Showing posts with label indobat. Show all posts
Showing posts with label indobat. Show all posts

Saturday, January 11, 2014

Indobatt “Libas” 5 Trofi dan Medali Emas Bergengsi Biathlon FCR

"Semangat juang dan kemampuan prajurit TNI saat mengikuti kejuaraan Biathlon Winter Military Sport yang kami selenggarakan pada 23 Desember 2013 lalu sangat mengagumkan,"

tutur Force Commander Reserve (FCR), Colonel Loic Mizon, Kamis pagi (9/1) saat menyerahkan Tropi Kejuaraan dan Medali kepada Tim Menembak Indobatt. 

Kelima atlet menembak Pistol Indobatt yang berhasil mengharumkan nama Indonesia yaitu Kapten Inf Yudhison R. Tarigan, Lettu Paskhas Mansyur M. Lettu Inf Bagus Prabowo, Praka Marinir Ngadimin dan Pratu Jufri Trianto.

Monday, October 07, 2013

Indonesian People Crazy!


13810473102127953303
Burung “Garuda”, lambang kebanggaan Indonesia

Siapa pun yang mengaku orang Indonesia, bila mendengar kalimat dalam judul tersebut di atas apalagi dilontarkan oleh orang “bule” tentu akan marah, tersinggung dan buntutnya bisa jadi si bule yang mengucapkan kalimat itu akan “dilabrak” habis-habisan, tanpa kompromi sebagai bentuk berontaknya “nasionalisme” yang melekat pada jiwanya. Akan tetapi aku sebagai “Indonesia tulen” tidak demikian menanggapinya. Bukan karena aku sudah tak peduli lagi dengan apa itu yang namanya nasionalisme, bukan pula karena aku “takut” karena yang mengucapkan kalimat itu bule bertubuh tinggi besar. Bukan itu! Aku tidak marah karena itu hanyalah sebuah “majas”, sebuah gaya bahasa, sebuah majas “interjeksi preterito”, sebuah ungkapan hati seseorang berupa penegasan tentang sesuatu dengan menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Aku pun tidak marah karena kalimat lanjutannya justru menambah kebanggaanku terhadap Indonesia, “Wow… Indonesian people crasy! ….. wonderfuf, fantastic ….. …. amazing ……I really appreciate how Indonesian guess created it”. Nah, dengan melihat kalimat lengkapnya si bule ini, semoga anda akan “mengampuni” aku yang tidak marah dengan kata-kata si bule tadi ”Indonesian people crazy!”.

Sebaris kalimat ungkapan tersebut aku rekam dalam memori ingatanku ketika suatu sore, di hari Minggu, di akhir bulan September 2013 lalu, aku bertemu dengan seorang kenalanku, seorang Officer dari sebuah negara di kawasan Eropa yang kini sama-sama sedang menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon. Aku kenal dengan sang Officer beberapa bulan sebelumnya ketika mengikuti program Induction Training yang dilaksanakan Unifil (United Interim Force In Lebanon). Aku bertemu dengannya sore itu ketika aku baru keluar dari pagar markasku di Soedirman Camp, jalan kaki, dengan pakaian olah raga lengkap mau cari keringat, bermain bulutangkis di Unifil Rub Hall seperti kebiasaanku di waktu senggang atau hari libur.

Perjumpaan yang tak terduga itu akhirnya melahirkan sedikit perbincangan yang ujung-ujungnya ia menunjuk sebuah patung garuda raksasa yang saat itu kelihatan dari jalanan pintu gerbang yang sedang digarap rekanku dari Satgas Force Protection Company (FPC). Dan kalimat-kalimat itulah yang terlontar dari mulutnya sembari geleng-geleng kepada, ” “ Wow… Indonesian people crasy! ….. wonderfuf, fantastic ….. …. amazing ……I really appreciate how Indonesian guess created it”. Sebuah kalimat pujian yang membuat kepalaku sebagai warga Indonesia seakan “membesar” sehingga aku hanya menanggapinya dengan singkat, “ Thank you for your apreciation and your praise, Sir!” . Selanjutnya setelah “basa basi” mengucapkan salam perpisahan, aku pun melanjutkan perjalanan, menyusuri jalanan aspal berkelok-kelok di Green Hill, Naqoura, South Lebanon.

Saturday, April 27, 2013

Persenjataan FPU Indonesia: SS2-V5


persiapan patroliFormed Police Unit (FPU) Indonesia di Darfur Sudan sudah pada kontingen yang ke 5, sudah banyak yang dilakukan dalam upaya mencapai perdamaian di missi gabungan antara PBB dan Uni Afrika yang disebut United Nations African Union Mission in Darfur (UNAMID), ada yang istimewa dalam kontingen ke 5 ini dengan diperkenalkannya senjata personal yang baru yaitu SS2-V5 buatan Pindad. Sekarang kita mendapat persenjataan produksi anak bangsa yang ternyata tidak kalah dengan buatan impor lainnya, atau setidaknya persenjataan FPU yang terdahulu yaitu STYER.Proses pergantian ini berjalan seiring dengan rotasi pasukan FPU 5 yang membawa senjata baru dan FPU 4 pulang membawa senjata yang lama, hal ini tidak menjadi masalah karena yang membawa pasukan ini satu pesawat carter.

Sunday, March 10, 2013

Monumen Garuda, Kebanggaan Prajurit Indobatt


Monumen Garuda Indobatt
Garuda yang menjadi simbol dan kebanggaan bagi Indobatt (Indonesia Battalion) namanya tetap bergema di UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon). Banyak Kontingen dari negara lain karena seringnya melihat prajurit TNI melakukan penghormatan dengan berteriak "Garuda," mengakibatkan banyak dari mereka melakukan penghormatan dengan menirukan teriakan "Garuda". Walaupun banyak dari mereka tidak mengerti apa arti dari teriakan "Garuda" tersebut, namun mereka merasa senang bisa menirukan apa yang prajurit TNI itu lakukan.

Lambang atau simbol Garuda yang berdiri gagah sejak tahun 2008 ini merupakan salah jawaban bagi kontingen negara lain yang ingin tahu apa itu Garuda, dalam banyak acara yang melibatkan Indobatt sebagai tuan rumah menjadi kesempatan bagi Indobatt untuk menjelaskan apa itu Garuda sambil menunjukkan Monumen Garuda yang terletak di lapangan Upacara Soekarno Markas Indobatt, UN POSN 7-1.

Karena Monumen Garuda sebagai simbol kebanggaan Indobatt, maka Dansatgas memerintahkan kepada jajarannya untuk tetap melakukan perawatan. Masih menurut Dansatgas, terpaan cuaca yang ekstrim di wilayah Lebanon Selatan ini menuntut agar perawatan "Garuda" harus lebih ekstra dan benar-benar diperhatikan. Sementara di tempat terpisah Indobatt juga memiliki Monumen serupa yang pernah diresmikan oleh Komandan Sektor Timur pada tahun 2012 yakni di Kompi Bravo, UN POSN 7-3.

Saturday, March 09, 2013

Tim COE UNIFIL Terkesan Model Panser Anoa


 ADA sesuatu hal yang sangat berkesan pada saat pemeriksaan Armoured Personnel Carrier (APC) yaitu panser Anoa oleh Tim COE (Contingent Owned Equipment) UNFIL (United Nations Interim Force In Lebanon yang dipimpin Ketua Tim COE Mr. Sergiy Mazarov di lapangan Sudirman Camp, Naqoura, Lebanon, kemarin.

Tim COE UNIFIL memeriksa Panser Anoa
Tim COE UNIFIL memeriksa Panser Anoa

Mayor Franz dari Austria menyampaikan,” Well done for your Anoa.” Ternyata peacekeeper tersebut sudah mengetahui bahwa Anoa yang diproduksi PT Pindad karya anak bangsa Indonesia sudah dipesan oleh beberapa negara. Hal ini diperoleh dari internet dan dijelaskan kepada Ketua Tim COE Mr. Sergiy.

Bahkan, Mr Sergiy memuji kesiapan operasional materiil dan perlengkapan Satgas FPC (Force Protection Company) TNI Konga XXVI-E2/UNIFIL yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB.


Wednesday, February 06, 2013

TNI Membentuk Desa Binaan di Lebanon


TNI Membentuk Desa Binaan di LebanonLebanon | Pendekatan TNI dalam memelihara perdamaian dunia di bawah bendera Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat apresiasi tinggi. Salah satu terobosan yang disambut positif PBB adalah pembentukan desa binaan di Lebanon. 


Satuan tugas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-G/UNIFIL atau Indobatt (Indonesian Battalyon) menjadikan Desa Deir Serrian di Lebanon Selatan sebagai desa binaan. "Kami selalu memperlakukan personel Indobatt seperti keluarga sendiri," kata Kepala Desa Deir Serrian, Wafik Moh Karyem, di Lebanon, Selasa (5/2).

Friday, January 25, 2013

Panser Anoa Beraksi di Lebanon

 Mengikuti kegiatan pengamanan dan pengawalan perjalanan komandan UN. 

Jakarta | Panser Anoa memperlihatkan kemampuannya dengan turut menjaga keamanan di Lebanon. Kali ini, panser buatan PT Pindad itu turut mengamankan dan mengawal perjalanan Komandan United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) Mayjen Paolo Serra.

Wakil Komandan Satgas Indo Force Protection Company (FPC) TNI Konga XXVI-E2/Unifil Kapten Inf Fardin Wardhana mengatakan kegiatan pengaman itu dilakukan dalam rangka pertemuan tripartit di perbatasan Lebanon dan Israel.

Sunday, January 20, 2013

Garuda III Kongo : 30 Personel Kalahkan 3000 Milisi


Kontingen Garuda
Ilustrasi. Kontingen Garuda di masa kini
Tahun 1962, Kongo, negara di belahan Bumi Afrika sedang bergolak, TNI kembali diundang untuk Misi Perdamaian PBB dengan nama Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Letjen TNI (Purn) Kemal Idris (Alm). Garuda III diambil dari dari Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur lainnya.
Pasukan ini berangkat dengan pesawat pada bulan Desember 1962, dan berada di medan tugas selama delapan bulan di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo). Mereka di tempatkan di Albertville. Di tempat ini telah disiapkan satu kekuatan pasukan besar, yang terdiri dari 2 batalyon kavaleri. Sedangkan Batalyon Arhanud di tempatkan di Elizabethville, yang menjadi wilayah kekuasaan tiga kelompok milisi yang ingin memisahkan diri, di bawah pimpinan Moises Tsommbe dari pemerintah Republik Demokratik Kongo pimpinan Presiden Kasavubu.

Pasukan Perdamaian Indonesia TNI Latihan Bersama Tentara Srilangka

PRAJURIT TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Force Protection Company (Satgas FPC) TNI Konga XXVI-E2/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) melaksanakan latihan terkoordinasi bidang keamanan dengan tentara dari Kontingen Srilangka (Srilangka FPC), bertempat di Sudirman Camp, Lebanon, Sabtu pagi (19/1)

Latihan terkoordinasi bidang keamanan tersebut digelar oleh FHQSU (Force Head Quarter Support Unit), sebagai penanggung jawab keamanan Head Quarter (HQ) PBB/UNIFIL di Lebanon.

Monday, January 14, 2013

KRI SULTAN HASANUDIN DIJADWALKAN MERAPAT DI KOARMATIM HARI INI




Setelah Delapan bulan sukses mengemban tugas United Nations Security Council Resolution (UNSCR) Nomor 1701, KRI Sultan Hasanuddin-366, hari ini Senin (14/1/2013) di rencanakan tiba dan merapat di Dermaga Madura, Ujung Koarmatim.

Kadispen Armatim Letkol Laut (KH) Yayan Sugiana mengatakan kedatangan  KRI Sultan Hasanuddin-366 akan disambut dengan upacara militer yang akan dipimpin langsung Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono.

Monday, December 17, 2012

UNIFIL Periksa Kesiapan Peralatan Operasional Konga


banon-sub

Tim COE (Contingent Owned Equipment) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) menggelar pemeriksaan kesiapan peralatan operasional terhadap materiil, perlengkapan, persenjataan dan kendaraan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVI-E2/UNIFIL. di Sudirman Camp, Naqoura, Lebanon, Sabtu (15/12/2012).
Kedatangan 10 personel Tim COE UNIFIL yang dipimpin Mr. Sergiy Mazarov dari Rusia,  diterima oleh Dansatgas Indo FPC TNI Konga XXVI-E2/UNIFIL, Mayor Inf Yuri Elias Mamahi didampingi Perwira Seksi Logistik Lettu Inf Ramdani selaku koordinator dalam kegiatan pemeriksaan ini beserta seluruh Perwira Staf yang membidangi masing-masing materi.
Obyek pemeriksaan terdiri dari Major Equipment dan Self Sustainment. Untuk Major Equipment antara lain meliputi kendaraan tempur, kendaraan pendukung, senjata, dan peralatan kesehatan. Sedangkan Self Sustainment antara lain pelayanan catering (food), komunikasi, perlengkapan kantor, dan kebersihan compound.
Tim COE UNFIIL berasal dari kalangan sipil dan militer mempunyai latar belakang spesialisasi sesuai bidang masing-masing, pemeriksaan ini dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali, untuk memastikan pemberian reimbursment benar-benar sesuai dengan kemampuan operasional Major Equipment dan Self Sustainment satuan yang ada.
Hasil penilaian yang disampaikan oleh Mr. Sergiy Mazarov pada saat briefing akhir, usai pelaksanaan pengecekan Operational Readiness Inspection (ORI) langsung di lapangan bahwa Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-E2/UNIFIL secara umum dinyatakan lolos dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut.
UNIFIL sebagai perwakilan PBB di wilayah Lebanon menuntut seluruh satuan yang dikirimkan oleh Negara-negara pengirim atau Troops Contributing Country (TCC) memiliki kesiapan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan, baik kesiapan personel, materiil maupun perlengkapannya.
Sementara itu, Dansatgas Konga XXVI-E2/UNIFIL Mayor Inf Yuri Elias Mamahi menekankan kepada seluruh personelnya untuk senantiasa menjaga dan merawat perlengkapan yang sudah diberikan oleh negara





Sumber : Poskota

Saturday, December 08, 2012

PMPP BUTUH STANDBY FORCES 3 BATALYON MEKANIS




 Situasi dunia yang semakin tidak menentu dan banyaknya daerah konflik membuat PBB, utamanya Dewan Keamanan semakin sibuk. 

Sebagai negara kontributor pasukan perdamaian, Indonesia juga pastinya kecipratan kesibukan tersebut. Untuk memenuhi permintaan PBB yang kadang kala mendadak, Indonesia sendiri kemudian membuat Pusat Misi Pasukan Perdamaian di Kawasan Sentul Bogor Jawa barat. 

Di tempat inilah para calon Pasukan Garuda mendapat pelatihan intensif dan terintegrasi.

Di tempat ini pula nantinya akan dibangun Standby Forces Pasukan Garuda. Sesuai namanya, pasukan ini merupakan satuan yang siap dikirim kemana pun ke seluruh dunia atas permintaan PBB. Standby forces ini nantinya terdiri dari 1 Batalyon Mekanis yang dilengkapi Panser Anoa.

Akan tetapi, bagi pihak PMPP sendiri, idealnya Standby forces bukan hanya 1 batalyon mekanis. Mereka meminta agar setidaknya Standby Forces ini terdiri dari 3 Batalyon Mekanis, plus dukungannya. Yaitu 2 kompi Zeni dan 2 Kompi Kesehatan. 

Dengan jumlah ini, rotasi penugasan, pelatihan dan kesiagaan bisa dijaga dengan baik. Misalnya, jika ada kejadian gawat, PMPP akan mengirim 1 Batalyon Mekanis,  maka masih ada 1 Batalyon untuk siaga ke tempat lain, serta 1 batalyon lainnya untuk pelatihan. Akan tetapi, terwujud atau tidaknya keinginan dari PMPP ini tentunya tergantung pihak Kementrian Pertahanan.


Area PMPP di Sentul Bogor Jawa barat diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Desember 2011. Lalu kemudian pada 20 maret 2012, Sekjen PBB Ban Ki Moon juga mengunjungi fasilitas PMPP. Namun demikian, seluruh fasilitas maupun gedung PMPP saat ini belumlah selesai benar. Kemungkinan besar, seluruh bangunan dan fasilitas akan berdiri megah pada tahun 2014 mendatang.





Sumber : ARC

Thursday, November 22, 2012

Sudah Saatnya Indonesia Kirim TNI Ke Palestina


Komisi I DPR RI mendesak pemerintah mengirimkan TNI ke Gaza, Palestina untuk menjaga perdamaian di kawasan tersebut. 

"Sudah saatnya (pengiriman TNI). Militer observer yang sudah bisa ke luar negeri, sudah biasa," kata Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin di gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (19/11). 

Menurut TB Hasanuddin, pengiriman pasukan TNI ke Gaza, Palestina di bawah PBB. "Yang pasti di bawah PBB," ujarnya. Kata politisi PDIP ini, pengiriman pasukan TNI ke Gaza, Palestina merupakan upaya Indonesia menjalankan amanat pembukaan UUD 45, menjaga perdamaian dunia. 

Selain itu, ia juga berharap Presiden SBY menjadi inisiator bagi negara-negara ASEAN untuk mengutuk secara keras serangan Israel terhadap Palestina. "Berharap SBY membuat statemen bersama, kemudian menyampaikan kepada PBB," pungkasnya. 

© Itoday

Indonesia Kirim 1169 Prajurit TNI ke Lebanon



Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyalami Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) untuk melaksanakan tugas menjaga perdamaian di Lebanon dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (21/11). Sebanyak 1.169 Prajurit TNI itu akan bertugas selam satu tahun di Lebanon. (Foto: ANTARA/Kadispenum Puspen TNI-Kolonel Cpl Minulyo Suprapto/HO/Koz/Spt/12)

21 November 2012, Jakarta: Sebanyak 1.169 prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) siap diberangkatkan ke Lebanon untuk melaksanakan tugas menjaga perdamaian dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Hal itu terungkap ketika Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono melepas 1.169 prajurit TNI itu dengan upacara militer di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/11).

Prajurit yang akan diberangkatkan pada akhir November 2012 dan akan bertugas selama setahun di Lebanon itu, terdiri dari : 850 personel Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G yang dipimpin Mayor Inf Lucky Avianto, 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-E dipimpin Letkol Cpm Subiyakto.

Sebanyak 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-E2 dipimpin Mayor Inf Yuri Eliyas, 50 personel Satgas Force Headquarter Support Unit (SFQSU) Konga XXVI-E1 dipimpin Kolonel Inf Karmin Suharna, enam personel Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-C dipimpin Letkol Inf Ilyas, 18 personel Satgas Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-C dipimpin Mayor Inf Nasrul, sembilan personel Satgas Level 2 Hospital XXIX-E dipimpin Letkol Kes dr Paulus Supriyono dan 11 personel Milstaf Seceast dipimpin Kolonel Inf Rezerius.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, dalam amanatnya mengatakan, Dewan Keamanan PBB pada 23 September 2012 telah memperbaharui mandat bagi pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon hingga tahun 2013, dengan tujuan untuk memastikan pencapaian stabilitas di Lebanon dan memastikan bahwa tidak ada tindakan intimidasi terhadap pasukan sementara PBB di Lebanon-United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL.

Dipahami bahwa pembaharuan mandat PBB tersebut terjadi di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak dari konflik yang telah terjadi selama 17 bulan di wilayah tetangga Lebanon, yaitu Suriah, katanya.

Melihat dari kondisi dan perkembangan situasi Lebanon dan Timur Tengah, Panglima TNI menyampaikan beberapa perhatian dan harapan untuk diperhatikan secara seksama sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas prajurit, yakni memahami dan menguasai secara benar aturan pelibatan dan prosedur tetap.

Selain itu, prajurit juga diimbau untuk mencermati setiap perkembangan situasi di wilayah penugasan dan melaksanakan analisa secara cerdas dalam mengambil keputusan secara tepat dan cepat serta menghormati etika sosial, adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat setempat dengan berpedoman pada "delapan wajib TNI".

"Prajurit harus menjaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit TNI dan tingkatkan komunikasi dengan prajurit megara lain yang mengemban misi PBB yang sama," tuturnya.

Panglima TNI mengingatkan, bahwa keberadaan prajurit Konga di daerah operasi adalah sebagai duta TNI dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh prajurit berkewajiban menjaga nama baik bangsa Indonesia dan TNI dengan tetap memegang teguh norma-norma keprajuritan yang dilandasi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

Sumber: Investor

Sunday, November 18, 2012

PBB MINTA INDONESIA KIRIM PASUKAN PERDAMAIAN KE SURIAH


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Suriah, jika Dewan Keamanan (DK) PBB menyetujui pembentukan pasukan internasional ke negara bergolak itu, kata anggota Komisi I DPR RI, Hayono Isman.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Penjaga Perdamaian PBB (DPKO), Herve Ladsous, ketika melakukan pertemuan dengan delegasi Komisi I DPR RI di Markas Besar PBB, New York.

"Oleh karena itu, kita akan bersiap-siap untuk kemungkinan pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Suriah. Mengenai berapa jumlah personel, itu nanti tergantung Dewan Keamanan," kata Hayono kepada ANTARA News, Rabu waktu setempat, seusai mengunjungi masyarakat Indonesia di New York yang terkena dampak Badai Sandy 29 Oktober 2012.

Media internasional, yang mengutip para diplomat pada akhir Oktober lalu, melaporkan bahwa Herve Ladsous mengisyaratkan pihaknya dapat menyediakan pasukan perdamaian ke Suriah dengan kekuatan hingga 3.000 personel, yang siap digelar untuk mendukung gencatan senjata di antara pihak-pihak yang bertikai.

Namun demikian, DK PBB dengan 15 anggotanya harus setuju untuk penggelaran pasukan itu di Suriah.

Namun, DK-PBB sejauh ini belum memiliki kesatuan pendapat dalam menyikapi konflik Suriah.

Resolusi DK PBB yang dirancang untuk mengancam pemberian sanksi bagi pemerintah Presiden Bashar Al Assad telah diveto oleh dua anggota tetap, yaitu China dan Rusia.

Selain mengharapkan kontribusi pasukan Indonesia untuk ke Suriah, kata Hayono, Ladsous juga mengharapkan bahwa  Indonesia dapat menyediakan 1.500 polisi perempuan untuk bergabung dengan pasukan perdamaian PBB di Darfur.

"Kita belum tahu dapat menyediakan berapa banyak personel. Yang pasti, polisi perempuan ini dibutuhkan untuk lebih menangani situasi perempuan yang rentan terhadap kekerasan," ujar Hayono.

Dalam pertemuan dengan Ladsous, ia mengemukakan, pasukan perdamaian Indonesia dipuji sebagai pasukan terbaik.

"Pasukan kita dinilai tidak mempunyai cacat apapun, baik dalam hal pelaksanaan tugas maupun operasional dan administratif. Tidak heran kalau kita kerap diminta untuk menyumbang pasukan," ujar Hayono.

Indonesia saat ini berada di urutan-15 negara terbesar dalam hal pengirim pasukan penjaga perdamaian PBB.

Menurut catatan Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, pasukan Indonesia sejumlah 1.993 personil saat ini tersebar di tujuh misi perdamaian PBB, termasuk di UNIFIL (Lebanon) 1.455 orang, UNAMID (Darfur) 140 orang, MONUSCO (Kongo) 175 orang, MINUSTAH (Haiti) 167 orang dan UNMISS (Sudan Selatan) sembilan orang.

Selain itu, pasukan Indonesia juga bertugas di UNISFA (Abyei-Sudan) dan UNMIL (Liberia).

Belum lama ini, Indonesia juga diminta DPKO memberikan kontribusi berupa tiga helikopter M-17 beserta 120 personil dan 1 batalion infantri beranggotakan 800 personil untuk ditempatkan di Kongo bersama MONUSCO, yang diharapkan PBB sudah dapat dikirim pada Maret 2013.

Hayono Isman merupakan ketua delegasi Komisi I DPR-RI yang melakukan kunjungan kerja ke New York pada 12-15 November.

Delegasi beranggotakan sembilan orang itu telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan para pejabat tinggi dan badan PBB, termasuk Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon, Presiden Majelis Umum PBB ke-67, Vuk Jeremic, Kepala DPKO Herve Ladsous, Office for Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) dan Central Emergency Relief Fund (CERF), UNDP, UN Department of Peace Keeping Operations (UNDPKO), serta UN Department of Field Service (UNDFS).

Adapun delapan anggota Komisi I lainnya terdiri dari Enggartiasto Lukita, Roy Suryo, Meutya Hafid, Adjeng Ratna Suminar, Achmad Daeng Se're, Muhammad Idris Lutfi, Mirwan Amir dan Sayed Mustafa Usab.

Komisi I DPR RI juga memanfaatkan kunjungan mereka untuk mengunjungi WNI di New York yang terkena Badai Sandy, serta mengadakan rapat dengar pendapat dengan Wakil Tetap Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York dan Konsul Jenderal RI di New York menyangkut pengawasan dan anggaran.






Sumber : Antara

Tuesday, October 23, 2012

Indobatt dan FCR Latihan Bersama



Prajurit TNI yang tergabung dalam Indonesian Batallion (Indobatt) bersama beberapa prajurit Force Commander Reserve (FCR) Perancis dan Staf Kesehatan Markas UNIFIL, melaksanakan evakuasi korban anggota UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) ketika menguji Standar Operasional Prosedur (SOP) pada latihan bersama di Compound Perancis, Lebanon, Minggu (21/10). SOP baru yang diujikan ini merupakan pembaharuan dari SOP Casevac yang telah ada sebelumnya, dimaksudkan untuk meningkatkan evektivitas, efisiensi, dan waktu respon (respon time) pada saat terjadinya kecelakaan/accident di lapangan yang membutuhkan evakuasi segera. (Foto: ANTARA/Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi/HO/Koz/Spt/12)

22 Oktober 2012, Lebanon: Tim Patroli Indobatt, yang dipimpin Lettu Inf Kukuh, terkena ledakan roadside bomb saat melaksanakan patroli kendaraan di jalan menuju Markas FCR Perancis UN Posn 9-10, dari kejadian tersebut satu kendaraan tempur yang digunakan rusak parah, dan dua orang terluka.

Satu orang luka parah mengalami luka bakar dan pendarahan di perut serta luka di beberapa bagian tubuh, korban di evakuasi dengan Helikopter ke Level III Hospital Naqoura, sedangkan satu orang mengalami luka sedang, patah tulang pada kaki kanan dan luka di beberapa bagian tubuh di evakuasi ke Level II Hospital Chinmedcoy Sektor Timur.

Menurut Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL Lettu Inf Suwand, peristiwa tersebut bukanlah kejadian sebenarnya, ini merupakan skenario latihan gabungan yang dilaksanakan prajurit Indonesian Batallion (Indobatt) bersama dengan prajurit Force Commander Reserve (FCR) dari Perancis dan Staf Kesehatan Markas UNIFIL, dalam rangka menguji penetapan SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan evakuasi korban anggota UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), latihan dilaksanakan di Compound Perancis, Minggu (21/10).


"SOP baru yang diujikan ini merupakan pembaharuan dari SOP Casevac yang telah ada sebelumnya, dimaksudkan untuk meningkatkan evektivitas, efisiensi, dan waktu respon (respon time) dari pihak-pihak yang tekait pada saat terjadinya kecelakaan/accident di lapangan yang membutuhkan evakuasi segera, baik melalui jalan darat maupun evakuasi udara."Katanya melalui rilis yang diterima InfoPublik, Senin (22/10).

Dia menjelaskan, adapun pihak-pihak yang terlibat dalam latihan ini, antara lain Indobatt sebagai Tim Patroli, FCR (Force Commander Reserve) Frenchbatt, FMT (Forward Medical Team) Frenchbatt (Perancis), Level II Hospital Chinmedcoy (China) Sektor Timur, AMET (Air Medical Evacuation Team) Italbatt (Italia), JOC (Joint Operation Centre) Naqoura, CMO (Chief Medical Officer) dan FMO (First Medical Officer).

Ikut hadir mengawasi jalannya latihan Chief Medical Officer (CMO) UNIFIL, Mr. Florin Paul MD, PhD, MPH, Letkol Kes Abdul Goni Medical Planner, Kasiops Indobatt Kapten Inf Risa, Dokter Satgas Lettu Kes dr. Iwan Juniarto dan Pasiops Lettu Inf Budi Prakoso.

Sumber: Info Publik

Sunday, August 05, 2012

Garuda XXV-D/UNIFIL Mendapat Penghargaan di Lebanon



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kontingen Garuda XXV-D/UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon)/Satgas POM TNI Sector East Military Police Unit (SEMPU), dengan Komandan Satgas Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra, kembali menerima PAZ Insignia (Penghargaan Carabieneri/Provost Italia). Penghargaan disampaikan oleh Force Provost Marshal (FPM) Head Quarters Naqoura UNIFIL, Letnan Kolonel Andrea Desideri (Italia), di Ruang VIP Room Sector East Military Police Unit, UN Posn 7-3, Lebanon Selatan, Sabtu (4/8/2012). 

Dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, pemberian Piagam Penghargaan dalam bentuk PAZ Insignia dari negara Italiaini merupakan bentuk apresiasi yang sangat positif terhadap kinerja seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXV-D/UNIFIL dalam melaksanakan tugas sebagai IMP (International Military Police) bekerja sama dengan Force Provost Marshal Head Quarters Naqoura, dalam melaksanakan kegiatan operasional sehari-hari dan penyelesaian/penanganan berbagai kasus dapat diselesaikan dengan baik dan profesional. 

Apresiasi dan Penghargaan serupa juga pernah diterima, yaitu SEMPU Insignia (penghargaan sebagai  International Military Police di  Sector East) dan PAZ Insignia (Penghargaan Perdamaian versi Spanyol), yang diserahkan secara simbolis oleh Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Julio Herrero Isla (Spanyol) kepada Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra, pada tanggal 11 Juli 2012, di Markas Sektor Timur, Base Miguel De Cervantes, Lebanon Selatan.
 
"Ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh FPM Head Quarters UNIFIL atas kinerja, loyalitas, dedikasi dan profesionalisme seluruh anggota Kontingen Garuda/SEMPU dalam melaksanakan tugas sebagai 
International Military Police," ujar Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra.

Dengan hasil yang dicapai ini, kata Komandan lebih lanjut, jaga dan pertahankan apa yang sudah diraih bahkan untuk lebih ditingkatkan demi citra dan nama baik Satgas POM TNI khususnya, Kontingen Garuda dan bangsa Indonesia pada umumnya di mata Internasional. 

Turut hadir dan menyaksikan penyerahan penghargaan kepada Komandan Satgas Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra, S.H., yang mewakili anggota berjumlah 75 orang tersebut antara lain, Wadan Satgas POM TNI Mayor laut (PM) Wahyu Dwi Sulistyo, Kapten Cpm Hanif Iswanto, dan Pasi Info Kapten Pom I Gede Eka Santika.

Tuesday, July 24, 2012

SATGAS INDO FPC TNI KONGA XXVI-D2 DIPERKUAT 7 RANPUR ANOA


LEBANON-(lantangq4683) :Suatu kehormatan bagi Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL untuk menggunakan kendaraan tempur (ranpur) Anoa yang merupakan sebuah kendaraan tempur militer lapis baja dan merupakan salah satu hasil karya terbaik anak bangsa yang diproduksi secara langsung oleh PT Pindad-Indonesia.

Salah satu kelebihan yang ada pada Anoa adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka, yaitu memiliki tingkat STANAG 3 level 3. Ini berarti, ranpur tersebut bisa menahan peluru kinetis hingga 7,62 x 51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s, serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.

Selain itu, Anoa dibekali sistem navigasi terbaru dan alat komunikasi anti-jamming. Kendaraan tempur tersebut bisa digunakan untuk bermacam fungsi, mulai dari sebagai pembawa pasukan, kendaraan komando, hingga rumah sakit berjalan, di medan tempur. 
Persenjataan yang terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Grenade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri. Untuk pertahanan diri, Anoa dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2 x 3 66 mm.

Saat melakukan test drive Anoa beberapa waktu lalu, ranpur ini mampu dipacu hingga 100 km/jam. Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Seluruh bodi Anoa dilapisi baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 dijamin tidak bakal tembus.

Pengiriman 7 unit ranpur Anoa ke Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL ini merupakan program Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Mabes TNI, dalam rangka menggantikan APC VAB - NG buatan Perancis yang sudah sejak 2006 menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan misi PBB di UNIFIL. 
Kedatangan 7 unit Anoa pada Sabtu (21/7/2012) di Markas UNIFIL-Naqoura, yang juga merupakan tempat Satgas Indo FPC, disambut langsung oleh Dansatgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL Mayor Inf Wimoko dan didampingi oleh Kapten Kav I Nyoman Artawan selaku Perwira Kavaleri merangkap Pasilog Satgas.

Penggunaan ranpur Anoa oleh Satgas Indo FPC adalah untuk menunjang tugas pokok Satgas, antara lain dalam pelaksanaan patroli keamanan wilayah Markas UNIFIL (Green Hill) dan sekitarnya, pengawalan UNIFIL HoM dan Force Commander dalam rangka Tripartite Meeting antara LAF (Lebanes Armed Force), IDF (Israel Defence Force) dan UNIFIL, serta latihan-latihan gabungan dengan pasukan dari negara asing yang tergabung dalam UNIFIL.


v

Tuesday, July 10, 2012

TNI Siapkan Kontingen Garuda Untuk Standby Forces Misi PBB



TRIBUNNEWS.COM - Waasops Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Widodo, S.E., menutup Latihan Penyiapan Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI untuk Kontingen Garuda (Konga) dalam rangka “Standby Forces” Rotasi TNI tahun 2012/2013 di Daerah Latihan PMPP TNI Sentul, Bogor – Jawa Barat, Selasa (10/7/2012). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.
 
Latihan Penyiapan Satgas Yonmek ini telah dilaksanakan selama satu bulan, mulai 12 Juni 2012 sampai dengan 10 Juli 2012 di Kompleks PMPP TNI Sentul. Diikuti oleh 825 orang prajurit yang terdiri dari TNI AD : 507 orang; TNI AL : 236 orang; dan TNI AU : 82 orang di bawah pimpinan Letkol Inf Yulka Endriarta.
 
Pada kesempatan tersebut, Waasops Panglima TNI membacakan amanat Asops Panglima TNI yang mengatakan, bahwa sebagai prajurit harus bangga memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam penugasan membangun kerangka untuk mewujudkan perdamaian dunia yakni penugasan di bawah bendera PBB, penugasan ini merupakan tugas luhur dan mulia serta sejalan dengan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak semua personel TNI mendapat kesempatan seperti ini, oleh karena itu berbuatlah yang terbaik, laksanakan tugas sebaik-baiknya sebagai satuan Batalyon Mekanis serta jaga nama baik bangsa dan negara.
 
Tujuan penyiapan latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para prajurit agar memiliki sikap, perilaku, pengetahuan serta ketrampilan tehnis dan taktis untuk bertugas sebagai personil Satgas Yonmek dalam misi perdamaian di bawah bendera PBB.
 
Sebelum mengakhiri amanatnya, Asops Panglima TNI memberikan beberapa atensi, sebagai berikut : Pertama : Tingkatkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sehingga senantiasa dalam perlindungan-Nya; Kedua : Senantiasa mendasari tingkah laku dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, Standard Operating Procedure (SOP) yang dikeluarkan UN, hormati hak azasi manusia serta dalami setiap materi yang telah diterima untuk panduan saat penugasan; Ketiga : Pahami serta kenali daerah operasi yang dihadapi sehingga dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang sesuai dengan tuntutan tugas; Keempat : Tunjukkan bahwa prajurit TNI adalah prajurit yang terlatih dan profesional baik secara perorangan maupun satuan serta mampu bekerja sama dengan satuan manca negara lainnya; Kelima : Pelihara dan tingkatkan kesamaptaan jasmani, kemampuan bahasa Inggris dan komputer, guna kelancaran tugas di komunitas Internasional dan Keenam : Sebagai duta-duta bangsa, agar senantiasa tetap memelihara jati diri sebagai prajurit TNI. 

Saturday, May 12, 2012

Marinir indonesia-AS gelar latihan bersama



Surabaya (ANTARA News) - Korps Marinir RI dan Marinir Amerika atau USMC menggelar latihan bersama di Markas Batalyon Infanteri-5 Marinir, Ujung, Surabaya, Jawa Timur, 10-16 Mei 2012. Latihan bersama bersandi "Marine Air Ground Task Force - Tactical Warfare Simulation" (MTWS) itu dibuka Asisten Operasi Komandan Korps Marinir Kolonel Marinir Kasirun Situmorang di Markas Batalyon Infanteri-5 Marinir, Ujung, Surabaya, Kamis. Dalam amanat tertulis yang dibacakan Asops Dankormar itu, Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) M. Alfan Baharudin mengatakan latihan bersama itu dilaksanakan untuk menangani akibat bencana alam. "Latihan untuk meningkatkan kerja sama militer kedua negara itu dilaksanakan dengan menyelenggarakan operasi militer selain perang dalam bentuk gladi posko," kata orang nomer satu di jajaran baret ungu itu. Menurut Dankormar, wilayah Indonesia terletak di antara lempeng Asia dan Australia serta dilalui oleh "cincin api" (ring of fire) sehingga rawan terkena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, bahkan kondisi itu diperparah dengan kerusakan ekosistem akibat ulah manusia yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor. "Kondisi tersebut memerlukan manajemen dan koordinasi secara terintegrasi dalam pengerahan militer antarnegara yang tentunya berbeda dalam sistem dan metode, sehingga pemberian bantuan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat guna dan tepat sasaran," katanya. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan latihan bersama untuk menyamakan persepsi dan pertukaran kemampuan, pengalaman serta pemikiran bagi kedua belah pihak dengan mempraktikkan prosedur komando dan staf dalam perencanaan penanggulangan akibat bencana alam. Dalam pembukaan yang dihadiri Paban 3 Lat Sopsal Kolonel Laut (P) Aan Kurnia dan Atase Marinir Amerika untuk Indonesia Ltk Marine Avila itu, Komandan Korps Marinir menyampaikan penghargaan kepada penyelenggara dan seluruh peserta latihan yang dipimpin Komandan Satgas Letkol Marinir Amir Kasman. Ia juga mengharapkan peserta latihan dapat membangun rasa hormat antarsesama peserta latihan dan menjaga hubungan baik berdasar persaudaraan prajurit Marinir (marines brotherhood), sehingga latihan ini bisa meningkatkan hubungan baik antarkedua negara, khususnya Korps Marinir TNI AL dan Marinir Amerika (USMC). Acara itu juga dihadiri Danbrigif-1 Mar Kolonel Marinir Wurjanto, Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir Markos, Danmenkav-1 Mar Kolonel Marinir Sarjito, Asops Pasmar-1 Kolonel Marinir Y. Rudi Sulistiyanto, Asintel Pasmar-1 Letkol Marinir Widodo, dan para Komandan Satlak di jajaran Pasmar-1. Sumber : Antara 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...