Saturday, September 07, 2013

Rusia Mulai Kembangkan Pesawat Tempur Generasi Keenam Tak Berawak



PAK-FA T-50

Rusia saat ini telah secara aktif mengembangkan pesawat tempur generasi keenam tak berawak, ujar Jenderal Pyotr Deynekin, seorang Purnawirawan Komandan Angkatan Udara Rusia, mengatakan kepada RIA Novosti sesaat menjelang pameran udara MAKS 2013 yang dibuka di Rusia pada 27 Agustus lalu.


Pesawat tempur generasi kelima Rusia saat ini "PAK-FA T-50" sudah selesai dikembangkan dan direncanakan untuk segera operasional pada tahun 2016 -namun mesin terbaiknya baru akan siap pada 2020. Kini Rusia juga tengah mencari teknologi pertempuran udara di masa depan dengan melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pesawat tempur yang bisa mendominasi wilayah udara pada pertengahan abad 21 nanti.

Untuk menghasilkan pesawat tempur generasi ke-6, Deynekin mengatakan bahwa Rusia sudah mulai memasuki fase aktif dari pengembangannya, dan kemungkinan besar pesawat tempur tersebut akan tak berawak.

China Kembangkan Helikopter Berkecepatan 500 Km/Jam



Tak mau kalah dengan negara maju lain, negeri tirai bambu China saat ini sedang mengembangkan helikopter berkecepatan tinggi. Kecepatan helikopter ini bakal mengalahkan seluruh helikopter yang ada di dunia.

Presiden Aviation Industry Corporation China (AVIC) Lin Zuoming mengatakan, negerinya sedang membuat helikopter yang kecepatannya bisa mencapai 500 km/jam.

"Kami terus mengejar negara-negara lain," kata Lin dikutip dari Chinadaily, Jumat (6/9/2013).

Helikopter yang sedang dibuat AVIC ini memiliki badan lebar, dilengkapi beragam pencahayaan dan memiliki jangkauan ketinggian yang canggih.

Panglima TNI : Pangkalan Militer Pekanbaru Akan Di Pindah Ke Aceh



Pemerintah Indonesia merencanakan akan memindahkan Komando Gabungan Wilayah (Kogabwil) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Aceh. Sebelumnya Kogabwil berada di Pekanbaru, Riau.

Kogabwil merupakan pangkalan militer untuk mengamankan perbatasan, terutama mengamankan lalu lintas perairan seperti selat malaka yang merupakan jalur internasional yang tersibuk dilintasi kapal-kapal lintas negara.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko usai menghadiri pelepasan pelatihan pasukan Raider di Blang Padang, Banda Aceh membenarkan rencana pemindahan Kogabwil tersebut.

Menhan: Kekuatan TNI Terkuat di Asteng pada 2014


Meriam swagerak Nexter Caesar dibeli dari Perancis akan memperkuat Batalyon Artileri Medan 9/Pasopati, Purwakarta dan Yon Armed 12/Agicipi Yudha, Nagwi.(Foto: Berita HanKam)

5 September 2013, Batam: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pada 2014, TNI akan memiliki daya kekuatan yang terbesar di antara negara lain di Asia Tenggara.

"Renstra pertama 2014, kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara," kata Menteri saat meresmikan dua Kapal Republik Indonesia di Batam, Kamis.

Kekuatan itu tercermin dari pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru.

Menhan Resmikan Dua Kapal Perang Produksi Dalam Negeri


KRI Pari-849. (Foto: Reita84)

5 September 2013, Batam: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan dua kapal cepat KRI Pari-849 dan KRI Sembilang-850 yang akan bertugas menjaga keamanan dan kedaulatan di perairan NKRI.

"Tipe kapal patroli cepat, dalam upaya pemenuhan Kapal Cepat secara bertahap," kata Menteri usai meresmikan kapal di Batam, Kamis.

Ia mengatakan kapal yang dibangun perusahaan nasional PT Palindo itu merupakan rangkaian pemesanan dan pengadaan yang memiliki arti penting bagi industri pertahanan nasional," kata dia.

Penambahan alutsista amat penting, kata Menteri untuk menambah daya tempur dan dukungan pelatihan serta operasi di laut.

Skadron Sukhoi Lengkap 16 Unit Setelah Penantian 10 Tahun


Pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK 2 milik TNI AU diturunkan dari pesawat angkut Antonov AN-124-100 setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Rabu (4/9) malam. Kedatangan dua pesawat Sukhoi Su-30 MK 2 pesanan pemerintah Indonesia itu untuk menambah kekuatan Skadron 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin yang kini memiliki 16 unit pesawat tempur Sukhoi Su-2 SKM dan Su-30 MK 2. (Foto: ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/13)

4 September 2013, Makassar: Dua dari 16 pesawat tempur Sukhoi dari jenis Su-27 SKM dan Su-30 MK2, pesanan pemerintah Indonesia dari Rusia, tiba di Landasan udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat itu, diangkut dengan pesawat Antonov AN-124-100 Flight Number VDA 6328 dengan pilot Panov Vadim, Salovyev Evgeny, dan Valodanov Rinai, beserta 13 orang crew.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...