Saturday, September 21, 2013

Sistem THAAD 4 Miliar Dolar untuk AS dan UEA


Peluncur sistem THAAD

Pentagon mengatakan pada Jumat kemarin bahwa telah menyelesaikan kontrak senilai AS$ 4 miliar dengan Lockheed Martin untuk memasok sistem pertahanan rudal ke Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab (UEA), Reuters melaporkan.

Kesepakatan kontrak tersebut adalah untuk penyediaan Terminal High Altitude Area Defence (THAAD), sistem pertahanan rudal buatan Lockheed Martin yang dirancang untuk mencegat rudal balistik di udara.

"Kontrak ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan dan permintaan (dunia) untuk sistem pertahanan rudal (THAAD/buatan Amerika Serikat)," kata Riki Ellison, pendiri Aliansi Advokasi Pertahanan Rudal nir-laba.

AS Akan Meningkatkan Produksi Senjata Baru


Jenderal bintang tiga yang mengepalai Komando Operasi Khusus Rahasia Angkatan Udara AS, menekan para produsen senjata untuk mempercepat pengembangan senjata baru dan meningkatkan standardisasi pesawat dan alat sensor.
 

Sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (20/9), Letnan Jenderal Eric Fiel mengatakan, konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Udara AS akan dimulai pekan ini.

 

"Kita membutuhkan waktu sembilan tahun untuk mengirim manusia ke bulan. Kita bahkan tidak bisa menciptakan sistem senjata utama dalam waktu kurang dari itu," katanya dalam wawancara yang jarang terjadi dengan seorang perwira senior di salah satu unit paling rahasia Angkatan Udara AS. "Mengapa masalah itu perlu waktu yang lama?"

Upaya Peningkatan Kerjasama Pertahanan Indonesia Amerika


JBertempat di gedung Urip Sumoharjo Kemhan RI,  pertemuan bilateral antara pemerintah AS dan Pemerintah Republik Indonesia berlangsung. Pertemuan yang dihadiri  Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel beserta rombongan diterima oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro.
 
Pada kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah undangan, diantaranya Kepala Staf Angkatan Darat, Panglima Kostrad, Wakil Menhan RI, Danjen Kopassus, dan  Staf Ahli Menhan RI. Sedangkan perwakilan dari prajurit diwakili oleh beberapa prajurit Kostrad diantaranya Letkol Inf Kristomey Sianturi dan Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono.

Kemhan Kunjungan Ke DSME Dan KAI


Dalam rangka realisasi kontrak pengadaan 3 (tiga) unit Kapal Selam Diesel Elektrik Klas DSME209 diperlukan kehadiran Tim Inspeksi dan Stell Cutting Ceremony ke Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co., Ltd. (DSME) dan kunjungan ke Korea Aerospce Industry Ltd. (KAI) Korea, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Ka Baranahan) Kemhan Laksamana Muda TNI Ir. Rachmad Lubis mendampingi Laksamana (Purn) Agus Suhartono sebagai Ketua Tim beserta Kasal, Asrenum Panglima TNI, Irjenal. ( 16 s.d 18 September 2013 ).

Kunjungan Kehormatan ke Menhan Republik Korea Mr. Kim Kwan-jin dilaksanakan dalam rangka mempererat hubungan pertahanan antara kedua negara, kunjungan ke DSME meninjau persiapan pembangunan kapal selam kelas DSME 209 dan kunjungan ke KAI meninjau pelaksanaan produksi pesawat terbang T-50i LIFT.

TNI AU Resmi Diperkuat Pesawat Latih Grob G120TP-A Jerman


Di Hanggar Skadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto, empat pesawat Grob G120TP-A buatan pabrik Grop Aircraft Tussenhausen Mattsies Federasi Jerman, diserah terimakan ke Pemerintah Indonesia Jumat (20/09/2013). 

Selanjutnya Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyerahkan pesawat ini kepada Kabaranahan Kemhan Laksamana Muda TNI Rahmat Lubis dan selanjutnya, diserahkan kepada Aslog Panglima TNI yang diwakili Wa Aslog Panglima TNI kemudian diserahkan kepada Aslog Kasau Marsda TNI Ida Bagus Anom.

Pesawat Grob G120TP-A dipastikan akan menggantikan pesawat-pesawat generasi sebelumnya yaitu Pesawat AS 202 Bravo dan T 34 Charlie yang akan disesuaikan silabus pendidikan mendatang. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 439 km/jam (237 knot) dan bermesin turbo prop menggunakan mesin Roll Roys tipe 250-B17F dengan lima baling-baling,"

Skuadron Sukhoi TNI AU Sudah Lengkap


(Foto: Kedubes Federasi Rusis)

20 September 2013, Yogyakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia telah menerima enam unit pesawat Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK2 dari Rusia. Tambahan enam unit pesawat ini membuat kapasitas jet tempur Sukhoi Indonesia genap satu skuadron atau 16 unit.

Saat ini keenam pesawat baru itu sudah tiba di Skuadron 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. "Pekan depan kami akan serah-terima ke TNI AU," kata Purnomo kepada wartawan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat, 20 September 2013.

Purnomo mengaku gembira dengan lengkapnya satu skuadron pesawat Sukhoi campuran tipe SU-27 SKM dan SU-35 MK. Sebab, pesawat tempur buatan Rusia ini dinilai andal menjaga wilayah udara Indonesia. Bentuk pesawat yang besar dan punya tangki bahan bakar jumbo membuat Sukhoi mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...