Showing posts with label pesawat angkut. Show all posts
Showing posts with label pesawat angkut. Show all posts

Wednesday, February 26, 2014

Fakta Pesawat C 130 Hercules TNI AU


 Pesawat C-130 Hercules TNI AU
Jakarta : Indonesia tercatat sebagai negara pertama di luar Amerika Serikat yang mengoperasikan C-130 Hercules.

Latar belakangnya adalah Allan Pope, pilot swasta Amerika Serikat yang bisa ditembak jatuh dan ditangkap seturut PRRI/Permesta pada 1958.

Skuadron Udara 31 Hercules Sang Penjelajah terbitan TNI AU, menuturkan, bermula dari kunjungan Presiden Soekarno kepada koleganya, Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy, akhir 1959. 

Kennedy berterima kasih atas kesediaan Indonesia melepas Pope, pilot CIA berstatus sipil itu yang memperkuat AUREV-Permesta, yang ditembak jatuh Kapten Udara Penerbang Dewanto, dalam pertempuran udara.

Ini juga satu-satunya dog fight bersenjata dan menang oleh penerbang tempur TNI AU hingga kini.  Kennedy menawarkan "pengganti" Pope kepada Soekarno, dan berdasarkan "keperluan" dari Panglima AU, Laksamana Madya Udara Suryadarma, AURI memerlukan pengganti pesawat transportasi de Havilland Canada DHC-4 Caribou. 

Wednesday, February 12, 2014

Airbus Military Pesanan Indonesia Siap Diterbangkan

london : Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro meninjau pabrik pesawat Airbus Military di Sevilla, Spanyol untuk inagurasi produksi keenam yang siap diterbangkan ke Indonesia pada awal Maret 2014.

Kunjungan Menhan RI didampingi Sekretaris Negara Bidang Pertahanan Spanyol Pedro Arguelles Salaverria dan Dirut PT Dirgantara Indonesia Ir Budi Santoso, kata Counsellor Pensosbud KBRI Madrid, Theodorus Satrio Nugroho di London, Selasa.

Kunjungan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro beserta delegasi ke Sevilla juga didampingi Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso untuk melihat pesanan sembilan pesawat Airbus Military model C-295.

Presiden Direktur Airbus Military, Domingo Urena-Raso dalam menyambut Menteri Pertahanan RI menyatakan kebanggaannya dan kepuasannya bekerjasama dengan Indonesia, khususnya dengan PT Dirgantara Indonesia yang telah lama bermitra dengan perusahaan pesawat terbang Spanyol CASA.

Kesepakatan kedua pihak untuk bekerjasama dalam merakit C-295 pesanan ke-8 dan ke-9 serta melakukan pemasaran bersama untuk produk berikutnya yang juga akan dirakit di Bandung ke pasar Asia Pasifik merupakan perkembangan penting dari kerjasama bilateral yang telah sangat lama terjalin.

Saturday, February 01, 2014

AU Filipina Beli 2 Pesawat Angkut PT DI

C-212 Angkatan Udara Thailand

Angkatan Udara Filipina (PAF) akan mendapatkan dua pesawat angkut ringan baru dari Indonesia untuk meningkatkan misi pengiriman personel dan pasokan ke daerah-daerah terpencil.

Dua pesawat angkut ringan yang dimaksud adalah NC-212i buatan PT DI. Sebelumnya PT DI telah memenangkan tender proyek pengadaan pesawat angkut ringan sayap tetap untuk PAF yang senilai P814 juta atau USD 60,7 juta.

Departemen Pertahanan Filipina telah mengeluarkan pernyataan mengenai proyek ini. Juru bicara PAF, Kolonel Miguel Okol mengatakan bahwa pesawat angkut buatan PT DI itu tidak hanya bisa mendarat di landasan pacu pendek, bahkan bisa di daerah yang tidak memiliki landasan (standar).

Pesawat yang lebih besar seperti Hercules C-130 dan pesawat angkut kelas menengah lainnya akan membutuhkan landasan pacu yang panjang, terang Okol. NC-212i tetap bisa membawa kargo lebih banyak daripada yang bisa dibawa helikopter.

Saturday, January 11, 2014

3 Pesawat CN 295 Perkuat Lanud Halim Perdanakusuma


Sebanyak 3 pesawat angkut sedang jenis CN 295 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) diserahkan ke Skuadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat itu untuk memperkuat armada udara setelah selesai dalam pembuatan di halaman Hanggar Skuadron Udara 2.

Pesawat baru bernomor ekor A-2903, 2904 dan 2905 tersebut merupakan rangkaian pesanan pemerintah dari 9 pesawat CN 295 kepada PT DI untuk menggantikan Pesawat Fokker 27. Sebelumnya 2 pesanan pertama pesawat CN 295 telah diserahkan ke Skuadron Udara 2 Oktober 2012 lalu. 

Komandan Skuadron Udara 2 Letkol Pnb Destianto Nugroho Utomo mengatakan, kedatangan 3 pesawat baru CN 295 tersebut akan didayagunakan sebaik-baiknya untuk pelaksaan tugas-tugas Skuadron Udara 2.
"Pesawat ini nantinya akan digunakan untuk angkutan personel dan logistik, penerjunan pasukan dan logistik, evakuasi medis udara, patroli udara terbatas, maupun misi kemanusiaan lainnya," ujar Destianto, Jakarta, Jumat (10/1/2014).

Friday, November 29, 2013

Australia Tetap Kirim Pesawat Hibah Untuk Indonesia


 Canberra : Menteri Pertahanan Australia David Johnston mengatakan penyerahan pesawat hibah Hercules C-130 dari Australia ke Indonesia akan tetap dilakukan, meskipun kerjasama militer kedua negara tengah berstatus dibekukan gara-gara isu penyadapan.

Pesawat pengangkut yang akan dihibahkan tersebut diterbangkan dari Darwin Kamis sore (28/11/2013) dan Australia telah menandai status pesawat itu dengan keterangan dilepaskan.

Pesawat Hercules itu juga telah dicat ulang dengan bendera dan simbol Angkatan Bersenjata Indonesia.

Awalnya Australia hendak menyerahkan pesawat hibah itu ke Indonesia dalam sebuah upacara khusus di Kota Williamtown di New South Wales.

Thursday, November 28, 2013

Pemerintah Batalkan Pembelian Hercules Australia


Jakarta  : Pemerintah lewat Kementerian Pertahanan memutuskan membatalkan rencana pembelian enam pesawat angkut C-130 Hercules bekas dari Australia. Pemerintah juga menolak hibah empat unit pesawat serupa dari Negeri Kanguru itu.

"Proyek Hercules dari Australia digantikan," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda Rachmad Lubis saat dihubungiTempo, Selasa, 26 November 2013.

Pembatalan ini merupakan buntut pengungkapakan aksi penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia pada 2009. Gusar pada tindakan negeri jiran itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lantas menghentikan kerja sama pertahanan dengan Australia.

Thursday, November 07, 2013

Antonov An-12B Cub: Eksistensi Pesawat Angkut Berat TNI AU Yang Terlupakan



an12 auri color
Dalam benak orang di Republik ini, pesawat angkut berat TNI AU akan merujuk pada satu nama, yakni C-130 Hercules buatan Lockheed Inc. Hal tersebut terasa lumrah, mengingat pengabdian Hercules di Tanah Air sudah lebih dari 50 tahun, pesawat ini dikenal punya mobilitas tinggi dalam menunjang operasi militer dan operasi militer bukan perang. Tapi, tahukah Anda bila sejatinya Hercules di Indonesia punya ‘rekan sejawat’ yang sama-sama digolongkan sebagai pesawat angkut berat?
Tepatnya guna mempersiapkan operasi Trikora, di awal tahun 60-an Indonesia berupaya keras mendatangkan alutsista dari Uni Soviet dan Negara Pakta Warsawa. Selain nama-nama sangar seperti KRI Irian, KRI Ratulangi, pembom Tu-16, jet MiG-21, kapal selam kelas Whiskey, dan tank amfibi PT-76, rangkaian pengadaan sista juga mencakup pesawat transportasi berat. Memang faktanya sejak Maret 1960, TNI AU sudah mengoperasikan C-130 Hercules yang tergabung dalam skadron udara 31 dengan kekuatan 10 unit C-130B Hercules. Hadirnya 10 unit Hercules ini tak lepas dari jasa Presiden Soekarno yang langsung melobi Presiden AS, John F. Kennedy saat kunjungannya ke Washington pada tahun 1959. Konfigurasi yang didapatkan yakni, 8 unit tipe cargo dan 2 unit tipe tanker.
Jumlah 10 unit pesawat angkut berat dirasa tidak memadai kala itu, apalagi guna mempersiapkan operasi militer dalam skala besar. Untuk itu, pada Desember 1960, Jenderal AH. Nasution bertolak ke Moskow, Rusia untuk menegosiasikan pengadaan tambahan alutsista, dimana salah satu item-nya adalah kebutuhan akan pesawat angkut berat jarak jauh. Hingga kemudian, TNI AUberhasil memperoleh pesawat turbo propeller Antonov An-12B Cub. Jumlah yang dibeli sebanyak 6 unit, dan mulai berdatangan pada tahun 1964 – 1965.

Sunday, October 13, 2013

Negara Lain Tertarik Pesawat N-219 produksi PT.DI

Bandung :  PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sedang mengembangkan pesawat berbadan ringan N219. Pesawat ini 100% dirancang dan dibuat oleh putra-putri Indonesia di Bandung, Jawa Barat.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso menjelaskan pengembangan N219 berbeda saat pembuatan pesawat baling-baling N250 pada tahun 1980-an akhir hingga dipamerkan ke publik pada tahun 1995. Saat itu, PTDI harus mendatangkan tenaga ahli dari asing untuk mengembangkan pesawat asli buatan Indonesia yang pertama.

"Meskipun N219 nggak besar-besar amat tapi itu akan jadi wahana. Mungkin perbedaannya N250 dulu, kita nggak punya ilmu jadi kita datengin orang bule untuk di adobsi atau ilmunya dicontek. Kalau sekarang yang tua-tua dikumpulin lalu ngajarin yang muda-muda. Sekarang nggak ada bulenya (pengembangan N219)," ucap Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Kodinator Bidang Perekonomian, Jl. Lapangan Banteng Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Friday, September 27, 2013

Indonesian Firm Is Lone Bidder For P800-M PAF Plane Contract

  MANILA : An Indonesian aircraft manufacturer was the only firm to bid for a Department of Defense contract to supply the Philippine Air Force with two medium-lift transport planes worth more than P800 million.
 
This was first revealed by reliable military sources and later confirmed by Defense Undersecretary Fernando Manalo who, when asked, said in a text message that the “big is (still) being evaluated.” 

He did not elaborate.

Monday, September 23, 2013

QDS Selesaikan Retrofit Hercules TNI AU

QANTAS : Gambar diatas adalah satu dari empat unit "air-lifter" Hercules C-130H yang telah selesai diperbaiki dan dimodifikasi (refurbish) oleh Qantas Defence Services (QDS) di Pangkalan Angkatan Udara Australia Richmond. Pesawat ini akan segera diserahkan pemerintah Australia ke TNI AU.



Thursday, September 19, 2013

“Look Like a Truck and Fly Like Cadillac”


32 Tahun Pengabdian Skadron Udara 32

Angka cantik 32 tahun bagi Skadron Udara 32 memunyai makna tersendiri. Begitu banyak kiprah dan bakti yang telah dilaksananakan oleh skadron angkut berat yang mengoperasikan pesawat C-130 Hercules B/H/BT sejak diaktifkan kembali tahun 1981 ini.

Berawal dari nama besar “Hercules Son of Zeus“ segenap anggota Skadron Udara 32 berusaha melaksanakan setiap tugas yang diberikan, mengarungi luasnya langit demi kejayaan bangsa dan negara. Skadron ini merupakan salah satu satuan operasional di bawah jajaran Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang yang terletak di antara Pegunungan Arjuna dan Semeru. Kondisi geografis pegunungan telah memengaruhi mental jiwa juang dan militansi personel untuk mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas.

Wednesday, September 18, 2013

Roll Out C-130H Hibah Dari Australia


Inilah dia foto resmi C-130H Hercules hibah Australia untuk Indonesia. Tidak  seperti Hercules TNI-AU umumnya, kali ini pesawat angkut berat itu berbalutkan warna abu-abu tua. Dengan warna ini, sang putra dewa makin terlihat perkasa dan siap mengabdi untuk ibu pertiwi. Pesawat dengan nomor ekor A-1330 ini sudah roll out dari hangar Qantas Defense Services, dimana sebelumnya ia menjalani perawatan berat.

Menurut majalah Combat Aircraft, saat berdinas di AU Australia, Hercules ini menyandang nomor seri A97-006. Dikabarkan pula, pesawat ini akan dikirim ke Indonesia pada bulan Oktober nanti. 

Monday, August 26, 2013

TNI AU Segera Terima Dua CN-295


CN 295 diparkir di apron Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat)

26 Agustus 2013, Jakarta: Kolonel dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan Gita Amperiawan mengatakan TNI Angkatan Udara akan kembali menerima pesawat transportasi teknis jenis CN-295 pada bulan depan. "Dari sembilan pesawat CN-295 yang kita pesan untuk skuadron dua TNI AU tahun ini, sebanyak dua pesawat sudah datang dan sudah dipakai. Dua lagi akan datang 35 hari mendatang, atau kira-kira bulan depan," kata Kolonel dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan Gita Amperiawan, kepada wartawan dalam perjalanan dari Jakarta menuju Kupang menumpang pesawat CN-295, bersama rombongan Kementerian BUMN, Jumat (23/8) malam.

Tuesday, August 06, 2013

C-130H Hibah Dari Australia Akan Menjadi Kekuatan TNI-AU


Selama dua minggu yang lalu telah terjadi dua peristiwa yang terkait dengan penghibahan C-130H dari Australia untuk Indonesia. 
Pada 19 Juli Kementerian Pertahanan RI dan Qantas Defence Service (QDS) menandatangani kontrak untuk perbaikan dan pemeliharaan empat pesawat C-130H yang merupakan pesawat tahap pertama yang dihibahkan oleh pemerintah Australia kepada Republik Indonesia. 
Selanjutnya, pada 26 Juli Memorandum of Sale untuk lima pesawat C-130H ditandatangani oleh Departemen Pertahanan Australia dan Kementerian Pertahanan RI. Lima pesawat C-130H tersebut merupakan tahap kedua dari kerjasama pengadaan C130-H Indonesia-Australia.

Saturday, July 27, 2013

N219 Potensi Penghubung Antar Pulau Indonesia


Lapan saat ini sedang mengembangkan pesawat terbang N219. Program pengembangan pesawat ini menjadi salah satu dari berbagai program prioritas Lapan tahun depan. Hal ini dipaparkan oleh Sekretaris Utama Lapan, Sri Kaloka Prabotosari, dalam Forum Sekretaris Utama LPNK Kementerian Riset dan Teknologi di kantor pusat Lapan, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (8/7).
 
Sekretaris Utama Lapan menjelaskan bahwa N219 merupakan pesawat berpenumpang 19 orang. Pesawat yang tidak berukuran besar ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan di wilayah kepulauan Indonesia.

Friday, July 26, 2013

Australia and Indonesia Sign Memorandum of Sale for Five C-130H Hercules





RAAF C-130 Hercules (photo : thebaseleg)

Today in Perth, Indonesian Defence Minister Purnomo and I witnessed the signing of a Memorandum of Sale between Australia and Indonesia for five C 130H aircraft and associated equipment.

During my visit to Jakarta in April this year, I confirmed that the Australian Government was willing to sell five C-130H aircraft, along with a simulator and spare parts, to Indonesia at a discounted rate.

Friday, July 19, 2013

9 Pesawat Hercules untuk TNI AU


Pesawat C-130H Royal Australian Air Force RAAF, Skuadron 37 (photo: Jan Hendriksen)
Pesawat C-130H Royal Australian Air Force RAAF, Skuadron 37 (photo: Jan Hendriksen)
Jumat 19 Juli 2013, Kementerian Pertahanan RI menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (mou) penyerahan 9 Pesawat Hercules seri H dari Australia untuk Indonesia. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerangkan dari 9 pesawat itu, 5 unit dibeli dan sisanya akan dihibahkan oleh Australia. Urusan pembelian dan hibah ini akan mempertemukan Qantas Defence Service dengan Kementerian Pertahanan RI. “Yang 5 itu murah sekali,” ujar Purnomo Yusgiantoro di Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2013).

RI Beli 5 Unit Hercules dari Australia dengan Harga Murah




C-130H Angkatan Udara Australia (photo : Bisnis Jabar)

RI Beli 5 Unit Hercules dari Australia

JAKARTA — Pemerintah RI melalui Kementerian Pertahanan akan membeli lima unit Pesawat Hercules dari Australia untuk memperkuat sistem pertahanan udara.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menuturkan pemerintah akan membeli lima unit Hercules dengan harga murah. Hanya saja, Purnomo tidak menyebutkan harga yang disepakati oleh kedua pihak.

RI Dapat 9 Hercules dari Australia


RAAF C-130H Semi Digital Cockpit
9 Pesawat Hercules seri H dari Australia akan bertengger di Hanggar TNI Angkatan Udara. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerangkan, dari 9 pesawat itu, 5 unit akan dibeli, dan sisanya akan dihibahkan Negeri Kanguru tersebut.

"Besok kami akan ketemuan dengan Qantas Defence Service untuk 4 pesawat hibah dan 5 kita beli. Yang 5 itu murah sekali," kata Purnomo usai menghadiri buka bersama Presiden SBY di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2013).

Saturday, February 23, 2013

Raksasa Udara : Boeing C-17 Globemaster III


C-17 Globemaster III

Boeing C-17 Globemaster III adalah pesawat angkut militer besar. Pesawat ini dikembangkan oleh McDonnell Douglas dari 1980-an hingga 1990-an untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). C-17 merupakan pengembangan dari dua pesawat kargo militer bermesin piston sebelumnya, yaitu Douglas C-74 Globemaster dan Douglas C-124 Globemaster II.

C-17 di desain untuk melakukan misi airlift strategis, mengangkut tentara dan kargo ke seluruh dunia, juga berperan sebagai airlift taktis, evakuasi medis dan tugas pengiriman amunisi dan persediaan-persediaan lainnya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...