Showing posts with label Javelin. Show all posts
Showing posts with label Javelin. Show all posts

Tuesday, June 18, 2013

FGM JAVELIN 148, GAMBARAN DETAIL SENJATA PEMBUNUH TANK CANGGIH YANG AKAN DIMILIKI INDONESIA


Foto FGM 148 Javelin.
Dalam waktu dekat TNI akan dilengkapi dengan sebuah senjata anti tank yang sangat canggih dari negeri paman sam, tak ayal senjata ini sangat efektif di gunakan untuk melumat habis segala macam tank modern yang dipastikan mempunyai tingkat akurasi yang tinggi, bahkan karena kaakurasianya  diklaim inilah senjata sniper untuk membunuh tank.

Rudal yang dikembangkan dalam proyek AAWS-M (Andvanced Anti-Tank Weapon System-Medium) pada tahun 1986 ini mengantarkan militer AS kedalam generasi ketiga rudal antitank yang memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan pendahulunya seperti TOW maupun M47 Dragon.

Sunday, November 25, 2012

Daftar Belanja Rudal Javelin Indonesia


Mau tahu tentang daftar belanja rudal Javelin yang rencananya akan dibeli oleh Indonesia? Rudal ini memang fenomenal. Perancis sebagai pembuat rudal Euromissile MILAN saja mengaku takluk dan membeli 260 rudal Javelin disertai 76 CLU (Command/ Launch Unit) senilai US$69 Juta Dolar. Inggris pun sebagai Negara penyangga Eropa ternyata lebih suka membeli Javelin sebanyak 1.300 tabung rudal senilai $176 Juta dolar. Berikutnya ada Uni Emirat Arab yang membeli 1.000 tabung rudal dan 100 CLU pada November 2004, lalu Oman yang membeli 250 tabung rudal dan 30 CLU pada Juni 2006. Langkah Negara Arab ini kemudian diikuti oleh Bahrain yang membeli 60 CLU dan 180 tabung rudal. Terakhir Taiwan yang merupakan seteru Cina mengakuisisi 182 rudal dan 20 CLU pada Oktober 2008.


Menurut rilis resmi dari Defense Security Cooperation Agency, Indonesia tertarik mengakuisisi sistem FGM-148 Javelin berdasarkan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan nilai kontrak $60 Juta dolar yang meliputi:
Tabung rudal Javelin Block I
Indonesia menyatakan keinginan mengakuisisi 180 tabung rudal Javelin Block I, varian tercanggih yang baru dinyatakan sukses uji pada 2007. Upgrade ke Block I meliputi peningkatan kemampuan motor roket yang mengurangi waktu tempuh ke sasaran, peningkatan kemampuan sensor dan hululedak untuk mengantisipasi lapisan pelindung yang semakin modern, jarak tempuh efektif yang berubah menjadi 2.500 meter, dan upgrade firmware ke unit CLU. Displaynya kini menganut model digital dan ditampilkan dalam format standar video RS-170.

Command Launch Unit (CLU)
Sebanyak 25 unit CLU hendak dibeli, memberikan rasio 1:7 antara CLU dan rudal Javelin yang hendak dibeli Indonesia.
Missile Simulation Rounds (MSR)
MSR merupakan simulator rudal Javelin yang digunakan di lapangan yang berbentuk tabung peluncur simulasi. MSR dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki bobot dan titik berat yang setara dengan Javelin sungguhan. MSR sama sekali tidak diisi dengan rudal sungguhan, dan digunakan untuk melatih penembak untuk merawat, menangani, dan membawa rudal Javelin. Apabila digabungkan dengan FTT (Field Tactical Trainer)/ EBST (Enhanced Basic Skills Trainer), maka MSR dapat dipasangi CLU asli dan digunakan untuk simulasi penembakan. Simulasi CLU ini sendiri didasarkan pada sistem laser MILES yang merupakan standar NATO dan dapat digunakan untuk wargame.
Baterai
Unit baterai yang terdiri dari Battery Coolant Unit (BCU), baterai, peralatan pendukung, suku cadang dan lainnya tidak disebutkan jumlahnya karena tergolong moving parts dan kebutuhannya sangat besar, mengingat satu baterai untuk CLU Javelin hanya dapat bertahan selama 3 jam dalam iklim tropis.

Friday, November 23, 2012

ATGM Javelin 1 TNI AD

Indonesia pesan rudal anti-tank Javelin
Sebentar lagi pasukan TNI AD akan semakin disegani di kawasan Asia Tenggara.  Betapa tidak, selain memiliki pasukan yang handal, mereka juga akan dilengkapi dengan peralatan tempur kelas  wahid.
Departemen Pertahanan maupun Kongrea AS tampaknya akan menyetujui pembelian rudal anti tank Javelin I, sebanyak 25 peluncur dengan 180 rudal. Pembelian ini juga meliputi rudal simulasi, baterai, suku cadang, sumulator serta training personil dengan nilai kontrak  seharga $ 60 juta USD.
Anti tank guided missile Javelin ini akan melengkapi rudal anti-tank  TNI AD, yang juga telah membeli ATGM NLAW dari Inggris.
Para petinggi TNI AD menyadari  harga Javelin ini sangat mahal. Untuk itu pada awalnya, mereka agak ragu, apakah mampu membeli rudal anti-tank yang paten ini.  Syukurlah keraguan itu berhasil diatasi dan TNI AD secara resmi menyampaikan pinangannya untuk Javelin 1.
ATGM Javelin
Javelin 1 dipilih karena dinilai combat proven dan memiliki kualitas nomer satu.  ”Sambil duduk-duduk saja, lalu tembakkan, 99 % sasaran akan kena ?”, ujar KSAD sambil berseloroh.
ATGM Javelin digunakan oleh Angkatan Darat  Amerika,  Marinir  dan Pasukan Khusus Australia dalam perang Irak tahun 2003.  Saat ini ATGM Javelin juga digunakan pasukan NATO di Afghanistan.
ATGM Javelin 1 memiliki banyak keunggulan.  Dia bisa dipasang di kendaraan tempur darat, Infantry Fighting Vehicle dan amphibi, atau dipanggul dan dioperasikan oleh seorang prajurit. ATGM  seberat 22,3 Kg ini  dapat difungsikan sebagai alat pengintai posisi pasukan musuh (stand-alone surveillance ). Dengan kemampuan fire and forget, si petembak bisa langsung pindah lokasi, usai meluncurkan rudal.  Javelin secara otomatis akan membimbing diri sendiri ke target yang dibidik dan mampu menembak sasaran sejauh 2,5 Km.
CLU Javelin sebagai pengintai posisi musuh
Inggris  mengoperasikan ATGM Javelin 1 pada tahun 2005 untuk menggantikan ATGM Milan bagi pasukan PPRC , Para Komando dan Brigade Mekanis. Javelin 1 juga digunakan pasukan infanteri dan pengintai /reconnaissance Inggris menggantikan ATGW Swingfire.
Javelin 1 hanya membutuhkan waktu 30 detik untuk siap ditembakkan dan 20 detik untuk isi ulang rudal.  Petembak bisa memilih direct mode untuk sasaran: bunker, bangunan atau helikopter. Mode lainnya adalah top attack untuk sasaran tank. Dengan  top attack mode, rudal javelin akan mendaki dan menukik ke arah tank sasaran, membidik bagian atap tank yang memiliki perlindungan paling minim. Rudal buatan Raytheon / Lockheed Martin ini akan naik pada ketinggian 18 derajat, saat sasaran mencapai jarak 150 meter demi menciptakan top attack.
ATGM Javelin
Dengan ditandatanganinya kontrak pembelian 100 ++ MBT Leopard 2 dan 50 IFV MArder, militer tetangga mulai berhitung tentang kekuatan TNI AD. Apalagi, kini TNI AD telah dan sedang melengkapi diri dengan  MLRS Astros II, Howitzer Caesar 155mm, Heli serbu Mi-35, roket anti-udara Mistral dan Starstreak, ATGM NLAW.  Sebentar lagi akan datang ATGM Javelin1 ditambah lagi senjata serbu SS-2 V4 dan V5 yang semakin mumpuni.  TNI AD memang benar-benar ready for battle.  KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo, anda layak dapat bintang. Let’s Rock and Roll (JKGR)

Thursday, November 22, 2012

ALL ABOUT JAVELIN MISSILE




 FGM-148 Javelin merupakan rudal antitank berpemandu sekali pakai pertama yang diterima oleh 75th Ranger Regiment, US Special Forces, dan kesatuan khusus Tier 1 didalam USSOCOM. Dengan sifatnya yang unik, Javelin merupakan penambahan dan bukannya penggantian terhadap roket antitank seperti RAWS.

Rudal yang dikembangkan dalam proyek AAWS-M (Andvanced Anti-Tank Weapon System-Medium) pada tahun 1986 ini mengantarkan militer AS kedalam generasi ketiga rudal antitank yang memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan pendahulunya seperti TOW maupun M47 Dragon. Satu fitur yang bermanfaat adalah fitur soft launch, dimana rudal akan meluncur keluar tabung hanya dengan propelan pendorong, dan baru menyalakan motor roketnya pada jarak 1 meter dari titik luncur, sehingga Javelin bisa ditembakkan dengan aman dari dalam bangunan.

Didesain dengan hululedak tandem HEAT, Javelin didesain untuk mampu mengalahkan MBT, bahkan yang dilengkapi dengan lapisan ERA generasi pertama sekalipun. Javelin memiliki kemampuan untuk melakukan serangan top attack, dimana rudal akan menanjak terlebih dahulu sampai ke ketinggian 160 meter, terbang mendatar, lalu menukik tepat keatas sasaran. 

Profil terbang misil ini dikendalikan secara autopilot dimana misil menyesuaikan jarak, arah, kecepatan dan simpangan angin berkat keempat sirip yang bisa diatur sudut-sudut kemiringannya. Serangan top attack memiliki probabilita tinggi untuk melumpuhkan MBT karena bagian atas MBT biasanya memiliki proteksi yang lebih tipis dibandingkan dengan bagian frontal atau samping. Apabila diinginkan, Javelin juga bisa diluncurkan dalam moda direct attack, dimana rudal akan menanjak sedikit lalu meluncur langsung ke sasarannya, cocok untuk menghajar fortifikasi atau ranpur yang berada pada jarak dekat.
 

 
Kemampuan Javelin untuk meluncur secara pintar ini adalah berkat sistem pemandu pintar yang tersimpan pada modul CLU (Command Launch Unit) yang bisa dilepaskan dari tabung peluncurnya. CLU yang merupakan passive infra red sight memiliki tiga macam magnifikasi yaitu day field of view (4x), Wide Field of Fiew (thermal, 4x), Narrow Field of View (9x), dan akhirnya Seeker Field of View (9x). 

Saat memasuki mode SFV, secara otomatis CLU mengirimkan input data jarak pada misil ke Launch Tube Assembly yang menjadi rumah bagi misil sehingga sasaran sudah mulai bisa dikunci, rudal ditembakkan dan penembak segera beralih begitu rudal meluncur keluar karena Javelin menganut sistem fire and forget. 

Satu hal yang menjadi keunggulan Javelin adalah CLU yang memiliki fitur setingan kontras dan kecerlangan sehingga nyaman digunakan, masih ditambah lagi dengan unit pendingin yang mendinginkan sensor sehingga pengenalan termal pada objek sasaran dapat dilakukan CLU secara lebih baik dibandingkan dengan optik NOD monocular yang menjadi standar pasukan AS. 

CLU pun hanya ditenagai dengan satu baterai litium BA-5590U yang juga sekali pakai sehingga terhindar dari problem baterai drop. Banyak personil yang melepas CLU dan menggunakannya sebagai teropong observasi, sehingga boleh dibilang CLU saat ini adalah teropong malam infantri terbaik dalam AD AS.

75th Ranger sebagai kesatuan pertama dalam AD AS menerima Javelin mulai 1996 dan mengalokasikannya ke 3rd Battalion/75th Ranger Regiment. 

Rudal ini terbukti mampu memberikan daya tembak berlipat ganda yang memberikan kemenangan menentukan bagi pasukan yang kekuatannya lebih kecil. 

Dalam salah satu kontak tembak dalam operasi Iraqi Freedom, Satu tim Ranger yang melaksanakan misi patrol pengintaian dengan Humvee di sebelah barat Irak melihat dua buah tank, kemungkinan T-55, yang bersembunyi dalam posisi dug-up (dilindungi bunker pasir sehingga hanya kubah yang nampak). Posisi Ranger lebih unggul karena mereka ada diatas bukit, dan pasukan Irak belum mengetahui keberadaan mereka.

Tim tersebut, yang beranggotakan Sgt. Jason Witmer, Cpl. Jeremy Mumma, Spc. Matthew Pickell, dan Spc. Michael Kithcart memutuskan bahwa mereka mengambil kesempatan dengan mencoba menghancurkan tank tersebut dengan Javelin yang mereka bawa. Dari jarak 1.800 meter, Cpl. Mumma yang menjadi penembak mengunci salah satu tank dengan Javelinnya, meluncurkan rudal, dan segera berganti ke tabung kedua bahkan sebelum rudal menghantam sasarannya. Tank kedua juga dikunci, dan tidak punya kesempatan bereaksi dan meledak tak lama setelah tank pertama dihancurkan.


Pada tahun 2003, dalam pertempuran Debecka Pass ODA (Operational Detachment Alpha/ A-Team) 391 dan 392 bertahan dari serangan Divisi ke-34 Irak yang dilengkapi dengan T-55 dan ranpur MT-LB dengan mengandalkan Javelin. Dengan menembakkan selusin Javelin, ODA 391 dan 392 mampu bertahan dan bahkan menghancurkan sejumlah tank dan ranpur dengan hit ratio diatas 80%. 

Dengan keputusan TNI untuk mempertimbangkan pembelian FGM-148 Javelin yang kita harapkan akan terwujud, maka TNI-AD akan menjadi salah satu negara yang mengoperasikan rudal berpemandu terbaik yang ada saat ini, dipadukan dengan sistem roket pintar NLAW yang dibuat oleh Thales Defense.

FGM-148 Javelin
 
Pabrikan        : Texas Instrument/ Raytheon/ Lockheed Martin
Desain           : Juni 1989
Bobot             : 22,3 kg (misil 11,8kg)
Panjang          : 1,2m
Jarak efektif    : 75-500m
Hululedak        : HEAT (High Explosive Anti Tank)






Sumber : ARC

Tuesday, November 20, 2012

Indonesia has Requested Possible Purchased of 180 Block I Javelin Missile

Javelin block I portable anti tank missile (photo : Defense Update)
WASHINGTON – The Defense Security Cooperation Agency notified Congress November 15 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia for 180 Block I Javelin Missiles and associated equipment, parts, training and logistical support for an estimated cost of $60 million.
The Government of Indonesia has requested a possible purchase of 180 Block I Javelin Missiles, 25 Command Launch Units (CLU), Missile Simulation Rounds (MSR), Battery Coolant Units (BCU), Enhanced Basic Skills Trainer, Weapon Effects Simulator, batteries, battery chargers, support equipment, spare and repair parts, personnel training and training equipment, publications and technical data, U.S. Government and contractor technical assistance and other related logistics support. The estimated cost is $60 million.
This proposed sale will contribute to the foreign policy and national security of the United States by helping to improve the security of a friendly country which has been, and continues to be, an important force for the political stability and economic progress in Southeast Asia.
The proposed sale provides Indonesia with assets vital to protect its sovereign territory and deter potential threats. The acquisition of the Javelin system is part of the Indonesia Army’s overall military modernization program. The proposed sale will foster continued cooperation between the U.S. and Indonesia, making Indonesia a more valuable regional partner in an important area of the world.
The proposed sale of the missiles and support will not alter the basic military balance in the region.
The principal contractors will be Raytheon/Lockheed Martin Javelin Joint Venture (JJV) in Tucson, Arizona and Orlando, Florida. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.
Implementation of this proposed sale will not require the assignment of any additional U.S. Government or contractor representatives to Indonesia.
There will be no adverse impact on U.S. defense readiness as a result of this proposed sale.
This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded.
(DSCA)

Good News : 180 Javelin ATGM Untuk Indonesia


 Pemerintah Amerika Serikat telah mengeluarkan notifikasi izin untuk menjual sebanyak 180 buah rudal anti tank Javelin untuk Indonesia. 
 
Nilai kontrak penjualan diperkirakan sekitar 60 juta dollar, meliputi 25 Command Launch unit, Missile Simulation Rounds, Battery, dan lain sebagainya. 
Sumber : ARC

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...