Thursday, July 04, 2013

Galangan Kapal Selam Indonesia Diharapkan Siap Tahun 2015





Galangan kapal selam akan diselesaikan di akhir tahun 2014, sehingga di awal tahun 2015 telah dapat dimulai pembangunan kapal selam di Indonesia (photo : usmessageboard)

Berbagai persiapan dilakukan untuk pembangunan kapal selam mulai tahun 2015. Selain pembangunan galangan kapal selam di PT PAL, Kementerian Pertahanan juga merangkul sektor swasta.

"Kami sudah ke Barata, mereka bisa menekuk baja yang tebal. Selain itu juga ada perusahaan baterai yang kami jajaki," kata Silmy Karim, juru bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Selasa (2/7).

Rusia Demonstrasikan Sistem Pertahanan Udara Baru


Peluncur Vityaz
Unit Peluncur 50P6 dengan rudal 9M96 dari sistem pertahanan udara baru Rusia Vityaz
Untuk pertama kalinya Rusia mendemonstrasikan sistem pertahanan udara jarak pendek-menengah platform 50R6A Hero "Vityaz," yang akan menggantikan varian lama sistem pertahanan udara S-300 karena akan segera dinonaktifkan. Angkatan Darat Rusia baru akan memulai pengujian sistem Vityaz pada akhir tahun ini.

Sistem rudal permukaan-ke-udara baru Rusia ini dibuat oleh produsen senjata Rusia Almaz-Antey. Almaz-Antey mendemonstrasikan sistem Vityaz di pusat industri Obukhov di St. Petersburg, tempat dimana juga merupakan cabang Almaz-Antey yang memproduksi peluncur Vityaz.

PT. DI Fokus Garap Pasar Asia Pasifik


BUMN produsen pesawat terbang asal Bandung, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) gencar menggarap pasar di Asia Pasifik. Sejumlah kontrak pembuatan pesawat NC212, CN-235 dan CN-295 akan diteken tahun ini dengan Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Hal itu disampaikan Manajer Pemasaran PT DI, Teguh Graito di Kantor PT DI, Jalan Pajajaran, Bandung, Selasa (2/7/2013).

Ia menuturkan, pasar Asia Pasifik menjadi salah satu pasar yang fokus digarap PT DI karena jarak yang lebih dekat dan hubungan diplomatik yang baik.

Uganda Ingin Beli Alutsista Produk Indonesia


Menteri Pertahanan Uganda Kiyonga Cripus menyatakan tertarik dengan produk industri militer Indonesia termasuk pesawat angkut militer CN 295.

"Industri militer Indonesia sudah maju. Saya tertarik dengan apa yang dipamerkan tadi," kata Kiyonga seusai pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kampala, Uganda, Selasa (2/7).

Setelah pertemuan dilakukan pameran kecil tentang produk-produk industri pertahanan Indonesia seperti rompi antipeluru, helm prajurit, makanan tentara, senapan serbu SS1, dan model pesawat CN 235 dan CN 295 produksi PT Dirgantara Indonesia.

Pemerintah Optimistis Lanjutkan Proyek Kapal Selam Dengan Korsel


Komitmen pemerintah untuk mewujudkan hubungan kerja sama dengan Korea Selatan di bidang industri pertahanan semakin menguat. Menurut rencana, kedua negara Asia ini bakal segera merealisasikan pembangunan kapal selam bersama untuk Indonesia di tahun depan.
Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Silmy Karim menuturkan, pemerintah telah melakukan berbagai persiapan demi merealisasikan proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini. Di antaranya dengan menyediakan fasilitas untuk keperluan produksi kapal selam di PT PAL Indonesia, Surabaya. "Untuk tahap awal persiapan infrastruktur tersebut, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 150 juta dolar AS," ujar Silmy di Jakarta, Selasa (2/7).

Tuesday, July 02, 2013

TNI AD Akuisisi KH-179, Artileri Produk Korea Selatan


Gelombang modernisasi alutsista TNI tak henti-hentinya membuat masyarakat berdecak kagum dan bangga. Bagaimana tidak, dalam waktu yang singkat, pemerintah mengumumkan rencana pembelian berbagai mesin perang canggih yang tadinya hanya bisa diangan-angankan oleh para military penbois seperti ARC.

Apabila pada pertengahan 2012 publik dimanjakan dengan kehadiran sistem artileri howitzer swagerak CAESAR dan roket ASTROS, rupa-rupanya artileri TNI AD belum lagi kehabisan amunisi untuk memboyong alutsista lain. Satu kabar baik lagi datang dari negeri ginseng Korea Selatan, yang kini tengah mesra-mesranya menjalin hubungan dengan Indonesia. Tidak hanya mengekspor K-pop yang kini jadi wabah dan berhasil meracuni dan menyesatkan muda-mudi Indonesia, satu yang sudah benar-benar direalisasikan adalah pembelian sistem howitzer tarik 155mm/L52 Kh-179. Laporan ekspor persenjataan PBB menyebutkan sebanyak 18 unit meriam Kh-179 ini rencananya akan diborong oleh TNI-AD.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...