Sunday, September 15, 2013
Indonesia Inginkan Solusi Damai di Filipina
Dikutip dari Philipinne Star, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Marty Natalegawa mengatakan Indonesia sebagai tetangga dan Perjanjian Damai tahun 1996, tentu terus memantau perkembangan Filipina. Meski begitu, Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri. Selain itu memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga sipil.
Semua Armada Perang Iran Dilengkapi Pesawat Tanpa Awak
Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran menyatakan, "Semua armada
tempur angkatan laut (Iran) telah dilengkapi pesawat tanpa awak."
Tasnimnews (14/9) melaporkan, Laksamana Habibollah Sayyari menjawab
pertanyaan para wartawan tentang kelengkapan sistem armada tempur Iran
mengatakan, "Semua armada kami telah dilengkapi pesawat tanpa awak."
Menjelaskan kriteria pesawat tanpa awak tersebut, Sayyari mengatakan,
"Semua pesawat tanpa awak kami mampu terbang di laut dan seluruh armada
maritim telah dilengkapi dengan pesawat tersebut."
Saturday, September 14, 2013
Why Does Indonesia Need Apache Gunships?
By Ristian Atriandi Supriyanto for Australian Strategic Policy Institute (ASPI)
The recent visit by the US Defense Secretary Chuck Hagel to Indonesia
was concluded with a decision to sell eight Boeing AH-64 Apache Longbow
gunship helicopters worth US$500 million to the Indonesian Army
(TNI-AD). The package includes pilot training, radars, and maintenance.
However, arguments surrounding the purchase echo concerns about
Indonesia’s decision to buy 100 Leopard 2A6 main battle tanks. The
Apache gunships are primarily designed to attack other gunships, slow
low-flying aircraft, or are used for ground attack and as anti-tank
strikes. It simply doesn’t make sense when Secretary Hagel says that
they ‘will help Indonesia respond to a range of contingencies, including
counterpiracy operations and maritime awareness’. So why did Indonesia
buy them?
Similar to the Leopard purchase, there seems to be a sense of ‘catch-up’
with the region in Indonesia’s Apache decision. As one analyst notes,
Indonesia’s military procurement strategies seem to be emotionally
driven, with a desire to keep up with neighbouring countries. But there
are other reasons too.
The Army has been eyeing gunships for some time under the so-called
‘Minimum Essential Force’ (MEF). As per President Yudhoyono’s decree,
the MEF is a capability upgrade program for TNI to be achieved in three
stages by 2024. Moreover, Indonesia’s Defence Minister said that the TNI
should have more modern capability, which it has lacked for the last 20
years. In March 2007, the Army revealed its 25 year plan to acquire
around 135 helicopters to form eight squadrons. The plan started with
the purchase of Mi-35 gunships in 2003 and 2008. Other than the Apache,
the Army also intends to procure Eurocopter AS 550 Fennec light military
helicopters.
Ambisi Angkatan Udara Thailand Menjadi Yang Terbaik Di ASEAN
Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) berambisi untuk menjadi kekuatan
tempur udara terbaik di ASEAN. Hal ini terkait dengan pengadaan jet
tempur Gripen untuk RTAF, Kantor Berita Thailand (TNA) melaporkan.
TNA mengutip pernyataan panglima tertinggi Thailand Jenderal Thanasak
Patimapragorn yang mengatakan hal ini pada hari Rabu lalu, ketika ia
mengucapkan selamat kepada RTAF atas pengintegrasian sistem pertahanan
udaranya (Gripen).
Jenderal Thanasak yakin bahwa RTAF akan menjadi kekuatan udara terkemuka di ASEAN pada 2019, seperti yang sudah direncanakan.
Jenderal Thanasak mengatakan kepada wartawan bahwa negara-negara lain telah memuji pengadaan jet tempur Gripen oleh Angkatan Udara Thailand, yang mana hal tersebut akan terintegrasi dengan sistem informasi dengan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Kerajaan Thailand di masa depan.
Menurut Thanasak, pengadaan jet tempur Gripen ditujukan untuk pertahanan nasional terhadap ancaman di masa depan dan di masa damai.
Jenderal Thanasak yakin bahwa RTAF akan menjadi kekuatan udara terkemuka di ASEAN pada 2019, seperti yang sudah direncanakan.
Jenderal Thanasak mengatakan kepada wartawan bahwa negara-negara lain telah memuji pengadaan jet tempur Gripen oleh Angkatan Udara Thailand, yang mana hal tersebut akan terintegrasi dengan sistem informasi dengan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Kerajaan Thailand di masa depan.
Menurut Thanasak, pengadaan jet tempur Gripen ditujukan untuk pertahanan nasional terhadap ancaman di masa depan dan di masa damai.
Pangarmatim : Kapal Selam Adalah Alutsista Strategis
Panglima Komando
Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono
mengatakan kapal selam merupakan alat utama sistem senjata (alutsista)
strategis yang dimiliki TNI AL untuk melaksanakan tugas operasional.
"Baik pada masa perang maupun masa damai, kapal selam adalah alutsista yang sangat strategis," kata Pengarmatim dalam sambutan yang dibacakan Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksma TNI Ari Soedewo saat peringatan HUT ke-54 Korps Hiu Kencana di Surabaya, Kamis.
Menurut ia, dalam peperangan, kapal selam adalah kapal perang yang sulit untuk dideteksi sehingga dapat menjadi ancaman terhadap setiap pergerakan kapal musuh, selain kemampuannya yang mampu menyusup hingga ke garis belakang pertahanan musuh dan menghancurkannya.
"Baik pada masa perang maupun masa damai, kapal selam adalah alutsista yang sangat strategis," kata Pengarmatim dalam sambutan yang dibacakan Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksma TNI Ari Soedewo saat peringatan HUT ke-54 Korps Hiu Kencana di Surabaya, Kamis.
Menurut ia, dalam peperangan, kapal selam adalah kapal perang yang sulit untuk dideteksi sehingga dapat menjadi ancaman terhadap setiap pergerakan kapal musuh, selain kemampuannya yang mampu menyusup hingga ke garis belakang pertahanan musuh dan menghancurkannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

