Tuesday, September 03, 2013

Militer Indonesia Masuk 15 Besar Dunia




Kekuatan militer Indonesia kini urutan 15 besar dunia
Lembaga analisa militer Global Firepower merilis kekuatan Indonesia kini berada di urutan 15 dunia sejak Juni 2013. Sebelumnya, tahun 2011 lalu Indonesia masih berada di peringkat 18 besar dunia.

Untuk kawasan Asia Pasifik, Indonesia tercatat sebagai negara terkuat nomor 7. Jauh di atas Malaysia (33) dan Singapura (47).

Penambahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dibeli Kementerian Pertahanan membuat TNI makin bergigi di darat, laut dan udara.

"Kita sendiri sangat merasakan itu di forum internasional. Saya baru pulang dari ASEAN plus eight dari Brunei Darusalam itu 10 menteri pertahanan ASEAN berkumpul dengan 8 menteri yang lain. Kita memiliki peranan yang cukup besar dalam kawasan Pasifik," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada merdeka.com saat ditanya soal peringkat militer Indonesia ini, Jumat (30/8).

TNI AD Berupaya Menambah 80 Tank Marder Lagi


Tahun 2013 sudah mendekati kuartal terakhir. Di tahun 2014, untuk urusan pertahanan, diduga tidak banyak rencana baru pengadaan alutsista yang bisa dibilang cetar membahana. 

Artinya, untuk MEF tahap 1, kini tinggal menunggu kedatangan berbagai macam alutsista yang sebelumnya telah dipesan. Akan tetapi, dari dokumen yang diperoleh ARC, masih ada upaya pengadaan yang boleh dibilang lumayan besar. 

Di tahun 2014, TNI-AD ternyata berupaya menambah pesanan Tank Marder. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung, yaitu sebanyak 80 unit.


Total dana yang dialokasikan untuk pengadaan ini adalah sekitar 338 milyar rupiah. Jika menggunakan kurs Rp 10.000 nilai penggadaan sekitar 33,8 Juta dollar. Dengan demikian jatuhnya nilai per ranpur sekitar 400 ribu Dollar. Maka bisa diduga jenis Marder yang diperoleh bukanlah tipe Marder Revolution atau Marder dengan senjata utama kanon 105mm.

Kemenhan Minta Dana Rp 425 M untuk Bangun Jalan di Papua


http://itjen.kemhan.go.id/system/files/gambar1/jalan_papua.jpg Jakarta - Kementerian Pertahanan mengajukan anggaran yang agak berbeda dari biasanya. Kementerian yang dipimpin Purnomo Yusgiantoro ini mengajukan Rp 425 miliar untuk pembangunan jalan di Papua.

Anggaran ini diajukan Kemenhan ke Komisi I DPR. Dasar hukumnya adalah pasal 3 dan pasal 4 Peraturan Presiden No 40 tahun 2013 tentang pembangunan jalan dalam rangka percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Putin: Menyerang Suriah adalah Omong Kosong !


Putin: Syria attack would be utter nonsense ! (photo; AP)
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengingatkan warga Australia untuk segera angkat kaki dari Suriah, di tengah rencana aksi militer Amerika Serikat dan Perancis terhadap Suriah.
“Saya tekankan sekali lagi. Jika ada warga Australia yang masih berada di Suriah, segera pergi dari sana. Ini bukan waktu untuk bermain-main,” tegas Rudd seperti dilansir News.com.au, Sabtu (31/8/2013).

Pernyataan Kevin Ruud muncul setelah AS dan Perancis semakin menegaskan sikapnya, bahwa harus ada aksi militer terhadap Rezim Presiden Suriah Bashar Assad, atas penggunaan senjata kimia dalam melawan oposisi.

Mengasah Racun Tarantula


Kedatangan panser kanon Doosan Tarantula tentu saja membawa tantangan tersendiri bagi Korps Kavaleri TNI AD dalam mengoperasikan kendaraan tempur yang satu ini. Maklum saja, Tarantula memang alutsista baru yang belum pernah dioperasikan sebelumnya. Sebelum latihan besar bagi para awak Tarantula, minggu ini sudah mulai dilaksanakan pengenalan terhadap sistem senjata utama yang terpasang di Tarantula.

(photo: M. Wahyudi)

Senjata tersebut tak lain tak bukan adalah meriam Cockerill MK3M-A1 kaliber 90mm yang terpasang sebagai senjata utama Tarantula didalam kubah CSE-90. Seperti terlihat pada foto, para peserta pelatihan tengah asyik mengelilingi kanon 90mm Tarantula yang sedang dilepaskan dari kubahnya dan menyimak penjelasan dari instruktur CMI di hangar milik PT Pindad.

Bersama Eurocopter Kita Terbang


Helikopter Serang AS-550 Fennec (photo:eurocopter)
Helikopter Serang AS-550 Fennec.

Geliat PT DI semakin kencang setelah Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan 8 helikopter serang untuk melengkapi satu Skuadron Helikopter Apache AH-64E, akan dibuat diproduksi di Indonesia.

Kedelapan helikopter serang yang dimaksud kemungkinan besar AS550 Fennec yang memang telah ditawarkan oleh PT DI kepada TNI AD dengan harga 90 juta USD.  Kebutuhan helikopter Fennec buatan Eurocopter ini sudah lama dibahas TNI AD dan memang direkomendasikan untuk dibeli.

Dengan demikian komposisi skuadron baru helikopter serang TNI AD pada tahun 2014 nanti berupa, 8 helikopter AH64E serta 8 Helikopter AS550 Fennec, dengan harga total sekitar 600 juta USD.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...