Pentagon mengatakan pada Jumat kemarin bahwa telah menyelesaikan kontrak senilai AS$ 4 miliar dengan Lockheed Martin untuk memasok sistem pertahanan rudal ke Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab (UEA), Reuters melaporkan.
Kesepakatan kontrak tersebut adalah untuk penyediaan Terminal High Altitude Area Defence (THAAD), sistem pertahanan rudal buatan Lockheed Martin yang dirancang untuk mencegat rudal balistik di udara.
"Kontrak ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan dan permintaan (dunia) untuk sistem pertahanan rudal (THAAD/buatan Amerika Serikat)," kata Riki Ellison, pendiri Aliansi Advokasi Pertahanan Rudal nir-laba.

