UH-60A Black Hawk dilengkapi External Stores Support System (ESSS),
perangkat ini dapat membawa tangki bahan bakar hingga meningkatkan daya
jelajah. (Foto: Sikorsky)
19 Februari 2013, Jakarta: Rencana pembelian helikopter serbu Black Hawk
oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) disambut positif. TNI AD memang
sangat membutuhkan helikopter serbu. Selama ini TNI AD masih memakai
helikopter jenis Bell yang notabene sudah ketinggalan dari negara lain.
"Pilihan terhadap Black Hawk dinilai tepat. Apalagi TNI AD sangat
membutuhkan pergerakan pasukan ke daerah-daerah terpencil. Selain
harganya lebih murah dibandingkan helikopter serang Apache, Black Hawk
dinilai merupakan helikopter multifungsi," kata pengamat militer dari
Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia, Rizal Darma
Putra kepada Koran Jakarta, kemarin.
Black Hawk bisa mengangkut pasukan ke daerah-daerah konflik dan juga
dapat digunakan dalam penanganan bencana alam. Kelebihan lain, Black
Hawk juga sudah teruji di medan pertempuran. Helikopter buatan Sikorsky
Aircraft Corporation, Amerika Serikat (AS), sudah pernah diikutkan dalam
pertempuran di Grenada, Panama, Iraq, Somalia, negara-negara Balkan,
Afganistan, dan sejumlah pertempuran di Timur Tengah.