Monday, August 19, 2013

Indonesia-China mantapkan kerja sama industri pertahanan


https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSpN0EJkuGkjKfwJVXwlQ6tGqNBqpIgm-JrHcX2kw6bYrbQnpdpHg
Rudal C705
Beijing - Indonesia dan China sepakat untuk memantapkan kerja sama industri pertahanan berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan saling menghormati.

"Indonesia dan China telah memiliki kerja sama yang baik, termasuk dalam industri pertahanan," kata Dirjen Departemen Perdagangan Militer dan Hubungan Luar Negeri State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND) Zhan Chunli di Beijing, Senin.

Indonesia-Russia military ties going strong








Indonesia-Russia military ties going strong
Source: Reuters
The USSR began selling arms to Indonesia almost immediately after the two countries established diplomatic relations in 1950. In those early years, Indonesian naval and air force personnel were sent to study in the Soviet Union. However, the relations soured in the mid-1960s for political reasons.
The parties attempted to resume contacts in the early 1990s, but a number of factors prevented them from re-establishing close contacts until the 2000s.
For example, talks had been on about deliveries of Russian Sukhoi Su-30 fighters to Indonesia since 1997, but the first examples of the type were not delivered until 2003.
Russian and US presence in Indonesia
The resumption of Russian-Indonesian military contacts was largely facilitated by a split between Indonesia and the USA.

Indonesia Ditawari 10 Kapal Selam oleh Rusia


Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Selasa (23/7) menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin, di Kementerian Pertahanan, Jakarta. Adapun maksud kunjungan Dubes Rusia kepada Menhan ini adalah untuk membicarakan beberapa hal yang menyangkut kerjasama teknik militer antara kedua negara. Diantaranya adalah kerjasama Angkatan Laut kedua negara dalam hal penyediaan material dan renovasi untuk Kapal Selam. (Foto: Kemhan)

17 Agustus 2013, Jakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah mendapat tawaran untuk dapat membeli sekitar 10 unit kapal selam dari Rusia. Jumlah ini di luar rencana pembelian tiga unit kapal selam dari Korea Selatan yang akan datang pada 2014.

Analisis : Dibalik Penawaran 10 Kapal Selam Rusia



Kapal selam Kilo Rusia
Kapal selam Kilo made in Rusia

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah Indonesia mendapatkan tawaran untuk  membeli sekitar 10 unit kapal selam dari Rusia. Jumlah ini di luar rencana pembelian tiga unit kapal selam dari Korea Selatan yang akan datang pada 2014.

“Kapal selam dari Rusia sudah ada. Mereka membuka kesempatan karena kedekatan dengan kita,” kata Purnomo saat ditemui di Istana Merdeka, Sabtu, 17 Agustus 2013.

Dalam kalimat langsung  yang dikutip tempo.co itu, Menteri Pertahanan menyatakan: “Kapal selam dari Rusia sudah ada”. Menteri Pertahanan menyampaikannya dengan kalimat multi tafsir. “Sudah ada” dalam artian telah ditawarkan atau “sudah ada” dengan arti Indonesia telah memiliki kapal selam Rusia.

Kapal Perang TNI AL Kibarkan Merah Putih di Pulau Sebatik


Sejumlah perahu milik warga bersama TNI-AL dan Satgas Perbatasan Marinir memperingati HUT ke-68 Kemerdekaan RI di perbatasan Indonesia - Malaysia, Perairan Ambalat, Kalimantan Utara, Jumat (17/8). Upacara tersebut berlangsung aman dan lancar meski patroli udara TNI AL sempat mendeteksi adanya pesawat udara Malaysia yang tertangkap radar di sekitar perbatasan itu. (Foto: ANTARA FOTO/Fadlansyah/ss/Spt/13)

17 Agustus 2013, Jakarta: Empat kapal perang tergabung dalam Operasi Tameng Hiu 2013 dari jajaran Gugus Tempur Komando Armada Indonesia di Kawasan Timur TNI AL di Pulau Sebatik mengibarkan bendera Merah Putih serentak di geladak kapal masing-masing, Sabtu.

Selain di geladak-geladak kapal perang TNI AL itu, pengibaran bendera Merah Putih juga dilaksanakan dalam upacara khidmat di menara suar Karang Unarang, di perairan Ambalat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sunday, August 18, 2013

K21 IFV, TANK TEMPUR INFANTRI KOREA

K21 Infantry Fighting Vehicle South Korea.
K21 atau NIFV (Next Infantry Fighting Vehicle) adalah salah satu Tank Tempur Angkut Infantri yang pertama kali dirancang menggunakan kaliber besar yang dikembangkan Dosaan Infracore anak perusahaan dari Dosaan Corporation untuk menggantikan Tank jadul K200 IFV yang sudah tua.Rencananya K21 diproduksi sebanyak 900 Tank sampai pada tahun 2009.

Secara signifikan bobot Tank K21 lebih ringan dibandingkan dengan Tank sejenis paling modern sekalipun yakni hanya berbobot 25ton, rahasia dibalik ini semua tidak lepas dari campuran baja komposit yang ringan, terdiri dari berbagai lapisan keramik, serat kaca dan paduan alumunium ringan lainnya. Perpaduan tersebut di klaim mempunyai komposisi yang lebih ringan dan mampu melindungi dari gempuran musuh bahkan tidak tanggung tanggung Bagian depan K21 dirancang untuk melindungi dari serangan meriam otomatis kaliber 50 mm pada  jarak 1000 meter , kaliber 50mm ini adalah kaliber yang sering dipakai tank BMP3F buatan Russia, serta bagian atas kubah tank K21 mampu menahan daya ledakan serangan artileri kaliber 152 mm pada radius 10m. 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...