Sunday, July 07, 2013

BMPT TERMINATOR, TANK INFANTRI PENGAWAL TANK UTAMA RUSIA


Foto BMPT Terminator.
Jakarta : Belajar dari musuh bebuyutannya Amerika dalam menumpas Gerilyawan Taliban. kini, Rusia juga terinspirasi hal yang sama dalam menumpas Gerilyawan Chechnya yang menjadi benalu negara tersebut, bermodalkan RPG buatan Negara Rusia sendiri yang di jual bebas, ternyata efektif digunakan Gerilyawan Chechnya untuk melumat kendaraan lapis baja patroli ringan yah semacam IFV ( Innfantri Fighting Vichles) dan APC ( Armored Personal Carier) milik Rusia. Itu, terbukti selama Perang Grozny negara yang terkenal berjulukan Big Red Bear rugi besar, tidak mau terulang kesalahan yang sama negara Rusia segera menunjuk beberapa ilmuannya dan praktisi militernya untuk membuat sesuatu inovasi dengan asumsi mampu memberikan dukungan khusus pada pertempuran padat zona perkotaan yang mempertimbangkan aspek gesit , Kuat dan Mematikan.

Bulan Agustus RI Akan Memiliki Pesawat Kepresidenan

Indonesia segera memiliki pesawat kepresidenan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Sistem keamanan dan interior pesawat yang dibeli dari Boeing, Amerika Serikat (AS) ini harus mantap.

Boeing Business Jet II Republik Indonesia
Boeing Business Jet II Republik Indonesia

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, sebelum terbang akan dilakukan pengecekan pesawat, untuk memastikan seluruh sistem di pesawat khusus presiden ini bagus.

Pengadaan Alutsista Terus Dikebut


Su27 TNI AU (Kaskus)
JAKARTA : Pengadaan alat utama sistem senjata TNI Angkatan Udara akan dikebut sehingga mencapai kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF). Sampai akhir tahun 2014, akan ada tambahan pesawat tempur, diantaranya Sukhoi, F-16, T-50, Super Tucano.

"Alutsista tersebut untuk menjaga kedaulatan, karena berkewajiban untuk mempertahankan negara dan bangsa ini," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia ketika meninjau bakti sosial yang digelar TNI AU di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/7).

TNI Bangun Submarine Training Center Modern




5 Juli 2013, Surabaya: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI DR. Marsetio, M.M. meresmikan dimulainya pembangunan gedung Submarine Training Center (STC) hari ini, Jum’at (5/7). Acara peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kasal didampingi Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M. Hum di area pembangunan gedung STC kompleks Komando dan Latihan Koarmatim, Ujung, Surabaya serta dihadiri pejabat teras TNI AL dan sesepuh brevet hiu kencana.

Latar belakang pembangunan gedung STC adalah sebagai fasilitas simulator untuk mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme ABK kapal selam dihadapkan pada pembangunan kekuatan TNI AL sampai dengan tahun 2024 guna mewujudkan TNI AL yang handal, kuat dan disegani. Selain itu STC ini dapat digunakan untuk pratikum yang relevan bagi ABK kapal selam maupun calon ABK kapal selam tanpa menggunakan jam operasional kapal selam, sehingga kondisi teknis kapal dapat dilaksanakan secara maksimal dan efisien.

TNI AL Menuju Tentara Kelas Dunia


Seorang anggota Provos TNI AL melintas di dekat kapal selam KRI Cakra 401 yang berlabuh di Pangkalan TNI-AL (Lanal) di Watusampu, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (12/5) dalam rangka mengisi bahan bakar dan perbekalan. Lanal Palu oleh TNI-AL akan dikembangan menjadi salah satu pangkalan kapal selam untuk memperkuat basis pertahanan laut di wilayah Tengah dan Timur Indonesia. (Foto: ANTARA/Basri Marzuki/ss/pd/13)

6 Juli 2013, Jakarta: TNI AL berjuang menjadi tentara kelas dunia yang telah dicanangkan sejak Januari 2013. Untuk bisa ke arah sana, TNI AL melaksanakan inward looking dan outward looking. Upaya itu meliputi peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui pendidikan umum dan militer di dalam dan luar negeri serta penugasan melalui tour of duty.

Saturday, July 06, 2013

Asian superpowers driving 'explosion' in global arms trade with the East set to outspend US by 2021



Weapons systems built in the East could rival Western-made devices within 10 years, experts believe

Asian powers are outpacing the United States to become the biggest spenders on defence by 2021 and are fuelling an 'explosion' in the global arms trade, a study showed.

The global arms trade jumped by 30 percent to $73.5 billion between 2008-2012 in spite of the economic downturn, driven by surging exports from China and demand from countries like India, and is set to more than double by 2020, defence and security consultancy IHS Jane's said on Tuesday.

'Budgets are shifting East and global arms trade is increasing competition. This is the biggest explosion in trade the world has ever seen,' said Paul Burton, a senior manager at IHS Jane's whose study looked at 34,000 defence acquisition programmes.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...