Friday, July 12, 2013
Sistem Pertahanan Yang Kuat Perlu Ditunjang Oleh Industri Pertahanan Yang Kuat
Kebijakan MEF Dan Segala Tantangannya
: Bila kita membicarakan MEF atau Minimum Essential Force sejauh ini
selalu mengundang kontroversi. Kontroversi akan selalu muncul, selama
tidak ditemukan acuan bakunya. Acuan baku dalam hal ini adalah,
terminologi minimum, yang pasti akan mengandung makna minimum dari atau
terhadap apa. Essential Force, dapat saja diartikan sebagai kebutuhan
sebenarnya dan atau kebutuhan yang merupakan inti atau esensi dari
kebutuhan itu sendiri. Dalam bayangan, maka essential force adalah
kebutuhan riil dari satu kekuatan yang ingin dibangun. Bila itu memang
sudah ada, maka dipastikan essential force akan berujud atau seyogyanya
berujud sebagai Master Plan dari satu kekuatan inti Angkatan Perang yang
diinginkan. Pertanyaannya adalah, apakah Master Plan tersebut sudah
ada.
Thursday, July 11, 2013
SA-330 Puma: Helikopter “Angkut Berat” TNI AU Era-80n
Pergerakan pasukan membutuhkan sarana helikopter yang memadai, selain mampu angkut personel, SAR tempur, drop logistik, dan evakuasi medis, juga dituntut mampu melakukan bantuan tembakan ke permukaan. Untuk menunjang misi tersebut, ada dua jenis helikopter yang didatangkan pada tahun 1977 – 1978, masing-masing adalah SA-330 Puma buatan Perancis dan Bell-205 A-1. Keduanya masuk dalam kategori heli angkut sedang. Bila SA-330 Puma menjadi arsenal skadron udara 8 TNI AU, maka Bell 205 A-1 menjadi kekuatan skadron udara 11/Serbu Penerbad yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah. Bahasan mengenai Bell 205 A-1 sebelumnya telah kami kupas, dan kini giliran SA-330 Puma yang buat penulis cukup menarik untuk dicermati, pasalnya heli ini telah beroperasi 3 dekade lebih dan masih terus dipercaya hingga kini.
Ultra Awarded a £32m Contract for the Mid-Life Modernisation of Indonesian Navy Warship
Ultra
Electronics announces that its Command & Control Systems business,
based in High Wycombe, has been awarded a contract worth £32m by the
Republic of Indonesia’s Ministry of Defence for the mid-life
modernisation of the first of the Fatahillah Class corvettes.
The contract includes the development, installation and integration of a new combat management system. The marine engineering aspects of the work package will be undertaken
by Ultra’s partner, Nobiskrug with its local subcontractor in Indonesia.
The contract includes the development, installation and integration of a new combat management system. The marine engineering aspects of the work package will be undertaken
by Ultra’s partner, Nobiskrug with its local subcontractor in Indonesia.
M-60 GPMG: Senapan Mesin Multi Platform Legendaris
SMS (Senapan Mesin Sedang) di lingkungan TNI, khususnya di Korps Kavaleri tak hanya didominasi oleh jenis FN MAG buatan Belgia. Nyatanya SMS dalam standar NATO ada lagi yang tak kalah populer, yakni GPMG (General Purpose Machine Gun) M-60 kaliber 7,62 x 51 mm. Walau tak selaris FN MAG, M-60 buatan Saco Defence, US Ordnance, Amerika Serikat, punya pengalaman tempur melegenda.
M-60 menjadi senjata utama dalan unit pleton, saat pasukan AS harus berjibaku melawan Viet Cong dalam perang Vietnam. Rasanya pun dalam setiap film bertemakan perang Vietnam, M-60 selalu tampil dalam beragam versi, melengkapi kehadiran senapan mesin M-16 dan rivalnya AK-47. Singkat cerita setiap kegiatan operasi militer AS di seluruh penjuru dunia, pasti melibatkan M-60, termasuk kiprah AS di perang Irak dan Afganistan.
India Segera Luncurkan Kapal Induk Buatan Pertamanya
India berusaha meningkatkan kehadiran Angkatan Lautnya di Samudera
Hindia. Salah satu langkahnya adalah dengan meluncurkan kapal induk IAC
(indigenious aircraft carrier) buatan pertama India secepatnya pada
bulan Agustus nanti.
![]() |
| Ilustrasi komputer kapal induk IAC (INS Vikrant). (Kredit foto : Indian Defence Ministry) |
Uji coba laut tahap pertama kemungkinan dilakukan setelah 10 bulan sejak
kapal induk ini diluncurkan Agustus nanti, kata seorang pejabat senior
pemerintah India. Namun, kapal induk IAC, yang nantinya akan dinamai INS
Vikrant, belum akan ditugaskan setidaknya untuk lima tahun kedepan
karena terlebih dahulu harus melalui beberapa pengujian panjang.
Subscribe to:
Posts (Atom)


