalan gerakan separatisme di Papua.

Friday, August 16, 2013

Dua Periode Pemerintahan SBY, Wilayah NKRI Utuh


Politisi Partai Demokrat (PD), Hayono Isman mengatakan dua periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak satu pun pulau dan sejengkal tanah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jatuh ke negara lain.
 
"Bahkan pulau yang strategis, yang memiliki cadangan minyak dan gas (migas) terbesar di kawasan Asia seperti Natuna dan Ambalat masih utuh sebagai aset Negara Indonesia," kata Hayono Isman, di Jakarta, Rabu (14/8).

Padahal lanjut Hayono, Pulau Natuna dan Ambalat terang-terangan diklaim Malaysia sebagai bagian dari wilayahnya. Pada era Pemerintahan Presiden SBY, kedua pulau tersebut masih utuh sebagai bagian wilayah NKRI.

Wednesday, August 14, 2013

SBY Seeks to Quell Melanesia Over Papua


Members of the Indonesian military have been deployed to Papua in great number in the past decade. (JG Photo/Dhana Kencana)President Susilo Bambang Yudhoyono has sought to quell growing support for Papuan self-determination among Indonesia’s Pacific island neighbors, on Monday seeking to demonstrate the area’s recent economic progress to visiting Solomon Islands Prime Minister Gordon Darcy Lilo.

Members of the intergovernmental Melanesian Spearhead Group have recently expressed sympathy for self-determination for the Indonesian provinces of Papua and West Papua, and some officials in Jakarta fear it could bolster wider international support for secession.

Sunday, July 28, 2013

SBY Dimata-matai Intelijen AS dan Inggris, Australia Ambil Untung


SBY Dimata-matai Intelijen AS dan Inggris, Australia Ambil UntungPerdana Menteri Australia, Kevin Rudd, dikabarkan memanfaatkan laporan intelijen Pemerintah Inggris dan Amerika Serikat (AS), tentang sejumlah pemimpin negara Asia, termasuk Presiden SBY, dalam pertemuan puncak G20 di London, Inggris pada 2009.

Menurut pemberitaan The Age, laporan itu kemudian digunakan Kevin untuk mendukung tujuan diplomatik Australia termasuk kampanye untuk memenangkan kursi di Dewan Keamanan PBB.

Tuesday, July 23, 2013

Rekayasa Militer Tiga Presiden Indonesia


Howitzer Caesar 155 mm dalam operasi di Timur Tengah (photo; GIAT)
Howitzer Caesar 155 mm dalam operasi di Timur Tengah.

Di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus diakui militer Indonesia semaakin kuat dan bewibawa. 
Indonesia memiliki tambahan 30 fighter F-16, 6 jet tempur SU-30 MK2 lengkap dengan persenjataan, 12 pesawat tempur taktis Super Tucano, 16 pesawat latih tingkat lanjut T-50i, 9 Hercules C-130H, 12 UAV Wulung dan Heron, 6 baterai Senjata penangkis serangan udara Oerlikon, 100 MBT Leopard 2A4/Revo, 50 IFV Marder, 1 skuadron heli serang AH 64 Apache Longbow, 36 MLRS Astros II, 37 Howitzer kelas berat 155 mm Caesar Perancis, ATGM Javelin, ATGM NLAW, 1 skuadron Helikopter serang Fennec AS550, 6 helicopter EC725 Super Cougar, 3 kapal selam Changbogo (U-209/1400), 2 Frigate Sigma 10514, 3 light frigate/ Korvet Nakhoda Ragam Class, 9 pesawat transport/ survailance C-295, belasan kapal cepat rudal KCR 60 dan KCR 40, 220 Panser Anoa, 30 Rantis Sherpa dan banyak lagi.

Friday, July 19, 2013

Pesawat Kepresidenan Rp 820 M Tiba Desember


JAKARTA - Tidak lama lagi, pemerintah Indonesia akan memiliki pesawat khusus kepresidenan. Setelah berkali-kali diwacanakan, pesawat kepresidenan tersebut akhirnya akan benar-benar diwujudkan.

Mensesneg Sudi Silalahi bahkan memastikan bahwa pesawat tersebut akan datang pada Desember mendatang. "Desember tahun ini. Memang jadwalnya begitu karena banyaklah prosesnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/7).

Monday, July 08, 2013

Pesawat kepresidenan siap dipakai mulai Agustus 2013 nanti


Jakarta - Untuk pertama kalinya, Indonesia segera kedatangan pesawat kepresidenan resmi.

Pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet (BBJ) II ini siap dipakai oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai Agustus 2013 nanti.

Media Relations Boeing Commercial Airplanes AS Doug Alder ketika dikonfirmasi menyampaikan, pemerintah Indonesia dipastikan telah memesan jenis Boeing Business Jet II.

Sunday, July 07, 2013

Bulan Agustus RI Akan Memiliki Pesawat Kepresidenan

Indonesia segera memiliki pesawat kepresidenan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Sistem keamanan dan interior pesawat yang dibeli dari Boeing, Amerika Serikat (AS) ini harus mantap.

Boeing Business Jet II Republik Indonesia
Boeing Business Jet II Republik Indonesia

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, sebelum terbang akan dilakukan pengecekan pesawat, untuk memastikan seluruh sistem di pesawat khusus presiden ini bagus.

Thursday, July 04, 2013

Presiden Minta Lanjutkan Postur Pertahanan MEF


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-cbbhzV8orqocc0FAucQVz94vJtaGhclzc5I4P73UEGGpzAUwsQVAbQN3ccZ-WpRpvKYe8kbVw2q0-iOZHOHVHI4QEG4ZI7Xrubrr7TqOWL9_vOA6ixwmy3wnSKLhcAZr2pTejcfJoa8/s1600/batteringramkopassus.pngPRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono berharap postur pertahanan saat ini berupa kebijakan Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang.

Menurut Presiden SBY, kebijakan tersebut penting untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan teritorial Indonesia. “Harapan saya ini bisa dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang, saya yakin presiden yang akan datang, pemerintahan yang akan datang juga ingin negaranya kuat, tentaranya kuat bisa menjalankan tugas-tugas pertahanan,” kata Presiden saat menjawab pertanyaan calon perwira remaja (capaja) Akademi Militer saat memberikan Pembekalan kepada capaja Akademi TNI-Polri Tahun 2013 di Gedung Graha Samudera Bumimoro Morokrembangan, Komplek Kodikal, Surabaya, Senin malam (1/7).

Sunday, June 30, 2013

Tidak Takut, SBY Pertahankan Ambalat dari Malaysia


JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, Indonesia akan terus mempertahankan blok Ambalat yang berbatasan dengan Malaysia.

Sebagai negara berdaulat, Indonesia tidak takut ancaman negara mana pun. Bahkan militer Indonesia masuk urutan 15 terbesar di dunia.

Saturday, June 08, 2013

Menanti Indonesia Air Force One


Boeing Business Jet 2 (Photo: Boeing.com)
Boeing Business Jet 2
Presiden SBY akan mendapatkan kado istimewa di bulan Agustus 2013, berupa Indonesia Air Force One BBJ2 yang siap mengantar Presiden untuk kunjungan ke dalam maupun luar negeri. Keberadaan pesawat kepresidenan ini diharapkan membantu kinerja presiden, khususnya ketika melakukan lawatan ke tempat yang jauh. 
Terbang ke luar negeri selama belasan jam, bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Apalagi ketika masuk jam tidur, tidak bisa merebahkan secara sempurna.

Sunday, May 12, 2013

Modernisasi Alutsista TNI, Komitmen, dan Tanggung Jawab SBY

EMB-314 Super Tucano, (FOTO ANTARA)
EMB-314 Super Tucano, (FOTO ANTARA)
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan luas daratan 1,9 juta kilometer persegi, luas perairan 3,1 juta kilometer persegi, dan panjang garis pantai mencapai 81.000 kilometer. Tentu, bukan perkara muda menjaga keutuhan wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
Indonesia tentu tidak mau kehilangan sejengkal tanahnya diambil oleh negara lain. Untuk ini, sudah pasti, Indonesia butuh peralatan canggih untuk menunjang kekuatan tempur militer RI sebagai ujung tombak penjaga wilayah NKRI.

Monday, May 06, 2013

Taklimat Presiden SBY Dari KRI Makassar-590 Sebelum Operasi Amfibi Dilaksanakan Di Asembagus


 Presiden Republik Indonesia Dr. H Susilo Bambang Yudoyono selaku Panglima Tertinggi TNI memerintahkan seluruh kekuatan TNI agar merebut kembali wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dikuasai musuh agar kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.  Perintah tersebut disampaikan Presiden SBY  melalui Taklimat yang disampaikan dari Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Makassar-590.

Demikian skenario latihan umum dalam Latihan Gabungan TNI 2013 yang berlangsung di perairan Laut Jawa Jumat, (3/5). Taklimat Panglima Tertinggi TNI itu disiarkan langsung dari KRI Makassar-590, yang diakses radio komunikasi seluruh unsur kapal perang yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) dalam rangka Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013. Dalam sekejap puluhan tank amfibi dan pasukan Marinir dimuntahkan dari dalam lambung KRI Makassar-590, KRI Surabaya-591, KRI Teluk Penyu-513 dan KRI Teluk Banten-516.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...