Wednesday, August 14, 2013

Pemerintah Tugaskan PT DI dan PT PAL Bangun Pesawat Tempur dan Kapal Selam


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwmAVzt_ktfa2hZkp0Xa15la3waX-MHH6gBucHcyhQ6e3HaglBk27YbsxvneHWyJo6Kjb993FE7GL_9VRygSKM6WPYZVRXafwTHxGOojR93xklmPB3i1N69Cwx18AcHLuzXlJ_VHV_UMk/s1600/KFX-RI-Korsel.jpg
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia bakal menerima penugasan pemerintah merancang dan mengembangkan pesawat tempur dan kapal selam canggih. Tugas ini diberikan kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT PAL.

Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, PTDI saat ini sedang dalam proses mengembangkan desain pesawat tempur canggih sekelas F22 bersama Korea Selatan.

KASAL Tinjau Pembangunan Kapal Perang di Batam




10 Agustus 2013, Batam: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio didampingi Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV (Danlantamal IV) Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Agus Heryana, S.E., melaksanakan kunjungan kerja di galangan kapal yaitu PT. Citra Shipyard dan PT. Palindo Marine Shipyard, Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Raiu. Dalam kunjungann diterima langsung oleh Direktur Utama Palindo Marine Bapak Harmanto. Selasa (06/08/13)

Sunday, August 11, 2013

CV-90120T, The New Era of a MBT

Sebagai bukti bahwa CV9040 memang dikembangkan dengan sasis yang modular dan dapat disesuaikan dengan segala kebutuhan adalah ketika ranpur yang satu ini bersalin rupa sebagai sebuah tank. Tank? Ya, BAe Land Systems dan Hagglunds memang memiliki niatan untuk menambah keluarga varian CV9040 dengan varian yang dilengkapi meriam. Bukan sembarang meriam tentunya, karena varian tank yang akhirnya diberi kode CV90120-T ini dilengkapi dengan meriam 120mm L/50 SCTG (Smoothbore Compact Tank Gun) yang distabilisasi pada 3 sumbu, dengan kaliber 120mm. Munisinya serupa dengan yang digunakan MBT Leopard 2, termasuk didalamnya M43 dan M53 APFSDS, sehingga CV-90120 mampu beradu dan menjagal MBT lawan.


French Crème de la Crème of the 1950’s: AMX-13 (Bagian I)


Pupus diharu-biru Jerman dalam Perang Dunia II tak membuat Perancis lantas terpuruk. Walaupun dipinjami peralatan tempur oleh AS, Perancis tak mau begitu saja kehilangan kemandiriannya. Pada 1946, pemerintahan Charles de Gaulle berinisiatif melancarkan program kembali ke kemandirian asal. Sejumlah program persenjataan baru pun diluncurkan, yang terfokus pada tiga alutsista darat yaitu MBT AMX 50, tank ringan untuk linud AMX 13, dan kendaraan intai Panhard EBR 75/10. Proyek AMX 50 ditunda dan kemudian dibatalkan karena mahalnya biaya, apalagi saat itu Perancis mulai disibukkan dengan konflik di Indocina. Perang ini pula yang membuat fokus Perancis berubah. Di wilayah Asia Tenggara yang minim infrastruktur dan medannya sulit, menggelar MBT rasanya bukan pilihan yang tepat.

Thursday, August 08, 2013

Korea to Transfer UAV, Missile Technologies to UAE



Korea promised to transfer technology for its unmanned aerial vehicle (UAV) to the United Arab Emirates (UAE), following its successful bid to build four nuclear reactors in the Middle East nation, a government source said Thursday. Defense Minister Kim Tae-young made the commitment during his visit to the UAE in November to discuss bilateral defense issues as well as to support the landmark $20 billion deal, the source told The Korea Times.

Kim also offered to provide key arms technologies related to the homegrown Hyunmoo ballistic and cruise missiles to the UAE as part of efforts to expand defense cooperation between the two countries, he said on condition of anonymity.Technology on an electromagnetic pulse bomb (EMP) is among the key items for cooperation promised by Korea, said the source.

Japan Maritime Self Defense Force Unveils Newest, Largest Helicopter Destroyer DDH18


Japan showed for the first time on Tuesday the Japan Maritime Self Defense Force (JMSDF) future helicopter carrier which will become the flagship of its fleet and is the largest warship built by Japan since World War II. The 248-meter-long and 19,500-ton helicopter carrier named Izumo is still under construction in Yokohama and is set to be commissioned into service in 2015.

DDH183 Izumo is 248-meter-long and 19,500-ton. It is the largest warship built by Japan since World War II.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...