Iran yang mati-matian mendapatkan rudal anti-udara jarak menengah S-300 Rusia, begitu sulit mendapatkannya. Mereka harus memutar otak dan menggunakan negara ketiga untuk memperoleh S-300 tersebut. Sementara Indonesia justru sebaliknya.
Dalam Indo Defence 2012 di Jakarta, pihak Rusia menawarkan berbagai jenis rudal anti-udara jarak menengah termasuk S-300. Monday, June 03, 2013
Seandainya Rudal S-300 Diakuisisi Indonesia..?
Iran yang mati-matian mendapatkan rudal anti-udara jarak menengah S-300 Rusia, begitu sulit mendapatkannya. Mereka harus memutar otak dan menggunakan negara ketiga untuk memperoleh S-300 tersebut. Sementara Indonesia justru sebaliknya.
Dalam Indo Defence 2012 di Jakarta, pihak Rusia menawarkan berbagai jenis rudal anti-udara jarak menengah termasuk S-300. Saturday, June 01, 2013
Rudal Agni-V India akan Dilengkapi Beberapa Hulu Ledak Nuklir
![]() |
| Rudal Balistik Agni-V |
India kembali memodifikasi rudal jarak jauhnya agar bisa membawa
beberapa hulu ledak nuklir, surat kabar The Hindu, India, melaporkan
pada hari Rabu, mengutip pernyataan seorang pejabat senior India.
V.K. Saraswat, Direktur Jenderal Badan Penelitian dan Pegembangan Pertahanan India, mengatakan kepada The Hindu bahwa sebuah tim saat ini tengah bekerja untuk memodifikasi rudal Agni-V agar bisa membawa Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicles (MIRV).
V.K. Saraswat, Direktur Jenderal Badan Penelitian dan Pegembangan Pertahanan India, mengatakan kepada The Hindu bahwa sebuah tim saat ini tengah bekerja untuk memodifikasi rudal Agni-V agar bisa membawa Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicles (MIRV).
Rusia Sepakati Penjualan Pesawat MiG-29 M/M2 Ke Suriah
Sebuah pabrik senjata Rusia mengatakan pihaknya menandatangani kontrak untuk menyerahkan setidaknya 10 jet tempur ke Suriah.
Sergei Korotkov, direktur utama perusahaan jet tempur MiG, mengatakan
kepada kantor berita Rusia Jumat (31/5) bahwa delegasi Suriah berada di
Moskow untuk membahas persyaratan dan tenggat waktu dari kontrak baru
memasok jet tempur MiG-29 M/M2 ke Suriah.
Friday, May 31, 2013
Medium Fighter untuk TNI-AU
Menarik mencermati langkah AU India pada saat
memutuskan untuk membeli Pesawat Tempur buatan Prancis,Rafale. Dengan
pembelian sebanyak 189 unit jet tempur, menjadikan AU India sebagai
negara pertama dan operator terbesar Jet Tempur Rafale, di luar AU dan
AL Prancis. Tentunya kita maklum dan masih ingat, kalau AU India juga
menggunakan Jet Tempur Mirage-2000 buatan Prancis untuk mendampingi
Su-27/30MKI Flanker menjadi Squadron Komposit. Dengan nilai kontrak
sebesar 12 -15 Milliar Dollar Amerika, India mendapatkan kesempatan
untuk merakit Jet Tempur tersebut melalui pabrikan pertahanan India,
Hindustan Aeronautics Ltd (HAL).
Keinginan AU India untuk untuk membeli Pesawat Jet Tempur Rafale kemudian menyandingkannya dengan Pesawat Su-27/30 MKI Flanker merupakan langkah yang sangat tepat dan strategis untuk mengimbangi dominasi AU Cina dan AU Pakistan dalam menghadapi Konflik Regional di Asia bagian Selatan. AU India yang menganut konsep Heavy - Medium - Low Fighter, di mana Heavy Fighter di isi dengan kehadiran Su-27/30 MKI Flanker, Medium Fighter dilengkapi dengan Mig-29 Fulcrum dan Mirage 2000 sedangkan Low Fighter dilengkapi dengan Mig-21,Mig-27 dan Jaguar. Pesawat Tempur Rafale yang hadirnya belakangan akan melengkapi di formasi Medium Fighter. Lantas bagaimana dengan TNI-AU ?…
Keinginan AU India untuk untuk membeli Pesawat Jet Tempur Rafale kemudian menyandingkannya dengan Pesawat Su-27/30 MKI Flanker merupakan langkah yang sangat tepat dan strategis untuk mengimbangi dominasi AU Cina dan AU Pakistan dalam menghadapi Konflik Regional di Asia bagian Selatan. AU India yang menganut konsep Heavy - Medium - Low Fighter, di mana Heavy Fighter di isi dengan kehadiran Su-27/30 MKI Flanker, Medium Fighter dilengkapi dengan Mig-29 Fulcrum dan Mirage 2000 sedangkan Low Fighter dilengkapi dengan Mig-21,Mig-27 dan Jaguar. Pesawat Tempur Rafale yang hadirnya belakangan akan melengkapi di formasi Medium Fighter. Lantas bagaimana dengan TNI-AU ?…
Drama Rudal S 300 Suriah
Sistem Pertahanan Udara S 300
|
Tindakan Israel yang telah dua kali menyerang wilayah Suriah membuat
geram Presiden Suriah Bashar al- Assad. Israel mengklaim, serangan itu
bukan ditujukan kepada pemerintahan Suriah, melainkan kepada pengiriman
rudal dari Suriah untuk Hezbullah di Lebanon. Namun alasan penyerangan
Israel itu tidak bisa diterima Presiden Assad.
Assad pun mengontak Moskow, untuk segera mengirim pembelian sistem
pertahanan anti udara S 300 yang tertunda pengirimannya tahun 2010,
akibat tekanan Israel.
Detail Tank Pindad Indonesia Dan FNSS Turki
Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Indonesia dan Turki sepakat
bekerja bersama membangun medium tank. Penandatanganan MoU kerja sama
itu sendiri sudah dilakukan pada ajang IDEF 2013 di Turki, awal mei
lalu.
Disebutkan pula, masing-masing negara akan berpartisipasi sebanyak
50%-50% dalam hal pembiayaan dan pembuatan prototipe. Skema produksi
bersama sendiri nantinya akan meniru proses pembuatan CN-235 antara IPTN
(sekarang PT.DI-red) dan CASA.
Subscribe to:
Posts (Atom)

