Sunday, July 14, 2013

Tahun Ini Rusia Terima 36 Kapal Perang Baru


Pada tahun 2013 ini, Angkatan Laut Rusia akan menerima 36 kapal perang baru. Jumlah penerimaan yang besar dalam satu tahun dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Rusia, Panglima Angkatan Laut Rusia, Laksamana Madya Alexander Fedotenkov, mengatakan pada hari Minggu, 7 Juli 2013.
Korvet siluman kelas Steregushchy
Korvet siluman kelas Steregushchy (bawah) (Foto via russianmilitaryphotos.wordpress.com)
"Di tahun ini, 36 kapal perang, kapal serangan cepat dan kapal pendukung akan bergabung dengan Angkatan Laut Rusia. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Fedotenkov di Maritime Defense International Show di St Petersburg, Rusia.

Pangdam VI: Tank Leopard Dan Helikopter Apache Akan Ditempatkan Di Perbatasan


Wilayah Berau, Kaltim yang mempunyai letak strategis diproyeksikan menjadi pusat penempatan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) terbaru. Penempatan itu untuk memberikan efek menggetarkan bagi kawasan.
Menurut rencana, alutsista yang memperkuat titik perbatasan dengan Malaysia itu mencakup main battle tank Leopard dan heli tempur kelas berat, Apache yang masih dalam proses pengadaan. Sarana dan prasarananya tengah disiapkan.
Hal tersebut dikatakan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Dicky Wainal Usman di sela-sela hibah Helikopter Bell-412 EP dari Pemprov Kaltim ke Kemenhan RI di PT Dirgantara Indonesia Bandung, Sabtu (13/7).

PT DI Uji Coba CN235-200 Milik TNI AL


12 Juli 2013, Jakarta: PTDI melakukan serangkaian uji coba untuk pesawat barunya yang dipesan TNI AL pada Kamis ( 11/7/ 2013) lalu. Uji terbang yang dilakukan meliputi uji bank to bank, steady heading sideslip, dan uji roll out selama dua jam penuh. Hasilnya, menurut Capt. Ester sebagai Chief Test Pilot, performa pesawat turboprop ini sudah mendekati sempurna. "Apa yang kita ujikan tadi hasilnya sesuai dengan rencana para perancang," jelasnya.

Pejabat Kemhan Tinjau Pembangunan Kapal Perang Jenis BCM di Banten


Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Rachmad Lubis beserta rombongan meninjau proses pembuatan Kapal jenis Bantu Cair Minyak (BCM) TNI Angkatan Laut di galangan kapal Banten. (Foto: (dispenarmabar/sir)

11 Juli 2013, Jakarta: Kepala Badan Sarana dan Pertahanan Kementrian Pertahanan RI (Kabaranahan Kemhan) Laksamana Muda (Laksda) TNI Rachmad Lubis beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah kerja Lanal Banten dan diterima oleh Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Eko Yuri Andriantoro.

Friday, July 12, 2013

Sistem Pertahanan Yang Kuat Perlu Ditunjang Oleh Industri Pertahanan Yang Kuat

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQZsBq-m7sNNmPXlZ8mUYeC7J9y6sU7M3LmwzF2SgE3-4fuvpqQWakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (10/7), memberikan ceramah kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIX Lemhanas RI di Gedung Lemhanas, Jakarta, tentang “Optimalisasi Industri Pertahanan Dalam Mendukung Kebutuhan Alutsista”. Saat mengawali ceramahnya Wamenhan menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia menjadi kuat ketika mempunyai sistem politik, ekonomi dan pertahanan yang kuat dan hal itu perlu ditunjang dengan Industri Pertahanan yang kuat pula (strong defence capability).

Kebijakan MEF Dan Segala Tantangannya


: Bila kita membicarakan MEF atau Minimum Essential Force sejauh ini selalu mengundang kontroversi. Kontroversi akan selalu muncul, selama tidak ditemukan acuan bakunya. Acuan baku dalam hal ini adalah, terminologi minimum, yang pasti akan mengandung makna minimum dari atau terhadap apa. Essential Force, dapat saja diartikan sebagai kebutuhan sebenarnya dan atau kebutuhan yang merupakan inti atau esensi dari kebutuhan itu sendiri. Dalam bayangan, maka essential force adalah kebutuhan riil dari satu kekuatan yang ingin dibangun. Bila itu memang sudah ada, maka dipastikan essential force akan berujud atau seyogyanya berujud sebagai Master Plan dari satu kekuatan inti Angkatan Perang yang diinginkan. Pertanyaannya adalah, apakah Master Plan tersebut sudah ada.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...