Monday, February 25, 2013

AS-Israel dan Militerisasi Dunia Maya



Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel secara bersamaan mengkonfirmasikan program baru mereka untuk melawan ancaman-ancaman cyber. Menurut para pengamat, dimensi serangan yang sangat tinggi telah mendorong militerisasi dunia maya di dunia.

Pekan lalu, AS dan Israel mengklaim bahwa bahaya ancaman cyber terhadap mereka sangat serius dan serangan terhadap perusahaan, individu, dan instansi-instansi pemerintah telah meningkat. Oleh karena itu, kedua pihak akan mengambil langkah-langkah khusus dalam masalah tersebut.

Presiden Barack Obama menandatangani aturan baru yang mengatur tentang keamanan di dunia maya atau cyber-security. Aturan ini memungkinkan pemerintah untuk berbagi informasi mengenai adanya "ancaman cyber" dengan perusahaan privat.

Israel juga telah meluncurkan pusat khusus untuk operasi cyber dan berupaya memperkuat program cyber rezim itu. Harian Jerusalem Post menulis, serangan cyber telah menjadi masalah rumit bagi Israel dan beberapa pihak berpikir bahwa konvensi internasional harus dipersiapkan untuk menangkal serangan cyber dan perang di dunia maya.

Komisi I Panggil Panglima TNI dan BIN Senin Depan


Komisi I DPR RI akan memanggil Panglima TNI dan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) Senin (21/2) depan menyusul aksi kekerasan yang terjadi di Papua kemarin pagi.

Anggota Komisi I Husnan Bey Fananie mengatakan, telah mendapat informasi dari Pimpinan Komisi I untuk rencana Raker Senin depan dengan pihak Panglima TNI guna membahas kondisi keamanan di Papua saat ini.

"Senin nanti rencananya akan digelar raker di Komisi I dengan Panglima TNI dan Kepala BIN untuk membahas soal keamanan Papua," ujar Husnan kepada JurnalParlemen, Jumat (22/2).

Husnan menyesalkan atas kembali jatuhnya korban dari pihak keamanan (TNI) yang bertugas di Papua akibat aksi penyerangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di sana. Karenanya, DPR memandang perlu memikirkan dan membuat solusi dengan pihak Panglima TNI untuk menjawab berbagai persoalan di Papua ini. Terutama, terkait tugas berat TNI yang bertugas di Papua dalam membantu menciptakan keamanan, ketertiban, dan keutuhan NKRI dari rongrongan segelintir orang yang selama ini selalu mengganggu keamanan di Papua.

F-5 Tiger Akan Menghuni Museum Dirgantara




24 Februari 2013, Yogyakarta: Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, (Muspusdirla) terletak di Pangkalan Udara Adisutjipto itu tersimpan 42 koleksi pesawat terbang. Ke-42 pesawat tersebut tertata dalam dua tempat, yaitu 36 pesawat dalam ruang alutsista dan 6 pesawat lainnya di halaman museum.

Sebentar lagi koleksi pesawat ke 43 segera hadir di Museum Pusat TNI Angkatan udara ini. Lahan museum yang luas telah dibangun shelter seluas 20 x 11 meter, dengan lantai cor dan tahan gempa. Shelter ini berada di halaman museum Dirgantara Mandala bersebelahan dengan pesawat jenis TU-16 buatan Uni Soviet.

Shelter yang diperuntukkan pesawat jenis F-5 ini akan mengisi koleksi pesawat Museum Dirgantara mandala. Pesawat F-5 ini telah bersama mengudara selama 33 tahun yang lalu. Pesawat buatan Amerika ini di produksi oleh Northrop mulai tahun 1960, namun generasi yang digunakan oleh TNI AU F-5 Tiger II.

Kemhan Gandeng 18 Negara Latihan Penanggulangan Teroris

(Foto: DMC)

23 Februari 2013, Jakarta: Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggandeng 18 negara yang terdiri dari negara-negara ASEAN dan 8 negara sahabat untuk berlatih bersama dalam menanggulangi bahaya teroris pada September mendatang.

"Latihan bersama ini dimaksudkan untuk menghadapi tantangan kejahatan terorisme yang semakin kompleks," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, seusai menghadiri coffee morning dengan para atase pertahanan dari negara-negara sahabat di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (22/2).

Dalam waktu dekat, Kemhan juga akan mengadakan kegiatan Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2013 yang akan dilaksanakan pada 20–21 Maret 2013. "Tema pelaksanaan JIDD kali ini adalah ‘Pertahanan dan Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik’," kata Purnomo.

Sunday, February 24, 2013

Tentara Jepang Bantai Warga Sipil Maluku, Publik Indonesia Belum Tahu


Penulis : Eka Hindra, Research Associate Global Future Institute dan Peneliti Independen Ianfu Indonesia


Di Desa Emplawas di Kepulauan Babar, Maluku Tenggara Raya, pada Oktober 1944 terjadi pembantaian brutal terhadap 710 penduduk sipil oleh militer Jepang. Ternyata pada waktu itu desa Emplawas merupakan penghasil tembakau yang besar dengan panen yang cukup besar sekitar 6000 kg per tahunnya.

Militer Jepang diwakili oleh Shinohara melakukan tindak kekerasan untuk menguasai tembakau. Hal ini memicu kemarahan penduduk. Sehingga timbul aksi balas dendam dan berakhir dengan pembantaian hamper seluruh penduduk desa.

Turki Beli Sistem Intai Baru dari Israel

Pesawat AWACS Boeing 737-700 Turki
Pesawat AWACS Boeing 737-700 Turki
Sistem pengintai baru telah tiba di fasilitas Industri Kedirgantaraan Turki (Turkish Aerospace Industries), dan pengintegrasiannya pada pesawat militer yang Turki beli dari Amerika Serikat akan selesai dalam beberapa minggu kedepan. Korporasi Pertahanan dan Dirgantara Multinasional AS, Boeing, sebelumnya harus turun tangan guna menyelesaikan kebuntuan kerjasama antara Turki dan rezim Israel terkait pengadaan sistem intai tersebut.
Pada tahun 2002, badan pengadaaan alutsista Turki memerintahkan pembelian empat pesawat AWACS Boeing 737-700, radar darat dan sistem kontrol, ditambah dengan segmen kontrol darat untuk misi pelatihan, misi kru, dukungan misi dan pemeliharaan. Perusahaan Israel Elta Systems Ltd ditugaskan untuk memproduksi sistem pengukur elektronik (EMS) untuk empat pesawat tersebut. Kesepakatan itu dilaporkan menelan biaya sebesar 100 juta dolar AS.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...