Hercules hibah asal Australia kini tengah dipersiapkan untuk dikirim
ke Indonesia. Dalam foto yang dipublikasi australianaviation.com.au,
terlihat sebuah C-130H Hercules dengan nomor seri A97-006 tengah
menjalani uji terbang. Sebelumnya dipercaya Hercules ini sudah menjalani
perawatan tingkat berat.
Showing posts with label hercules. Show all posts
Showing posts with label hercules. Show all posts
Friday, January 25, 2013
Tuesday, January 22, 2013
Tuesday, December 25, 2012
TNI AU menambah Pesawat Hercules
Jakarta - Mabes TNI terus mempercepat modernisasi alutsista matra udara.
Setelah mendapat hibah empat unit pesawat Hercules C-130 dari Negeri
Kanguru.
Rencananya tahun depan TNI AU bakal kedatangan enam pesawat Hercules jenis yang sama. “Pesawat Hercules sama didatangkan dari Australia,” kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono usai pelantikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Madya Ida Bagus Putu Dunia di Lanud Halim Perdanakusuma.
Agus menjelaskan modernisasi alutsita TNI AU merupakan program mendesak yang harus dipenuhi. Selain mendatangkan jet tempur Sukhoi dan F-16 sebagai program lanjutan memperkuat pertahanan udara, TNI AU juga bakal kedatangan pesawat angkut CN-295 sebagai pengganti Fokker-27. “Ini sebagai tindak lanjut program memperbarui alutsista TNI AU,” katanya, hari ini.
KSAU Marsekal Madya Ida Bagus Putu Dunia menyebut, peremajaan alutsista merupakan salah satu kebijakan khusus yang bakal diprioritaskannya. Mendatangkan pesawat angkut dan jet tempur adalah program lanjutan untuk bisa memenuhi minimum essential forces (kekuatan pokok minimum) alutsitas TNI AU pada 2014.
Pada tahun ini, TNI AU mendapat dana terbesar untuk pembelian alutsista mencapai 2,6 miliar dolar AS. Adapun TNI AL mendapat alokasi dana sebesar 2,1 miliar dolar AS, dan TNI AD paling kecil sebanyak 1,4 miliar dolar AS.
“Saya akan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki dan mempelajari lagi tentang alutsitas,” kata Ida Bagus.
“Saya," lanjut Ida Bagus, "harus konsolidasi dan memperbaiki manajemen untuk melanjutkan program pejabat sebelumnya.”
Dalam pembukaan Rapat Kerja Teknis Logistik Modernisasi, pada awal bulan lalu, mantan KSAU Marsekal Imam Sufaat menyatakan, sesuai rencana strategis pembangunan 2010-2014, TNI AU membutuhkan sekitar 102 pesawat berbagai jenis.
Rinciannya terdiri atas pesawat tempur F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, pesawat angkut CN-295, Hercules, Boeing 737-500, Helikopter Cougar, Grob, dan pesawat latih KT-1.
Rencananya tahun depan TNI AU bakal kedatangan enam pesawat Hercules jenis yang sama. “Pesawat Hercules sama didatangkan dari Australia,” kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono usai pelantikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Madya Ida Bagus Putu Dunia di Lanud Halim Perdanakusuma.
Agus menjelaskan modernisasi alutsita TNI AU merupakan program mendesak yang harus dipenuhi. Selain mendatangkan jet tempur Sukhoi dan F-16 sebagai program lanjutan memperkuat pertahanan udara, TNI AU juga bakal kedatangan pesawat angkut CN-295 sebagai pengganti Fokker-27. “Ini sebagai tindak lanjut program memperbarui alutsista TNI AU,” katanya, hari ini.
KSAU Marsekal Madya Ida Bagus Putu Dunia menyebut, peremajaan alutsista merupakan salah satu kebijakan khusus yang bakal diprioritaskannya. Mendatangkan pesawat angkut dan jet tempur adalah program lanjutan untuk bisa memenuhi minimum essential forces (kekuatan pokok minimum) alutsitas TNI AU pada 2014.
Pada tahun ini, TNI AU mendapat dana terbesar untuk pembelian alutsista mencapai 2,6 miliar dolar AS. Adapun TNI AL mendapat alokasi dana sebesar 2,1 miliar dolar AS, dan TNI AD paling kecil sebanyak 1,4 miliar dolar AS.
“Saya akan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki dan mempelajari lagi tentang alutsitas,” kata Ida Bagus.
“Saya," lanjut Ida Bagus, "harus konsolidasi dan memperbaiki manajemen untuk melanjutkan program pejabat sebelumnya.”
Dalam pembukaan Rapat Kerja Teknis Logistik Modernisasi, pada awal bulan lalu, mantan KSAU Marsekal Imam Sufaat menyatakan, sesuai rencana strategis pembangunan 2010-2014, TNI AU membutuhkan sekitar 102 pesawat berbagai jenis.
Rinciannya terdiri atas pesawat tempur F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, pesawat angkut CN-295, Hercules, Boeing 737-500, Helikopter Cougar, Grob, dan pesawat latih KT-1.
● Waspada
Wednesday, December 19, 2012
TNI AU Perlu AUD 50 juta untuk Renovasi 4 Hercules Hibah dari Australia
Indonesia mendapat hibah empat unit pesawat C-130 H Hercules dari Australia. Kondisi empat unit pesawat angkut berat buatan AS akhir 1978 ini dinilai masih sangat bagus, meski demikian tetap perlu dilakukan renovasi seperlunya.
|
"Sekarang cat-nya masih RAAF, nanti dicat jadi TNI AU. Biayanya untuk empat unit sekitar AUD 50 juta termasuk beli suku cadang," KSAU Imam Sufaat, di RAAF Base, Darwin, NT, Australia, Senin (2/7/2012).
Hal ini disampaikan setelah penandatanganan dokumen hibah pesawat. Dokumen ditandangani Sekjen Kemenhan Eris Harryanto bersama Air Vice Marshal David Hupfeld sekitar 30 menit setelah pesawat kepresidenan RI mendarat di RAAF Base, Darwin, Australia.
Jumlah pesawat Hercules yang dimiliki TNI AU saat ini 21 dari 30 unit kebutuhan minimalnya. Maka empat pesawat hibah dari RAAF ini sangat berarti terlebih kondisinya yang sangat terawat.
"Empat unit dari RAAF ini seri H buatan 1978 dengan airframe 15 ribu jam dan terawat sangat baik, jadi kondisinya bagus makanya kami terima hibahnya. Kalau beli baru, sekarang USD 100 juta per unit pesawatnya saja," papar Imam.
Di dalam sambutannya, Menhan Poernomo Yusgiantoro menyatakan empat unit pesawat hibah RAAF itu akan digunakan untuk operasi militer non perang. Prioritasnya adalah misi tanggap darurat pasca bencana alam.
"Pesawat angkut seperi ini kami perlukan operasi militer non perang seperti tanggap darurat bencana alam," ujarnya.
Di dalam kesempatan sama, Menhan Australia, Kevin Smith, berniat memberi bantuan pesawat angkut setelah Australia terlibat operasi tanggap darurat bencana alam di Indonesi. Pada saat itulah mereka melihat bahwa TNI masih kekurangan pesawat angkut berat untuk keperluan membawa bahan logistik bantuan ke daerah dilanda bencana.
"Saya harap dengan pesawat ini, kapabilitas TNI dalam tanggap darurat bencana alam semakin meningkat," ujar Kevin Smith.
Pada acara penandanganan nota hibah, ada satu unit Hercules C-130 H yang dihadirkan ke lokasi. Sedangkan tiga sisanya masih di RAAF Base, Sidney, Australia, dan diharapkan tiba di Indonesia dalam waktu dekat.
Sumber :news.detik.com |
Saturday, December 01, 2012
Pesawat Hercules TNI AU Jalani Retrofit
Kementerian
Pertahanan Republik Indonesia menyerahkan pesawat C-130H A-1303
Hercules kepada ARINC, LLC USA, untuk pelaksanaan Retrofit bertempat di
Hangar Satuan Pemeliharaan 15 Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara,
Bandung, Kamis (29/11).
Pada
penyerahan pesawat Kemhan RI diwakili oleh Kepala Badan Sarana
Pertahanan (Ka Baranahan) Mayor Jendral TNI Ediwan Prabowo. Dalam
sambutannya Ka Baranahan menyampaikan bahwa Keman RI telah
menandatangani kontrak dengan ARINC pada tanggal 8 Desember 2008 untuk
melaksanakan retrofit 5 pesawat C-130H milik TNI Angkatan Udara. Kemhan
yakin bahwa ARINC akan dapat menyelesaikan kontrak tepat waktu.
Lebih
lanjut disampaikan bahwa untuk menandai keberhasilan pelaksanaan tugas,
kesempatan ini sebagai wujud rasa syukur kehadirat yang Kuasa dimana
sampai saat ini Tentara Nasional Indonesia telah mampu dan berhasil
melaksanakan tugasnya dalam Operasi Militer Perang maupun Operasi
Militer Selain Perang. Demikian pula telah tercatat dalam sejarah
Indonesia bahwa TNI telah banyak berkiprah dalam menjaga kedaulatan RI
serta pelaksanaan operasi penanggulangan bencana. Oleh karena itu
kehadiran pesawat C-130 Hercules yang lebih modern setelah dilaksanakan
retrofit diharapkan mampu menghadapi tantangan yang lebih kompleks
dimasa yang akan datang.
Penyerahan
pesawat ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan pesawat
oleh Ka Baranahan dan Mr. Larry D. Lamb dari ARINC, LCC USA.
Penandatanganan disaksikan oleh Komandan Koharmatau Marsda TNI Sumarno,
Kadisaeroau Marsma TNI Hasan Londang dan Kadiskomlekau Marsma M Yunus.
Sumber : TNI AU
Subscribe to:
Posts (Atom)

