Sunday, December 15, 2013

TNI AL punya 3 kapal perang baru jaga wilayah Timur




 BANJARBARU  : TNI Angkatan Laut memperkuat armadanya. Tiga buah kapal perang siap beroperasi menjaga keamanan laut wilayah timur Indonesia mulai Januari tahun depan.


"Tiga buah KRI yang diberi nama khas Kalsel yakni KRI Banjarmasin, KRI Lambung Mangkurat, dan KRI Hasan Basri siap dioperasikan Januari 2014," ujar Kasal Laksamana Marsetio di sela peresmian Monumen Tentara Divisi IV ALRI Kalimantan di Banjarbaru, Jumat (13/12).



"Jika kapalnya sudah bisa merapat di pelabuhan maka kedatangannya disampaikan kepada masyarakat agar mereka mengetahui ada kapal perang yang diberi nama khas Kalsel," lanjutnya.

Pembangunan Kapal Selam “Masuk Jalan Tol”

Kapal Selam Amur-1650 Class  Rusia
Kapal Selam Amur-1650 Class Rusia
Kementerian Pertahanan tampaknya melakukan tancap gas untuk pengadaan kapal selam Indonesia, menjelang bergantinya pemerintahan pada 2014 nanti. Setelah mendapatkan tawaran kapal selam dari Rusia, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengadakan rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR. Rapat itu membahas tentang infrastruktur pangkalan kapal selam di Indonesia.
“Kami kan mau bangun kapal selam di Indonesia dan membutuhkan infrastruktur, butuh dana. Nah dananya dari mana kan kita enggak tahu. Jadi itu yang kami bahas,” ujar Purnomo di Gedung DPR RI, Jakarta, (11/12/13).
Dalam rapat ini Menteri Pertahanan juga membahas rencana pembelian kapal selam dengan Rusia dengan harga mencapai angka 300 juta dollar amerika.

Nasib Satelit Pertahanan, APBN 2014 Terlanjur Diketok


Rencana embelian satelit militer antipenyadapan disetujui Komisi I. Banggar juga menyatakan siap mendukung. Namun, pemerintah belum mengajukan anggarannya

jAKARTA : Badan Anggaran (Banggar) DPR siap mendukung pengadaan satelit militer guna menangkal aksi penyadapan negara lain. Banggar akan memberikan lampu hijau anggaran bagi pengadaan satelit tersebut. 
 

 
Masalahnya, kata Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit, pemerintah belum nengajukan anggaran untuk itu. "Belum ada pengajuan secara resmi untuk pengadaan satelit jalur militer yang dikabarkan segera dibeli pada tahun depan," ujar Ahmadi kepada JurnalParlemen, Minggu (14/12).
 

 
Pada 2012, kata dia, memang sempat pengajuan anggaran. Cuma, karena dananya belum tersedia, program itu ditunda. Tapi, paska ribut-ribu isu penyadapan Australia terhadap petinggi negeri ini, pengadaan satelit miiter itu dinilai tak bisa ditunda lagi. 
 

Frigate Nasional Rasa Steregushchy

Kunjungan Kasal Laksamana Marsetio ke Galangan Kapal Severnaya Verf  Saint Petersburg - Rusia September 2013, melihat Korvet 20380 Steregushchy
Kunjungan Kasal Laksamana Marsetio ke Galangan Kapal Severnaya Verf Saint Petersburg – Rusia September 2013, melihat Korvet 20380 Steregushchy
Kantor Galangan Kapal Severnaya Verf (Northern Shipyard) Saint Petersburg – Rusia mendapat kunjungan dari pejabat teras TNI AL yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Marsetio, 20 September 2013.
Dalam kunjungan ini Kasal Laksamana Marsetio melihat kemampuan line-produksi dari galangan pembuat kapal perang Severnaya Verf, termasuk pengerjaan dinding dermaga modern yang dimiliki mereka.
kasal-Strereguschy-2
Kunjungan Kasal Laksamana TNI Marsetio ke Galangan Kapal Severnaya Verf, pembuat Korvet 20380 Stereguschchy, Saint Petersberg, Rusia.

Kapal Perang China Intercept Kapal Jelajah AS


LCS  : Sebuah kapal penjelajah AS yang beroperasi di perairan internasional nyaris bertabrakan dengan sebuah kapal perang China di Laut China Selatan pekan lalu. Demikian disampaikan Armada Pasifik AS, Sabtu (14/12/2013).
 
 
USS Cowpens tengah berlayar tak jauh dari kapal induk China Liaoning, pada 5 Desember 2013. Saat itulah, sebuah kapal perang China lainnya datang mendekati USS Cowpens. Kapal perang AS itu harus melakukan manuver ekstrim demi menghindari tabrakan.
 
 
 
"Nampaknya, komunikasi antar anjungan yang efektif antara awak kapal AS dan China membuat kedua kapal bermanuver untuk menghindari tabrakan," kata seorang pejabatan Kemenhan AS yang tak ingin disebutkan namanya.
 
 

Thursday, December 12, 2013

TNI AU Berencana Beli Pesawat Tempur Baru Lagi




Setelah TNI AL dipastikan akan memesan kapal selam canggih Kilo Class dari Rusia, kali ini kabar perkuatan alutsista baru juga datang dari TNI AU khususnya pengadaan pesawat tempur.

Setelah sebelumnya di tahun 2012 menerima pesawat tempur antigerilya EMB-314 Super Tucano serta tahun 2013 menerima pesawat tempur taktis T-50 Golden Eagle dan tambahan pesawat tempur strategis Sukhoi Su-30 serta di tahun 2014 TNI AU dipastikan akan menerima F-16 C/D Block 32+ sebanyak 24 unit.

Kali ini TNI AU merencanakan penggantian pesawat tempur F-5E/F Tiger II yang dimiliki Skadron Udara 14 Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Madiun yang sudah memperkuat TNI AU sejak tahun 1980.

Saat ini F-5 yang masih layak operasi tinggal 9 unit saja setelah melalui prosesretrofitdan refurbishment. Umur tua dan jumlah yang sangat terbatas, membuat angkatan udara harus segera mencari pesawat pengganti.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...