| Penulis : Tim Riset TGR | |
Kepala
Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio, Jum'at, mengemukakan TNI AL
akan memiliki kekuatan tempur yang signifikan pada akhir 2014, seiring
kedatangan sejumlah alat utama sistem senjata yang sebelumnya telah
dipesan.
| |
Hal
ini dikemukakan KSAL usai memimpin gelar pasukan sekaligus inspeksi
kesiapan unsur tempur laut menjelang Latihan Gabungan TNI tahun 2013 di
Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat. Marsetio mengatakan pengadaan
alutsista itu merupakan program TNI AL untuk menuju pembangunan
kekuatan pokok minimum (MEF).
| |
Saturday, April 27, 2013
KSAL: TNI AL Akan Miliki Kekuatan Tempur Signifikan di Tahun 2014
Produk-Produk Unggulan PT. Pindad
Ranpur Dan Rantis Unggulan Pindad
Kemampuan
industri militer dalam negeri terbukti telah mampu menghasilkan produk
unggulan. Dengan berkiblat ke Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty
Organization), Indonesia telah mampu menghasilkan amunisi, senapan
bahkan mobil atau kendaraan perang. Di Indonesia, kemampuan ini hanya dimiliki oleh PT Pindad (Persero). Diproduksi di Bandung Jawa Barat, BUMN senjata ini, telah memproduksi hampir 200 unit panser jenis Anoa 6x6 dan mobil perang lainnya.
Bahkan yang terbaru, Pindad mampu memproduksi Humvee dan akan meluncurkan tank versi Indonesia.
PT. DI Kerjakan Berbagai Pesanan Kemhan
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, menyatakan PTDI
selama lebih dari 36 tahun memiliki komitmen secara maksimal mendukung
alat utama sistem persenjataan dalam negeri.
Budi Santoso, Rabu, 24 April 2013, menjelaskan PTDI selama ini selalu menyatakan kesiapannya untuk mendukung setiap upaya Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan target di bidang pertahanan.
"Pada 2012 lalu, PTDI membukukan nilai kontrak sebesar Rp7,9 triliun dari pemerintah, terbesar dalam sejarah PTDI," katanya dalam keterangan tertulis.
Budi Santoso, Rabu, 24 April 2013, menjelaskan PTDI selama ini selalu menyatakan kesiapannya untuk mendukung setiap upaya Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan target di bidang pertahanan.
"Pada 2012 lalu, PTDI membukukan nilai kontrak sebesar Rp7,9 triliun dari pemerintah, terbesar dalam sejarah PTDI," katanya dalam keterangan tertulis.
Label:
alutsista,
dephan,
industri pertahanan,
pt. di
Super Tucano Latihan Pengeboman
26 April 2013, Malang: Dalam rangka persiapan Latihan Gabungan TNI yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Mei mendatang, Pesawat Super Tucano Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh melakukan latihan pengeboman yang bertempat di ASR (Air Shooting Range) Pandanwangi Lumajang Jawa Timur (26/4).
Latihan dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb James Yanes Singal dan bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan bombing. Latihan ini merupakan ajang uji ketangkasan para penerbang tempur dalam melaksankan ketepatan menembak ataupun menghancurkan sasaran yang berada di darat.
Pengeboman dibagi menjadi 2 periode. Pada sortie pertama menggunakan pesawat Super Tucano seri 3101, 3103 dan sortie kedua menggunakan pesawat yang sama. Masing-masing pesawat membawa 3 bom. Jenis bom yang digunakan adalah bom Latih Asap (BLA)-250 kg.
Pelaksanaan Latihan yang dimulai tanggal 22 April 2013 dan direncanakan berlangsung selama 7 hari, merupakan latihan rutin sekaligus persiapan dalam rangka latihan Gabungan yang melibatkan seluruh penerbang Skuadron Udara 21. Latihan ini juga bertujuan untuk memelihara, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kerjasama antar awak pesawat terbang dalam melaksanakan penembakan senjata pesawat terbang.
Dilihat dari Latihan yang kedua ini, Para penerbang Super Tucano semakin profesional dalam melakukan pengeboman untuk yang kedua kalinya dan dapat mencapai tepat sasaran sebagaimana yang direncanakan dan dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar. Diharapkan kedepan Skadron Udara 21 semakin siap menghadapi tantangan tugas yang sudah menjadi tanggung.
Sumber: Pentak Lanud Abdulrachman Saleh
TNI AL Terima Tiga Unit Helikoper Bell-412
26 April 2013, Surabaya: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menerima tiga unit helikopter jenis Bell-412 dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sebagai salah satu pengembangan alat utama sistem persenjataan yang ada.
Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Tentara Nasional Indonesia Sru Handayanto, Jumat mengatakan, ketiga helikopter tersebut akan digunakan untuk menambah kekuatan persenjataan milik angkatan laut.
Subscribe to:
Posts (Atom)

