Hari Kamis (16/05), sekitar pukul 18:00 WITA pesawat raksasa AN-124 mendarat di Lanud Hasanuddin Makassar. Pesawat ini membawa tambahan 2 buah Su-30MK2 tambahan pesanan Indonesia, dari 6 yang dipesan. 2 buah sebelumnya sudah tiba pada februari lalu, dan kini TNI-AU tinggal menunggu 2 buah lagi yang diperkirakan datang pada bulan Juni. Berikut adalah foto kedatangan pesawat AN-124 di Makassar. Pesawat Su-30Mk2 sendiri kini dalam proses diturunkan. Tunggu foto-foto penampakan berikutnya di www.arc.web.id
Friday, May 17, 2013
Kembali 2 Flanker Pesanan TNI AU tiba Di Makassar
Hari Kamis (16/05), sekitar pukul 18:00 WITA pesawat raksasa AN-124 mendarat di Lanud Hasanuddin Makassar. Pesawat ini membawa tambahan 2 buah Su-30MK2 tambahan pesanan Indonesia, dari 6 yang dipesan. 2 buah sebelumnya sudah tiba pada februari lalu, dan kini TNI-AU tinggal menunggu 2 buah lagi yang diperkirakan datang pada bulan Juni. Berikut adalah foto kedatangan pesawat AN-124 di Makassar. Pesawat Su-30Mk2 sendiri kini dalam proses diturunkan. Tunggu foto-foto penampakan berikutnya di www.arc.web.id
Pameran Alutsista Di Bandung Sambut HUT Kodam Siliwangi
Kota Bandung Jawa Barat, tepatnya di lapangan Gasibu, tiba-tiba
dipenuhi berbagai peralatan tempur. Mulai dari Tank, Panser, Meriam
hingga Helikopter semuanya berkumpul disitu. Tak perlu kuatir, ini
bukanlah persiapan perang. Kedatangan alutsista TNI-AD tersebut dalam
rangka pameran menyambut HUT Kodam Siliwangi.
KASAD: 164 Tank Dipesan dari Jerman Tiba Sebelum 5 Oktober
MBT Leopard. (Foto: Berita HanKam)
16 Mei 2013, Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan bahwa 164 tank yang dipesan dari Jerman akan tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2013.
"Pengadaan tetap berjalan sesuai dengan rencana, kita harapkan pada tahun ini akan datang, sebelum 5 Oktober alat-alat sudah datang," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/5), seusai mengikuti rapat terbatas bidang pertahanan.
Wednesday, May 15, 2013
Indonesia Turki Tandatangani MoU Joint Production Tank
Setelah menjalin kerjasama erat dengan Korea Selatan, Indonesia kini
juga mempererat hubungan kerjasama pertahanan dengan Turki. Dalam temu
wartawan di Gedung Kemhan, Rabu (15/05) siang, Kementerian Pertahanan
memastikan sejumlah kerjasama itu.
Jumpa pers itu sendiri dilakukan
oleh Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), yang dalam kesempatan
ini diwakili oleh Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Pos Hutabarat,
Dirtekind Dirjen Pothan Marsma TNI Darlis Pangaribuan, Serta juru bicara
KKIP, Silmy Karim.
TOR-M1, TANK PENCEGAT DAN PENANGKIS SERANGAN UDARA
TOR-M1 adalah salah satu sistem
pertahanan mobile anti serangan udara roket, sistem pertahanan udara
terpadu, ini yang dirancang untuk beroperasi menyesuaikan segala medan
dan pada prinsipnya sama seperti tank berpenggerak rantai. Sistem
pertahanan ini dilengkapi dengan Sistem yang mampu beroperasi secara
intensif dari gangguan serangan udara. Sistem terdiri dari sejumlah
roket transporter Launcher Vehicle (TLV) russian pertahanan udara Tor
batalyon terdiri dari 3 - 5 perusahaan, masing-masing dilengkapi dengan
empat TLVs. Setiap TLV dilengkapi dengan 8 missiles yang kesemuanya siap
untuk di tembakkan serta associating radars yang dimana berperan sangat
penting guna menangkis, atau mencegat pesawat atau rudal musuh.
CMS Canggih Produksi PT. LEN
PT LEN Industri (Persero) memiliki kemampuan
mengembangan sistem keamanan canggih untuk militer. BUMN teknologi ini
telah memproduksi peralatan radar untuk kapal perang TNI Angkatan Laut
(TNI AL).
Peralatan radar ini, mampu menangkap kapal musuh hingga kemudian kapal berhasil dihancurkan.
"Kita membuat, Combat Management System (CMS) untuk sistem mengatur bagaimana radar menangkap, me-lock target sampai menembak target. Berapa banyak musuh yang mengancam, itu terekam. Kita sudah bangun," tutur Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Abraham Mose dalam diskusi kebangkitan BUMN, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Peralatan radar ini, mampu menangkap kapal musuh hingga kemudian kapal berhasil dihancurkan.
"Kita membuat, Combat Management System (CMS) untuk sistem mengatur bagaimana radar menangkap, me-lock target sampai menembak target. Berapa banyak musuh yang mengancam, itu terekam. Kita sudah bangun," tutur Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Abraham Mose dalam diskusi kebangkitan BUMN, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Subscribe to:
Posts (Atom)

