Showing posts with label lebanon. Show all posts
Showing posts with label lebanon. Show all posts

Thursday, July 11, 2013

Militer Lebanon Akan Terima Paket Senjata Berat dari Perancis



Koran Jumhuriyah terbitan Lebanon melaporkan, Perancis memutuskan untuk memperkuat militer Lebanon dan mengirim paket persenjataan berat termasuk roket-roket anti-tank dan roket darat ke udara untuk militer Lebanon.

Tasnimnews (10/7) melaporkan, pemerintah Perancis memutuskan pengiriman paket senjata berat itu ke Lebanon guna meningkatkan kemampuan operasional militer Lebanon.

Wednesday, February 06, 2013

TNI Membentuk Desa Binaan di Lebanon


TNI Membentuk Desa Binaan di LebanonLebanon | Pendekatan TNI dalam memelihara perdamaian dunia di bawah bendera Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat apresiasi tinggi. Salah satu terobosan yang disambut positif PBB adalah pembentukan desa binaan di Lebanon. 


Satuan tugas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-G/UNIFIL atau Indobatt (Indonesian Battalyon) menjadikan Desa Deir Serrian di Lebanon Selatan sebagai desa binaan. "Kami selalu memperlakukan personel Indobatt seperti keluarga sendiri," kata Kepala Desa Deir Serrian, Wafik Moh Karyem, di Lebanon, Selasa (5/2).

Thursday, November 22, 2012

Indonesia Kirim 1169 Prajurit TNI ke Lebanon



Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyalami Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) untuk melaksanakan tugas menjaga perdamaian di Lebanon dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (21/11). Sebanyak 1.169 Prajurit TNI itu akan bertugas selam satu tahun di Lebanon. (Foto: ANTARA/Kadispenum Puspen TNI-Kolonel Cpl Minulyo Suprapto/HO/Koz/Spt/12)

21 November 2012, Jakarta: Sebanyak 1.169 prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) siap diberangkatkan ke Lebanon untuk melaksanakan tugas menjaga perdamaian dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Hal itu terungkap ketika Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono melepas 1.169 prajurit TNI itu dengan upacara militer di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/11).

Prajurit yang akan diberangkatkan pada akhir November 2012 dan akan bertugas selama setahun di Lebanon itu, terdiri dari : 850 personel Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G yang dipimpin Mayor Inf Lucky Avianto, 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-E dipimpin Letkol Cpm Subiyakto.

Sebanyak 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-E2 dipimpin Mayor Inf Yuri Eliyas, 50 personel Satgas Force Headquarter Support Unit (SFQSU) Konga XXVI-E1 dipimpin Kolonel Inf Karmin Suharna, enam personel Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-C dipimpin Letkol Inf Ilyas, 18 personel Satgas Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-C dipimpin Mayor Inf Nasrul, sembilan personel Satgas Level 2 Hospital XXIX-E dipimpin Letkol Kes dr Paulus Supriyono dan 11 personel Milstaf Seceast dipimpin Kolonel Inf Rezerius.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, dalam amanatnya mengatakan, Dewan Keamanan PBB pada 23 September 2012 telah memperbaharui mandat bagi pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon hingga tahun 2013, dengan tujuan untuk memastikan pencapaian stabilitas di Lebanon dan memastikan bahwa tidak ada tindakan intimidasi terhadap pasukan sementara PBB di Lebanon-United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL.

Dipahami bahwa pembaharuan mandat PBB tersebut terjadi di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak dari konflik yang telah terjadi selama 17 bulan di wilayah tetangga Lebanon, yaitu Suriah, katanya.

Melihat dari kondisi dan perkembangan situasi Lebanon dan Timur Tengah, Panglima TNI menyampaikan beberapa perhatian dan harapan untuk diperhatikan secara seksama sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas prajurit, yakni memahami dan menguasai secara benar aturan pelibatan dan prosedur tetap.

Selain itu, prajurit juga diimbau untuk mencermati setiap perkembangan situasi di wilayah penugasan dan melaksanakan analisa secara cerdas dalam mengambil keputusan secara tepat dan cepat serta menghormati etika sosial, adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat setempat dengan berpedoman pada "delapan wajib TNI".

"Prajurit harus menjaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit TNI dan tingkatkan komunikasi dengan prajurit megara lain yang mengemban misi PBB yang sama," tuturnya.

Panglima TNI mengingatkan, bahwa keberadaan prajurit Konga di daerah operasi adalah sebagai duta TNI dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh prajurit berkewajiban menjaga nama baik bangsa Indonesia dan TNI dengan tetap memegang teguh norma-norma keprajuritan yang dilandasi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

Sumber: Investor

Tuesday, September 11, 2012

PRAJURIT KRI SHN-366 BERI PELATIHAN PERSONEL LAF


 :Disela-sela kegiatan operasi di Area of Maritime Operation(AMO) Laut Mediterane, prajurit KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 memberi pelatihan kepada personel Angkatan Laut Lebanon (Lebanese Armed Force Navy), Minggu (2/9). Personel berpangkat bintara tersebut adalah Petty Officer First Chief (POFC) Georges Khoeri. Onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 selama satu hari untuk mengikuti berbagai kegiatan latihan secara teori maupun praktek.

Materi latihan antara lain meliputi pengetahuan permesinan kapal, kelistrikan kapal, prosedur perawatan dan pemeliharaan kapal, pelaksanaan dinas jaga di ruang mesin dan pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Selain itu, personel yang mempunyai spesialisasi kelistrikan ini dilibatkan langsung dalam latihan peran penyelamatan kapal  (Nuclear, Biology, and Chemical Damage Controle) yang meliputi  latihan peran kebakaran maupun peran kebocoran kapal.

Dalam latihan ini, prajurit George dengan mengenakan pakaian PEK KRI Sultan Hasanuddin-366 ikut bersama-sama Tim PEK KRI Sultan Hasanuddin-366  menanggulangi kebakaran yang disimulasikan terjadi di Lounge Room Tamtama. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan peran kebocoran yang disimulasikan terjadi di steering gear. Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih LAF Navy sesuai materi latihan agar dapat diterapkan di kapal perang yang mereka awaki. Hal ini  sesuai dengan mandat Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tahun 2006 bahwa selain sebagai peace keeper, MTF UNIFIL juga bertugas memberikan pelatihan kepada LAF Navy.

Selanjutnya pada tanggal 3 September 2012, KRI Sultan Hasanuddin-366 menerima kunjungan dua orang observer dari France Coastal Radar (FCR) Security Team yang terdiri dari CPT. Benoit Pons danLance SergeantClemence Ridel. Kedatangan tim ini bertujuan untuk melaksanakan survey dan pengamatan daerah latihan berkaitan dengan rencana latihan Steel Storm I-12 di perairan perbatasan Israel dan Lebanon. Latihan Steel Storm I-12 adalah latihan penembakan (Live Firing Ammunition Exercise) dengan menggunakan meriam kaliber 12,7 mm, 20 mm dan 40 mm antara UNIFIL dengan LAF Navy yang dilaksanakan pada tanggal 4 September 2012 keesokan harinya. Dalam kegiatan pengamatan ini personel FCR juga melaksanakan pengecekan pesawat komunikasi yang dibawa dengan stasiun FCR yang berada di darat.

Dalam rangka penyiapan latihan Steel Storm I-12 ini KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan tugas sebagai unsur  pengamanan wilayah laut dan udaraMaritime Temporary Prohibited Area (MTPA). Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 4 September 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 merapat di pelabuhan Beirut untuk melaksanakan bekal ulang logistik dan maintenance rutin. Selama melaksanakan tugas operasi selama empat hari di AMO (1 - 4 September 2012), KRI Sultan Hasanuddin-366 berhasil melaksanakan hailing sebanyak 21 kontak kapal permukaan dan mendeteksi adanya kegiatan pesawat udara militer sebanyak 3 kali.


Selama sandar di pelabuhan Beirut, KRI Sultan Hasanuddin-366 menerima kunjungan MTF COE Inspection untuk pemeriksaanContingent Owned Equipment (COE) dariUnited Nations Department of Peace Keeping Operation (UNDPKO). Inspeksi ini merupakan yang kedua kalinya, kunjungan pertama yaitu pada tanggal 20 Juni 2012 yang lalu. Inspeksi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, bertujuan untuk mengecek perlengkapan dan peralatan yang ada di KRI Sultan Hasanuddin-366, antara lain kelengkapan permesinan, alat komunikasi, observasi & positioningself protection, perlengkapan dapur, loundry, akomodasi prajurit, fungsi alarm, lifecraft, fasilitas internet, kelengkapan fasilitas medis level 1 dan lain sebagainya.

Hasil dari inspeksi tersebut menyatakan bahwa perlengkapan dan peralatan yang ada di KRI Sultan Hasanuddin-366  sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh United Nations Security Council dalam rangka menjadi peace keeper di Lebanon. Hal ini ditandai dengan penandatangan berita acara hasil inspeksi antara Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Dato Rusman SN dengan Commander Neelsen dan Nikolay Voynov dari MTF COE Inspection.



Sumber : Koarmatim

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...