Friday, July 12, 2013

Sistem Pertahanan Yang Kuat Perlu Ditunjang Oleh Industri Pertahanan Yang Kuat

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQZsBq-m7sNNmPXlZ8mUYeC7J9y6sU7M3LmwzF2SgE3-4fuvpqQWakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (10/7), memberikan ceramah kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIX Lemhanas RI di Gedung Lemhanas, Jakarta, tentang “Optimalisasi Industri Pertahanan Dalam Mendukung Kebutuhan Alutsista”. Saat mengawali ceramahnya Wamenhan menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia menjadi kuat ketika mempunyai sistem politik, ekonomi dan pertahanan yang kuat dan hal itu perlu ditunjang dengan Industri Pertahanan yang kuat pula (strong defence capability).

Kebijakan MEF Dan Segala Tantangannya


: Bila kita membicarakan MEF atau Minimum Essential Force sejauh ini selalu mengundang kontroversi. Kontroversi akan selalu muncul, selama tidak ditemukan acuan bakunya. Acuan baku dalam hal ini adalah, terminologi minimum, yang pasti akan mengandung makna minimum dari atau terhadap apa. Essential Force, dapat saja diartikan sebagai kebutuhan sebenarnya dan atau kebutuhan yang merupakan inti atau esensi dari kebutuhan itu sendiri. Dalam bayangan, maka essential force adalah kebutuhan riil dari satu kekuatan yang ingin dibangun. Bila itu memang sudah ada, maka dipastikan essential force akan berujud atau seyogyanya berujud sebagai Master Plan dari satu kekuatan inti Angkatan Perang yang diinginkan. Pertanyaannya adalah, apakah Master Plan tersebut sudah ada.

Thursday, July 11, 2013

SA-330 Puma: Helikopter “Angkut Berat” TNI AU Era-80n


Sejenak kita flash back ke pertengahan tahun 70-an, terutama saat pergolakan operasi Seroja di Timor Timur, TNI begitu membutuhkan unsur mobilitas udara dalam menunjang gelar misi tempur. Konsep gelaran berupa UH (utility helicopter) dipandang yang paling ideal kala itu, beragam peran dapat dijalankan pada jenis UH. Heli UH sendiri sering disebut multipurpose utility helicopter dalam pengertian sipil, meski letak perbedaan sebenarnya tak beda jauh, UH lebih ditekankan pada kelengkapan senjata yang dirancang portable.
Pergerakan pasukan membutuhkan sarana helikopter yang memadai, selain mampu angkut personel, SAR tempur, drop logistik, dan evakuasi medis, juga dituntut mampu melakukan bantuan tembakan ke permukaan. Untuk menunjang misi tersebut, ada dua jenis helikopter yang didatangkan pada tahun 1977 – 1978, masing-masing adalah SA-330 Puma buatan Perancis dan Bell-205 A-1. Keduanya masuk dalam kategori heli angkut sedang. Bila SA-330 Puma menjadi arsenal skadron udara 8 TNI AU, maka Bell 205 A-1 menjadi kekuatan skadron udara 11/Serbu Penerbad yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah. Bahasan mengenai Bell 205 A-1 sebelumnya telah kami kupas, dan kini giliran SA-330 Puma yang buat penulis cukup menarik untuk dicermati, pasalnya heli ini telah beroperasi 3 dekade lebih dan masih terus dipercaya hingga kini.

Ultra Awarded a £32m Contract for the Mid-Life Modernisation of Indonesian Navy Warship


Ultra Electronics announces that its Command & Control Systems business, based in High Wycombe, has been awarded a contract worth £32m by the Republic of Indonesia’s Ministry of Defence for the mid-life modernisation of the first of the Fatahillah Class corvettes.

The contract includes the development, installation and integration of a new combat management system. The marine engineering aspects of the work package will be undertaken 
by Ultra’s partner, Nobiskrug with its local subcontractor in Indonesia.

M-60 GPMG: Senapan Mesin Multi Platform Legendaris



SMS (Senapan Mesin Sedang) di lingkungan TNI, khususnya di Korps Kavaleri tak hanya didominasi oleh jenis FN MAG buatan Belgia. Nyatanya SMS dalam standar NATO ada lagi yang tak kalah populer, yakni GPMG (General Purpose Machine Gun) M-60 kaliber 7,62 x 51 mm. Walau tak selaris FN MAG, M-60 buatan Saco Defence, US Ordnance, Amerika Serikat, punya pengalaman tempur melegenda.
M-60 menjadi senjata utama dalan unit pleton, saat pasukan AS harus berjibaku melawan Viet Cong dalam perang Vietnam. Rasanya pun dalam setiap film bertemakan perang Vietnam, M-60 selalu tampil dalam beragam versi, melengkapi kehadiran senapan mesin M-16 dan rivalnya AK-47. Singkat cerita setiap kegiatan operasi militer AS di seluruh penjuru dunia, pasti melibatkan M-60, termasuk kiprah AS di perang Irak dan Afganistan.

India Segera Luncurkan Kapal Induk Buatan Pertamanya


India berusaha meningkatkan kehadiran Angkatan Lautnya di Samudera Hindia. Salah satu langkahnya adalah dengan meluncurkan kapal induk IAC (indigenious aircraft carrier) buatan pertama India secepatnya pada bulan Agustus nanti.

INS Vikrant
Ilustrasi komputer kapal induk IAC (INS Vikrant). (Kredit foto : Indian Defence Ministry)
Uji coba laut tahap pertama kemungkinan dilakukan setelah 10 bulan sejak kapal induk ini diluncurkan Agustus nanti, kata seorang pejabat senior pemerintah India. Namun, kapal induk IAC, yang nantinya akan dinamai INS Vikrant, belum akan ditugaskan setidaknya untuk lima tahun kedepan karena terlebih dahulu harus melalui beberapa pengujian panjang.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...