Showing posts with label swedia. Show all posts
Showing posts with label swedia. Show all posts

Thursday, October 03, 2013

Menhan RI Menerima Dubes Swedia Bersama Delegasi SAAB AB


JAKARTA  : Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro, Rabu (2/9) menerima  kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia Ewa Polano bersama Delegasi SAAB AB yang dipimpin oleh President and CEO SAAB AB, Hakam Buskhe.
 
Dubes Swedia bersama Delegasi SAAB AB diterima oleh Menhan RI di VIP Room, Pangkalan Udara  TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta yang pada kesempatan tersebut baru saja tiba dari Bandung, usai menghadiri acara penyerahan Pesawat CN-235 MPA dari PT. DI kepada TNI AL.SAAB AB  adalah perusahaan industri pertahanan dan kedirgantaraan Swedia yang memproduksi berbagai produk militer antara lain Air Traffic Control systems, Fighter aircraft, Military aircraft,  Military systems dan Radars. Kunjungan Delegasi SAAB AB  ke Indonesia dalam rangka untuk menjajaki berbagai kemungkinan kerjasama di bidang industri pertahanan kedua negara.

Tuesday, May 21, 2013

VISBY KORVET , KAPAL PERANG YANG MENGINSPIRASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI STEALTH

Foto Visby tampak Samping
Visby adalah kapal perang siluman yang pertama dibangun untuk Angkatan Laut Swedia setelah Göteborg dan korvet kelas Stockholm. Korvet siluman kelas Visby yang dirancang bangun oleh galangan kapal Kockums AB di kota Malmo Swedia. Kockums merupakan perusahaan hasil merger antara Kockums Mekaniska Verkstad dan Karlskronavarvet shipyard (di kota Karlskrona) pada 1998.

Visby dirancang khusus beroperasi diperairan littoral (pesisir). Manuveribilitas dan stabilitas pada kecepatan tinggi dianggap sebagai penentu dan parameter paling krusial dalam pertempuran dilaut littoral.

Monday, March 11, 2013

Menhan Sambut Baik Tawaran Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Wallenberg Family


Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (11/3), menerima kunjungan kehormatan Delegasi Investor Swedia yang dipimpin oleh Group Wallenberg Family didampingi Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Ewa Ulrika Polano di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kedatangannya menemui Menhan kali ini adalah bagian dari rangkaian Delegasi bertemu dengan pejabat-pejabat negara untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Indonesia dan khusus menemui Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk mengetahui lebih lanjut rencana pengembangan industri Alutsista dalam negeri dan rencana pengadaan Alutsista.

Menhan menyambut baik tawaran kerjasama dari Wallenberg Family dan akan mengusahakan pertemuan dengan Mabes TNI dan Mabes Angkatan sebagai pengguna Alutsista, kemungkinan-kemungkinan pengadaan Alutsista dan kerjasama industri pertahanan yang diharapkan oleh pengguna. Namun Menhan juga akan mengupayakan pertemuan dengan Dirjen Strahan mengenai kemungkinan pengembangan kebutuhan Alutsista jangka panjang yang dapat bekerjasama dengan industri pertahanan yang dimiliki oleh Wallenberg Family.

Tuesday, July 31, 2012

‘Super-JAS’ Costlier Than Expected: Report


The Swedish Armed Forces will have to cut back on billions of kronor by next year if they want to afford putting the new super jet JAS Gripen into production, according to a report by national broadcaster Sveriges Radio (SR).
The military in March supported an earlier proposition voted through in the Riksdag that Sweden should develop up to ten of the E/F model JAS.
But according to SR, the army and the government in May received a cost prediction from the Saab Defence Group, a figure reportedly way above what was expected.
In January, SR reported that the expected price tag on the development of the new super jet would reach the vicinity of 32-33 billion kronor ($4.7-4.8 billion), but this figure has allegedly since risen significantly, according to the broadcaster.
This puts new strain on an already stretched Swedish Armed Forces, which had already come to the conclusion that economies have to be made and that policy decisions about future cut-backs or more government hand-outs must be taken.
Several sources have revealed to SR that the military on Monday will be informing the government that billions of kronor must be cut back from the development of other weapons systems planned for 2013 and 2014 to be able to afford developing the new super jet.
At the same time, the army has long warned that several other weapons systems are in crucial need of updating.
Lieutenant General Jan Salestrand of the Swedish Armed Forces was unwilling to disclose any particulars but told SR that it is a complicated situation.
“An upgrade is necessary if we want to have an air force system in the 2020s and toward 2030 to equal the development in the rest of the world. At the same time, from the military’s point of view, it cannot be done at any price,” he told the broadcaster.
sumber DEFENCE TALK:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...