Thursday, February 02, 2012

Daftar Belanja Militer Kemenhan RI Tahun 2012


VIVAnews - Kementerian Pertahanan memiliki dana sebesar Rp150 triliun untuk belanja dalam lima tahun ke depan. Dana itu akan dialokasi untuk tiga pos penting, terutama terkait dengan peremajaan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista).

"Yang harus dipahami, anggaran dalam pembelian alutsista itu multi years dengan melalui proses yang panjang dan bertahap," ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro di Gedung Kemhan, Jakarta, Senin 16 Januari 2012.

Anggaran tersebut digunakan untuk tiga hal, antara lain Rp50 triliun dana on top untuk percepatan Minimum Essential Force (MEF), Rp55 triliun untuk alutsista, dan Rp45 triliun untuk pemeliharaan dan perawatan. Sebagian dana itu, akan digunakan berbelanja pada tahun 2012 ini.
Berikut daftar belanja TNI untuk tahun 2012 itu:

1. TNI Angkatan Darat (TNI AD): Main Battle Tank, senjata anti altileri berupa roket, multiple launcher rocket system, dan meriam armed dengan fokus meriam kaliber 150 mm.

TNI AD juga berencana membeli senjata artileri pertahanan udara yang difokuskan pada peluru kendali dan helikopter yang difokuskan pada helikopter serbu dan serang, serta Panser yang akan dibuat oleh PT Pindad.

2. TNI Angkatan Udara (TNI AU): Senjata anti pesawat udara, pesawat tempur F16, helikopter Cougar 735 sejenis Super Puma, dan Hercules sebanyak empat unit dari Australia.

3. TNI Angkatan Laut (TNI AL): Sea Rider, Fastboat Patrol, Kapal Perusak, Hidro Oceanic, Kapal Latih untuk pengganti KRI dewarutji. Selain itu, ada juga kapal-kapal administrasi, seperti kapal angkutan tank dan minyak, serta kapal selam.

"Kami berharap pada semester pertama 2012 ini bisa menyelesaikan beberapa kontrak khususnya terkait alat utama sistem persenjataan," ungkap Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertahanan, Marsekal Muda Bogas Silaen. (umi)
• VIVAnews 

Wednesday, February 01, 2012

honda dbl


DBL diadakan kali pertama pada 2004 di Surabaya, Indonesia.

DBL dipelopori oleh Commissioner Azrul Ananda.

Nama ”DetEksi” diambil dari judul halaman anak muda di harian Jawa Pos. DetEksi tidak
hanya menyajikan halaman koran, tapi juga mengadakan sejumlah even. DBL adalah salah
satunya.

DBL adalah kompetisi pertama di Indonesia yang mengembangkan konsep Student Athlete.
Konsep ini menganggap sekolah sama pentingnya dengan bertanding basket.

Setelah empat tahun dikembangkan di Surabaya, pada 2008 DBL menyebar ke sepuluh provinsi di Indonesia. Pada 2009, menyebar lagi ke 15 provinsi di Indonesia.

Pada 2008, DBL diikuti oleh lebih dari 13.000 pemain dan ofisial, disaksikan oleh lebih dari 210.000 penonton. Pada 2009, partisipan meningkat menjadi lebih dari 18.000 orang, dengan jumlah penonton meroket hingga lebih dari 400.000 orang. Ini menjadikan DBL sebagai kompetisi basket terbesar di Indonesia, di level apa pun.

Pada 2008, DBL menjadi liga pertama di Indonesia yang berkolaborasi dengan NBA.

Even pertama NBA di Indonesia diadakan di DBL Arena Surabaya pada Agustus 2008. Dengan kapasitas 5.000 penonton DBL Arena mulai dibangun pada 17 Desember 2007, dibuka hanya tujuh bulan kemudian. Tepatnya pada 26 Juli 2008.

Mulai 2009, DBL dikelola sepenuhnya secara profesional oleh DBL Indonesia.

Mulai 2010, DBL berubah nama menjadi DEVELOPMENT BASKETBALL LEAGUE, sambil terus mempertahankan konsep Student Athlete.

sate ringin contong( sate p. slamet)


Salah satu acara kegemaranku di TV ialah makan-makan dan jalan-jalan bareng Pak Bondan yaitu Wisata Kuliner. acara yang hampir setiap hari muncul di Trans Tv. yang hebatnya dimana setiap ada makanan yang hinggap selalu bisa didefinisikan oleh Pak Bondan, seolah-olah udah melekat dalam ingatan Pak Bondan dari makanan sabang sampai merauke.
pada waktu itu pak bondan singgah di kota Jombang Jawa Timur dan mengubek-ubek makanan yang endang bambang gulindang dan top markotop di daerah jombang, salah satunya yang menarik ialah Sate Ringin Contong. dimana dalam benakku langsung muncul tanda tanya besar??? Ringin contong apa ya..? ternyata punya selidik bahwa Sate Ringin Contong ialah sate kambing biasa, hanya ringin contong itu ialah nama sebua Bunderan jalan di jantung kota jombang yang ditengahnya terdapat pohon beringin besar. karena lokasi sate tersebut dekat bunderan ringin contong makanya dikasih nama SATE RINGIN CONTONG.
bagi orang luar jombang (termasuk penulis) saya rasa akan kesulitan untuk mencari lokasi warung sate tersebut, dikarenakan lokasinya masuk gang kecil dibelakang toko-toko. saat pertama kali dateng ksana emang agak aneh, warung hidden gini kok banyak pelanggannya ya. tempatnya emang unik, berada diteras rumah peninggalan belanda jadi kesannya agak etnik klasik gitu..
menu yang tersedia adalah sate kambing+gule kambing dan kepala kambing. memang tidak ada yang spesial dari bentuk makanannya biasa aja seperti sate dan gule kambing biasa, tetapi begitu aku coba makan satenyaaa.. aaaEEHHMM..!! astagfirullah, ya ampuuun,, subhanallah… hhhmmmm aaAAAAAARK belum pernah aku makan Sate se-MAK NYOOSZ ini, Gilaak bener Sumpah gak Bo’ong ya’in Suuer. satenya bener-bener Empuuuk banget seumur-umur lum pernah makan sate seempuk+seenak ini, emang bumbu sate cuma kecap doang tapi sensasi daging satenya punya Taste.. satee banget, The Real sate bener-bener gak bisa dilukiskan dengan kata-kata… porsi yang dihidangkan juga pas diperut gak kekenyangan dan gak kekurangan, jadi pasti pas.
emang bener deh pilihan pak bondan emang gak salah, apapun yang pernah disinggahi pak bondan gak pernah gak enak, pasti enak dan ini dijamin!!!!
salut dengan pak bondan and tim wisata kuliner bisa menemukan sajian yang mak nyuus..
bagi kalian yang kebetulan lagi dijombang ato melewatinya mampir aja ke warung sate kambing ringin contong, dijamin gak bakalan rugi..
ok!!
ingat tetep semangat
tetep sehat
supaya kita bisa jalan-jalan dan makan-makan lagi bersama wisata kuliner.
pokok e MAK NYUSS!!!


Tuesday, January 31, 2012

Menhan: Militer RI Terkuat di ASEAN


VIVAnews - Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa kekuatan militer Indonesia terkuat di ASEAN. Dan saat ini banyak negara yang mengkhawatirkan kekuatan militer Indonesia.

"Kalau dari sisi darat, batalyon infantri kita jauh lebih besar dibanding negara lain. Kalau negara lain punya 70 batalion, kita ratusan. Angkatan laut ada free guard, angkatan udara ada Sukhoi, ada F16," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat Silaturahmi Menteri Pertahanan RI dengan Pemred Media Massa, di Gedung M, Jusuf, 17 Januari 2012.

Jika itu datang semua, lanjut Purnomo, banyak negara yang khawatir. "Kita bangun kekuatan seperti Tiongkok, membangun militer seiring membangun ekonomi. Ekonomi yang membaik mendukung untuk reformasi alutsista. Bukan berarti kita ofensif, tapi kita defensif," ujarnya.

Sementara itu, menyinggung soal perbatasan wilayah Indonesia, Purnomo menyebutkan bahwa pihaknya selalu waspada.

Purnomo juga menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sedang mengembangkan industri pertahanan dalam negeri dengan membangun Kapal Cepat Rudal 40. "Panjangnya 60 meter. Menggendong 120 rudal dengan radius yang cukup luas. Saya kira itu cukup kuat," katanya. (kd)

• VIVAnews

Indonesia Penting Karena Masuk "Trillion Dollar Club"


Jakarta (ANTARA) - Indonesia dinilai berperan penting dalam forum ekonomi dunia atau "World Economic Forum" (WEF) yang telah digelar di Davos, Swiss, 25 - 29 Februari 2012, karena telah masuk ke dalam "trillion dollar club". 
Siaran pers Kementerian Perdagangan yang diterima di Jakarta, Selasa menyebutkan, Indonesia berperan penting dalam forum dunia itu karena Indonesia baru saja masuk dalam kategori "trillion dollar club" yang ditandai dengan PDB Indonesia yang melampaui nilai 1 triliun dolar AS. 
Hal itu sejajar dengan sejumlah negara lainnya seperti China, India, Rusia, Brazil, Korea, Meksiko, dan Turki. 
Rilis Kemendag juga menyebutkan, Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan dalam WEF 2012 juga berperan aktif dalam menentukan arah perdagangan global dan strategi ekonomi yang berorientasi pada aksi nyata yang sangat dibutuhkan, meningkatkan posisi Indonesia di dunia, serta menyuarakan kepentingan Indonesia. 
Pada hari pertama keikutsertaannya, Mendag Gita Wirjawan memimpin sesi pertemuan yang berjudul "Realizing a New Vision for Agriculture: An Action Agenda". 
Dalam sesi yang diikuti oleh sejumlah kepala negara termasuk para menteri dan CEO terkemuka seperti Bill Gates, Mendag mendorong prakarsa Indonesia tentang "Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture" (PISAgro) dengan menggalang kerja sama pemerintah dengan perusahaan lokal dan multinasional untuk menjawab tantangan pertanian yang dihadapi Indonesia. 
Hingga kini, PISAgro telah menetapkan program-program nyata yang berorientasi pada hasil kerja dengan tujuan swasembada pangan dan peningkatan panen produk pertanian yang utama, dengan memperhatikan pelestarian lingkungan serta kesejahteraan sosial rakyatnya. 
"Meski baru diluncurkan tahun lalu, pada pertemuan bergengsi ini, PISAgro mendapat perhatian besar sebagai suatu model kemitraan antar pemerintah dan swasta yang menunjukkan kepemimpinan dan komitmen Indonesia dalam menangani masalah ketahanan pangan," kata Gita Wirjawan. 
Selain itu, Mendag juga turut serta pada pertemuan tingkat tinggi para pimpinan ekonomi dunia yang dipimpin oleh pendiri dan Ketua Eksekutif WEF, Klaus Schwab, dan dihadiri oleh Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick. 
Mendag menyampaikan sambutan "Defining the Imperatives for 2012", yang secara kritis mendefinisikan dan menyusun prioritas pemerintah untuk mengarahkan ekonomi global ke arah pertumbuhan ekonomi baru. 
Di sela-sela pertemuan forum dunia ini, Menteri Wirjawan bertemu dengan mitranya Menteri Perdagangan dan Industri Norwegia Trond Giske, untuk membahas proses kerja sama kedua negara. 
Mendag juga bertemu dengan beberapa pimpinan perusahaan tingkat dunia di bidang farmasi, consumer goods, kimia, minyak dan gas, serta perbankan. 
Selain itu, terdapat berbagai diskusi tambahan yang mendukung kemajuan Indonesia untuk meningkatkan posisinya dalam mata rantai perdagangan, termasuk membahas pembangunan infrastruktur perangkat keras maupun perangkat lunak seperti bidang pendidikan dan kesehatan.

Indonesia Bakal Memiliki Kereta Peluru Supercepat


TEMPO.CO, DEPOK - Pemerintah berencana mengoperasikan kereta api supercepat di jalur Jakarta-Surabaya. Kereta yang diberi nama Argo Cahaya ini akan melayani sembilan stasiun sepanjang rute dua kota tersebut. "Kurang dari tiga jam sudah sampai di Surabaya, yang berjarak 665 kilometer dari Jakarta," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Rabu 25 Januari 2012.
Dia menjelaskan, kereta supercepat ini akan mengadopsi kereta sejenis -- Shinkansen-- yang dioperasikan di Jepang. Dana yang dibutuhkan untuk megaproyek ini sekitar Rp 150-180 triliun. Untuk membangunnya, dibutuhkan waktu lima tahun.
Untuk tahap awal, kata Bambang, pemerintah akan melakukan studi proyek kereta supercepat ini. "Persiapan Argo Cahaya harus matang. Memang sudah ada investor, tapi baru ngomong-ngomong saja.”
Beberapa investor yang akan diajak bekerja sama berasal dari Jepang dan Cina. Rencananya, pembiayaan proyek ini berasal dari anggaran negara dan swasta. "Tak mungkin hanya dari swasta.”
Terkait dengan pembangunan jalur ganda (double track) Jakarta-Surabaya, menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Asril Syafei, masih kekurangan dana sebesar sebesar Rp 1,8 triliun. »Tambahan ini demi target operasional. Jika tidak, akan mundur terus,” ujarnya kemarin.
Cepat atau lambatnya jalur ganda ini bergantung pada komitmen pemerintah dalam membiayai proyek. Asril menilai pemerintah belum optimal mendukung proyek jalur kereta ini. Meski begitu, kata dia, pihaknya menargetkan proyek itu selesai pada 2013.
Jalur ganda ini nantinya tidak hanya melayani angkutan penumpang, tapi juga angkutan kontainer dari Jakarta ke Surabaya. Jika rampung dibangun, waktu tempuh kereta akan lebih singkat. »Bisa kurang dari 12 jam.”
Sebelumnya, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Dedy Supriadi Priatna, mengatakan total dana yang dibutuhkan untuk jalur ganda ini sebesar Rp 9,8 triliun. Menurut dia, kekurangan biaya sebesar Rp 1,8 triliun akan diusulkan dalam APBN Perubahan 2012.
sumber: tempo.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...