Tuesday, July 23, 2013

Rusia Tegaskan Tetap Kirim Rusal S300 Ke Suriah


Pemerintah Rusia sedang berdiskusi untuk memberikan pinjaman dana tambahan bagi Damaskus dan tetap berkomitmen untuk mengirim rudal-rudal S-300 meski ditentang negara-negara Barat. Demikian pernyataan Deputi PM Suriah Qadri Jamil, Senin (22/7/2013).

Qadri Jamil yang tengah berkunjung ke Rusia mengatakan, pembicaraan soal pinjaman itu disampaikannya saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

2014 Modernisasi Besar-Besaran Armada Pasifik Rusia


 Mulai tahun depan, Armada Pasifik Rusia akan mulai menerima kapal perang baru; ini menjadi pertama kali sejak Uni Soviet runtuh, kata Komandan Armada Pasifik, Laksamana Sergei Avakyants.

"Sebaliknya pengiriman skala besar peralatan baru, kapal-kapal perang baru untuk Armada Pasifik akan dimulai pada 2014," kata Avakyants dalam satu wawancara dengan televisi Rusia, Rossiya 24, Kamis kemarin.

Rekayasa Militer Tiga Presiden Indonesia


Howitzer Caesar 155 mm dalam operasi di Timur Tengah (photo; GIAT)
Howitzer Caesar 155 mm dalam operasi di Timur Tengah.

Di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus diakui militer Indonesia semaakin kuat dan bewibawa. 
Indonesia memiliki tambahan 30 fighter F-16, 6 jet tempur SU-30 MK2 lengkap dengan persenjataan, 12 pesawat tempur taktis Super Tucano, 16 pesawat latih tingkat lanjut T-50i, 9 Hercules C-130H, 12 UAV Wulung dan Heron, 6 baterai Senjata penangkis serangan udara Oerlikon, 100 MBT Leopard 2A4/Revo, 50 IFV Marder, 1 skuadron heli serang AH 64 Apache Longbow, 36 MLRS Astros II, 37 Howitzer kelas berat 155 mm Caesar Perancis, ATGM Javelin, ATGM NLAW, 1 skuadron Helikopter serang Fennec AS550, 6 helicopter EC725 Super Cougar, 3 kapal selam Changbogo (U-209/1400), 2 Frigate Sigma 10514, 3 light frigate/ Korvet Nakhoda Ragam Class, 9 pesawat transport/ survailance C-295, belasan kapal cepat rudal KCR 60 dan KCR 40, 220 Panser Anoa, 30 Rantis Sherpa dan banyak lagi.

Indonesia Harus Perkuat Kehadiran Di ZEE


Pakar hukum laut, Hasjim Djalal, mengemukakan bahwa Indonesia harus memperkuat kehadirannya di sejumlah Zona Ekonomi Eksklusif, termasuk yang bersinggungan dengan Malaysia di Laut China Selatan.

"Hingga kini pembahasan mengenai Zona Ekonomi Eksklusif dengan Malaysia di beberapa titik, termasuk di Laut China Selatan, belum selesai," katanya, saat ditemui ANTARA News di Beijing, Sabtu.

Sunday, July 21, 2013

Hekopter OH-1 Jepang


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ab/OH1M_KASM001.jpg/250px-OH1M_KASM001.jpg
Pada pertengahan tahun 1980-an badan pertahanan Jepang (JDA), mulai mempertimbangkan penerus Helikopter ringan OH-6D yang saat ini berada dalam layanan Angkatan Darat  bela diri Jepang.Pasukan Jepang membutuhkan heli pengintai dengan produk asli dalam negeri. Pada tahun 1992 kawasaki terpilih sebagai kontraktor utama.saat itu ada tiga perusahaan yang bersaing diantaranya Fuji dan Mitsubishi. Sampai dengan 2009 Helikopter OH-1 telah diproduksi sebanyak 28 unit.

Korsel akan Beli 260 Rudal Canggih dari AS



Korea Selatan akan membeli ratusan rudal canggih dari Amerika Serikat untuk memperkuat kemampuan militer, khususnya pada jet tempur.

Sumber dilpomatik di Washington mengabarkan pada hari Jumat bahwa Agen Kerjasama Pertahanan AS–DSCA menginformasikan pihak Kongres terhadap permintaan Korea Selatan untuk membeli 260 unit rudal canggih jarak sedang udara ke udara –AMRAAM.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...