Showing posts with label Panhard EBR. Show all posts
Showing posts with label Panhard EBR. Show all posts

Tuesday, February 26, 2013

Panhard EBR: Ranpur Berkemudi Ganda Kavaleri TNI AD


Perancis memang bukan pemasok utama alutsista untuk TNI, tapi kiprah Negeri asal Napoleon Bonaparte ini sudah lumayan tersohor dalam menyuplai kebutuhan alutsista TNI, dalam ragam yang berbeda alat tempur maupun perangkat penunjang tempur buatan Perancis telah sejak lama digunakan oleh TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Bisa disebut sejak lama, pasalnya kehadiran alutsista besutan Perancis sudah diadopsi RI sejak era operasi Trikora di tahun 60-an. Salah satu bukti sejarahnya ada di lini kavaleri dan artileri, seperti tank AMX-13, AMX-13 VCI (APC), dan AMX MK61 Howitzer Self Propelled.

Bahkan di era yang lebih maju, kavaleri TNI amat lekat pada sesuatu yang berbau Perancis, sebut saja ada panser VAB, ranpur intai Panhard VBL 4×4, bahkan Korps Marinir TNI AL punya arsenal tank amfibi AMX-10 dalam unit yang cukup besar. Nah, kembali ke era jaman Bung Karno, atau tepatnya di masa perjuangan pembebasan Irian Barat, TNI AD juga kedatangan ranpur beroda ban kelas berat nan unik, yakni Panhard EBR (Engin Blindé de Reconnaissance) FL-11. Sebuah panser dengan penggerak hybrid, dimana bisa di setting dalam moda 4×4 dan 8×8, dimana 4 roda di posisi tengah dapat dinaikan dan diturunkan sesuai kebutuhan dan situasi medan. Pihak AD Perancis sendiri dahulu banyak mengandalkan ranpur ini pada medan Afrika Utara yang berupa padang pasir.

Panhard EBR menembus medan gurun Sahara
Panhard EBR menembus medan gurun Sahara

Keunikan Panhard EBR FL-11 masih ada lagi, yaitu sistem kemudi ganda, dimana terdapat dua kompartemen pengemudi, di sisi depan dan belakang. Inilah yang menjadikan Panhard EBR begitu unik, dan belum ada saingannya hingga kini. Letak area mesin berada di tengah. Sebagai informasi ranpur dengan 4 awak ini tak punya kemampuan amfibi. 4 Awak pada ranpur ini mencakup seorang komandan, 1 juru tembak, pengemudi depan, dan pengemudi belakang).

Bagaimana dengan sistem senjatanya? Panhard EBR FL-11 mengandalkan kanon kaliber 90 mm, tapi ada juga versi FL-10 dengan kaliber 75 mm. Sebagai sesama buatan Perancis, jenis kubah dan sistem penembakkan pada Panhard EBR, terutama versi FL-10 begitu identik dengan kanon pada AMX-13, dimana sudut elevasi laras sangat terbatas. Dalam kondisi siap tempur, Panhard EBR FL-11 dapat membawa maksimum 43 amunisi, sedangkan Panhard EBR FL-10 bisa membawa sampai 56 amunisi. Dari sudut fire power kanon FL-11 dapat melontarkan proyektil dengan kecepatan 750 meter/detik, sedangkan FL-10 dengan kecepatan proyektil 600 meter/detik.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...