Tuesday, August 07, 2012

Menhan: Indonesia Resmi Beli Kapal Selam dari Korsel




7 Agustus 2012, Jakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui bahwa pihaknya telah membeli sebanyak tiga kapal selam asal Korea Selatan. Menurut dia, pembelian telah resmi dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui mekanisme transfer of technology (TOT).

"Sudah resmi dibeli dengan TOT," kata Menhan saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (7/8). Tiga kapal tersebut, jika menggunakan mekanisme TOT, maka pembuatan akan dilakukan di dua negara terkait.

Menurut Menhan, satu kapal akan dibuat di Korea Selatan dengan dihadiri teknisi asal Indonesia. Setelah itu, satu kapal kemudian dibuat secara bersama-sama, sementara sisanya akan dibuat di negara pembeli.

Purnomo mengatakan, karena kontrak kerjasama sudah ditandatangani, maka pembelian kapal selam yang difungsikan untuk menguatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pada sektor perairan itu hanya tinggal menunggu waktu.

Punomo berharap, ketiga kapal selam itu nantinya mampu menghadapi tantangan di zona laut, apalagi telah menggunakan teknologi yang mumpuni.

Sumber: Republika

Prajurit Linud 431 dan Yonif 521 Kembali dari Penugasan Menjaga Perbatasan RI-PNG



Pasukan Kostrad TNI Batalyon Yonif Linud 431 saat tiba di Pelabuhan Soekano-Hatta Makassar, Sulsel, Senin (6/8). Sebanyak 650 (satu batayon) pasukan Kostrad 431 tiba di Makassar setelah bertugas selama enam bulan di perbatan RI-Papua Nugini. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/ss/ama/12)

7 Agustus 2012, Makassar: Sebanyak 649 personel Satuan Tugas Penjaga Perbatasan dari Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud 431) Kostrad kembali dari penugasan selama enam bulan di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Upacara penyambutan digelar di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Soekarno Hatta, kemarin. Personel Kostrad ini sebelumnya ditugaskan sejak Desember 2011 lalu untuk menjaga garis perbatasan di Papua dari penyusupan dan gangguan dari gerombolan bersenjata. Pasukan ini diterima langsung Panglima Divisi I Kostrad Mayor Jenderal TNI Daniel Ambat yang bertindak selaku inspektur upacara.

Dalam sambutannya,Daniel Ambat meminta agar seluruh personel yang baru pulang dari penugasan memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena masih banyak tugas dan tanggung jawab yang akan dibebankan. Daniel juga berpesan agar prajurit tetap mengadakan latihan rutin untuk meningkatkan kemampuan tempur. “Terima kasih atas pengabdinnya menunaikan tugas mengamankan daerah perbatasan RI-Papua Nugini dengan baik,”katanya.

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 431 Kostrad Letkol Indarto mengatakan, kendati sering terlibat kontak senjata dengan gerombolan bersenjata di hutan papua,dari 650 personel yang dikirim ke perbatasan,pihaknya hanya kehilangan satu orang karena jatuh sakit. “Di daerah perbatasan, Yonif 431/Kostrad sering melakukan kontak senjata dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) namun syukur dari pihak kami tak ada yang gugur,”katanya.

Menurutnya,Yinif 431/Kostrad memiliki wilayah tugas sepanjang 180 kilometer. Patroli dilakukan secara berkala di sepanjang garis perbatasan guna menghindari penyusupan dan pemindahan patok penanda wilayah Indonesia.

Letkol Indarto mengaku,selama bertugas, batalyon yang dipimpinnya tidakhanya menjalankan tugas pengamanan namun juga misi sosial seperti mengajar di sekolah, memberikan keahlian karateka buat para pemuda, membantu peternakan, dan memberikan pelajaran agama. ”Banyak suka duka yang terjadi selama di sana.Tapi dengan berbaur dengan masyarakat setempat,kami jadi merasa tidak terlalu sepi kendati jauh dari keluarga,”katanya.

Menurutnya,daerah perbatasan di Papua sangat kaya akan sumber daya alam.Hanya saja, sumber daya manusia belum mendukung untuk pemanfaatan bagi kesejahteraan penduduk asli Papua.”Makanya kami juga memberikan pendidikan buat masyarakat setempat,karena mereka butuh itu,”ucapnya.

Prajurit Macan Kumbang Kembali ke Markas

Prajurit Kodam V/Brawijaya yang diwakili oleh Prajurit Batalyon 521/Dhadaha Yudha sejak November 2011 lalu bertugas menjaga perbatasan Papua.

Sebanyak 647 prajurit dengan julukan Macan Kumbang itu kini telah kembali dari tugasnya. ”Pada hari Sabtu lalu mereka kembali ke home base dengan selamat dengan menggunakan fasilitas kapal Laut milik TNI AL, yang bersandar di Dermaga Ujung Armatim Surabaya setelah selesai melaksanakan penugasan di daerah perbatasan Papua sejak November 2011,” terang Kapendam V/Brawijaya Letkol Totok Sugiharto, kemarin.

Kedatangan para prajurit ini disambut dengan tradisi upacara dan bertindak selaku Irup Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito. Sebagai Komandan Upacara Danyonif 521/Dhadaha Yudha Letkol Inf Sunaryo dan diikuti oleh seluruh prajurit Yonif 521 tanpa terkecuali. Dalam sambutannya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito menyatakan, dengan selesainya penugasan berarti telah ikut mengambil bagian dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya daerah rawan Papua.

Pengalaman tugas adalah guru yang terbaik dalam peningkatan kemampuan sehingga dalam pelaksanaan tugas-tugas mendatang akan lebih baik dan lebih berhasil baik secara perorangan maupun satuan Orang nomor satu di Kodam V/Brawijaya ini berpesan kepada seluruh prajurit agar menjadi prajurit yang kehadirannya selalu didambakan oleh masyarakat.

Sumber: SINDO

Monday, August 06, 2012

KAPAL CEPAT RUDAL C-705 TRIMARAN


trimaran2 Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran Kesibukan PT. Lundin Industry Invest di Banyuwangi- Jawa Timur sudah berkurang, karena Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang dipesan oleh TNI AL, hampir selesai dibangun. 

Bahkan PT. Lundin Industry Invest kembali menawarkan produk trimaran mereka, agar rantai produksi di perusahaan John Lundin tersebut, tetap berjalan.

PT. Lundin Industry memperkenalkan produk terbarunya kapal patroli Trimaran (panjang 63 meter dan lebar 15 meter), dalam tiga varian yaitu Offshore Patrol Vessels, Offshore Patrol and Search And Rescue Vessels, dan Fast Missile Patrol Vessel.

Kapal Trimaran yang dipesan Kementerian Pertahanan adalah jenis Fast Missile Patrol Vessel, berkarakteristik siluman yang dipersenjatai meriam dan rudal. Trimaran ini dilengkapi kapal cepat Rigid Hull inflatable boat (RHIB) 11 meter dan mampu membawa satu unit helikopter. Dalam operasinya Trimaran diawaki 23 personil dan 7 personil pasukan khusus.

63m opv 1 b1 Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran Kementerian Pertahanan telah memesan 4 unit kapal jenis Fast Missile Patrol Vessel. Diharapkan seluruh kapal selesai dibangun pada 2014. Satu unit trimaran dibanderol Rp 250 miliar diambil dari APBN 2011.

Permasalahannya, kapal Trimaran yang dikerjakan oleh PT. Lundin Industry belum juga terlihat oleh publik. Mengapa PT Lundin sudah menawarkan produk sejenis ke pasar ?.

Jika merujuk kepada pernyataan John Lundin di awal produksi trimaran, PT Lundin bertugas menyiapkan kapal Trimaran, sementara persenjataannya akan ditangani oleh TNI.

Bisa jadi urusan John Lundin hanya sampai menghidupkan mesin kapal tersebut. Instalasi senjata urusan lain. Untuk itu tidak heran, John Lundin menawarkan produk Trimarannya ke pasaran untuk versi sipil dan SAR.

63m opv 3 b1 Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kapal Trimaran akan selesai di kuartal empat 2012. Itu artinya di rentang bulan: Oktober, November dan Desember. Pernyataan ini disampaikan Wamenhan di Kantor Kementerian Pertahanan Jakarta , 2 Agustus 2012.

Kuartal keempat 2012, ternyata bersamaan dengan digelarnya Indo Defence 2012 di Kebayoran Jakarta, 7 – 10 November 2012.

Indo Defence ke V ini akan menampilkan 500 booth pameran dari 40 negara dengan undangan sebanyak 20.000 delegasi. Melihat besarnya event ini, bisa jadi kapal siluman Trimaran akan diboyong dari Banyuwangi ke Jakarta, untuk dipertontonkan di Indo Defence 2012.

63m sar 2 b Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran
Apa yang terjadi dengan Trimaran sekarang ?

Kementerian Pertahanan mempercayakan kepada PT LEN, untuk memasang SEWACO (sensor weapon and control]) atau Combat Management System (CMS) Kapal Cepat Rudal Trimaran. 

Senjata utama yang akan diusung oleh kapal siluman Trimaran adalah rudal C-705 China. Adapun untuk Close-in Weapon System (CIWS) kemungkinan menggunakan produk China juga, yakni senjata gatling Type 730, 7 barel 30 mm.

CIWS merupakan senjata 7 laras, untuk pertahanan kapal dari serangan rudal, di saat rudal musuh berhasil menerobos pertahanan utama kapal. Close-in Weapon System (CIWS) juga bisa digunakan untuk menembak pesawat, target di pantai, kapal boat dan ranjau laut. Harganya sekitar 5,4 juta USD per unit.

Senjata senjata itulah yang akan diinstal dan diintegrasikan oleh PT LEN ke dalam sebuah Combat Management System (CMS).



CMS mempunyai fungsi mendeteksi: data target, sonar, ownship data, speed lock dan unit ekskusi. Setelah memberikan analisa, CMS akan mengaktifkan mengaktifkan gun controller dan missile controller.
Untuk terus mengembangkan CMS PT LEN ini, kini dilakukan integrasi dan sinkronisasi antar kegiatan RISTEK, TNI-AL, Swasta nasional dan PT LEN.
KCR Trimaran buatan PT. Lundin Industry dan konsorsium-nya harus diuji kemampuannya terlebih dahulu. 
Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, apabila dalam pengujian ini berhasil dengan baik maka Kementerian Pertahanan berkeinginan untuk mengembangkannya lebih lanjut.


Sumber : JKGR

BERITA FOTO : PINDAD SOSIALISASIKAN TRUK KOMODO





 Pengunjung Car Free Day memerhatikan truk Komodo buatan Pindad pada kegiatan sosialisasi Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-17, Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/8). Pada peringatan Harteknas ke-117 direncanakan digelar pameran riset inovasi dan teknologi Indonesia di Sabuga pada 8-11 Agustus mendatang.
 

Pengunjung Car Free Day memerhatikan truk Komodo buatan Pindad pada kegiatan sosialisasi Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-17, Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/8). Pada peringatan Harteknas ke-17 direncanakan digelar pameran riset inovasi dan teknologi Indonesia di Sabuga pada 8-11 Agustus mendatang.


Sumber : Antara

Pemerintah Beli Rudal C-705 dari Cina



Rudal C-705 pertama kali ditampilkan Cina pada pameran alutsista di Zhuhai 2008. (Foto: Zhenguan Studio).

6 Agustus 2012, Jakarta: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut memastikan akan membeli misil C-705 dari Cina pada 2013 depan. “Misil ini memiliki akurasi yang sangat tinggi,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati, Ahad 5 Agustus 2012.

Kementerian Pertahanan mengatakan rencana pembelian misil ini sudah dibicarakan dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina, Maret 2012 lalu. Rencana ini kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan bertajuk “First Defense Industry Cooperation Meeting RI-China”, akhir Juli 2012 lalu.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, mengatakan misil dengan jarak tempuh 135 kilometer ini telah diuji dua kali di Selat Sunda sejak 2011. “Misil ini terbukti efektif setelah diuji coba,” kata Hartind.

Uji coba penembakan rudal C-705. (Foto: Defence Update)

Pada 30 Agustus nanti, Hartind menambahkan, Cina akan memberikan proposal tahap pertama yang berisi spesifikasi teknis. Baru, pada September, kedua pihak akan menentukan harga dan jumlah misil yang dibeli. Jika tak ada halangan, ujar dia, pemerintah akan meneken kontrak pembelian misil C-705 pada 1 Maret 2013.

TNI Angkatan Laut juga pernah menguji rudal Yakhont asal Rusia pada 2011 lalu. Rudal ini, kata Untung, berbeda dengan misil C-705. "C-705 memiliki jangkauan setengah dari rudal Yakhont," ucapnya. Karena itu, ujar Untung, Yakhont cocok untuk pertempuran di perairan luas, sedangkan C-705 cocok di perairan kepulauan.

Wakil Ketua Komisi Pertahanan Tubagus Hasanuddin mengatakan pembelian misil C-705 telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. “Sudah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2010,” kata Hasanuddin.

Sumber: TEMPO

Iran Sukses Uji Penembakan Rudal Fateh 110



6 Agustus 2012, Tehran: Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan generasi keempat rudal Fateh 110 sukses uji penembakan.

Vahidi mengatakan versi baru Fateh 110 dapat mencapai jarak tembak lebih dari 300 km dan tepat mengenai sasaran.

Menhan menambahkan rudal buatan dalam negeri ini sukses uji penembakan oleh para ahli dari Organisasi Industri Penerbangan Iran.

Rudal Fateh generasi terbaru, meningkatkan kemampuan Angkatan Bersenjata Iran dalam menghadapi sasaran di laut dan darat.



Sumber: IRNA

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...